KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 91


__ADS_3

Ayuna menatap sendu putra kandungnya yang berlari sambil menangis.


"Maaf kak Andrew, kak Loena aku keatas sebentar." pamit Ayuna meninggalkan dua tamunya


"Mommy... " sendu Arion dengan mata berkaca kaca, menghentikan langkah Ayuna


"Iya sayang... sini peluk mommy." mencium pucuk kepala Arion "Kita ke kamar Rain, yukk !!" ajak Ayuna, kemudian ibu dan anak itu berjalan menaiki tangga dengan bergandeng tangan


"Andrew, tolonglah !! beri anak anak waktu untuk bersama dulu. Keputusanmu yang mendadak ini sangat mengejutkan mereka. Kasihan mereka, mereka belum siap." tutur Adiittya, tak tega melihat anak dan istrinya dirundung kesedihan


"Adiittya, maafkan aku. Aku merasa nggak enak sama kalian."


Tertawa keras "Kenapa baru sekarang kau segan, jauh sebelum kau tau Arion anakmu, kami pun dengan senang hati merawat dan menganggap anak kami sendiri."


"Makanya aku nggak ingin terlalu banyak merepotkanmu....... lagipula aku....." Andrew menghentikan kalimatnya, melihat Arion dan Rain berjalan bergandengan tangan.


"Kamu jangan menangis lagi ya Re... kakak nggak pergi kok !!!"


"Janji !!"


"Yes i'm promise"


Andrew seperti dihantam keras melihat sosok dua anak kecil yang nampak tak bisa dipisahkan


Arion berjalan kearah Andrew, sedangkan Rain duduk dipangkuan Adiittya


"Papi.. Arion sayang sama Re... Arion nggak mau pergi !!!"


"Tapi Arion... " kalimat Andrew terpotong dengan Rain yang tersungut


"Yes, Arion is right. We love each outher. Uncle Andrew jahat !!! pergi sana !!!"


"Re !!! kamu nggak boleh jahat sama papi Andrew. Dia papi aku !!!" teriak Arion nyolot


Ya semenjak usia satu tahun Arion sudah diberitahu siapa ayah kandungnya. Ayuna tak ingin membatasi jarak antara Arion dan Andrew. Andrew dan Loena juga sering melakukan vidoe call bersama Arion. Hadiah hadiah pun tak pernah telat Andrew mengirimnya untuk Arion dan Rain. Itu yang membuat Arion, Andrew dan Loena menjadi dekat.


"Tapi uncle mau memisahkan kita Arion !!!" teriaknya tak mau kalah


"Re sayang.... nggak boleh gitu dong sama orang tua...!!! cegah Ayuna mengelus pipi chubby Re


Dengan muka besungut menatap Ayuna "Re, marah mommy !!!" teriaknya


"Ssttt...." Adiittya menempelkan jari telunjuknya dibibir mungil Rain "Nggak boleh bentak bentak mommy, Re !!??" Rain semakin cemberut


"Mommy... tolong ambilkan karet.." goda Adiittya melihat bibir anaknya yang maju kedepan


"Buat apa masss.. " tanya Ayuna kebingungan


"Buat nguncir ini nih !!!" Adiittya menunjuk mulut Re sambil tertawa dan disambut tawa juga oleh orang orang disana


"Daddy !!!" sentak Rain, kepalanya mendongak menatap tajam Adiittya


"Adiittya... adiittya.. udah tau anaknya kesal masih saja digoda." cicit Andrew


"Habisnya lucu... masak jagoan daddy, kalau marah bibirnya monyong gitu." tangannya memainkan bibir mungil Rain

__ADS_1


"Daddyyyyy.... jitak nih !!!" ancam Re


"No no no.... daddy ampun sayang "


"Re... Arion pergi sama uncle ya ??!! nanti kalau Re kangen, bisa main kesana... apalagi naik pesawat... wuuhhh... asyik bukan ???!!" bujuk Aloena


Menggelengkan kepala "Bosan !!! terlalu sering naik pesawat...!!"


Adiittya terkekeh, mendengar jawaban anaknya yang membuat Aloena menelan ludahnya kasar


"Maafkan sikap Re ya kak.." timpal Ayuna


"Nggak apa Ayuna, namanya juga anak kecil."


"Aku bukan anak kecil !!"


"Iya sayang.. maafkan ounty ." bujuk Ayuna memedamkan amarah anaknya


"Harus ektra sabar ya Ayuna... menghadapi dua Adiittya lo ini !!!" ledek Aloena terkikik, Ayuna pun ikut tersenyum


"Sifat burukmu nggak tertinggal sama sekali ke Rain, Adiittya !!" cicit Andrew


"Mana ada ??!! gue nggak gini juga kale. Entah darimana nih anak ??!!" protes Adiittya dan langsung mendapat cubitan kecil dipinggangnya oleh Ayuna


"Aaww... sakit sayang." aduh Adiittya yang diabaikan oleh Ayuna


"Arion mau tinggal sama Papi... ??!!"


