KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 79


__ADS_3

Kecelakaanpun tak terelakkan. Adiittya dan Ayuna sudah bersimbah darah. Adiittya yang masih setengah sadar menangis melihat istrinya yang terbujur tak sadarkan diri. Ia mengulurkan tangannya ke arah perut Ayuna, mengelusnya pelan.


"Baby...." rintih Adiittya pelan


Kemudian tangannya beralih ke pipi Ayuna yang dialiri darah segar.


"Sayang.... are you okey ??!!"


"Sayang..."


Namun Adiiittya tak mendapat jawaban dari istrinya. Pipi dan bibir yang biasa ia cium kini terlihat pucat dan bercucuran darah segar mengalir dari kening dan pelipis alisnya.


"Sayang.... wake up." ucapnya lirih, sambil menepuk nepuk pelan pipi Ayuna


"Sayang bangun sayang... come on open your eyes.. "


"Sayang kau harus kuat ya.... demi anak kita."


Adiittya terus terusan mencoba membangunkan istrinya. Dia sudah tidak menghiraukan lagi bagaimana keadaannya saat ini. Sepertinya rasa sakit pada dirinya terkalahkan dengan keadaan istrinya.


"Tuan !!!"


"Tuan !!!"


Beberapa orang menggedor gedor pintu mobil Adiittya. Menyadari ada banyak orang mengerumuninya, Adiittya segera membuka pintu mobilnya


"Pak.. tolong selamatkan istri saya. Istri saya sedang hamil Pak. Sebentar lagi anak kami akan lahir. Aku tidak mau ada apa apa dengan mereka... Tolong pak.. tolong kami....!!!" ucap Adiittya panik


"Tenang tuan. Anda yang sabar....Kami sudah menghubungi rumah sakit. Sebentar lagi ambulan akan datang." jawab salah satu warga


"Terimakasih" ucapnya lirih sambil memeluk tubuh istrinya yang sudah dikeluarkan warga dari mobilnya.


"Sayang kau dengar kan ?? sebentar lagi ambulance akan datang, kau harus kuat sayang. Mereka akan menyelamatkan kamu dan anak kita sayang..."


Meski wajah Ayuna penuh dengan darah, tak menyurutkan Adiittya untuk terus menciumi wajah istrinya. Dia berharap, dengan ia menciumnya, istrinya itu mau membuka matanya. Adiittya sangat berantusias menyemangati dirinya sendiri. Ia berharap kejadian yang terjadi malam ini hanya sebuah mimpi.


######


"Maaf Tuan.. anda dilarang masuk."


Salah satu perawat menghalangi Adiittya saat hendak ikut masuk ke ruang operasi


"Dia istriku suster..!!! aku harus menamaninya !!"


"Iya Tuan. Tapi kami tidak bisa mengijinkan anda masuk keruang operasi."


"Suster !!!" bentak Adiittya "Istri dan anakku membutuhkan aku sus...!!!"


"Benar tuan. Tapi tolong biarkan kami merawatnya. Tolong jangan memperburuk keadaan. Percayakan istri dan anak tuan pada kami."


"Sus... biarkan aku disampingnya. Aku janji, aku tidak akan menganggu tugas kalian."

__ADS_1


"Sayang....!!!! sayang...!!!" jerit Adiittya, yang diabaikan oleh beberapa suster yang mulai menutup pintu ruang operasi


Door door doorr


"Dokter !!! buka pintunya dokter....!!! dokter Manda...!!!"


"Adiittya !!!"


Laki laki setengah baya mempercepat langkah panjangnya setelah mendapat kabar dari Adiittya sendiri yang sempat menghubungi sebelum kerumah sakit tadi.


"Kau bukan anak kecil. Dengan sikapmu ini kau bisa menganggu jalannya operasi. Biarkan mereka menyelesaikan pekerjaannya lebih dulu.."


"Om Leo...!!! aku ingin bersama anak dan istriku. Mereka butuh aku disisinya."


"Mereka tidak membutuhkanmu, Adiittya !!!" elak Leo yang sengaja, agar Adiittya menyerah "Percayakan istrimu pada dokter disini... Sekarang ayo kita obati lukamu."


Air mata mengalir deras dari manik matanya, yang selama ini memperlihatkan tatapan elangnya. Adiittya yang biasanya kuat dan berwibawa kini terduduk lemas dilantai dengan pakaian kusut dan rambut yang acak acakan.


Adiittya menggeleng "Adiittya akan menunggu mereka disini." jawabnya pelan


"Bos !!!" panggilan Rico membuat Adiittya menoleh kearah sumber suara


"Nak Adiittya !!!"


Rico dan Aisyah berlari lari kecil memanggil Adiittya. Setelah mendapat kabar dari Leo, Rico segera mengajak Aisyah pergi ke rumah sakit.


Tiba tiba Adiittya menjatuhkan dirinya dikaki ibu mertuanya "Bu maafkan Adiittya ... Adiittya tidak bisa menjaga anak dan istri Adiittya. Ini semua kesalahan Adiittya."


