KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 64


__ADS_3

Seorang wanita mengenakan seragam khusus perawat dengan jaket hodie yang menempel ditubuhnya sedang tersenyum licik masuk ke loby sebuah gedung perusahaan yang memproduksi hasil oalahan hasil laut.


"Pagi, bisa saya bertemu dengan Tuan Adiitttya ?"


"Pagi, apa nona sudah membuat janji dengan Tuan Adiittya ???"


"Belum sih, katakan saja Rara teman istrinya ingin bertemu. Penting !!"


Lili mengangguk, nampak ia menekan beberapa angka ditelfon. Setelah beberapa detik kemudian ia meletakkan ganggang telfon yang dipegangnya.


"Silahkan nona, anda lurus saja nanti ada lift disebelah kiri lalu anda tekan tombol 15, sampai disana nanti anda bisa bertanya dengan seketaris Tuan Adiittya langsung."


"Terimakasih."


Rara melangkahkan kakinya mengikuti arahan resepsionis itu.


tok tok tok


Adiittya dan Rico menoleh kearah suara pintu


"Masuk" perintah Adiittya


"Maaf tuan, nona Rara sudah datang." ucap seketaris Adiittya


"Suruh masuk"


"Selamat pagi tuan Adiittya" kepala Rara mengangguk sambil mengulurkan tangannya pada Adiittya dan Rico


Membalas uluran tangan Rara "Pagi, ada angin apa hingga membuat suster Rara berkunjung dikantorku ini" kata Adiittya tanpa basa basi


Dengan menyembunyikan sedikit rasa takutnya ia berkata "A...aku tahu di...mana dokter Ayuna tinggal."


Rico dan Adiittya saling menatap "Maksudmu kamu tahu dimana istri cantikku sekarang berada ??" Adiittya berdiri dari duduknya mendekati Rara


"Benar tuan" Rara mengangguk, tangannya meremas ujung kemeja yang tak tertutupi jaketnya itu


"Cepat katakan dimana istriku berada" saking semangatnya Adiittya mencekeram bahu Rara, hingga membuat Rara meringis kesakitan


"Bos, lepasin tanganmu kasihan nona Rara kesakitan tu !" sahut Rico saat melihat wajah Rara yang menahan sakit


"Oh.. maaf" Adiittya melepas cengkeramannya "Itu karena aku terlalu semangat dan senang bisa menemukan istri kesayanganku" kembali duduk dan menyandarkan punggungnya disandaran sofa sambil menumpuk kaki kanannya keatas kaki kirinya sebagai tumpuan "Duduklah, cepat katakan dimana istriku sekarang"


Rara duduk didepan Rico dan Adiittya


"Saya akan katakan, namun saya mempunyai satu permintaan pada anda"


Rico dan Adiittya kembali saling menatap, sambil mengerutkan dahinya, lalu ia menoleh kearah gadis berkulit sawo matang itu


"Apa permintaanmu !!" kata Adiittya datar

__ADS_1


"Saya ingin anda berjanji, anda tidak akan membuat Allan babak belur lagi" menelan salivanya kasar "Karena ini bukan salah Allan, tuan. Dokter Ayuna sendiri yang meminta Allan datang menjemputnya dirumah sakit Kasih Ibu. Lalu dokter Ayuna bilang tidak mau pulang kerumah tuan lagi, ia ingin pergi jauh waktu itu. Karena kasihan juga dokter Ayuna adalah temanku, saya memberinya tumpangan. Saya dan Allan diminta dokter Ayuna bungkam tentang keberadaannya."


Rahang Adiityya mengeras, satu tangannya mengepal "Ayuna..!!" desisnya,


"Sabar bos" sahut Rico sambil menepuk nepuk paha Adiittya menenangkan "Lalu, apa maksudmu sekarang memberitahu kami, padahal kau sudah berjanji tidak akan memberitahukan keberadaannya. Apa kau sedang berkhianat pada temanmu" selidik Rico


"Rico !!" sentak Adiittya


"Maaf bos, aku tidak suka nona ini. Tidak bisa dipercaya. Apalagi mengkhianati temannya sendiri."


"Aku tidak peduli, Rico. Yang terpenting aku bisa bertemu dengan anak dan istriku."


Rara menunduk menyembunyikan wajahnya yang gusar dan gugup "Emm... itu karena... aku marah sama mereka berdua." timpal Rara


"Marah ??" Rico dan Adiittya sama sama terkejut


"Kenapa !!" lanjut Adiittya dingin


"Dokter Ayuna selalu saja mencari perhatian dari Allan. Hampir semua kebutuhan dokter Ayuna, Allan lah yang mencukupi. Sepertinya Ayuna memanfaatkan Allan, karena ia tahu jika Allan menyukainya. Mereka sering menghabiskan waktu berdua bersama Arion bercanda dan tertawa. Layaknya keluarga harmonis dan itu membuat hatiku sakit, tuan. Aku merasa diabaikan oleh mereka berdua."