Menatap Ayuna ragu "Mommy tidak sayang Arion lagi....??" pertanyaan Arion berhasil meneteskan air mata Ayuna meski tidak deras


Bocah laki laki itu mengangguk


"Re.. kemarin kan Kak Rio sudah bersama kita. La sekarang gantian sayang... kak Rio harus tinggal sama papinya.. Kasihan lo uncle Andrew kan juga kangen sama anaknya..??!! Ingin memeluk menemani bobo Kak Rio juga... Arion pun begitu sayang... pasti kak Rio ingin dipeluk disuapi sama papinya..??!! iya kan kak Rio ???" rayu Ayuna mencoba memberi pengertian anak anaknya


Arion mengangguk "Mommy... Rio sayang mommy..." menghamburkan diri kepelukan Ayuna


"Re juga sayang mommy..." turun dari pangkuan Adiittya lalu ikut menghamburkan diri kepelukan Ayuna "Don't cry mommy, Re sayang mommy..." ucap Re setelah melepas pelukannya dan mengusap air mata Ayuna dengan tangan kecilnya


"Benar... Arion nggak mau mommy bersedih !!"


"Tidak sayang... mommy bahagia. Bahagia memiliki kalian yang pintar pintar.." mengulas senyum


"Kak Andrew kapan kamu membawa Arion." tanya Ayuna


"Dua hari lagi.. biar mereka menikmati kebersamaannya dulu..."


#####


Pagi ini hari dimana waktunya Arion dan Rain berpisah. Dua bocah laki laki itu nampak tak bersemangat untuk berjalan. Keduanya berada digendongan Adiittya dan Ayuna. Nggak ada pembicaraan sama sekali antara Rain dan Arion. Apalagi muka jutek Rain sudah nampak jelas sejak keluar dari kamarnya.


"Arion ayo turun sayang... sudah saatnya kita pergi.." ajak Aloena mengambil Arion dari tangan Ayuna


"Adiittya, Ayuna kami pamit dulu ya... terimakasih sudah merawat Arion dengan baik." pamit Andrew


Adiittya dan Ayuna mengangguk, meski terasa berat untuk mereka. Namun orang tua angkat ini harus kelihatan tegar didepan anak anaknya.

__ADS_1


"Re.. kapan kapan main ya ke rumah Arion.." kata Aloena sambil mencubit pipi chubbynya


"Aduuhh !!!" menatap sinis Aloena "Jangan bicara padaku... !!!" sungutnya


"Re !!" sentak Ayuna mengingatkan anaknya agar bersikap sopan


"Ya sudah semuanya... kami berangkat ya..??!!"


Andrew sekeluarga berjalan sambil melambaikan tangannya ke arah Adiittya sekeluarga. Tiba tiba langkah mereka berhenti karena Arion yang memaksa turun dari gendongan Aloena dan berlari kearah keluarga angkatnya


"Raaaaiiinnnn..... daddyyyy.... mommyyy...."


Seketika Adiittya dan Ayuna menoleh kebelakang dan Rain pun segera melorot dari gendongan Adiittya


"Ariiioooonnnn....."


Dua bocah laki laki itu saling berpelukan, Arion yang tak sungkan meneteskan air matanya sampai sesenggukan. Berbeda dengan Rain yang jaim, ia menengadahkan kepalanya ke atas menyembunyikan air matanya


"Re.. aku sayang kamu..."


"Aku juga.."


Ayuna semakin deras air matanya yang berusaha ia tahan sejak tadi. Melihat dua malaikatnya yang menangis.


"Arion... sudah yukk. Nanti kita ketinggalan pesawat sayang..." bujuk Aloena


"Arion.. sudah ya... kalian kan bisa video call setiap hari.. kita pergi yuk sayang..." giliran Andrew yang membujuk anaknya yang masih betah berpelukan dengan adik angkatnya itu


Melihat Andrew dan Loena yang tak bisa membujuk bocah kecil itu, akhirnya Ayuna turun tangan merayu anak anaknya


"Arion... Re... kalian mau masuk surga kan ??!!" tanya Ayuna, dua bocah itupun melepas pelukannya dan mengangguk "Kalau begitu, Arion dan Rain harus nurut sama orangtua.. Arion harus nurut sama papi dan mami, Re harus nurut sama daddy dan mommy.... Sekarang Arion ikut papi mami sayang...."


"Re nggak mau jauh sama Arion mommy..??!!"


"Sayang... hayoo mommy bilang apa tadi.."


Re dan Arion hanya menunduk lesu


"Lihatlah Andrew, dari keegoisanmu mereka yang menjadi korban. Apa kau tega sama anakmu !! apa kau tak memikirkan bagaimana Arion nanti disana ??!!" kata Adiitttya pelan namun tegas


"Bukannya kemarin sudah setuju. Kenapa sekarang malah seperti ini..."


"Namanya juga anak kecil, Ndrew. Pikirannya kan masih labil.."


"Lalu aku harus bagaimana lagi Adiittya !! aku juga ingin Arion tumbuh bersamaku. Aku ingin menebus kesalahanku waktu dulu.."


"Aargghhh... Terserah !!!" Adiittya menahan emosinya, apalagi didepan anak anaknya


Mulut Andrew mengatup rapat, saat ini ia dilanda kebingungan. Jujur ia tak tega memisahkan dua saudara ini, yang mengingatkan padanya waktu dulu. Ketika Adiittya harus ikut kedua orangtuanya pindah kejakarta sedangkan ia harus tinggal dibelanda bersama opa dan omanya. Di situlah Andrew merasa sangat sepi, tanpa saudara sepupunya yang setiap hati menemaninya bermain dan tidur bersama..




🌹 Kakak lophers kasih vote doong, biar semakin semangat lagi authornya....😢😢🌹

__ADS_1


__ADS_2