
Waktu berjalan begitu cepat kini usia kandungan Ayuna sudah menginjak sembilan bulan. Adiittya semakin overprotektive menjelang kelahiran Ayuna yang diperkirakan akan melahirkan dalam waktu dua minggu lagi. Namun itu bisa saja mundur atau bahkan maju satu minggu lagi. Banyak larangan yang harus dipatuhi oleh Ayuna, tidak boleh ini itu yang membuatnya semakin jenuh.
Kini Ayuna duduk ditaman samping rumahnya bersama ibunya, melihat anak pertamanya bermain bersama Lala. Arion yang sudah pandai merangkak itu nampak senang, ia merangkak ke sana kemari mengejar kelinci putih yang baru saja dibeli Adiittya.
"Permisi nyonya.."
"Ada apa bi ina.."
"Ada dokter Allan dan mbak Rara didepan."
"Allan ?? disuruh kemari saja bi."
"Baik nyonya."
"Allan siapa Yuna ??"
"Allan, sahabat Yuna kuliah dulu itu lo bu.. yang kemarin saat acara 7bulanan, menemani mas Adiittya menjamu tamu. Dia pernah ke Surabaya juga lo bu... masak ibu lupa..??!!"
Aisya menautkan alisnya mencoba mengingat ingat
"Nggak usah dipikir dalam dalam bu.. nanti juga ingat jika sudah bertemu orangnya." sergah Ayuna yang tebakannya tidak meleset, dan yang langsung disambut tawa oleh ibunya
"Kamu tu..."
"Assalamu'alaikum...." sapa Allan dan Rara menghentikan tawa Aisya dan Ayuna
"Wa'alaikumsalam..." balas Ayuna dan Aisyah kompak, mereka seraya berdiri menyambut Allan dan Rara.
Ayuna mencium pipi kanan dan kiri Rara lalu menjabat tangan Allan. Setelah itu Rara dan Allan berganti menjabat tangan Aisyah dan menciumnya
"Oohhh.... nak Allan yang ini tow.. ibu tahu lak arek ganteng siji iki (kalau anak ganteng satu ini)... Yuna..!!" ujar Aisyah tiba tiba, membuat Allan dan Rara mengernyitkan dahi
"La ibu pikir Allan yang mana bu..??" balas Ayuna
"Oalachh... Yun, ibu pikir temenmu Allan yang lain tow... Nggak ngertie arek guwanteng asli Semarang." jelas ibu yang membuat tawa pemuda pemudi didepannya "Ayo ayo mari silahkan duduk nak Allan dan mbak nya...!!" kata Aisyah antusias mempersilahkan duduk "Mau minum apa... akan ibu buatkan spesial buat tamu tamu putri ibu ini...??"
"Yang seger seger saja bu.. kalau nggak merepotkan. hehehehehe...." kikik Allan
"Ndak sama sekali tow cah (anak) ganteng.."
"Biar Yuna saja bu yang bikin, ibu duduk saja.."sahut Ayuna
"Ehh.. apa apan kamu ini. Biar ibu saja yang bikin..." sergah Aisyah menarik tangan Ayuna dan mendudukkan dikursinya tadi
"Tapi bu..."
"Sudah.. kamu ini. Nggak ingat apa kata suamimu.." sahut Aisyah memotong kalimat Ayuna yang belum sempat ia selesaikan dan itu membuat Ayuna kesal
"Ibu kamu benar Ayuna, itu demi kebaikanmu juga.." kata Allan setelah Aisyah berlalu pergi meninggalkan mereka
"Oh ya ada perlu apa nih... tumben tumbenan kemari....!! nggak sedang kangen sama aku kan ??!!"
__ADS_1
"Siapa juga yang kangen kamu. Kami kemari mau mengundang kalian ke acara tunangan kami besok malam. Datang ya...!!" Allan memberikan kartu undangan berwarna gold
"Woooww menikah nih..??!!" goda Ayuna pada Allan "InsyaAllah aku dan suami akan datang." mengalihkan pandangannya pada Rara "Emang mbak Rara sudah siap menjadi nyonya Allan.. ?? nggak mau pikir dua kali lagi..??" ledek Ayuna "Buas lo pria didepanmu itu.."
"Apa maksud kamu bumil..!!" Allan mengacak rambut Ayuna yang terkikik kecil "Buasan mana sama suamimu coba !!" mendengar pembelaan calon suaminya, Rarapun ikut menimpali "Sama sama buas...hahahaha..." kata Rara yang disambut tawa menggelegar oleh Ayuna dan Rara.
Aisyah kemudian datang membawa minuman dan cemilan untuk pemuda pemudi yang sedang asyik bercanda tawa disamping rumah.
