KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 29


__ADS_3

"Dimana nyonya." tanya Adiittya saat menapaki ruang tamu tak mendapati istrinya.


"Nyonya seharian mengurung diri dikamar, tuan. Nyonya juga belum makan apapun."


"Tuan muda Arion ??" tanya Adiitya kemudian


"Tuan muda bersama nyonya dikamar."


"Siapkan makan malam nyonya, aku yang akan mengantarnya sendiri."


"Baik tuan." kata bi ina membungkukkan badanya seraya pamit pergi ke dapur


Sepuluh menit kemudian Adiittya masuk ke kamar dimana istri dan bayi mungilnya tengah tertidur pulas, dengan membawa nampan berisi nasi dan segelas susu hamil.


Adiittya duduk berlutut dipinggiran ranjang mensejajarkan wajahnya dengan wajah istrinya. Setelah puas menatap wajah istrinya, adiitya mengecup kening, pipi dan bibir mungil istrinya. Lalu pandangan Adiitya beralih pada perut sang istrinya, menciumnya sangat dalam perut Ayuna.


Merasa terusik, Ayuna menggeliatkan tubuhnya berbalik miring memunggungi suaminya.


"Sayang, bangun yuk." bisik Adiitya sambil membelai rambut panjang Ayuna


"Sayang, come on wake up, mas uda bawain makan malam sayang sama si baby." bisik Adiittya lagi karena sang istri tak meresponnya


"Sayaannngggg.... ayo doooong kasihan baby, kelaparan didalam." Adiittya masih berbisik didekat telinga Istrinya, menghujani kecupan dipipi Ayuna.


"Aku benci mas Adiitya." cicit Ayuna pelan


"Iya sayang, maafin mas ya..??sayang boleh kok marah sama mas, sayang juga boleh memukul mas, tapi sayang makan dulu ya."


"Yuna mau makan, tapi mas Adiittya harus janji dulu." tawar Ayuna


"Okey, i'm promise."


"Mas Adiitya bakal ngijinin Yuna kerja."


"Sayang, mas bukan nggak ngijinin. Mas tidak mau sayang kelelahan. Sayang mau dibelikan apa hem ?? rumah, mobil, apartemen baru, atau sayang mau pesawat untuk anak kita !!!mas akan belikan semuanya. Uang mas juga uang sayang. Jadi sayang tidak usa kerja ya, sayang dirumah saja, jaga anak anak kita dan mas." bujuk Adiitya panjang kali lebar ๐Ÿ˜‚


Ayuna berbalik miring menghadap kembali suaminya yang masih duduk berlutut


"Yuna masih pengen menikmati cita cita Yuna maaas. Ini cita citaku dari kecil, percuma aku sekolah tinggi tinggi tapi ilmuku tidak bermanfaat hanya berdiam saja dirumah." kata Yuna sambil berusaha bangun dan menyenderkan tubuhnya ke sandaran kamar tidur.


Cup


Adiitya mencium bibir istrinya yang dibuat manyun, setelah sebelumnya dia berdiri dan duduk ditepi ranjang.


"Sayang, tidak ada ilmu yang tidak bermanfaat. Itu tergantung bagaimana cara kita untuk menerapkannya. Sayang tidak harus menyibukkan diri diluar. Biar mas saja yang cari uang, okey !!" ujar Adiitya sambil mengenggam erat tangan istrinya

__ADS_1


"Tapi mas, aku ingin orang tuaku bangga dengan profesiku sekarang, aku belum bisa menjadi anak yang berbakti. Jadi inilah bentuk baktiku pada mereka."


"Sayang, itu bukan jalan satu satunya cara untuk membalas budi mereka."


"Tapi saat ini hanya itu mas, please ijinin Yuna, aku janji jika perutku uda gede, aku bakal resigh, aku akan menemani anak anak dan mas dirumah, hemm. Please..!!" kata Yuna sambil mengatupkan kedua tangannya


"Baiklah mas ngalah, mas ijinin tapi janji kalau capek, sayang istirahat saja dirumah. Sekarang sayang makan ya."


Ayuna mengangguk, tersirat jelas rasa bahagia dihatinya.


"Terimakasih mas" ucap yuna setelah mencium tangan suaminya dan memeluknya erat


Adittya mengambil nampan diatas meja lalu duduk ditepi ranjang sebelah istrinya.


"Sayang makan sendiri atau mas suapin."


"Ssuuuaapiinnn." rengek Ayuna


Adiittya mengulum senyum melihat sikap manja istrinya yang selalu membuatnya rindu.


