KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 32


__ADS_3

Adiitya sudah terlihat segar dengan kaos santainya dan celana pendek. Menggendong Arion ditangan kirinya sedangkan tangan kanannya merangkul bahu istrinya. Mereka keluar dari kamar menuju meja makan.


"Malam bi ina, makan apa malam ini." tanya Ayuna melihat asisten rumah tangganya sedang menata makanan diatas meja makan.


"Kepiting asam manis nyonya, sesuai permintaan Tuan." Bi ina membungkukkan badan


"Mas ngidam ??" pangkas Ayuna yang mengambil nasi dan lauk pauk dalam piring


"Hehehe.... tiba tiba saja mas pengen. Sayang makan yang banyak ya, itu bagus buat perkembangan baby lo sayang." sahut Adiittya


"Iya mas, terimakasih."


Kemudian keluarga kecil itu makan malam, bersama Arion yang duduk dipangkuan Adiitya dan Ayuna yang bergantian menyuapi dirinya kemudian suaminya. Karena baby Arion belum makan nasi, baby mungil itu hanya melihat keromantisan mommy dan daddynya saja. Meski sesekali tangan mungil Arion mengeroyok sendok berisi nasi yang dipegang Ayuna.


"Nooo, no boy. Don't touch it. Ini bukan makananmu sayang." tangan Adiitya mencoba mengalihkan tangan Arion saat baby Arion berusaha mengambil sendok yang akan masuk ke mulutnya


"Sepertinya Arion iri sama mas, sayang." ujar Adiittya setelah menguyah makanannya


Ayuna dan Adiittya terkekeh geli melihat tingkah lucu anaknya. Adiitya yang suka jail, terkadang membuat tawa Arion, kadang juga membuatnya menangis. Saat ini pun demikian Adiittya sengaja menarik ulur sendok makannya ke Arion, saat tangan kecil itu hampir mendapatkannya, dengan sengaja Adiittya mengambilnya kembali. Sontak membuat Arion menangis sekencang kencangnya.


"Masss, suka banget buat anaknya menangis." sorot matanya berubah cemas melihat anaknya menangis


"Mbak Lala, tolong ambilkan susunya Arion dikamar saya ya." ucap Ayuna kemudian, yang diperuntukkan untuk perawat Arion


"Baik nyonya."


Setelah makan malam, Adittya beserta anak istrinya kembali kekamar untuk menidurkan Arion. Ini memang permintaan Adiittya agar Arion tidur bersama mereka. Meskipun baby Arion mempunyai kamar sendiri. Karena mereka tidak ingin melewatkan moment kebersamaan juga perkembangan anak sulungnya itu.


"Mas, sewaktu aku ke mall tadi, tidak sengaja ketemu orang, ngakunya kakak sepupu Tata. Dia juga menanyakan keberadaan anaknya Tata." kata Ayuna yang sedang menidurkan Arion dengan menepuk nepuk pelan pantatnya.


"Kok bisa ???" Adiittya agak tertejut


Kemudian Ayuna menceritakan pertemuan singkatnya dengan Roni pada sang suami. Adiittya yang menekuri laptopnya, dibuat terkejut dengan cerita iistrinya atas pengakuan Roni yang tak masuk akal menurutnya.


"Aku takut mas, mereka akan mengambil Arion jika mereka tahu ia masih hidup." kesedihan Ayuna membuat matanya berkaca kaca

__ADS_1


"Sayang tenang ya, jangan berpikir yang tidak tidak, berdo'a saja itu tidak akan terjadi." kata Adiittya menghibur istrinya yang terlihat akan menangis, setelah menutup laptopnya Adittya beringsuk naik ikut berbaring disamping Arion.


"Aku tidak akan membiarkan siapa saja yang akan merebut Arion dari kita, sayang." sungut Adiittya menatap lekat wajah lelap Arion


"Terimakasih mas." mata Ayuna berbinar walau masih ada rasa kekahawatiran diwajahnya


Adiittya tersenyum penuh cinta menatap wajah sendu istrinya, tangannya mengusap pelan pipi Ayuna yang sedikit basah karena air matanya.


"I love you mas." tangan Ayuna memegang tangan Adiittya yang menempel dipipinya


"I love you too sayang." dengan mata berbinar Adiitya membalas ungkapan cinta dari sang istri, masih mengelus pipi Ayuna


Ayuna selalu menikmati setiap sentuhan sekecil apapun yang Adiittya berikan. Rasanya sangat nyaman berada didekat suaminya seperti ini. Tangan Ayuna terulur meraih tangan Adiitya yang berada dipipinya. Seperti tak mau kalah dari istrinya, Adiitya pun kemudian menarik tangan Ayuna lalu menghujani dengan ciuman.


