
Ayuna baru saja selesai mandi, menuruni tangga hendak memasak untuk makan malam. Tak sengaja ia melihat Adiittya sedang sibuk dengan laptopnya diruang kerjanya.
"Mas, nggak mandi dulu..??!!"
Adiitya mendongak "Iya sayang, sebentar. Nanggung jika ditinggal....."
"Ya sudah terserah mas saja. Aku ke dapur dulu ya mas.."
"Sebentar sayang..." cegah Adiittya mencengkal lengan Ayuna "Re, masih tidur ??"
Ayuna mengangguk "Re, nggak berhenti menangis. Dia begitu sedih berpisah dengan Arion...."
"Andrew memang keterlaluan. Egoisnya menyakiti anak anak...."
"Mungkin kak Andrew sangat merindukan baby mas, sedangkan kak Loena sendiri kan sakit dan divonis tak bisa hamil...."
Adiittya manggut manggut "Iya juga sih...!!Mas.. berharap ada hikmah dibalik keadaan ini, juga buat Rain dan Arion..."
"Amiinnn..." ucap Ayuna
Tersenyum jahil, sambil menarik Ayuna kepangkuannya "Sayang... biar Re nggak sedih lagi, kita harus bikinin ade untuknya sayang..." bibirnya sambil menjelajah tengkuk belakanga Ayuna
"Mass... ihh.. kebiasaan deh !! pikirannya itu lo selalu saja mesum..." berdiri dari pangkuan Adiittya "Udah ah... masak dulu, berlama disini bisa nggak jadi masak, malah bikin..."
"Bikin apa sayang...." tanya Adiittya memotong kalimat Ayuna
"Bikin baby" bisik mesra Ayuna tepat ditelinga kiri Adiittya
Adiittya menarik lengan Ayuna yang tak kesampain sambil menggigit bibir bawahnya
"Kenapa nakal sekali istri kesayanganku sekarang......" bathin Adiittya
#########
Seperti mimpi namun jadi kenyataan, itulah yang dirasakan Rain saat ini. Sepulang mengantar Arion dari bandara tadi. Tak henti hentinya ia menangis hingga tertidur pulas ditemani Ayuna dikamarnya.
Mata sayunya mengerjab ngerjab mencari sosok ibunya, tangan mungilnya meraba raba namun tak mendapati sang ibu disampingnya.
Raut wajahnya nampak kesal, mencari keberadaan sang ibu
"Mommyy.....!!!" tak ada balasan
"Mommyyyy......!!! hiks...hiks...hikss....." masih tak ada balasan
Re terus berjalan hingga menuruni anak tangga dan duduk ditengah tengah anak tangga
"Mommyy... hiks....hiks....hiks..." tangisnya sambil mengucek ngucek matanya
"Hai boy... why do you cry ??!!, hem..." tanya Adiittya yang mendengar Re menangis dengan duduk ditengah tengah anak tangga
"Where is mommy, why did he leave me alone.." tanyanya sambil terisak
"Mommy cooks, son. Mommy is in the kitchen now. Let's go with daddy..." Adiittya menggendong putra sulungnya menghampiri Ayuna didapur
"Mommy... anak ganteng kita udah bangun nih....!!!" kata Adiittya, Ayuna kemudian membalikkan badannya
"Ouuhhgg... sayangnya mommy sudah bangun ya..??!!" Ayuna mengambil alih Re dari gendongan Adiittya
"Masak apa sayang.." sela Adiitttya
"Rendang, ada capcay juga. Takutnya mas nggak suka rendang.."
"Hhmmm." Adiittya mengangguk, kemudian menoleh ke bu Siti yang membantu Ayuna memasak sejak tadi "Bu siti, tolong teruskan masaknya ya...!! Biar istriku merawat Re dulu...."
"Baik Tuan."
__ADS_1
"Rain menangis ??!!" tanya Ayuna yang baru menyadari mata sembab Re
"Mommy jahat !!! tinggalin Re tidur sendiri !!!"
