KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 84


__ADS_3

Disebuah gedung yang menyatu dengan hotel milik pribadi Adiittya menjadi pilihan Sebastian sekeluarga untuk acara syukuran Rain yang bersamaan dengan lepasnya tali pusar bayi laki laki itu.


Adiittya memang pengusaha sukses. Di usia yang masih terbilang muda, ia mampu mengembangkan usaha propertinya yang ia rintis sendiri sejak mengenyam pendidikan S2 di Belanda.


Alasan Adiittya memilih mengadakan syukuran disana, karena gedung yang dimiliki hotelnya cukup besar dan luas untuk menampung karyawannya yang berpuluhan ribu. Juga anak anak dari Panti Asuhan yang ratusan ribu. Belum lagi rekan bisnis, teman dan kerabat yang lain.


"Adiittya !! selamat atas kelahiran baby Rain..!! Kau seorang bapak sekarang !!" sapa Allan yang baru bisa menemui mantan musuhnya


"Thank's. Semoga kau dan Rara segera mendapatkan juga...." balas Adiittya, namun dibalas Allan dengan tersenyum kecut


"Dimana keponakanku ??? Penasaran..?? lebih mirip siapa dia, kamu atau Ayuna ??!!"


"Ya kita berdua lah...!!!"


Adiittya kemudian mengajak Allan menemui Ayuna yang sedang duduk bersama mertua dan mamanya


"Sayang.. Allan datang."


"Hai Allan... bagaimana kabarmu ??!!" sapa Ayuna, dan Adiittya mengambil kursi dimeja sebelahnya untuk Allan "Duduklah !!!" perintah Adiittya, yang diiyakan Allan


"Al, kenalkan ini mama Mirna, mama mas Adiittya dan ini.. kau sudah tahu kan, ibuku."


"Malam tante... malam bu Aisyah.."sapa Allan, mengulas senyum


"Boleh aku menggendong bayi mungil ini !!!" pinta Allan, dan langsung dikasih ijin oleh Ayuna "Waahhh..... keponakan om cakepnya nggak ketulungan, diborong Rain semua nih..!! gak dibagi ke teman temannya ya Rain......" ujar Allan terkesima


"Jelas doong. Bibit unggul kita mah..!!" sombong Adiittya


"Maass..." peringatan Ayuna, agar suaminya bisa mengontrol candaannya


"Hhmmm." Allan menyebik


"Al kamu datang sendiri.., dimana Rara..??"


"Kita sudah berakhir, Yuna."


"Gara gara kejadian itu ya, Al.. ?? Maafkan kami ya Al... Sungguh aku dan Mas Adiittya tidak ada niat mengacaukan acaramu.."


"Sudahlah, Yuna. Tidak perlu minta maaf. Tidak semua dari kesalahan kalian. Disini Rara juga salah, dia terlalu dibutakan oleh rasa sayangnya pada sepupunya. Padahal dia nggak tahu bagaimana sifat Rosi sebenarnya di luar sana."


"Mungkin belum jodohmu, Al. Kamu yang sabar saja. InsyaAllah Allah sedang menyiapkan jodoh sholehah buatmu." timpal Adiittya


"Amiinnn." jawab Allan dan Ayuna kompak, kebetulan Mirna dan Aisyah pergi memberi ruang untuk anaknya dan temannya itu bebas berbicara


"Mau nggak loe, aku kenalkan seorang gadis. Pokoknya loe nggak nyesel deh..!!!" tawar Adiittya, membuat Ayuna mengernyit, karena selama ini suaminya tidak pernah bercerita tentang wanita


"Jangan macam macam deh mas..!!"


"Enggak sayang... seriously !!!"


"Jika bekas wanitamu, ogah gue !!!"


"Ngawur loe !!! wanitaku cuma satu, Istri kesayanganku.... sekarang dan selamanya." mengecup pipi Ayuna


"Lebay !!!" dungus Allan diabaikan Adiittya

__ADS_1


"Dam, panggil Lili kemari." perintah Adiittya


Adam segera pergi, dan tak lama kemudian gadis polos yang dimaksud Adiittya pun tiba dengan ekspresi wajah takut.


"Ada apa anda memanggil saya, Tuan."


"Li.. sini Li..!!" Adiittya melambaikan tangannya, supaya Lili lebih mendekat padanya


"Mau apa kamu mass.." selidik Ayuna, namun Adiittya hanya tersenyum jahil


"Li, kau sudah punya kekasih" tanya Adiittya


"Belum tuan."


"Mas sudahlah.... jangan ganggu Lili." melototi Adiittya, kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Lili "Li, tadi datang sama ibu ??"


"Sendiri Nyonya. Alhamdulillah jahitan ibu lagi banyak."


"Alhamdulillah.."


