
Ayuna duduk bersandar dengan berselanjar kaki diatas tempat tidurnya sembari menunggu kedatangan suaminya yang belum juga pulang dari kantornya.
"Mas Adiittya kok belum pulang sih ??" kesal Ayuna melirik jam berukuran sedang yang menempel indah didinding kamarnya
"Mungkin bentar lagi Yuna, kamu yang sabar dong.." sahut Aisyah tiba tiba masuk kekamar Ayuna dengan membawa segelas susu hamil untuk putrinya
"Tapi Ayuna takut telat bu.. Ayuna ingin menyaksikan langsung acara intinya.."
"Kamu kan tahu suamimu itu orang sibuk. Mungkin sekarang ini dia masih sibuk. Ber'doa saja semoga Adiittya lekas pulang dengan selamat."
"Amiiinn"
Hari ini adalah hari pertunangan Allan dan Rara yang akan dilaksanakan di gedung yang tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil. Karena hanya keluarga dan teman teman dekatnya saja yang diundang.
"Assalamu'alaikum sayang..." sapa Adiittya ketika menapaki ruang favoritenya bersama istri kesayangannya.
"Wa'alaikumsalam mas.." Ayuna turun dari ranjangnya lalu menghampiri Adiittya dan mencium punggung tangannya.
"Mas.. kok telat sih pulangnya ??!!" Ayuna cemberut sambil membantu melepas kancing kemeja Adiittya
"Maaf sayang.. hari ini mas sibuk sekali. Sengaja schedule untuk satu minggu kedepan mas ajukan dan mas kerjakan minggu minggu. Supaya mas bisa menemani detik detik kelahiran sayang nanti."
Ayuna mendongak "Really ??!!" bibir Ayuna tersenyum mekar yang mendapat anggukan Adiittya "Jadi nanti mas akan dirumah terus dong selama aku menjelang lahiran.."
"Iya sayang..." mengecup kening istrinya "Tapi jika ada yang urgent mau tidak mau mas harus kekantor. Nggak apa kan sayang ???"
"Aakkhh... mas Adiittya..." menghambur kepelukan Adiittya "Aku mencintaimu.. sangat mencintaimu.. " melepas pelukannya "Maafkan aku sudah kesal sama mas.."
Seketika Adiittya mengulas senyum "Iya sayang.. never mind" mengecup lagi kening Ayuna "I love you my funny wife"
"I love you too" jawab Ayuna dengan mata berkaca kaca "Ya sudah mas buruan mandi, air hangatnya sudah aku siapkan dari tadi"
Kali ini Adiittya tidak terlalu lama untuk menyegarkan tubuhnya yang terasa lelah. Meski saat ini tubuhnya membutuhkan rendaman air hangat untuk melepaskan lelahnya. Karenanya ia tidak ingin membuat istrinya ketinggalan moment terpenting sahabatnya.
Adiitya keluar dari kamar mandi, matanya langsung tertuju pada istrinya yang mengenakan dress selutut berwarna peach lengan pendek dengan bahu yang terbuka hingga memperlihatkan leher putihnya yang jenjang apalagi rambutnya yang dikuncir ala poni tail dengan menambah sedikit anak rambut disisi kanan dan kiri.
Ayuna nampak anggun dengan riasan wajah yang dipoles tipis membawa kesan cantik secara natural.
"Sayang... sudah jangan terlalu cantik" Masih menggunakan lilitan handuk dipinggangnya ia memeluk Ayuna dari belakang yang masih merias dirinya didepan meja rias "Mas nggak mau ya...sayang nanti jadi konsumsi publik."
"Kalau aku cantik kan, mas juga yang senang... Masa iya istri ceo perusahaan terkenal yang tampan ini beristri wajah yang buruk... apa mas nggak malu.. ??"
"Biarin. Yang penting didepanku sayang terlihat cantik dan.... " tersenyum simpul
__ADS_1
Ayuna mengernyitkan dahi "Dan apa... !!!"
"Dan... seksi diatas ranjang." Adiittya tertawa menggelegar, lalu mencium bibir Ayuna yang nampak cemberut sekilas kemudian pergi untuk memakai bajunya.
Hatinya sangat senang berhasil menjahili istri kesayangannya itu.
####
Di depan gedung yang berbentuk oval, nampak banyak kaum hawa dan adam masuk beiringan dengan mengenakan gaun yang formal.
"Ramai sekali ya mas.." ucap Ayuna dengan berpegangan lengan berotot Adiittya
"Sepertinya teman Allan juga Rara banyak sayang.."
Adiittya mengedarkan pandangan guna mencari tempat duduk yang nyaman, tentu saja yang dekat dengan panggung agar istri tercintanya bisa melihat sahabatnya dengan jelas.
"Sayang kita duduk disana" tunjuk Adittya pada meja dengan empat kursi didepan panggung
Adiittya melingkarkan lengannya dipinggang Ayuna menuntun ke meja yang ditunjuk tadi.
