KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 68


__ADS_3

Terdengar deru mobil memasuki pelataran rumah Adiittya yang nampak megah dengan desain khas Eropa itu.


Setelah mematikan mesin mobilnya, laki laki itu segera turun dan berlari kecil menuju pintu utama rumah itu.


"Assalamu'alaikum"


Ina berlari kecil "Wa'alaikumsalam" balas ina dari samping rumah yang sedang mencabuti rumput dekat kolam renang "Mass...." kalimat ina menggantung seraya kembali mengingat nama pemuda didepannya.


"Allan bi.." sahut Allan membantu ingatan ina sambil mengulurkan tangan


Ina manggut manggut "Oh...... iya iya. Maaf mas Allan bibi pelupa......" ina tertawa melihatkan gigi giginya yang sudah tak jangkep lagi."Mencari nyonya.... ?? "


"Iya bi. Boleh saya bertemu dengan Ayuna ??!!"


"Mari silakan masuk, silahkan duduk." Ina mendekatkan mulutnya ketelinga Allan "Saya tanya bodiguard nya dulu. Mulai sekarang Nyonya di awasi 24 jam. Tuan Adiittya takut nyonya kabur lagi." tersenyum menyeringai


Ina berjalan menuju kamar Ayuna dan nampak sedang berbicara dengan Adam, bodiguard Ayuna.


Tok tok tok


"Masuk" jawab Ayuna sambil rebahan diranjang menonton tv yang terpasang didinding kamarnya


"Nyonya ada mas Allan diruang tamu." jelas ina


"Allan ???!!!" mengulang kalimat Ina untuk memastikan,


Ina mengangguk sambil mengulas senyum. Ina seakan tahu jika kedatangan Allan akan membuat nyonya nya merasa senang dan bisa mengurangi kesedihan yang nampak jelas diwajah Ayuna


Ayuna segera menyibakkan selimutnya, cepat cepat ia berjalan sambil berlari kecil menuruni anak tangga.


"Yuna, hati hati kau bisa jatuh." Allan menghampiri sahabatnya, memegang tangan Ayuna membantu turun dari tangga yang hanya tinggal tiga buah anak tangga saja. Namun segera dihadang oleh Adam


"Maaf tuan, biar aku saja yang membantu nyonya." kata Ada yang langsung menuntun Ayuna


"Apa Adiittya yang melakukan ini, Allan ???!!" tangan Ayuna menyentuh pipi lebam Allan, setelah turun dari tangga


Memegang tangan Ayuna dan langsung ditepis Adam.


Ayuna menjadi geram dengan perlakuan Adam pada Allan "Mas Adam !!! tidak bisa sopankah kamu dengan tamuku."


"Maaf nyonya, saya menjalankan perintah tuan Adiittya. Untuk melindungi anda dari siapapun"


"Allan temanku yang sudah seperti saudaraku sendiri. Dia bukan orang jahat seperti tuanmu !! Pergilah !! aku ingin berbicara sesuatu dengannya."


"Saya akan tetap disini, anda senang ataupun tidak !!" tegas Adam

__ADS_1


Ayuna memutar bola matanya malas, kemudia ia menoleh pada Allan


"Allan katakan kenapa kau kemari ?? dan benar kan ini ulah Adiittya ??!!"


Allan tersenyum tipis "Apa kamu baik baik saja Yuna." Ayuna mengangguk sebagai jawaban "Syukurlah !!!" Allan menuntun mengajak Ayuna duduk disofa


"Yuna, saya kemari untuk memastikan keadaanmu juga mau minta maaf atas nama Rara. Ternyata ini semua ulah Rara yang....."


Allan menceritakan semua alasan Rara yang membuat ia tega melakukan ini semua. Ketika Allan dan Ayuna sedang asyik bercerita, mereka tak menyadari jika mata mata Adiittya sedang memainkan jarinya diponsel guna memberi laporan pada Tuannya.


to bos


//Bos, nyonya sedang menerima tamu laki laki dirumah// Adam mengirim pesan tertulis juga sebuah foto Allan dan Ayuna yang duduk berdua


Ting


"Brengsek !!! masih punya nyawa juga kecoak ini." umpata Adiittya


"Drew, percepat laju mobilnya. Kenapa kau lamban sekali hari ini." gerutu Adiittya pada Andrew, Andrew menoleh sekilas lalu menancap gas dengan kecepatan penuh.


"Masih punya nyawa kau berani menemui istriku hah !!!" Adiittya segera mencekeran kerah leher Allan "Belum kapok kau kuhajar, masih kurang, hah !!"


"Mas lepasin.." Ayuna menarik tangan Adiittya dari Allan, namun ia kalah kuat dengan Adiityya.


"Kak Andrew... tolong bantu aku, relai mereka kak " pinta Ayuna menggoyang goyang lengan Andrew yang bersendekap didada


"Mas Adam.. tolong pisahkan mereka." Ayuna panik monda mandir minta bantuan pada Andrew dan Adam, namun mereka tak ada yang bergeming


"Kak Andrew ku mohon kak... Mas Adiittya bisa membunuhnya.." Ayuna mengatupkan kedua tangannya, "Allan gak salah kak.... tolonglah dia..."


