KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 60


__ADS_3

"Rico !! cari daftar pasien atas nama istriku di semua rumah sakit jakarta !" Adiittya menyerah, bukan hanya Ayuna yang tidak bisa ia telfon melainkan Kasim pun demikian.


"Ada apa lagi bos" tanya rico disambungan selulernya.


"Sial !! Lakukan saja perintahku !!"


Setelah mengakhiri sambungan telfonnya, Adiittya memutuskan pulang kerumah.


Hatinya sedikit lega, melihat mobil yang membawa Ayuna pergi tadi sudah terparkir cantik digarasi. Ia tidak sabar ingin segera bertemu anak istrinya itu.


"Sayang... !!!" teriak Adiittya dibibir pintu ruang tamu


Mendengar teriakan tuannya, bi ina segera menghampirinya diruang tamu


"Maaf tuan, nyonya dirumah sakit sekarang."


"Dirumah sakit ??" dahi Adiittya mengernyit "Mobil itu..." kata Adiittya menggantung, batinnya siapa yang membawa mobilnya itu


"Anu.. tuan, pak Kasim sudah pulang namun nyonya masih dirumah sakit." jelas ina,


"Stupid !! dimana Kasim !!"


Ina hendak membuka bibir untuk menjawab, Adiittya sudah berteriak memanggil Kasim lebih dulu


"Kasim !!! Kasim !!!"


"I..ii..iya Tuan." dengan nafas tersengal sengal Kasim berlari dari taman samping rumah memenuhi panggilan tuannya


"Kau tinggal dirumah sakit mana istriku sekarang !!! kau itu bodoh Kasim !! your'e crazy !!" teriak Adiittya dari dalam ruang tamu


Kasim menelan kasar salivanya, ia merutuki dirinya sendiri.


"Bodoh !! dasar **** kau kasim. kenapa tadi disuruh nyonya pulang, aku mau aja sih !! kalau sudah begini, jangan salahkan simacan memakanmu Kasim...." gerutu Kasim dalam hati


"Nyonya sekarang dirumah sakit Kasih Ibu dijalan pemuda Tuan."


Kemudian Adiittya melangkahkan kakinya, saat melewati Kasim ia berhenti sejenak dengan tatapan membunuh


"Awas saja kau !! jika terjadi sesuatu sama anak dan istriku, ku bunuh kau dengan tanganku sendiri."


Kasim hanya menunduk, ia terlalu takut menatap mata elang tuannya, untuk berdiri saja kakinya tak sanggup untuk menopang tubuh kurusnya.


Adiittya melajukan mobil sportnya dengan kecepatan penuh, ia tak memperdulikan lagi nyawanya. Saat ini yang ada dibenaknya hanya kondisi istri dan anak anaknya.


"Sopir idiot !! bagaiman bisa ia meninggalkan istriku begitu saja, apalagi ada Arion bersamanya. Siapa yang akan menjaga Arion, jelas jelas Ayuna sedang tidak baik sekarang." gumaman Adiittya disela sela menyetir mobilnya


"Sus, pasien atas nama Ayuna Maharani Hendrawan dikamar nomer berapa" tanya Adiittya tanpa basa basi ketika sampai dirumah sakit sesuai alamat dari sopirnya itu.


Nampak Adiittya menggigit jari telunjuknya sambil mondar mandir, menunggu pegawai resepsionis mencari nama istrinya


"Maaf tuan" pegawai itu memanggil Adittya, nampaknya ia sudah menemukan yang diminta laki laki berperawakan tinggi itu

__ADS_1


"Pasien atas nama Ayuna Maharani lima belas menit yang lalu sudah keluar dari rumah sakit."


"What ?? dimana tanggungjawab kalian, kenapa membiarkan pasien pulang dengan kondisi yang tidak baik, hah !! saat ini istriku sedang hamil, dan ada masalah dikehamilannya. Kalian tahu itu kan ?? Awas saja jika terjadi sesuatu dengan anak dan istriku, ku tuntut kalian semua, kupastikan perijinan rumah sakit ini akan segera dicabut !! camkan itu !!!" amuk Adiiittya ke resepsionist


"Tenang tuan, kami bisa menjelaskan." ucap salah satu teman resepsionis itu


"Penjelasan apalagi, hah !!!"


"Begini tuan, pihak kami bahkan dokter yang menangani istri tuan sudah melarang nyonya Ayuna pulang, tapi beliau bersikeras memaksa pulang, bahkan beliau juga menbuat perjanjian jika terjadi sesuatu dengannya, kami dari pihak rumah sakit tidak bertanggungjawab atas diri beliau."


Tiba tiba tubuh Adiittya lemas, dan terduduk dilantai. Ia tidak peduli dengan beberapa orang yang berbisik bisik membicarakannya. Siapa sangka jika Adiittya seorang Ceo perusahaan, melihat keadaannya sekarang ia seperti orang kehilangan ingatan.