Lili mengangguk "Oya.. tadi ibu titip salam sama Tuan dan Nyonya, maaf tidak bisa datang."


"Iya nggak apa. Salam balik buat ibu ya Li.."


Lili mengangguk sambil mengulas senyum


"Li, kenalkan musuhku, Dokter Allan." kata Adiittya kemudian


"Brengsek !! kau Adiittya !!!" dengus Allan, namun masih menurutinya "Kenalkan.. Aku Allan...!!" ucap Allan pada Lili sambil mengulurkan tangannya


"Kau kerja di perusahaan ******** tengik ini !!" tanya Allan, mengakrabkan diri


"Benar, Tuan."


"He.. panggil saja Allan. Aku bukan bos besar seperti bos sombongmu ini..!!" ekor mata Allan melirik ke arah Adiittya


"Bosan hidup kau, Allan." desis Adiittya, "Yuukk.. sayang, tinggalkan mereka berdua."


Ayuna mengambil putranya dari tangan Allan


"Wooiii... kemana loe !!!" protes Allan meneriaki Adiittya, namun Adiittya mengabaikannya.


"Apa yang mas lakukan dengan mereka sih..!! kasihan tau..!!"


"Kasihan apanya..?? justru mas membantu Allan dan Lili, mereka sangat serasi" tersenyum tipis "Daripada Allan bersama Rara." gerutunya "Rara itu jahat, sayang.."


Ayuna kalah telak, hanya memutar malas bola matanya


"Adiittya !! kemana perginya Andrew ?? apa buaya tangik itu tidak tahu, aku di Indonesia ???!!!?


Mulut Adiittya mencebik sambil mengangkat kedua bahunya


"Kau tak bilang..??!!"


"Opa kan bisa telfon Andrew sendiri. Ngapain... nyuruh Adiittya.."

__ADS_1


"Mass... ngomongnya sadis sekali. Coba telfon kak Andrew, dimana dia sekarang. Kasihan kakek, mungkin rindu dengan kak Andrew.."


Dengan malas, akhirnya Adiittya menelfon Andrew.


"Opa tunggu saja, sebentar lagi si buaya tengik nyampe." memasukkan ponselnya disaku celana "Opa, Adiittya tinggal dulu ya.. mau sholat isya dulu.."


"Hm.." dehem Opa


"Sayang.. ikut mas atau disini saja temenin opa ??"


"Disini saja mas, temenin opa."


"Baiklah, mas tinggal dulu ya.. Sayang hati hati."


"Opa, titip istri dan anakku. Jangan dibuat lecet, sekecilpun." ancaman canda Adiittya


"Dasar cucu durhaka !!!" amarah opa yang membuat Adiittya terkekeh


Setelah mencium kening dua putranya dan istrinya, Adiittya bergegas pergi.


Namun ketika hendak keluar gedung, tiba tiba kaki Adiittya ada yang sengaja menghalangi membuat Adiittya hampir terjungkal dan menabrak seorang wanita sexy didepannya


Brrruuuaaakkkk


"Maaf, nona.."


"No, but i like my baby."


Mendengar suara yang tak asing ditelinganya, dengan cepat Adiittya melepas pelukannya dari pinggang si wanita sexy itu.


"My baby... What are you doing ??" bentak Rosi, saat tubuhnya terhentak dilantai


"Apa yang kau lakukan disini. Bagaimana kau bisa masuk !!! siapa yang mengundangmu !!!" cerca Adiittya sinis


"Hahahaha... tentu saja, seketarismu yang bodoh itu mengirim undangan padaku..!!" menempelkan tubuhnya ketubuh Adiitttya, hingga buah dadanya dapat dirasakan oleh dada Adiittya


"Aku tahu... kau merindukan ini kan ??" menyentuh lembut rahang Adiittya "Karena saat ini istrimu sedang tidak bisa melayanimu diranjang." menjilat telinga Adiittya "Come on aku temani kau malam ini.."


"Jangan harap kau b***h !! aku tidak akan menyentuh wanita menjijikkan sepertimu !!! cuiihhhh.....!!!"


"Adiittya... ayolah !!! jangan sok jual mahal, kamu.. Kurelakan ini buatmu !!" ucap Rosi sambil m*****s buah dadanya yang masih tertutupi bajunya


"Ciihhh !!!" decik Adiittya


Rosi yang menyadari ada seorang wanita dengan wajah nampak pucat sedang berjalan kearahnya bersama anak dan pengasuhnya itu, dengan sengaja Rosi terus mendekatkan wajahnya tepat diwajah Adiittya, lalu dengan pergerakkan cepat Rosi menyambar bibir Adiittya.


"Mas Adiittya !!!!" sentak Ayuna "Tega kau mas...."





🌹 Kakak lophers kasih vote doong, biar semakin semangat lagi authornya....😢😢🌹

__ADS_1


__ADS_2