KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 31


__ADS_3

"Indonesia i'm coming" gumam Roni menyamangati dirinya sendiri.


Sambil menggeret koper besarnya, pria yang datang dari negeri jiran itu keluar dari pintu bandara. Tangan besarnya melambai memanggil mobil berwarna biru yang terparkir cantik di pelantaran bandara.


"Taxi" panggil Roni setengah teriak


"Pak, tolong antarkan ke alamat ini." pinta Roni setelah masuk duduk dibangku penumpang


"Baik Tuan."Jawab pak sopir


Taxi yang membawa Roni pun sudah sampai di sebuah bangunan besar yang menjulang tinggi.


"Terimakasih pak." ucap Roni memberi beberapa lembaran uang indonesia


"Terimakasih kembali Tuan." jawab si sopir taxi


Seperginya taxi, Roni kembali menggeret koper besarnya berjalan gontai hingga sampai disebuah ruangan yang akan menjadikannya tinggal selama diJakarta.


Seminggu sudah Roni di jakarta, tapi belum juga menemukan seseorang yang dimaksud Andrew.


"Hai gadis bodoh, kemana kau sebenarnya, kenapa sulit sekali aku menemukanmu." kata Roni berbicara sendiri menatap foto yang ada ditangannya.


Masih dengan rasa lelah Roni kembali melanjutkan perjalanannya setelah beberapa menit dia berhenti sejenak. Tidak ada kata menyerah bagi Roni, walaupun seminggu ini dia muter muter kesana kemari, dan tak juga mendapatkan hasil.


Karena hari sudah menjelang petang, akhirnya Roni memutuskan kembali ke tempat ternyaman untuk merebahkan badan lelahnya.


Ddrrttt dddrrttt


"Halo bos." sapa lemah Andrew setelah mengangkat ponselnya


"Kemana saja kau ini !!! bagaimana dengan tugas yang aku berikan padamu." cerca Andrew


"Belum ada hasil." jawab Roni datar


"Bagaimana mungkin ??? Lalu apa saja yang kau lakukan seminggu ini, hah !! ingat ya, kau tidak sedang menikmati libur cutimu !!!" kata Andrew sedikit emosi


"Wah wah wah... ada apa kau ini. Kalau kau meragukanku, kenapa kau tidak mencarinya sendiri. Kau pikir gampang mencari seseorang, alamat yang kau kasih saja salah." sungut Roni, emosinya mulai terpancing


"Salah ??? apa maksudmu !!! aku hafal banget alamatnya, aku dulu sering mengantarnya ke alamat itu." sungut Andrew tak mau kalah


"Aku sudah mendatangi alamat itu, tapi aku tak mendapatkan sebuah bangunan apapun. Justru tempat itu rata dengan bebatuan bekas bangunan." kata Roni sambil menghisap rokoknya


"Maksudmu bangunan itu sudah dirobohkan ??" kata Andrew menaikkan satu alisnya


"Mungkin." jawab singkat Roni


"Lalu dimana gadis itu tinggal sekarang ??"

__ADS_1


"Mana aku tahu ???" kata Roni menaikkan kedua bahunya


"Apa kau sudah mencoba tanya sama orang orang disekitar tempat itu."


"Sudah booossss, mereka bilang tidak ada yang tahu keberadaan wanitamu itu. Sekitar tiga mingguan wanitamu itu tidak pernah nampak sama sekali." jelas Roni


"Wanitaku ???Cih, Menyentuh saja aku tak sudi !!!" sungut Andrew


"Hahaha lucu sekali kau kawan. Kau bilang tak sudi menyentuhnya, tapi kau menghamilinya." ejek Roni


"Sudah sudah aku nggak mau tau. Pokoknya, kau harus bisa membawa anakku kemari !!" kata Andrew mengakhiri panggilan sepihak


Hari berganti hari minggu berganti minggu, Roni tidak juga mendapatkan informasi apapun tentang seseorang yang dimaksud Andrew. Diapun mulai menyerah dengan pencariannya.


Bbrrruuukkk


Roni tidak sengaja menabrak kereta dorongan bayi yang sedang didorong oleh seorang babysister


"Akh maaf, saya tidak sengaja." kata Roni sambil membantu si babysister membenahi bawaannya. Dan tanpa sengaja Roni menjatuhkan sebuah foto seorang gadis yang tidak familiar bagi wanita yang berdiri dibelakang babysisternya dengan menggendong seorang bayi laki lakinya.


Dengan sedikit membungkukkan badannya, Ayuna mengambil foto itu. Alangkah terkejutnya Ayuna saat melihatnya dengan jelas.


