
Mobil yang menjemput Adiittya dan Rico sudah tiba diperusahaan miliknya, sopirnya itu langsung menurunkan Adittya dan Rico diloby perusahaannya.
Adiittya dan Rico langsung melangkahkan kakinya dengan cepat masuk kedalam perusahaan dan ia menuju lift khusus untuk dirinya.
"Selamat siang Tuan Adiittya, Tuan Rico" sapa wahyu, ia berjalan mendekat kearah Adiittya dan Rico
"Hem, Wahyu apa kau sudah membuat janji dengan pemilik perikanan itu." tanya Adiittya sambil berjalan masuk keruang kerjanya dan diikuti oleh Rico dan juga Wahyu
"Sudah tuan, saya menjadwalkan besok untuk pertemuan anda dan pihak perikanan itu." kata Wahyu masih mengekor dibelakang Adiittya
"Kenapa besok ?? apakah pihak perikanan sengaja mengulur waktu, agar ia bisa menjual hasil panennya pada PT. Laut Jaya ??"
"Menurut yang saya dengar bos, Pt Laut Jaya tidak berani membeli perikanan itu, mengingat perusahaannya yang baru saja mengalami jatuh failite." sahut Rico, ia duduk berhadapan dengan Adittya, sedangkan Wahyu berdiri disebelah Rico
"Benar Tuan Rico." timpal Wahyu "Makanya saya sengaja menjadwalkan pertemuan anda dengan pihak perikanan besok. Saya pikir saat ini anda masih lelah dan butuh istirahat , karena anda baru saja melakukan perjalanan jauh." ujar Wahyu pada Adiittya
"Bodoh !!!" seru Adiittya pada Wahyu, kemudian Adiittya menatap dingin pada Rico, seolah ia meminta penjelasan pada Rico apakah Rico tidak memberitahunya jika dirinya tidak suka menunda pekerjaan apalagi saat genting seperti ini.
Merasa terintimidasi oleh Adittya, Rico menatap balik pada Wahyu yang menunduk ketakutan."Wahyu ??!!"
"Maaf Tuan Adiittya, saya akan reschedule pertemuan anda siang ini juga."
"Hmm." jawab Adiittya, mengibaskan tangannya menyuruh Wahyu untuk segera melakukan tugasnya.
"Kenapa sekarang dia jadi lelet seperti itu, padahal dulu ia salah satu supervisor yang sangat cekatan dan teliti. Makanya aku mengikuti saran istriku, memberi wewenang memegang cabang disini." gerutu Adiittya, setelah wahyu keluar dari ruang kerjanya.
Rico menghela nafas" Lagi ada masalah kali bos." jawab asal Rico menenangkan Adiittya agar tidak berlarut dalam kemarahan.
Setelah Wahyu membuat janji dengan pihak perikanan tersebut, akhirnya Adiittya, Rico dan Wahyu melakukan meeting bersama pemilik kolam perikanan itu.
"Saya dengar anda saat ini sedang bekerja sama dengan perusahaan lain selain perusahaan kami, apa itu benar Pak." selidik Rico tegas namun santai
__ADS_1
"Itu tidak benar Tuan, anda mendengar kabar dari mana ???" Pemilik perikanan itu mengelak, sengaja menyembunyikan berita itu.
"Anda tidak perlu tahu. Bahkan anda juga sudah menandatangani kontrak kerjasama dengan PT. Laut Jaya, apa itu benar ??? Dan apakah anda lupa jika anda masih terikat kontrak dengan perusahaan kami." Rico mulai mengintimasi pemilik perikanan itu dengan tatapan dingin "Anda tahu bukan apa resikonya jika anda melanggar surat perjanjian kontrak kerja yang sudah disepakati oleh anda juga perusahaan kami." lanjut Rico semakin membuat wajah sipemilik itu nampak pucat dan gusar.
"Katakan, apa alasan anda, Pak Simon." perintah Adiittya santai namun manik birunya tak bisa berbohong ada kemarahan didalam sana.
"Anda tahu dari mana tuan tuan, saya tidak mung....." simon masih mengelak hendak membela dirinya namun belum ia melanjutkan kalimatnya, Adiiittya sudah menaikkan emosinya memotongnya
"Katakan !!! iya atau tidak !!!" bentak Adiittya hingga suaranya terdengar keras sampai keluar ruangan kerja Simon
Bruuukkk
Simon terkejut kamudian ia menjatuhkan diri dan bersimpuh dikedua kaki Adiittya memohon ampun.