"Bodoh sekali kau Ayuna." desis Adittya


"Dengan siapa istriku pergi, sus ??" tanya Adiittya saat ia merasa tenang


"Sendiri tuan. Saya melihatnya menaiki taxi dengan menggendong anak laki lakinya."


Ia menguatkan dirinya untuk berdiri, setelah memejamkan matanya sejenak.


Saat ini Ayuna berada didalam mobil Alan bersama Rara. Sebenarnya Ayuna sendiri juga bingung kemanakah yang akan menjadi tujuannya sekarang.


"Kamu ingin kemana sekarang, Yuna. pulang kerumah suamimu atau..."


"Entahlah Allan, pikiranku kacau. Yang penting sekarang, aku jauh dari mas Adiittya."


"Ya udah, kita makan saja dulu. Kasihan Arion belum makan sama sekali kan ?? Kemananya kamu nanti di pikir lagi. Kasihan anak anakmu."


Saat Allan dan Rara tengah menikmati makannya, tiba tiba saja Ayuna terisak dalam tangisnya. Sontak membuat Allan berpindah duduk disamping Ayuna lalu memeluk sahabat dimasa kuliahnya dulu.


Air mata Ayuna semakin mengalir deras sampai ia sesenggukan dalam pelukan Allan.


"Allan, sebenarnya aku tidak punya tempat tujuan untuk tinggal. Aku nggak mungkin ke surabaya atau hotel saat ini. Anak buah mas Adiittya pasti akan menemukanku. Allan kalau boleh, aku titip Arion sementara, sampai aku mendapatkan tempat tinggal yang layak."


"Kamu akan kemana dengan kondisimu seperti ini Ayuna."


"Untuk sementara aku akan kos dulu sampai semua tenang, baru aku menjemput Arion dan pulang ke surabaya. Aku yakin setelah dua minggu anak buah mas Adiittya jika tak bisa menemukanku, mereka akan menyerah."


"Tidak Ayuna, aku nggak bisa membiarkanmu sendiri saat ini. Kau butuh teman, Kau tinggal diapartemenku saja ya."


"Bagaimana jika dokter tinggal dirumahku saja, meskipun tak sebesar rumah dokter. Insyaallah nyaman untuk dokter dan sibaby." timpal Rara yang sejak tadi hanya menyimak saja.


"Ide bagus. Baiklah sekarang kita pergi. Kasihan Arion sepertinya dia mengantuk."


"Tapi Sus, aku takut akan merepotkanmu."


"Tidak sama sekali dokter."


Kemudian Allan melajukan kendaraannya menuju rumah Rara.


#########

__ADS_1


Dirumah Adiittya,


"Kasim...!!! kasim...!!!"


Bug !! Bug !! Bug !!


"Sopir bodoh !! kenapa kau biarkan istriku disana sendiri, hah !!" Adiittya meninju Kasim membuat sopir tua itu tersungkur kelantai, "Dasar tidak berguna !! mulai hari ini kau ku pecat tanpa pesangon sepeserpun !!"


"Adiittya !! kau ini kenapa hah !! you such a animals." teriakan Andrew yang baru saja datang, menghentikan Adiittya yang hendak melayangkan pukulannya lagi ke Kasim


"Kau tak apa." Andrew membantu Kasim berdiri "Tunggulah aku dipos, minta bi ina mengobati lukamu." ucap Andrew sambil menepuk nepuk bahunya


"Terimakasih tuan"


Andrew mengangguk seraya mengibaskan tangannya, sedangkan Adiittya sudah berada didalam ruang kerjanya. Ia nampak sibuk berbicara dengan seseorang diponsel genggamnya


"Aku nggak mau tahu, hari ini juga bawa istriku pulang. Kalau tidak, hari ini terakhir aku melihat kalian. Mengerti !!"


Ceklek


Adiittya menoleh kearah pintu yang sedang dibuka oleh seseorang.


"Tak seharusnya kau membela tua bangka itu Andrew. Karena kebodohannya aku kehilangan istri dan anak anakku."


"Whats the matter ??"


Kemudian Adiittya bercerita pada Andrew dari awal mula pertengkaran mereka hingga kaburnya Ayuna


Nampak rahang Andrew mengeras, giginya menggeretek dan kedua tangannya mengepal. Satu detik kemudian...


Bug !!


Adiittya yang mendapat pukulan tiba tiba dari Andrew membuatnya jatuh tersungkur.


"Itu untuk Ayuna."


Bug !!


"Ini untuk anak anakmu"


Bug !!


"Ini untuk sopirmu yang tak tau apa apa. Dan ini untuk...."


Dengan cepat Adiittya mencekal tangan Andrew diudara yang siap melayangkan tinjuannya lagi.


"You poor husband, Adiittya !! Apa yang ada diotak udangmu itu. Sikapmu benar benar keterlaluan !!! Kenapa nggak kau bunuh saja sekalian anak dan istrimu itu."


"Please Andrew, help me. Bantu aku mencari anak istriku. Aku bisa benar benar gila kehilangan mereka. "


"Siapa saja teman kelinci kecilku dijakarta sekarang ini."

__ADS_1


"Allan....."


__ADS_2