
Ayuna tersentak, Adiittya sudah memeluknya dari belakang masih menggunakan handuk yang menutupi tubuh bagian bawahnya.
"Siapa ??" selidik Adiittya, melihat Ayuna sudah mengakhiri telfonnya
Ayuna membalikkan badannya menghadap suaminya, sedikit takut ia mengatakan pada suaminya
"Abdi mas..."
"Abdi Sanjaya ??!!" kening Adiittya mengkerut, lalu melepas pelukannya meninggalkan Ayuna begitu saja
"Mass...." Ayuna memeluk dari belakang suaminya yang sedang berganti pakaian
"Minggir dulu sayang... mas mau ganti baju. Mas ada meeting pagi hari ini." Adiittya kesal melepas pelukan Ayuna dari tubuhnya namun Ayuna kekeh tidak mau melepasnya "Sayang... mas tidak mau marah. Ayolah sayang duduk di sofa saja ya..?? atau tunggu mas dimeja makan..." Ayuna menggeleng "Baiklah... apa mau sayang sekarang.."
Ayuna melepas pelukannya dan membalikkan badan suaminya untuk menghadapnya sambil mengancingkan kemeja biru laut yang dikenakan Adiittya
"Mas.. aku tidak tahu dari mana dan apa alasannya Abdi Sanjaya mendapat nomorku juga menelfonku pagi pagi seperti ini. Dan aku juga sudah memberi peringatan untuk tidak menghubungiku lagi. Aku tahu mas tidak nyaman kan ??? dengan perjumpaanku dengannya kemarin... Entah mas Adiittya percaya atau tidak..."Ayuna memegang jari telunjuk Adiittya diarahkan tepat di dadanya "Disini....!!! didalam sini sudah terukir dengan jelas nama suamiku yang suuwaannggattt tampan, yang aku cintai yang ketampanannya melebihi Arjuna... Biarpun diluar sana ada banyak pria tergila gila padaku, Ayuna Maharani Hendrawan akan tetap menjadi milik Tuan Adiittya Joseph Sebastian sekarang dan untuk selamanya..." Ayuna mencakup pipi Adiitttya dan menciumnya sekilas "Apa Tuan Sebastianku ini masih cemburu...?? Abdi Sanjaya hanya masa laluku dan masa depanku Adiittya Joseph Sebastian.. dan anak anak kita."
Adiittya dengan cepat menarik tubuh buncit Ayuna kedalam pelukannya. Ia memeluk erat tubuh istrinya itu. Adiiittya terharu mendengar isi hati Ayuna yang sudah lama mengganjal dihatinya.
"Terimaksih sayang..." mengecup rambut istrinya, yang diangguki Ayuna "I love you so much.... aku mencintaimu sayang..." saking senangnya Adiittya berkali kali mengecup rambut istrinya hingga membuat Ayuna meringis akibat pelukannya yang sangat erat
"Iiihhh... sudah... kasihan si baby kecepit..." protes Ayuna melepas pelukannya lalu mengelus perutnya
Tertawa lebar "I'm happy sayang.. " tangannya diulurkan diperut Ayuna "I'm sorry boy, because your daddy is happy right now...." mengecup singkat kening Ayuna "I love you so much my wife...." ucap Adiitttya dengan mata berbinar binar
"I love you too mas. Aku juga mencintaimu suamiku, sangggaattttt mencintaimu..." balas Ayuna sengaja dihiperbola kalimatnya, dan langsung mendapat ******* lembut dari bibir Adiittya
"Apa mas boleh berbagi kebahagiaan ini dengan baby boy ???" Adiittya mengerlingkan kedua alisnya dan tangannya mengelus perut Ayuna
Ayuna menggeleng "No !!! sudah rapi gini juga, masa mau main main lagi."
"Sayang...." rengek Adiittya "Kasihan baby boy dari kemarin mas cuekin lho dia..??? boleh ya ?? bentar saja.."
"Nggak"
"Setengah jam saja"
"Nggak"
"Lima belas menit"
__ADS_1
"Daddy berbaginya nanti malam saja ya ??" Ayuna menirukan suara anak kecil "Sekarang daddy kerja dulu, ada meeting kan pagi ini ??!! Baby boy akan menunggu dirumah. Okey !!!"
"Well... beri aku ciuman"
Kemudian Ayuna menciumi setiap inchi wajah suaminya yang menggemaskan saat merajuk seperti itu. Setelah mendapat ciuman dari istrinya, ia berlutut mensejajarkan perut Ayuna untuk mendekatkan telinganya seraya berbisik, sedangkan tangan Ayuna terulur mengelus elus lembut rambut suaminya
"Baby boy.. tunggu daddy ya.. nanti malam kita bermain sepak bola liga dunia...."
Seolah mengerti, bayi dalam perut Ayuna sontak bergerak menendang nendang perut Ayuna ketika Adiittya berbicara denganya
Kepala Adiittya mendongak "Sayang... dia bergerak.. apa dia mengerti ucapanku ??"
"Iya mas.. dia mendengarmu, dia aktif sekali seperti daddy nya.."
Adiittyapun merasa senang baru kali ini ia merasakan tendangan dari calon anaknya. Adiittya bahkan lupa jika dirinya harus kekantor.
