
"Assalamu'alaikum.." sapa Ayuna didepan pintu ruang tamu
"Wa'alaikumsalam" jawab bi ina, membukakan pintu untuk majikan wanitanya
"Tuan dirumah ??" tanyanya lirih pada bi ina
Bi ina tersenyum, mengangguk ramah
Ayuna segera naik ke lantai 2, ingin menemui suami dan anaknya. Tapi sebelum kekamar anaknya, Ayuna kekamarnya lebih dulu membersihkan diri.
"Assalamu'alaikum mas" Ayuna masuk, duduk disamping suaminya, meraih tangan suaminya lalu menciumnya.
Wajah Adiittya masih terlihat masam, akibat kejadian pagi tadi ditambah rasa cemburunya pada Alan saat Ayuna makan siang bersama direstoran.
"Mas tidak kerja." tanya Ayuna lembut
Adiittya tidak menjawab, matanya tidak beralih pada benda segiempat yang keberadaannya saat ini menjadi kebutuhan manusia.
"Mas, masih marah ??" tanya Ayuna merajuk menyenderkan kepalanya sambil mengelus elus dada suaminya. Mungkin inilah cara meluluhkan emosi suaminya.
"Sial, sentuhannya membuatku menegang" bathin Adiittya
"Menurutmu." Adiittya berdiri, membuat Ayuna sedikit terhuyung, tapi masih diatas sofa
Karena tidak mau menanggapi sikap Adiitya, Ayuna pergi kekamar mandi membersihkan diri.
"Mas Adiittya ini kah cintamu yang kau berikan untukku." kata lirih Ayuna ditengah isak tangisnya
"Bapak... ibu... Yuna kangen. Yuna ingin dipeluk kalian." Ayuna mengeluh tapi tidak menyesali takdir hidupnya
Tiga puluh menit Ayuna menyelesaikan mandinya. Dengan handuk melilit yang menutupi perut buncitnya, dia keluar kamar mandi.
"Shiittt, melihatnya seperti itu ingin aku memakannya saja." gerutu Adiitya dalam hati, matanya menunduk pura pura tidak melihat Ayuna
Setelah mengenakan daster hamilnya dan merias tipis wajahnya, Ayuna keluar kamar hendak ke kamar Arion
"Tidak ada yang ingin kamu jelaskan padaku." ujar Adiittya menghentikan langkahnya Ayuna
"Jelaskan apalagi mas" membalikkan badan lalu duduk ditepi ranjang disebelah Adiittya berbaring
"Kau pikir saja sendiri." ucap Adiittya sinis
"Kalau mas Addiittya tidak memberi tahu, mana Yuna tahu dimana letak kesalahanku." masih berbicara dengan lembut
"Jadi kau tidak merasa bersalah ?? itu maksudmu !!!" sungut Adiitya, kemudian bangkit dari berbaringnya
"Bukan aku merasa tidak bersalah mas, tapi aku tidak tahu dimana kesalahanku." Ayuna sedikit meninggikan suaranya
"Ow.. jadi menurutmu aku mengada ada, aku yang kekanak kanakan, yang ngambek karena ingin dibelikan permen ??? iya, begitu ???" emosi Adiityya mulai terpancing
"Tidak mas, bukan itu maksudku??"
"Trus apa maksudmu..!!"
__ADS_1
Ayuna terdiam dan menunduk
"Jawab Ayuna !!! apa kau tidak punya mulut hah !!!" Adiityya membentak keras
Mendengar suara keras dari kamar orangtuanya, bayi laki laki itu menangis sekeras kerasnya seakan tahu jika kedua orang tuanya sedang tidak baik
Oeek oeekk
"Maaf mas sepertinya Arion menangis, aku mau melihatnya." Ayuna beranjak dari duduknya sambil terisak memilih mengalah daripada meladeni suaminya
"Mau kemana kau hah !!!" cegah Adiitya mencekeram lengan Ayuna hingga terduduk kembali
"Aww.." Ayuna merintih merasakan sakit dibawah perut tapi tidak dirasakannya
"Arion nangis mas, aku mau melihatnya"
"Arion sudah bersama Lala, aku membayarnya untuk itu. Kau jangan mencari cari alasan untuk bisa menghindar dariku ya."
"Siapa yang mencari alasan mas, kasihan Arion semakin keras nangisnya. Mungkin takut dengan suaramu mas."
"Kau yang membuatku seperti ini Ayuunnnaaa...!!!!"
"Maafkan aku mas, jika dimata mas aku ini salah !!" menangis sesenggukkan
"Aku tidak butuh maaf dan tangismu Ayuna, aku butuh penjelasanmu !!"
"Apa yang Yuna jelaskan lagi mas, bukankah mas dulu setuju, aku kerja lagi sampai usia kandunganku sudah besar ?? ini masih lima bulan mas. Dan aku juga masih kuat bekerja. Aku hamil mas bukan sakit ?? Aku juga butuh teman mas, aku akan stress jika hanya diam saja dirumah."