"Maafkan saya Tuan.."
"Bagaiamana bisa saya memaafkan anda, sudah jelas disurat kontrak itu tertulis jika anda tidak akan menjual hasil panen anda ke orang lain. Apa kami membeli panen anda dengan harga rendah ?? berapa orang itu memberi harga untuk panen anda hah !!" Adiittya memberi isyarat pada Wahyu agar membantu simon bangun dari kakinya.
"Well, sepertinya anda ingin mengakhiri kontrak kita dan lebih memilih kerjasama anda dengan perusahaan itu, Pak." kata Adiittya, lalu ia menoleh ke Rico "Rico, suruh pengacara perusahaan menyelesaikan masalah ini secepatnya. Aku nggak mau meninggalkan istriku berlama lama disini apalagi ia sedang hamil, dia pasti membutuhkanku disampingnya. Kita akhiri saja kerjasama ini." kemudian menoleh lagi pada Simon "Dan pak Simon, anda tidak lupa kan ?? 2,5 milyar uang ganti rugi bagi siapa yang melanggar perjanjian kontrak kita. Bukan begitu BAPAK SIMON TERHORMAT ??!!" kata Adiittya mengingatkan dengan tegas dan penekanan.
"Dan saya harap anda segera menyiapkan karena lusa saya sudah kembali ke Jakarta. lanjut Adiittya kemudian ia berdiri sambil membenahkan kembali kancing jasnya
"2,5 milyar ?? 2 hari ??" gumam Simon lirih, namun sayangnya Rico mendengarnya hingga Rico menghentikan jangka kakinya "Bagaimana jika saya menawarkan sesuatu pada anda bapak Simon ??" tawar Rico, ia melihat ada kegelisahan diwajah keriput pria berubah itu
"M... maksud anda Tuan ???"
"Yes, saya beli semua kolam perikanan anda. Dan anda tak perlu bingung untuk membayar denda uang ganti rugi pada kami." ucap Rico dengan bibir tersungging
Mata Adiittya menyipit melihat Simon yang nampak berpikir, ada kegelisahan dan kebingungan diwajah bapak tua itu. Akan tetapi simon nggak segera memberi keputusan padanya.
"Rico !! pulang !!!" teriak Adiittya kesal, ia kemudian berlalu pergi yang diikuti oleh Wahyu dibelakangnya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Rico ikut menyusul mereka. Didalam mobil ketiga laki laki itu hanya diam, mereka berkecamuk dengan pemikirannya sendiri. Tiba tiba ponsel Adiittya berdering, membuat wajah Adiittya yang tadinya memerah karena kemarahannya sekarang berubah sumringah melihat nama yang disertai gambar sebagai penanda suempunya nama itu.
"Assalamu'alaikum sayang... uda kangen sama mas, hemm"
"Wa'alaikumsalam, mas sudah sampai kok nggak kasih kabar ??"
"He'em maafkan mas. Sekarang sayang sedang apa ??"
"Makan siang sekalian minta ijin sama mas, sepulang kerja nanti saya akan pergi ke mall."
"Dengan siapa ??"
"Dengan suster Rara dan dokter Manda."
"Dengan Alan juga ??"
"Iya" jawab pelan Ayuna, namun secepatnya ia memberi alasannya ikut ke mall "Saya ingin membeli baju mas, semua bajuku sudah nggak muat lagi. Perutku mulai membuncit." rengek Ayuna
"Nggak !! beli nunggu mas pulang saja."
"Tapi mas kan pulangnya masih lama, baju kerjaku sudah tidak ada yang muat lagi. Lagian aku nggak berdua, kita beramai ramai dengan dokter Manda juga."
"Nggak !! ya nggak !! istirahat saja dirumah. Mas tidak mau sayang capek. Simpan saja tenaga sayang, sepulang nanti mas akan langsung menengok si baby didalam perutmu."
•
•
>Kakak mampir juga yach dinovelku yang lain "Ku Pilih Hatimu"
>Kakak kakak quuu kasih VOTE untuk novelkuh ya..., tinggalkan Jejak dengan menekan LiKE, KOMENT dan jangan lupa beri aku BINTANG LIMA.
__ADS_1
>Terimakasih 😘😘