"Sudah ya mas... sakit ini perutku.."
Kembali mendongakkan kepalanya "Apa tendangan baby terlalu keras sayang.. sampai kau kesakitan seperti itu." hati Adiittya mengiba melihat wajah Ayuna yang meringis menahan sakit
"Nggak mas.. cuma kalau nendang terus terusan, perutku sakit."
Kemudian mereka turun untuk sarapan
####
"Rico.. atur pertemuanku dengan Abdi Sanjaya secepatnya !!"
"Ada masalah apa bos ?? aku rasa kontrak kerjasama kita baik baik saja dengannya."
"Ikuti saja perintahku !!" matanya menatap tajam keluar jendela kantornya dengan kedua tangan mengepal "Berani beraninya dia mengganggu istri Adiittya Sebastian !!"
"What ???!!! this is a crazy man ??!!?" yang sebelumnya mulutnya mencebik kini matanya mendelik setelah mendengar penuturan Adiittya.
"Hmm" Adiittya berjalan kearah sofa dan duduk disana "Usahakan sebelum makan siang aku sudah bertemu dengannya."
"Apa yang kau lakukan jika bertemu dengannya bos..??!!" Rico memandang curiga Adiittya
Adiittya menendang kaki Rico "Jangan berpikir terlalu jauh kau Rico !!"
"Hahahahha... khawatir saja bos. Ingat bos... istrimu tidak suka kau berkelahi lagi. Atau kau..."
__ADS_1
"Ahh... iya iya aku tahu Rico... atau aku tidak akan mendapat jatah sebulan....." ucap Adiittya mengasihani dirinya sendiri dan disambut tawa oleh Rico
"Sembako kale bosss !!"
Tepat jam sepuluh Adiittya dan Abdi Sanjaya akhirnya bisa bertatap muka secara langsung untuk kedua kalinya. Karena kebiasaan untuk Adiittya disetiap meeting dengan kliennya ia selalu mewakilkannya pada Rico.
Namun kali ini berbeda ia datang langsung menemui Abdi Sanjaya diperusahaannya, bukan untuk urusan kerja. Melainkan urusan pribadi.
"Mimpi apa aku semalam, sepagi ini sudah kedatangan tamu yang sangat spesial.." Abdi menjamu Adiittya dengan hormat
"Kenapa anda suka sekali melebih lebihkan tuan Sanjaya."
"Hahahaha... apa aku terlihat seperti itu ???"
Adiittya hanya mencebik
"Apa aku seburuk itu." gumam lirih Abdi yang masih bisa didengar Adiittya dan Rico "Baiklah... apa ada yang bisa saya bantu. Apa ada masalah dengan kerjasama kita ??"
"Ya itu memang benar."
Mengernyitkan dahi "Masalah apa Tuan. Tolong jelaskan padaku. Saya benar benar tidak mengerti. Sebentar aku akan ambil file kontrak kerjasama kita."
"No !! no isn't." Adiittya menyilangkan kakinya "Bukan masalah pekerjaan tuan, melainkan masalah pribadi saya dengan anda Tuan Abdi Sanjaya. Yang mana mantan dari ISTRI KESAYANGAN SAYA." Adiittya sengaja menekankan kalimat terakhirnya agar laki laki didepannya itu tahu betapa Adiittya menyanyangi Ayuna "Aku dan istriku tidak tahu apa maksud dan tujuan anda sampai kau menyibukkan dirimu untuk istri saya.."
"Oww....Ayuna Maharani Hendrawan. Seorang dokter muda sekaligus Istri Ceo perusahan terkenal yang selalu menunjukkan keharmonisan rumah tangganya didepan umum namun itu hanya topeng saja." ledek Abdi dengan bibir tersungging miring
"Apa maksud anda ??!!" tangan Adiittya mengepal dan nampak rahangnya yang ditumbuhi bulu bulu halus itu sedang mengeras
"Sudahlah tuan.. saya tahu lebih banyak tentang kisah cinta anda dengan mantan kekasih saya. Oh... salah !! bukan mantan.. lebih tepatnya MASIH KEKASIH SAYA !!" Abdi meninggikan nadanya diakhir kalimatnya "Saya tahu rumah tangga kalian tidak seharmonis seperti berita berita diluar sana..." Abdi berdiri dari duduknya "Tapi itu bagus... jadi... saya berkesempatan mengambil kembali apa yang sudah menjadi hak saya."
"Keparat !!!" Adiittya berdiri "Jangan coba coba berani menemui atau menghubungi istri saya lagi. Kalau tidak !! ku pastikan kau hanya meninggalkan namamu saja didunia ini. Camkan itu !!!" kemudian Adiittya pergi meninggalkan kantor Abdi
"Kita lihat saja nanti, tuan Adiittya...." tersenyum menyeringai "Siapa diantara kita yang akan meninggalkan namanya"
"Kau...!!!"
•
•
🌹Terimakasih buat readers lovers yang sudah membaca karyaku. Author berharap readers lovers bisa tinggalkan Like, Komen, Tip dan Vote yang banyak ya..... karena itu sangat berarti bagi Author. Semoga readers lovers selalu sehat dan bahagia 🌹
__ADS_1