"Bilang saja kau tidak bisa jauh dari Alan, iya kan?? kau jangan mencoba membohongiku Ayuna. Kau ada hati kan dengan Alan. Kau mencintainya kan?? " cerca Adiittya marah, ibu jari dan telunjuk jarinya mencepit pipi Ayuna hingga membuat bibir Ayuna manyun.
"Sakit ??? kau bilang sakit ??? sakitan mana jika melihat istrinya bermesraan didepan umum, hah !!!" tegas Adiittya memperlihatkan sorot matanya tajam
"Siapa yang bermesraan sih mas ??" elak Ayuna
"Masih tidak ngaku juga kau !!!"
"Apa yang harus aku akui mas. Dari pagi sampai sore aku kan kerja ??"
"Lalu siapa yang makan siang sambil tertawa direstoran tadi, siapa hah !!"
"Mas kok tahu ???" bibirnya mengatup ia berpikir dalam hati
"Sudah ingat, mau alasan apa lagi kamu hemm !! mau jawab apa lagi kamu Ayunnaa !!!"
"Mas cemburu sama Alan ?? mas kan tahu Alan sahabatku sejak kuliah. Lagian aku tidak berdua disana, kami bertiga sama suster Rara. Mas sudah salah paham."
"Salah paham ??? kau bilang aku salah paham ?? Yuna aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, bagaimana cara Alan memandangmu, bagaimana cara dia menatapmu. Bagaiamana kau bisa tertawa dengannya. Kau bahagia kan bersamanya. Kau itu seorang istri, tak sepantasnya kau mesra mesraan ditempat umum."
Aa**arrggghhhhh erang Adiittyya
"Alan itu suka sama kamu !! dari dulu hingga sekarang dia masih suka sama kamu !!! kamu jangan membodohi dirimu sendiri Ayuna !!! kau tahu kan Alan suka sama kamu !!!"
"Cukup mas !!! hentikan, aku tidak sanggup lagi mendengar ocehanmu yang tidak jelas itu. Cemburumu itu tidak beralasan tau nggak ??"
__ADS_1
Ayuna sudah tidak bisa membendung air matanya, dia keluar kamar dan menutup pintu keras
Bbbrrrruuuaaakkkkk
Ayuuuunnnnaaaa kita belum selesai...!!! kembali Ayuunaaa..... Ayuuunnaaa" teriak Adiittya semakin menjadi
Aaarrggghhhhh pppyyyyyaarrrrr
Adiittya melempar vas bunga yang ada diatas meja kamarnya.
Ayuna tidak mengindahkan teriakan suaminya, air matanya sudah tidak bisa dibendung lagi. Ayuna berlari masuk ke kamar Arion dan menguncinya.
Didalam kamar, Arion masih menangis hingga suara melengking
"Cup cup sayang, mama sudah disini. Anak mama jangan nangis lagi ya.." sambil sesenggukkan Ayuna menenangkan anaknya.
Ayuna tertidur miring sambil menepuk nepuk pantat anaknya agar Arion tidur. Tidak butuh lama tangis bayi mungilnya itu mereda dan tertidur pulas.
"Maafkan mama sayang." Ayuna menghujani ciuman dipipi Arion
"Aawwww.....aawwww..." Ayuna merasakan sakit diperutnya,
"Nyonya... nyonya kenapa???" tanya Lala yang ada didalam kamar Arion sejak tadi
"Nggak apa apa mbak Lala." masih meringis kesakitan.
"Nyonya, kaki nyonya ada darah ???" Kata Lala panik melihat darah mengalir dikaki Ayuna, sedangkan Ayuna sudah lemas
"Tuuaaann... Nyonya.... tuan.... " teriak Lala panik
Lala berlari mencari tuannya, tapi tak menemukan keberadaannya.
"Tuan keluar La, nyonya kenapa ???" tanya bi ina terbangun mendengar teriakan Lala
"Bi..telfon tuan sekarang, nyonya mengeluarkan banyak darah bi."
Segera bi ina melakukan panggilan pada tuannya berkali berkali, namun telfonnya terhubung dengan pesan suara
"Tidak bisa La" kata bi ina panik
"Dokter Alan...."
Saat ini Adiittya di night club setelah pertengkarannya. Membawa sebotol minuman alkohol ditemani wanita. Adiittya memejamkan matanya merasakan sentuhan dari wanita yang sibuk memainkan tubuhnya.
Ddrrrtttt ddrrtt
Adiittya mendorong tubuh wanitanya tiba tiba setelah mendapat telpon.
"Apa !!!!!"
๐นto be continue๐น
Bosssquuuu jangan lupa sebelum beralih tekan LIKE, ketik KOMENTAR, kasih BINTANG LIMA pada halaman sampul dan VOTE untuk novel ini yacchhh...... terimakasih ๐ค๐ค ๐ค
__ADS_1
i_eyyun ๐๐