
Adiittya dan Ayuna kini sedang menikmati kebahagiaan dengan kehadiran buah cinta mereka. Adiitya juga sudah mempersiapkan sebuah rumah mewah untuk anak dan istrinya.
Berbeda dengan Andrew yang sedang perang mulut dengan Tata di apartemennya.
"Kak, kau harus menikahiku kak ??" pinta Tata memelas dan memegang tangan kiri Andrew
"Cih, aku tidak sudi menikah dengan iblis sepertimu !!" menepis tangan Tata dari tangannya
"Kak !! kau harus bertanggungjawab, dia anakmu kak, darah dagingmu !!" kata Tata meninggikan suara
"Aku tidak pernah menginginkannya !!!" bentak Andrew
"Kakak jangan lupa, kau menikmati setiap sentuhan yang kuberikan padamu. Dan kau selalu memintanya lagi dan lagi."
"Kau yang menjebakku dan kau juga yang memaksaku, jangan lupa itu." geram Andrew sambil mencekik leher Tata
"Kk...kkaakk... ss..ssaakk..kkkiit..." kata Tata terbata bata sambil berusaha melepas tangan Andrew
Andrew melepas tangannya lalu masuk kekamarnya, tidak lama kemudian keluar membawa amplop coklat.
Tata duduk disofa sambil mengatur nafasnya
Buukkk
Andrew melempar amplop coklat berisi uang ke meja tepat dihadapan Tata, membuat wanita itu mendongakkan kepalanya tiba tiba.
"Kau mau ini kan, ambil !! lalu pergilah !! aku sudah muak melihat wajah jijikmu itu."
"Kak, aku mohon... menikahlah denganku.. bagaimana nasib anak ini kak." ucap Tata memelas matanya berkaca kaca
"Gugurkan." jawab Andrew santai
"Itu tidak mungkin kak, usia kandunganku sudah besar. Aku tidak mau menambah dosa lagi. Akupun mulai menyayangi anak ini." Kata Tata sambil mengelus perut buncitnya
"Terserah !!! That's your problem, not mine. Sekarang pergilah !! jangan pernah muncul di hadapanku lagi." Andrew menyeret tangan Tata paksa keluar apartemennya
"Kak !! tunggu kak !! baiklah kalau kakak tidak mau menikahiku, setidaknya kakak mau merawatnya. Aku janji, setelah itu tidak akan mengganggu kakak lagi." berusaha menahan tangan Andrew
"Sudah ku bilang, aku tidak menginginkan anak itu !! terserah, jika kau tidak mau menggugurkan, rawat saja sendiri." kata Andrew menghempas kerasTata hingga tubuh Tata tersungkur ke lantai
"Aawww..." pekik Tata memegang perut buncitnya
Bbrruuuuaakkkk
Andrew menutup pintunya dengan keras. Kemudian duduk disofa memejamkan matanya dengan menyandarkan kepalanya disandaran sofa serta memijit keningnya.
Tiba tiba bayangan Aloena menari nari di otak pintarnya. Ada rasa bersalah yang amat begitu besar pada kekasih dan calon anaknya itu.
"Bagaimana jika Aloena tahu aku punya anak, apa dia akan memaafkanku tapi bagaimana jika sebaliknya dia justru meninggalkan aku. Tidak... tidak... aku tidak bisa membiarkan itu. Aku mencintainya aku tidak mau kehilangan Aloena. Aku harus menyusul Aloena ke Malaysia sekarang dan menikahinya disana. Agar dia tidak bisa pergi, jika suatu saat tahu yang sebenarnya. Ini semua karena wanita iblis sialan !!" gumam Andrew terhenyak dari duduknya
"Anak ??? apa yang akan Tata lakukan dengan anak itu. Akankah dia menggugurkan bayinya. Ahh.. itu lebih baik. Tapi.. bagaimana jika dia memilih melahirkan anak itu. Dan tidak punya daddy, teman temannya pasti mengejeknya disekolah. Aku tidak akan biarkan itu. Apa aku menikah saja dengan Tata ??? Tidak... jijik aku melihat mukanya." guman Andrew mondar mandir sambil menggigit kuku jari tengah tangan kanannya tangan kiri dibelakang punggungnya
__ADS_1
"Aaarrrgggg..." teriak Andrew menjambak rambutnya frustasi
dddrrtt ddrrrrttt
Suara ponsel didalam saku celananya membuyarkan lamunannya. Wajah Andrew semakin panik melihat layar ponselnya. Segera dia menetralkan emosinya.
"Hallo sayang... sudah rindukah kekasih Tn. Jonshon ini " sapa Andrew masih sedikit panik
"Heyy Tuan Jonshon, lihatlah kau terlalu percaya diri dengan wajah panikmu itu."