"Mau kemana Mass ??" tanya Ayuna saat Adiitya hendak pergi kekamar mandi


"Mas mau mandi sayang, lihat !! bahkan mas saja belum mengganti pakaian kerja mas."


Adiittya menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal lalu tidur disamping istrinya, dengan posisi Ayuna ditengah diapit baby Arion sama Adiittya.


Mereka tidur saling berpelukan yang sudah menjadi kebiasaannya setiap tidur. Tiba tiba Ayuna melepas pelukannya dengan mata berkaca kaca.


"Kenapa menangis ??" tanya Adiitya menaikkan satu alisnya


"Maafin Yuna. Yuna jahat sama anak kita mas. Yuna mogok makan karena marah sama mas."


"Iya mas maafin, jangan di ulangi lagi, okey !!" jawab Adiittya tersenyum simpul


Ayuna mengangguk. Selanjutnya bibir mereka bertemu saling mengungkapkan rindu.


"Mas ada baby Arion." sela Yuna ditengah tengah kegiatan mereka


"Maaf sayang, mas lupa." kata Adiitya sambil menepuk jidatnya


"I'm sorry my son, kamu tidur di sini dulu ya, daddy and mommy mau jenguk adekmu." bisik Adiitya setelah meletakkan Arion di box bayi dan mencium kening anak laki lakinya.


Setelahnya dia kembali mencari posisi ternyaman untuk menyalurkan hasyrat mereka hingga mencapai puncak kenikmatan.


Paginya, Adiittya mengerjab ngerjabkan matanya, samar samar dia mendengar suara Ayuna sedang muntah muntah. Dengan masih mengucek matanya, dia berjalan kekamar mandi.

__ADS_1


"Are you okey ??" tanya Adiitya sambil memijit tengkuk leher istrinya


Ayuna menggeleng dan terus memuntahkan isi perutnya. Adiittya masih setia memijit tengkuk istrinya dengan tangan satunya lagi mengusap keringat yang membanjiri dahi Ayuna.


"Sudah muntahnya." tanya Adiitya masih mengusap keringat Ayuna


Ayuna mengangguk, tanpa mengeluarkan sepatah katapun karena merasa tubuhnya sangat lemas.


Adiitya mengangkat tubuh Ayuna begitu saja, dibawa keluar kamar dan membaringkannya diatas ranjang.


"Sayang minumlah dulu, setelah ini mas akan minta bibi buatkan bubur untuk sayang."


Adiittya menempelkan gelas di bibir Ayuna sedikit demi sedikit Ayuna meneguk air putih yang disodorkan suaminya.


Setelah menyelimuti Ayuna, Adiitya keluar sambil menggendong Arion yang sudah bangun dari tadi.


"Bi, tolong buatkan bubur untuk nyonya. dan siapkan juga susu untuk tuan muda."


"Baik tuan"


Sementara bi ina membuat bubur untuk Ayuna, Adiittya sibuk bercengkerama dengan Arion dimeja makan sambil menunggu bubur dan susu Arion.


"Bi, pagi ini kita akan pindah rumah dan nanti juga ada babysister yang akan menjaga Arion. Nanti tolong bi ina arahkan apa saja tugasnya."


"Baik tuan."


Setelah bubur yang dibuat bi ina matang, Adiitya membawanya kekamar. Baby Arion kini sudah digendongan bi ina untuk dimandikan dan dibedong. Maklum usia baby Arion masih belum genap 1 bulan.


"Sayang, buburnya sudah siap mari aku bantu kau bangun."


Kemudian Ayuna bangun dan bersender disandaran kamar tidurnya.


"Arion mana mas, apa sudah dibuatkan susu." tanya Ayuna


"Sudah, sekarang lagi dimandiin bi ina."


"Open your mouth my dear. Aakhh..." kata Adiitya menyuapi istrinya layaknya anak kecil


Bentuk perhatian perhatian kecil inilah yang membuat Ayuna semakin besar cintanya pada Adiittya. Walaupun suaminya berwatak keras, tapi disisi lain Adiitya berhati sangat lembut. Apalagi sama orang yang sangat di cintainya.


๐ŸŒนto be continue๐ŸŒน


Bosssquuuu jangan lupa sebelum beralih tekan LIKE, ketik KOMENTAR, kasih BINTANG LIMA pada halaman sampul dan VOTE untuk novel ini yacchhh...... terimakasih ๐Ÿค—๐Ÿค— ๐Ÿค—


i_eyyun ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2