"Nona !!! Jaga ucapanmu !!! istriku tidak seperti itu." bentak Adiittya, lalu memejamkan matanya sebentar dan mengambil nafas dalam "Dimana rumahmu aku akan membawa istriku pulang." ucap Adiittya dingin


Kemudian Rara menshare lokasi rumahnya pada Adiittya.


"Saya permisi pulang, tuan. Dan saya harap tuan menepati janji anda."


"Hm" dehem Adiittya, kemudian ia nampak menelfon seseorang.


Adiittya mengangguk


"Tapi bos, sebentar lagi ada meeting dengan buyer baru kita dari Amerika."


Adiittya tersenyum licik "Aku yakin kau bisa mengurusnya, Rico. Istriku lebih penting dari meeting itu."


Dirumah Rara, ada Allan sambil menggendong Arion menuruni anak tangga bersama Ayuna dibelakangnya menuju meja makan


"Rara belum turun, bi." tanya Allan


"Mbak Rara sudah berangkat dari tadi mas."


"Kok gak nunggu aku, bi"


"Kurang tahu mas, katanya sih ada pasien vvip yang harus dirawat. Mbak Rara pergi juga tanpa sarapan lo mas."


"Nggak sarapan ?? apa bi Yati gak bilang aku sudah datang kemari."


"Sudah mas. Malah mbak Rara bilang mas Allan sedang sibuk dengan cintanya yang pupus. Begitu." jelas Yati menirukan omongan Rara


Penuturan Yati, membuat Ayuna dan Allan saling menatap satu sama lain.

__ADS_1


"Lan, uda berangkat sana. Susul mbak Rara mungkin dia cemburu denganku. Kamu gak peka banget. Datang datang langsung mencariku."


Sambil menyerahkan Arion pada Ayuna "Ya sudah, aku pergi dulu. Kamu makan saja Yun, gak usa dipikirkan soal Rara. Biar aku saja yang membujuknya."


Ayuna mengusap pelan lengan Allan "Semoga berhasil"


Kemudian Allan melanjukan kendaraannya sampai diparkiran rumah sakit, matanya mengedar mencari keberadaan mobil Rara yang tak ia temukan.


"Dimana Rara, katanya sudah pergi." melihat jam tangannya "Masak belum sampai, aneh." Allan bicara sendiri


Setelah turun dari mobilnya, Allan bejalan cepat keruangan prakteknya untuk mencari keberadaan Rara.


"Pagi Zal, dimana Rara ??" tanya Allan pada Rizal tanpa basa basi


"Belum terlihat datang. Mungkin telat."


"Gak mungkin. Asisten rumahnya bilang, dia sudah berangkat pagi sekali. Ada pasien vvip yang harus dia rawat katanya."


"Hei... bukankah Rara itu asistenmu. Jikalau ada pasien vvip pastilah bersamamu."


"Oya.. kamu benar. Atau mungkin dia sedang menggantikan suster lain ??"


"Tidak ada sepertinya. Coba telfon saja. Sampai mana dia sekarang."


"Iya kau benar." kemudian Allan mengambil telfon genggamnya disaku celananya dan segera melakukan panggilan


Didepan rumah Rara nampak seseorang turun dari sebuah mobil mewah dengan wajah garangnya yang menunjukkan sedang tidak bersahabat itu, sembari memberi intruksi pada anak buahnya untuk mengikutinya. Sedangkan sang sopir barunya dibiarkan duduk manis dibangku kemudi.


Yati menghentikan acara mencabuti rumputnya, kepalanya mendongak melihat siapa gerangan yang menjulang tinggi didepannya dengan kaca mata hitam yang bertengger dipangkal hidungnya itu


"Tuan, ada perlu apa ya ??"


"Aku mau menjemput istriku. Bilang padanya, suaminya datang untuk menjemputnya."


"Maksud... tuan..."


"Ayuna. Dia istriku" jawab cepat Adiittya menepis keraguan Yati


"Baik tuan." setelah mencuci tangannya dikran dekat taman kecil milik Rara, Yati masuk kerumah, tiba tiba Adiittya menyerobot masuk kedalam ruang tamu


"Katakan dimana kamar istriku."


Menelan salivanya kasar "Dilantai dua kamar nomer dua dari sebelah kanan tuan" jelas Yati dengan bibir bergetar karena takut dengan sosok Adiittya yang terkesan dingin


Tanpa menunggu lama, Adiittya menapaki satu persatu anak tangga lalu menuju kamar yang ditempati istrinya.


Nampak Ayuna yang sedang bermain dengan Arion sambil menyanyikan lagu anak anak untuk anaknya itu.


Adiittya dengan perlahan mendekat ke arah anak dan istrinya yang memunggunginya.

__ADS_1


"Sayang.....!!!!"


__ADS_2