"Halo friend.. selamat datang.." teriak Allan menghampiri Ayuna dan Adiittya dan menjabat tangan mereka bergantian "Thank's Adiittya, you want to come." ucap Allan saat menjabat Adiittya yang selama ini saling bermusuhan
"It's okey.. if you are ayuna's friend, i will too. Is it true ??" Adiittya menumpuk kedua tangannya didepan dadanya
"Hahahahaha... yes it's true..." Allan memeluk Adiittya yang masih bersikap angkuh, meski ia juga membalas pelukan Allan "Aku berharap kita bisa berteman baik mulai hari ini Adiittya..."
Tiba tiba seorang mc memberitahukan jika acara inti akan segera di mulai. Itu berarti Allan harus meninggalkan Ayuna dan suaminya untuk segera menjemput tunangannya yang masih ada didalam ruang pribadinya.
Tak butuh lama nampak Allan dan Rara berjalan memasuki gedung menuju panggung yang sudah disediakan.
"Subhanaallah... mereka serasi sekali ya mas..?? cantik dan tampan."
"Tak secantik kamu sayang.."
"Apaan sih..!!" protes Ayuna menepuk pelan bahu Adiittya "Itu katamu mas, jika kata Allan sudah pasti lebih cantik Rara.."
Suasana menjadi haru saat acara inti sudah berjalan. Beberapa tamu menjerit kegirangan melihat keromantisan Allan. Ada juga yang menangis haru. Dari beberapa mereka juga banyak yang mengabdikan setiap moment yang terjadi.
"Ayuna ???" panggil seseorang yang terkejut melihat wanita yang pernah ia sukai
Menautkan kedua alisnya, Ayuna mencoba mengingat siapa laki laki berkacamata yang didepannya saat ini.
"Kamu pasti lupa aku kan ??"
__ADS_1
Ayuna memandang suaminya sebentar lalu mengangguk pelan
"Aku Rizky, dokter yang dulu merawat bapakmu di rumah sakit Surabaya.."
"Oohhh... dokter Rizky... kok bisa disini ??" jawab Ayuna setelah berhasil mengingatnya
"Iya. Sekarang aku dinas bersama Allan dan Rara."
Ayuna manggut manggut, kemudian memperkenalkan Adiittya pada Rizky
"Oh ya dokter Rizky, kenalkan ini suamiku.." menatap lembut suaminya "Mas kenalkan ini dokter Rizky yang merawat bapak saat sakit dulu.."
Adiittya tersenyum paksa, namun ia tetap mengulurkan tangannya
"Adiittya.."
"Rizky...!!" memicingkan kedua matanya "Sepertinya anda tidak terlalu asing bagiku. Apa kita pernah bertemu sebelumnya ??" tanya Rizky, ia lupa jika pernah bertemu Adiittya saat periatiwa pemukulan Allan.
"So pasti. Wajah tampanku ada dimana mana. Adiittya sebastian memang pengusaha terkenal, jadi... jangan heran." Jawab Adiittya kesal karena melihat tatapan mata Rizky yang ingin sekali melahap Ayuna
"Mass..." pekik Ayuna sambil matanya melotot
"Biar saja sayang. Biar dia tahu siapa laki laki hebat pemilik hati dan tubuhmu ini." bisik mesra Adiittya tepat ditelinga Ayuna
Merasa Adiittya yang tak nyaman dengan kehadirannya, akhirnya Rizky memilih untuk pergi meninggalkan pasangan suami istri itu.
"Halo tuan Adiittya ..!! hai.. Yuna..!!" menjabat tangan Adiittya dan Ayuna bergantian "Senang sekali bisa bertemu disini..." Abdi menarik kursi lalu mendudukkan bokongnya
Ayuna mengerti perasaan suaminya yang mengeram kesal, akibat sosok laki laki dari masa lalunya yang ikut duduk semeja dengannya. Dengan lembut Ayuna menggenggam tangan suaminya guna menenangkan.
"Bagaimana keadaanmu Yuna.. ??? kapan lahirannya..??"
"Alhamdulillah baik"
"Maaf tuan Abdi, tolong hormati privasi kami. Kami ingin menikmati acara hanya berdua saja." sahut Adiittya
"Ayolah Tuan.. kita ini teman juga rekan bisnis bukan ?? lupakan masalah diantara kita. Saat ini marilah kita berteman baik, bukan begitu Yuna..."
"Ehem.. kamu tamu dari Rara atau Allan ??" tanya Ayuna mengalihkan emosi dua pria disampingnya
"Oww.. kebetulan calon istriku sepupunya Rara" Abdi mengedarkan pandangan "Ohh... itu dia." Abdi melambaikan tangannya memanggil wanita anggun berambut gelombang" Tuan... Yuna kenalkan ini calon istriku... Rosi."
"Kau !!!" terkejutnya Ayuna dan Adiittya kompak
__ADS_1
Hem hem hem.... ayo siapa yang masih ingat sama Rosi...??? 😆😆 tebak doong kakak lop lop akuuhhh...
🌹Terimakasih buat readers lovers yang sudah membaca karyaku. Author berharap readers lovers bisa tinggalkan Like, Komen, Tip dan Vote yang banyak ya..... karena itu sangat berarti bagi Author. Semoga readers lovers selalu sehat dan bahagia 🌹