
"Rico kamu jangan menggoda Lala terus, aku khawatir nanti dia baper beneran sama kamu." ujar Adiittya saat dimeja makan
Rico tersenyum manggut manggut sambil menguyah makanan
"Aku nggak mau karenamu Lala tidak fokus menjaga anak anakku !!" tegas Adiittya
"Santai bos. Don't worry."
Seusai makan malam, mereka menikmati acara tv. Rico memilih duduk bersila diatas lantai beralas karpet halus. Sedangkan Adiittya duduk disofabed bersama istrinya, tangan kiri yang selalu merangkul pundak sang istrinya dan tangan kanan diletakkan diatas perut buncit istrinya.
"Mas jangan lupa besok waktunya periksa kandungan." kata Ayuna, menyenderkan kepalanya didada bidang suaminya
"Pasti sayang, mas tidak lupa itu. Mas juga sudah menyiapkan nama untuk jagoan kita ini." ujar Adiittya sok tahu
"Kan kita belum tahu jenis kelaminnya mas." Ayuna memberenggut kesal dengan suaminya yang sok tahu
"Kau memang daddy siaga, bos." celetuk Rico
Adiittya tersenyum sombong
"Sebenarnya dari dulu aku penasaran sama kamu lo mas." timpal Ayuna
Adiittya mengerutkan alisnya " Apa !!"
Ayuna tersenyum simpul "Mas itu bule, kenapa nama kamu Indonesia banget. Jangan jangan bule gadungan.. hahahahah..."
Adiitya mencubit pipi chubby Ayuna akibat pengaruh hormon kehamilannya.
"Ngawur saja" talak Adiittya
Kemudian Adiittya bercerita diselingi Rico yang sesekali menimpali ceritanya Adiittya
Flashback off
Di kehamilan Mirna yang sudah menginjak usia delapan bulan. Ia harus menerima kenyataan pahit, sang papa tercintanya telah tutup usia. Namun sebelum menutup usianya, papa Mirna yang bernama Adiitya Siregar mempunyai satu permintaan pada putrinya, Mirna.
__ADS_1
"Mirna, sebelum papa pergi. Papa ingin kau berjanji sama papa." pinta Papa Adiittya
"Tidak. Papa tidak boleh bicara itu. Papa tidak akan pergi kemana mana. Papa akan sembuh pa."
"Mirna berjanjilah. Papa sudah tidak kuat lagi." ucap papa Mirna terbata bata
Sambil memegang tangan papanya yang diinfus, Mirna menangis terisak isak
"Iya pa. Mirna janji."
"Berjanjilah Mirna kau akan menambahkan nama papa pada anakmu kelak, Adiittya." pinta Pak Adiittya pada Mirna
"Iya Pa. Mirna berjanji."
"Terimakasih Mirna, sekarang papa bisa pergi dengan tenang. Papa ingin anakmu mewarisi wajah indonesia nya papa."
"Semoga pa." jawab mirna lemah
Tidak lama kemudian pak Adiittya menghembuskan nafas terakhir. Mirna sangat terpukul hingga dua minggu setelah meninggalnya sang papa, dia masih sering melamun. Tuan Joseph, suami dari Mirna yang berkebangsaan Belanda itu merasa terenyuh melihat keadaan istrinya seperti tidak ada semangat hidup.
"Terimakasih sayang sudah melahirkan putra kita dengan selamat." ucap Tuan Joseph
"Iya mas. Puji Tuhan anak kita lahir dengan selamat dan tidak kurang satu apapun." ucap Mirna lega
"Mas tidak lupa kan dengan janji kita ke papa Adiittya ?" kata Mirna mengingatkan suaminya
"Tidak sayang, nama anak kita adalah ADIITTYA JOSEPH SEBASTIAN." ucap Tuan Joseph mantap
"Itu nama..." kata Mirna menggantung
"Benar, nama putra kita adalah gabungan dari nama papa Adiittya namaku juga nama dari papaku Sebastian."
"Aku berharap dengan nama itu putra kita akan menjadi lelaki mandiri pekerja keras serta menyayangi keluarganya seperti papa papa kita."
"Amien, aku suka mas namanya." mata Mirna berkaca kaca menatap putranya yang masih terlelap disampingnya.
__ADS_1
Tapi sayangnya wajah Adiittya kecil, putra Mirna tidak sama sekali mewarisi wajah sang kakeknya yaitu pak Adiittya Siregar. Wajah Adiittya kecil lebih condong dengan papa kandungnya sendiri.
Hari berganti hari bulan berganti bulan tahun berganti tahun, baby Adiittya kini tumbuh menjadi Adiittya kecil yang tampan. Namun sikap dinginnya yang terkesan cuek membuatnya sulit untuk memilih teman.
"Ma, apa kita akan tinggal dinegara mama lama ??" tanya Adiittya kecil
"Iya sayang, kita akan menetap di Indonesia." jawab Mirna lembut
"Kenapa ??!!" dengus Adiittya kecil
"Adiittya sayang, kan papa harus meneruskan perusahaan kakek di Indonesia."
Mirna tersenyum kecil melihat putranya yang cemberut
"Hey, ada apa denganmu."
Adiittya kecil menggeleng, kedua tangannya melipat diatas dadanya. Mirna berjalan mendekati anaknya memberi pelukan hangatnya.
"Adiittya sedih berpisah dengan Andrew, ma."
"Sayang, kamu masih bisa menemui sepupumu Andrew. Jika papa tidak sibuk kita akan berkunjung ke sini. Okey !!"
"Benarkah ??" kata Adiittya kecil, matanya berbinar binar
Mirna mengangguk lalu mencium kening putranya. Sebenarnya Mirna takut jika putranya itu tidak krasan tinggal dinegara kelahirannya.
"Ma, apa sudah siap semuanya??" tanya Tuan Joseph diambang pintu kamarnya
"Iya pa, kita berangkat sekarang." kata Mirna
Kakak kakak tolong kasih VOTE nya doong agar author semangat nulis ceritanya
🌹to be continue🌹
Bosssquuuu jangan lupa sebelum beralih tekan LIKE, ketik KOMENTAR, kasih BINTANG LIMA pada halaman sampul dan VOTE untuk novel ini yacchhh...... terimakasih 🤗🤗 🤗
__ADS_1
i_eyyun 😘