KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 45


__ADS_3

Tubuh Rico menegang seketika, wajahnya pucat tubuhnya gemetar hebat. Bagaimana tidak, orang yang baru saja dianggap ibu peri tak bersayap itu meminta bayarannya saat ini juga. Padahal untuk ia makan hari ini saja, ia harus menahan rasa laparnya.


"Saya akan membayar dengan barang barang ini, apakah anda bersedia menerimanya." ucap Rico sambil menunjukkan barang barang peninggalan orang tuanya


Mirna tersenyum geli " Aku tidak butuh itu semua"


"Maaf nyonya, tidak seharusnya saya membayar dengan barang murahan ini." kata Rico menunduk sambil bermain jari jarinya.


"Kamu bisa membayar dengan tenagamu, bagaimana ??" tawar Mirna


"Maksud nyonya ????!!" tanya Rico dengan wajah ketakutan


"Hahahahah.... kamu jangan takut. Kamu cukup bekerja dirumah tante menjadi teman anak tante. Bagaimana ??"


Rico masih bengong berusaha mencerna tawaran Mirna


"Rico, kamu cukup jadi teman anakku saja. Kamu juga akan tante sekolahkan. Apa Rico tidak pingin sekolah ???"


Rico mengangguk, nampak sudut matanya berair. Kemudian kembali pak Bambang melajukan mobilnya memecah kepadatan ibukota. Hingga melewati rentetan perumahan yang pada akhirnya mobil yang dikendarai pak Bambang masuk kerumah besar majikannya.


Dengan dibimbing Mirna, Rico berjalan menaiki tangga teras rumah Mirna.


"Mbok Sum !! Mbok... !!" teriak mirna memanggil asistennya


"Rico, duduklah disini dulu." perintah Mirna kemudian yang disambut dengan anggukan Rico


"Ya, nyonya." sahut mbok sum keluar dari dapur


Kedua alis mbok sum mengkerut sesaat melihat bocah laki laki dengan pakaian lusuh duduk sofa mahal majikannya


"Rico, ini mbok Sum asisten rumah ini. Kalau butuh apa apa kamu bisa minta bantuannya. Dan Mbok sum mulai hari ini Rico akan tinggal disini, layani dia seperti mbok sum melayani Adiittya." jelas mirna


"Baik nyonya." kemudian Mbok sum dan Rico saling menjabat tangan


"Mbok sum sekarang tolong antarkan Rico dikamar sebelah kamar Adiittya."

__ADS_1


Mbok Sum mengangguk. "Mari den Rico bibi antar."


"Mbok Sum, tolong panggil saya nama saja, tidak usa embel embel." celetuk Rico


"Lo kan sekarang den Rico anak angkat nyonya."


"Tidak mbok sum, saya juga kerja disini sama seperti mbok sum." jelas Rico


"Ya sudah jikalau begitu bibi panggil mas Rico saja bagaimana ??" tawar Rico


Rico pun mengangguk dan tersenyum


Hari menjelang siang, waktunya mirna menjemput anak laki lakinya dari sekolah. Senyum mirna merekah melihat putranya berjalan keluar yang diekori oleh gadis kecil wanita sebaya putranya


"Halo tante, apa tante mamanya Adiittya ??" tanya Rosi, gadis kecil yang mengekori Adiiittya saat keluar sekolah


"Benar sayang, apa kamu teman Adiittya ??" tanya balik Mirna


"He'em, kenalkan saya Rosi. Tante apa boleh saya menyukai Adiittya ??" ucap Rosi dengan logat kemayunya


"Rosi, tante pulang dulu ya. Besok kita ngobrol ngobrol lagi okey ??"


Rosi mengangguk sambil memayunkan bibirnya, pasalnya mirna belum menjawab permintaannya.


Mirna segera masuk dimobil. Disana Adittya sudah memainkan tablet miliknya.


"Sayang, bagaimana dihari pertamamu disekolah." tanya Mirna


"Tidak ada yang aneh." jawab Adiittya cuek


"Bagaimana dengan Rosi sepertinya dia anak yang baik dan juga lucu." goda Mirna


Adiittya memutar bola matanya malas.


Sementara Rico merasa bosan dikamarnya terus, ia kemudian keluar dan duduk di gazebo samping kolam renang.

__ADS_1


"Ada makhluk asing." ucap Adiittya, ekor matanya melirik tajam pada bocah seusianya duduk digazebo miliknya


"Siapa makhluk asing itu." tanya Adiittya kemudian pada mamanya


"Oh... itu Rico sayang, dia akan menjadi temanmu karena dia juga akan tinggal disini."


"Apa rumah ini tempat penampungan makhluk asing." tanya Adiittya datar


"Rico jaga ucapanmu !!" bentak mirna, ia benar benar harus punya stok kesabaran yang ekstra melihat sikap anaknya


Setelah mengambil nafas lalu membuangnya pelan. Mirna mengajak Adiittya ke tempat dimana Rico sedang mengistirahatkan tubuh dan pikirannya mungkin. Karena keputusan mendadak mirna ini masih sangat membingungkan baginya.


"Rico, kenalkan ini putra tunggal tante." kata mirna memperkenalkan Adiittya


Sambil tersenyum, Rico mengulurkan tangannya " Halo tuan muda, salam kenal dariku."


Dan lagi lagi Adiittya hanya melirik tajam tangan Rico


"Adiittya !!" bisik mirna ditelinga putranya penuh penekanan


"Apa !!" protes Adiittya


"Okey Adiittya !! mama harap kamu bisa berteman baik dengan Rico." ujar Mirna jengah pada Adiittya


"I don't sure." ucap Adiittya kemudian pergi meninggalkan Rico dan mamanya


Duduk diruang keluarga, Adiittya nampak mengintip mamanya yang sedang membantu Rico berjalan masuk ke meja makan untuk makan siang bersama. Entah apa yang dipikirkan oleh bocah songong itu, ia memicingkan matanya melihat luka dilutut dan di siku Rico yang berbalut perban.


> Kakak kakak tengok juga novel baruku yang berjudul "Ku pilih hatimu"


~ bersambung ~


Bosssquuuu jangan lupa sebelum beralih tekan LIKE, ketik KOMENTAR, kasih BINTANG LIMA pada halaman sampul dan VOTE untuk novel ini yacchhh...... terimakasih 🤗🤗 🤗


i_eyyun 😘😘

__ADS_1


__ADS_2