"Jika Adiittya kemarin menolak ajakan Ayuna. Pasti ini tidak akan terjadi bu.. mereka pasti baik baik saja sekarang.." mengusap air matanya "Aku memang bodoh begitu saja mengiyakan permintaan istriku."


"Nak.. jangan bicara seperti itu. Kita tidak tahu kapan dan dimana Allah memberi cobaan kepada umatnya. Dan dalam bentuk apa Allah memberi kita sebuah ujian. Tapi Allah lebih tahu cobaan apa untuk para umatnya. Beliau tidak akan memberi ujian diluar batas kemampuan umatnya, Nak...Adiittya. Allah itu maha baik, maha pemurah, maha penyanyang. Dan saat ini Allah lagi sayang pada kalian, beliau ingin menguji kesabaran kalian dalam berumah tangga. Seharusnya kamu bersyukur mendapat ujian ini"


"Tapi bu... anak dan istriku..."


Aisyah mengangguk sambil mengulas senyum "Kita berdo'a saja. Semoga operasinya lancar.. anak dan istrimu diberi kesalamatan."


"Amiinn" ucap Adiittya lirih kepalanya mengangguk pelan


"Bos lukamu harus di obati." timpal Rico melihat wajah putih tuannya tak berupa.


"Rico benar Adiittya. Om khawatir lukamu akan infeksi nantinya."


"Nanti saja om. Adiittya ingin memastikan anak dan istriku baik baik saja."


"Nak Adiittya. Nak Rico dan om dokter ini benar. Luka kamu harus segera diobati. Biar ibu yang menjaga anak dan istrimu disini." Aisyah menepuk bahu menantunya "Jika nanti sudah ada kabar dari dokter, ibu janji akan segera mengabari nak Adiittya."


"Tapi ibu... Adiittya ingin bersamanya...???"


"Iya, tapi nanti. Setelah kamu membersihkan badan dan lukamu. Apa Nak Adiittya mau membuat Ayuna bersedih, melihatmu seperti ini."


Adiittya menggeleng

__ADS_1


"Kalau begitu, ikutlah om dokter ini. Obati luka dan bersihkan dirimu, setelah itu kau boleh menemani istrimu."


Ibu mertuanya benar, alangkah sedihnya Ayuna nanti jika melihat keadaannya seperti itu.


Dengan berat hati, akhirnya Adiittya mengikuti Leo keruang perawatan untuk mengobati lukanya. Rico yang juga mengekor dibelakang Leo dan Adiittya meletakkan paperbag disofa ruang perawatan Adiittya.


"Bos ini pakaian gantimu." kata Rico menunjuk paperbag diatas sofa


Adiittya mengangguk "Terimakasih Rico."


"Bos.. sebentar lagi polisi datang. Mereka akan memintamu bersaksi atas kecelakaan tadi."


"Apa ada korban lainnya Ric, selain aku dan Ayuna."


"Sepertinya tidak ada, bos. Sopir truk dan temannya itu nampak melarikan diri, meninggalkan truknya yang terbakar. Itu berita terakhir yang aku dengar sewaktu dikejadian tadi."


Adiittya meraup wajahnya yang masih dibersihkan oleh Leo


"Adiittya !!! kondisikan tanganmu !!!" sentak Leo, membuat Adiittya tersenyum getir


Dua pria berseragam coklat dengan gagah melangkah tegap menyusuri menyusuri koridor rumah sakit, guna mencari sebuah bukti dari kesaksian si empunya mobil Bmw I8 yang sudah menabrak sebuah pohon besar disamping kiri jalan.


"Selamat malam.. Bisa kami bertemu Tuan Adiittya.." tanya salah satu petugas polisi yang bername tag Riyanto


Aisya mengangguk "Mari saya antar, Pak"


Mereka bertiga berjalan beriringan menuju ruang perawatan Adiittya.


"Nak Adiittya ada bapak polisi mencarimu."


Setelah mempersilahkan masuk, Aisyah kembali duduk didepan ruang operasi putrinya.


Seketika tubuhnya menegang, mendengar penuturan dari dokter yang mengoperasi Ayuna.


"Keluarga pasien Ayuna !!!"


"Iya dokter, saya Aisya ibunya Ayuna" Aisyah berlari kecil mendekati dokter wanita didepan pintu ruang operasi


"Maaf bu Aisya... dengan berat hati kami tim medis harus mengatakan...."


Kepala dokter wanita muda itu bergerak kekanan dan kekiri mencari seseorang yang dianggap mempunyai tanggungjawab penuh atas diri Ayuna


"Dimana suaminya.... ??"





🌹Terimakasih buat readers lovers yang sudah membaca karyaku. Author berharap readers lovers bisa tinggalkan Like, Komen, Tip dan Vote yang banyak ya..... karena itu sangat berarti bagi Author. Semoga readers lovers selalu sehat dan bahagia 🌹

__ADS_1


__ADS_2