"Terimakasih bu.." ucap Allan
Aisyah mengangguk dan tersenyum "Sama sama nak Allan.." sambil meletakkan es jeruk pesanan Allan "Monggo di minum nak.. ibu tinggal kedapur dulu, mau bantu bi ina menyiapkan makan siang."
"Yun.. kamu nggak telfon suamimu ?? mau makan di mana ??" imbuh Aisyah
Dengan segera Ayuna mengambil ponsel genggamnya yang sejak tadi tergeletak dimeja sampingnya.
Adiittya yang sedang duduk dikursi kebesarannya dengan laptop didepannya nampak panik saat mendapat telfon dari Ayuna. Hatinya selalu was was jika mendapat telfon dari istrinya, ia takut jika istrinya akan memberi kabar kelahirannya. Berbeda jika Ayuna yang dulu sering menelfonnya, istrinya pasti minta dibelikan sesuatu.
"Assalamu'alaikum sayang..."
"Wa'alaikumsalam mas"
"Ada apa sayang... apa sayang sakit, hem.."
"Tidak mas. Mau tanya mas makan siang dimana ?? kita kedatangan tamu lo mas...!!??"
"Tamu siapa sayang.."
"Ohh..."
"Kok oh saja sih mas.. lalu mas jadi makan dimana ??"
"DiKantor saja sayang.. biar cepat selesai dan cepat pulang."
"Apa.. nanti aku saja yang mengantar makan siang mas ke kantor..??!!"
"Nggak usah sayang... mas nggak mau sayang kecapekan, apalagi kaki sayang bengkak kek gitu.."
"Ya sudah aku menurut mas saja."
"Bagus !!! mas lanjut kerja lagi ya... I love you sayang..."
"Love you too mas.."
#####
Sore ini Ayuna duduk berselanjar di sofabed ruang tengah sambil menemani Arion bermain beralaskan karpet.
"Assalamu'alaikum... halo sayang..." Adiittya menundukkan kepalanya dan mengecup bibir Ayuna
"Wa'alaikumsalam..." membelai pipi Adiittya "Apa mas sudah makan ??!!"
__ADS_1
"Belum. Mas mau mandi dulu.." duduk disebelah Ayuna sambil melonggarkan dasinya
Berdiri dari duduknya sambil memegangi punggungnya "Saya akan menyiapkan air hangat untuk mas dulu.."
"Hati hati sayang..."
Adiittya membantu Ayuna berdiri dan menuntunnya berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
"Mas mandi pake air dingin saja sayang, nggak papa. Tolong siapkan bajuku saja.."
"Beneran nih mas.. nggak kedinginan. Nanti sakit lo..!!"
"Bener sayang. Sayang lupa jika suamimu ini pria kuat, hem.."
Bibir Ayuna mencebik membuat Adiittya terkekeh sambil berjalan kekamar mandi. Ayuna menyiapkan baju Adiittya, ia mengambil piyama suaminya dan diletakkan disofa. Setelah itu Ayuna duduk berselanjar diranjang tempat tidurnya.
Kehamilannya yang membesar membuat kedua kakinya membengkak, dan sakit dibagian punggungnya.
Lima belas menit kemudian Adiittya sudah membersihkan dirinya dan mengenakan piyamanya.
"Mas mau makan sekarang ??!!"
"Nanti saja." duduk ditepi ranjang "Punggung sayang masih sakit ??"
"Iya mas.. tapi jangan khawatir. Semua orang hamil pasti merasakan seperti yang aku rasakan.."
"Mas nggak tega lihat sayang kesakitan seperti ini. Kaki sayaang juga membengkak. Sesakit apa sayang rasanya..??!!"
"Ini nggak sakit mas.. sudah mas buruan makan.."
"Nanti saja sayang. Sekarang ceritakan kenapa Allan datang kemari.." merebahkan kepalanya dipaha Ayuna
"Mengundang kita ke acara pertunangannya besok malam. Mas bisa datang kan ??!!"
"InsyaAllah akan mas usahakan.." mengecup perut Ayuna "Apa sayang akan baik baik saja jika kita kesana..??!!"
"InsyaAllah mas.."
"Baiklah kalau begitu insyaAllah kita datang kesana. Tapi sayang janji nggak boleh jalan jalan kesana kemari. Duduk saja.."
"Iya iya mas..."
Bangun dari rebahannya "Mas senang, jika sayang menurut seperti ini. Mas jadi semakin cinta.." mengangkat dagu dan ******* bibir mungil istrinya yang terasa manis baginya "I love you saayang..."
"I love you too mas.."
•
•
🌹Terimakasih buat readers lovers yang sudah membaca karyaku. Author berharap readers lovers bisa tinggalkan Like, Komen, Tip dan Vote yang banyak ya..... karena itu sangat berarti bagi Author. Semoga readers lovers selalu sehat dan bahagia 🌹
__ADS_1