"Maaf nyonya, itu milikku." kata Roni mengejutkan Ayuna


"Apa hubungan anda dengan gadis ini ??" tanya Yuna menyelidik


"Nyonya mengenal gadis ini ??"


"Iya, dia sabahatku. Anda sendiri ???"


" Ahh.. mungkin anda tidak mengenal saya nyonya, kenalkan saya kakak sepupu Tata." jawab Roni berbohong sambil mengulurkan tangan ke Ayuna


Melihat wajah Ayuna yang sedang menyelidik, membuat Roni mengarang cerita yang sebenarnya diapun tidak banyak tau tentang Tata. Lidah Roni begitu luwes membuat hati Ayuna tersentuh dengan setiap kalimat yang keluar dari mulutnya.


"Jadi kamu kesini untuk menjemput Tata ??" tanya Ayuna pelan


"Benar nyonya. Saya ingin menebus kesalahan saya, karena sudah menelantarkannya." kata Roni mendramalisir kebohongannya


"Anda telat tuan, Tata sudah berpulang ke Rahmatuallah." kata Ayuna sedikit tercekat


"Maksud nyonya, Tata meninggal ?? lalu dimana anaknya sekarang ??" Tanya Roni sedikit terkejut


"Setelah Tata dinyatakan meninggal, beberapa menit kemudian bayinya juga ikut meninggal karena dia lahir prematur." kata Ayuna berbohong karena dia sudah berjanji pada Tata untuk tidak membongkar kebenarannya


"Maafkan mama sayang, harus mengatakan kau sudah meninggal pada om mu ini." kata Ayuna dalam hati sambil mencium pucuk kepala Arion


Dirasa sudah tidak ada yang perlu di bicarakan lagi Ayuna bersama Babysisternya pamit meninggalkan Roni yang masih mematung.

__ADS_1


Tiba tiba Roni menampilkan senyum tanpa memperlihatkan giginya, setelah punggung Ayuna tidak terlihat olehnya lagi.


"Halo Drew, aku ada kabar baik untukmu." kata Roni semangat ditelpon panggilannya


"Katakan." kata Andrew datar


Akhirnya Roni menceritakan pertemuan singkatnya dengan Ayuna, sahabat Tata.


Rumah Adiitya


"Assalamu'alaikum sayang" sapa Adiitya saat mendapati istrinya tengah berbaring miring disamping baby Arion


"Wa'alaikumsalam mas" balas Ayuna bangun lalu meraih punggung tangan suaminya lalu menciumnya


"Mas kok baru pulang ??" tanya Ayuna heran karena sang suami baru pulang di jam makan malam


"Iya sayang. Dikantor banyak tugas yang harus mas kerjakan"


"Ya sudah biar mas segeran, aku siapkan airnya dulu agar mas bisa mandi."


"Terimakasih sayang." kata Adiittya mencium kening Ayuna


Seperginya Ayuna, Adiitya membaringkan badannya disamping anaknya. Memeluk, menghujani ciuman pada sang putra menjadi kebiasaan untuknya.


Oek oek oek


"Kenapa mas, Arion kok menangis ??" tanya Ayuna keluar dari kamar mandi


Adiittya tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang putih sambil memeluk Arion didadanya, yang terus saja menangis.


"Ya allah mas, pipi Arion mas gigit??" mata Ayuna membulat lebar melihat pipi merah Arion bekas gigitan.


"Pipi Arion membuatku gemas, sayang." Kembali lagi Adiiittya menciumi Arion yang membuat sang empunya pipi semakin keras nangisnya


"Sudah mas, jangan digoda trus, nggak berhenti berhenti nanti nangisnya." kata Ayuna sambil memberi salep pada pipi Arion yang kini sudah digendongannya


"Cup cup sayang, berhenti ya nangisnya, anak sholehnya mama, anak ganteng, anak pinternya mama." Ujar Ayuna pada anaknya


"No mama sayang, Mommy. Aku mau anak anak kita memanggilmu mommy, bukan mama." cicit Adiitya sambil menggerakkan jari telunjuknya kekanan kekiri


Senyum simpul dibibir Ayuna, mendengar perkataan suaminya.


๐ŸŒนto be continue๐ŸŒน


Bosssquuuu jangan lupa sebelum beralih tekan LIKE, ketik KOMENTAR, kasih BINTANG LIMA pada halaman sampul dan VOTE untuk novel ini yacchhh...... terimakasih ๐Ÿค—๐Ÿค— ๐Ÿค—


i_eyyun ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2