"Maafin mommy sayang..." mengusap keringat Re "Mandi yukk, uda mau malam nih !!!" mencium pipi Re "Ihh.... bau acem..."
Ayuna dan Adiittya pergi kekamar Rain untuk memandikan Rain, yang bersebelahan dengan kamarnya.
"Re sayang.. yukk pake bajunya..??!!" perintah Ayuna dengan sabar membujuk anaknya agar mau berpakaian
Re terdiam, tangan malah asyik memainkan mobil mobilannya
"Re sayanggg.... yuk pake bajunya, nanti sakit loh..!!"
"Biarin !!" jawabnya dingin
"Lho kok biarin sih !!! emang kamu pengen sakit...??!!" Adiittya meninggikan suaranya, merasa kasihan karena ucapan istrinya diabaikan putra sulungnya
"Mass... " Ayuna menggelengkan kepalanya memberi isyarat agar suaminya tak terpancing dengan sikap dingin anaknya yang lagi ngambek
"Re.... sayangnya mommy.. sini nak...!!!" Ayuna berusaha menarik tangan Rain, namun dengan cepat balita itu menepisnya
"Rain !!!" bentak Adiittya, tak terima Ayun dikasari oleh anaknya.
Bukannya menangis, justru Rain malah menunjukkan sorot mata tajamnya ke arah Adiittya
"Mass...!!!" pekik Ayuna ketika Adiittya hendak melayangkan pukulan ke arah Rain "Mas mau apa, hah !!! mau pukul anak kita !! Dia tidak salah mas... aku yang salah...!! hukum saja aku mas..., jangan pukul Rain. Dia masih kecil..." ujar Ayuna dengan suara tercekat menahan tangisnya "Re.. sini nak. Ayo pakai baju dulu... Mommy nggak mau Rain sakit.. ayolah sayang..." bujuk Ayuna
"Biarin. Re mau sakit saja !! biar mommy dan daddy sayang sama Re..!!!" teriak Re mendongkol
"Astaghfiruallah sayang.. meski Re nggak sakit, mommy dan daddy sudah pasti sayang sama kamu Re..."
"Benarkah ??? nggak bohong ??!!"
Ayuna menganggak, sedangkan Adiitttya hanya mengamati ibu dan anak itu dengan wajah datar
"Enak saja !!! nggak bisa !!!" protes Adiittya
"I don't care" jawab santai Rain sambil mengenakan baju yang dibantu Ayuna "Mommy mommy siapa ??? mommy Rain wlleekkk....."
"Hei kamu itu hanya pinjam mommy sementara. Daddy yang mempunyai hak kepemilikan mommy selamanya, tauk !!!"
"Nggak !!! mommy ku !!!"
"Nggak !!! mommy nya daddy !!!"
"Mass... sudah deh.. seneng bener ribut sama anaknya." sambil membedaki Rain "Anak sudah mommy ganteng, main sendiri dulu ya sayang. Mommy bantu bu siti dulu..."
"Mommy... nanti Re tidur sama mommy kan ??!!" tanya balita itu menatap sayu
"Iya sayang, nanti kita bobonya bareng bareng.." mencium kening putranya lalu keluar kamar yang diekori Adiittya dibelakangnya
"Saayaangg...." rengek Adiittya "Kalau Re tidur sama kita, kapan dong bikinin ade buat Re..??" dongkol Adiittya
"Mas.. kamu ini kenapa sih ??!! kayak anak kecil saja !! Sudah mandi sana... mas belum mandi kan ??!!"
Memasang wajah cemberut yang dibuat buat "Mandiin..." menarik lengan Ayuna
"Tapi janji !!! janji hanya mandi saja, nggak bakalan macam macam..."
Adiittya mengangguk sambil mengulas senyum, namun Ayuna tak mengerti dibalik senyum mekar Adiittya ada niat yang terselubung.