Kata kata cinta yang dilontarkan Adittya untuk Ayuna bisa mengurangi kegelisahannya hingga terlelap dalam tidurnya.


Malaysia


Di satu sisi Andrew merasa bahagia , karena sudah tidak ada lagi yang akan mengganggu hubungannya dengan Loena, sedangkan disatu sisi yang lain dia harus merasakan kesedihan karena kehilangan darah dagingnya.


Disaat yang bersamaan Loena masuk keruang tamu dimana Andrew sedang duduk disofa. Mata Loena memicing melihat foto usg di tangan Andrew.


"Halo Ndrew, kamu kenapa ?? kok bengong." sapa Loena berjongkok menempelkan bibirnya ke bibir Andrew


"Eh sayang, kapan kamu datang ??" dengan sedikit gugup Andrew menyambut bibir Loena


"Sedang liatin foto siapa." Loena pura pura bodoh bertanya, padahal ia tau betul Andrew sedang menatap foto usg.


"Ooohhh ini, iya sayang, saya baru ingat kalau foto ini milik Adiittya, istri Adiittya sedang hamil sekarang." elak Andrew berbohong


"Benarkah, wah.. sepertinya aku harus memberi ucapan selamat pada bos dingin itu. Siapa wanita tidak beruntung yang dinikahi Adiittya sayang."


"Ayuna !! kamu masih ingat kan ?? gadis yang dulu pernah ikut band dicafeku."


"Bukankan mereka berbeda dan seingatku gadis itu sangat membenci Adiittya."

__ADS_1


"Adiittya mengikuti keyakinan istrinya, sebelum mereka menikah."


Andrew menceritakan awal mulanya Adiittya bisa menikah dengan Ayuna hingga mualaf yang dijalaninya sekarang.


"So sweet.. besar banget pengorbanan Adiitya, terharu aku dengan kegigihan cinta Adiitya."


"Menggemaskan sekali anak Adiitya, pasti lucu... jadi ingin punya anak sendiri." ujar Loena menatap foto usg yang sudah berpindah ditangannya


"Bagaimana kalau kita buat sekarang, sayang." goda Andrew menaikkan turunkan alisnya


"Apaan sih kamu Drew, menikah dulu kali" Loena tersipu malu wajahnya merona dan Andrew yang melihatnya seketika menarik lengan Loena hingga terduduk dipangkuannya


"Kalau begitu besok saja kita menikah." ucap Andrew datar


"Tidak semudah itu sayang." goda Loena menakup kedua pipi kekasihnya lalu mengecupnya.


Seakan tidak mau kehilangan moment, Andrew merapatkan tubuhnya dan menarik tengkuk leher Loena untuk memperdalam ciumannya.


Keduanya berlarut dengan ciuman yang semakin lama dan semakin dalam. Hingga Andrew tersentak dengan bayangan Tata yang tiba tiba muncul.


"Kenapa Drew, apa kamu sudah bosan dengan caraku menciummu." terlihat wajah sedih Loena


Setelah melepaskan ciumannya , disekanya sudut bibir Loena dengan jempolnya


"Tidak dong sayang, aku nggak pernah bisa bosan denganmu. Kau adalah belahan jiwaku. Aku takut saja juniorku akan memintamu lebih." gelak Andrew kemudian


Arg... sial, Andrew mengumpat karena bayangan Tata dan anaknya tiba tiba datang dibenaknya.


"kenapa wajah itu masih saja datang di mimpiku, bahkan sekarang disaat aku sedang bercumbu dengan Loena. Dia benar benar membuat hidupku tak tenang, meskipun dia sudah meninggal sekalipun. Apa mungkin memang belum mati......." Andrew bergumam dalam hati


"Halloooo...." wajah Andrew semakin panik, ia samar samar mendengar suara sapaan


๐ŸŒนto be continue๐ŸŒน


Bosssquuuu jangan lupa sebelum beralih tekan LIKE, ketik KOMENTAR, kasih BINTANG LIMA pada halaman sampul dan VOTE untuk novel ini yacchhh...... terimakasih ๐Ÿค—๐Ÿค— ๐Ÿค—

__ADS_1


i_eyyun ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2