"Panik ??? oh...no sayang !! saya hanya terkejut, dengan panggilanmu tiba tiba ini." telak Andrew
"Kenapa ?? apa kekasihku sedang bersama wanita lain ???"
"Mana mungkin sayang, cinta dan tubuhku ini hanya untukmu seorang."
Loena memonyongkan bibirnya
"Sayang jangan menggodaku ya !! atau aku akan menyusul dan memakanmu sekarang."
"Hahahahaha.... kau tau sayang dimana saya sekarang ???"
Deg
"Apa maksudnya ???apa dia di Indonesia sekarang ?? ah.. tidak mungkin." gumam Andrew dalam hati
"Sayang.. ada apa dengan mukamu, kau terlihat pucat, apa kau sakit." tanya Loena memajukan mukanya ke layar ponsel
"Tidak.. hanya kepala saya sedikit pusing." elak Andrew memijit pelipisnya
"Taaaarraaaaaaa... aku sekarang ditempat favorite kita, sayang. Ahh... aku jadi benar benar merindukanmu." kata Loena memperlihatkan tempat lewat ponselnya yang sering dikunjungi bersama Andrew di Malaysia.
"Hahahaha... benarkah nona merindukan pria ini ??" goda Andrew
Loena menganggukan kepala dengan menampakkan ekspresi wajah yang dibuat seimut mungkin.
"Baiklah jika nona cantik yang disana sedang merindukan tuannya, maka tuannya akan segera datang menemuinya."
"Benarkah ???"
"Lihat saja nanti, dan ini tidak gratis sayang, kau harus membayarnya."
"Dasar Andrew pelit, sama pacar sendiri pake itung itungan." kata Loena cemberut
Rumah sakit
"Dokter tolong selamatkan anak saya, dok. Saya tidak ingin dia kenapa napa dok." Pinta Tata menggenggam tangan dokter Manda
"Tenanglah nona, saya akan menyelamatkan anak anda." kata Dokter Manda
Alan menghentikan langkahnya, sorot matanya menangkap sosok gadis yang dikenalnya tengah terbaring lemah diatas brankar. Kepalanya mengikuti jalannya brankar yang didorong petugas rumah sakit.
__ADS_1
"Tata." ucapnya lirih
"Dokter, apa yang terjadi padanya ??" langkahnya mengikuti jalannya brankar dan ikut mendorong brankar
"Pendarahan."
"Pendarahan." ucap Alan lirih
"Dokter tolong lakukan yang terbaik untuknya." kata Alan selanjutnya dengan tersengal sengal
Dokter Manda menganggukan kepala. Kemudian Alan menghentikan langkahnya.
"Pendarahan ?? dia hamil ?? kapan menikahnya ??" gumam lirih Alan
Tak ingin bergelut dengan pikirannya, Alan mengambil ponselnya dan menghubungi Ayuna.
"Assalamu'alaikum Yuna."
"Wa'alaikumsalan Alan, jangan bilang kau akan mengganggu hari istirahatku ya."
"Kau ini suudzon saja sama aku, btw aku barusan lihat Tata disini."
"Oh ya sedang apa dia disana, apa dia sakit."
"Dia mengalami pendarahan, sepertinya kritis."
"Benarkah !!! baiklah aku kesana sekarang."
Ayuna terpaksa memutuskan telponnya. Karena dia ingin segera kerumah sakit untuk melihat keadaan sahabatnya.
Setelah mengganti bajunya dengan dress berwarna salem selutut tanpa lengan dan memoles tipis wajahnya, dia berlari kecil menuruni anak tangga mencari suaminya.
"Sayang jangan berlari lari, ingat ada anak kita didalam perutmu." Adiitya mempercepat langkahnya untuk membantu istrinya turun tangga.
"Mas kita harus segera kerumah sakit. Ayo mas... buruan."
"Sayang tenangkan dirimu." Membimbing istrinya untuk duduk disofa
"Bi ina tolong ambilkan air putih untuk nona." teriak Adiittya
Tak lama kemudian bi ina datang membawa air putih
"Minumlah !! sekarang ceritakan apa yang terjadi, kenapa sayang ingin kerumah sakit."
"Tata mas.." jawabnya lirih
"Tata ???" kata Adiitya menaikkan alisnya
Ayuna kemudian mulai menceritakan yang terjadi.
πΉto be continue πΉ
__ADS_1
Bosssquuuu jangan lupa sebelum beralih tekan LIKE, ketik KOMENTAR, kasih BINTANG LIMA pada halaman sampul dan VOTE untuk novel ini yacchhh...... terimakasih π€π€ π€
i_eyyun ππ