Kisaran jam mandi yang Adiittya janjikan, ternyata berubah menjadi lebih lama. Adiitttya yang selalu kecanduan tubuh dan wajah cantik Ayuna itu selalu saja membuat pikirannya mesum. Adiittya tidak akan bisa diam jika sudah berdekatan dengan istri kesayangannya itu, meski harus berperang dengan anaknya lebih dulu.
"Mommy...!!! mommyy....!!!" teriak Rain memanggil Ayuna yang saat ini tengah menikmati sentuhan suaminya dikamar mandi
__ADS_1
"Su.. dah.... maaas... aahhh.... kas...ihh...ann... Rreee.... mmmaass...." rancau Ayuna diselingi desahan
"Bentar sayang... sedikit lagi...aahhh...uuggg..." ucap Adiittya sambil memaju mundurkan pinggulnya
"Mommy....!!! Daddyyyy...!!!" Rain masih berteriak yang kini ia sudah mengedarkan pandangannya dikamar kedua orang tuanya
"Maassss......su...dahh....aaassttthh..."
"Barenggg saayyaaanngg.... dikit lagiiiiii...."
"Aaakkhhhhh......" keluh keduanya saat sama sama mencapai klimaks kenikmatan.
"Terimakasih sayang." ucap Adiittya mengecup kening dan bibir Ayuna sekilas..
Ayuna segera menyelesaikan mandinya kemudian bergegas keluar menemui anaknya dengan memakai bathrobe.
"Ada apa sayang... mommy lagi mandi tadi.." menuntun anaknya duduk disofa
"Kenapa sepi sekali.. dimana daddy ??"
"Kenapa mencari daddy..??!! ganggu saja...!!!" sela Adiittya keluar dari kamar mandi
"Mommy daddy mandi bersama ??!!"
"Kenapa ???!!!" sungut Adiittya
"Memalukan.... Daddy kan sudah tua, kenapa dimandiin ???!!" sentak Re
"Mommy yang minta dimandiin sama daddy..!! Lagian dibikinin ade juga, protes saja..."
"Mas... Re... sudah ah.. mommy nggak mau ada keributan disini ya...?? Re keluar tunggu mommy dimeja makan. Mommy ganti baju dulu..."
"Nggak !!" tolak Re sambil menumpuk kedua tangannya didepan dada
"Sudah pergi sana...!!" usir Adiittya pada Re, namun anak itu tetap tak bergeming sambil menggeleng kepala "Daddy bikinin ade untuk Re, mau...??" bisik Adiittya pada Re
"Dikamar mandi ??!!" tanya Re dengan wajah polos
Adiittya mengangguk dan tersenyum jahil
Kemudian Re menyetujui Adiittya, ia turun sendiri kemeja makan yang kebetulan disana ada Siti yang sedang menyiapkan makan malamnya.
"Mas Re kok sendirian..??!! mommy daddy mana....??!!" tanya Siti
Re mengangguk "Daddy mommy mau bikin ade dikamar mandi..."
Mulut Siti menganga mendengar penuturan tuan mudanya
"Bu Siti, bikin ade harus dikamar mandi ya...." lanjut Re, membuat Siti menahan tawa yang mengundang kecurigaan Ayuna saat dimeja makan
"Bu Siti kenapa...??!!" tanya Ayuna, membuat Re ikut melihat Siti yang menahan tawa
"Emmhh... nggak apa nyonya" elak Siti menutupi
"Bu Siti bingung, Mom. Re tanya bu Siti, kenapa daddy sama mommy bikin ade dikamar mandi..." jawab Rain asal
Adiittya dan Ayuna sontak melotot seraya berteriak
"Re...!!!"
"Benar benar mas Re ini tuan Adiittya banget, mulutnya nggak ada filternya." bathin Siti
•
•
__ADS_1
•
🌹 Kakak lophers kasih vote doong, biar semakin semangat lagi authornya....😢😢🌹