Melihat air mata Ayuna tumpah dipipinya, membuat Andrew mengiba namun ia juga tak ada niat menghentikan perkelahian saudaranya itu.


Andrew mengusap air mata Ayuna "Sudahlah Ayuna biarkan saja suami yang mengurus ini. Kamu masuklah !!" Andrew menoleh pada Adam memberi perintah dengan isyarat dengan kepalanya agar membawa Ayuna masuk kekamar."


"Mari nyonya saya antar kekamar." ajak Adam


"No !! Lepasin tangan mu itu !!" Ayuna menepis kasar tangan Adam, lalu mengambil vas bunga "Adiitttyyaa....!!"teriaknya yang diabaikan oleh Adiittya


Pyaarrrr


Ayuna sengaja memecahkan vas bunga yang ia pegang, membuat semua penghuni ruang tamu itu menoleh padanya karena terkejut. Begitu juga dengan Adiittya dan Allan yang segera menghentikan perkelahiannya


"Berhenti atau aku akan bunuh diri dihadapan kalian semua." Ayuna meletakkan pecahan vas bunga di urat nadi tangan kirinya


"Sayaanggg....!!!"Adiittya mendekati Ayuna

__ADS_1


"Stop !! Adiittya !! jangan mendekat !! aku muak denganmu !!"


"Please sayang.. buang itu. Kau bisa terluka sayang..." masih mencoba mendekati Ayuna


"Ayuna.. hai kelinci kecilku ayo buang benda itu. Kau wanita berpendidikan berakhlak, tidak baik jika kau melakukan itu. Dosa besar Ayuna !!" bujuk Andrew


"Lalu bagaimana denganmu kak ?? siapa yang membunuh Tata dan anaknya ?? siapa ???"


Pertanyaan Ayuna membuat Andrew merasa ditampar. Ia mengatupkan mulutnya rapat dan menunduk. Ia merutuki dirinya merasa malu pada Ayuna dan dirinya sendiri


"Allan kau pulanglah...!!! ini masalah rumah tanggaku, aku akan menyelesaikannya sendiri."


"Tapi Ayuna... aku khawa..."


"Pulanglah Allan... ini tidak ada hubungannya denganmu. Terimakasih sudah membantuku dan mengkhawatirkanku. Maaf banyak merepotkanmu."


Allan menggangguk "Jaga dirimu baik baik, jika ada apa apa hubungi aku." kemudian Allan pergi meninggalkan Ayuna yang masih mematung melihat punggung belakangnya


Saat Ayuna sedang fokus menatap Allan, dengan sigap Adam menampik tangan Ayuna yang memegangi pecahan vas bunga. Lalu Addiittya dengan langkah cepat membopong Ayuna masuk kedalam kamar, dan membaringkannya perlahan, mengabaikan tangan istrinya yang memukul mukul dada bidangnya.


"Istirahatlah sayang..." mengecup kening Ayuna lalu ia membaringkan dirinya disebelah Ayuna


"Aku ingin berbicara denganmu." menoleh pada suaminya


"Nanti saja. Mas capek." Adiittya memejamkan matanya memunggungi Ayuna


Ayuna mengambil nafas dalam lalu membuangnya pelan. Setelah puas menatap punggung suaminya, ia menyingkap selimut dan beringsuk turun dari ranjang.


Merasa ranjangnya bergerak, Adiittya membuka matanya tanpa menoleh mencari tahu apa yang dilakukan istrinya.


"Mau kemana ??" tanya Adiittya tanpa menoleh


"Ingin melihat Arion." jawab lembut Ayuna


"Nggak usah !! Arion baik baik saja."


Ayuna menuruti Adiittya, ia kembali naik keranjang. Tidur miring menatap punggung suaminya.


"Kenapa kau keras sekali sih mas..??!! Apa kita tidak bisa membangun rumah tangga yang harmonis. Bukan pernikahan seperti ini yang aku inginkan. Aku ingin pernikahan yang didasari atas nama Allah yang bisa membawa rumah tangga kita menjadi rumah tangga yang samawa... maafkan aku.. aku sudah gagal menjadi istri sholehah mu mas...belum bisa menjadi istri yang kau mau. Untuk itu please... lepaskan aku, mas bisa mencari wanita sesuai yang mas inginkan...." Ayuna mengungkapkan uneg unegnya pada Adiittya, yang membuat Adiittya menitihkan air mata. Yang tak diketahui oleh Ayuna




🌹Terimakasih buat readers lovers yang sudah membaca karyaku. Author berharap readers lovers bisa tinggalkan Like, Komen, Tip dan Vote yang banyak ya..... karena itu sangat berarti bagi Author. Semoga readers lovers selalu sehat dan bahagia 🌹

__ADS_1


__ADS_2