
Ceklek
Pintu ruang perawatan Adiittya terbuka, dimana Adiittya masih memberi kesaksian kepada polisi.
"Nak Adiittya, dokter yang mengoperasi Ayuna mencarimu, kelihatannya serius." ujar Aisyah yang baru masuk dengan nafas tersengal sengal
Adiittya terkejut "Ada apa dengan Ayuna bu..!!!"
Aisyah menggeleng pelan
"Baiklah Tuan Adiittya !! cukup sampai disini dulu keterangannya. Jika sewaktu waktu kami membutuhkan anda. Kami akan segera menghubungi anda." ucap salah satu polisi itu sambil menjabat tangan Adiittya
"Baik pak. Saya siap kapanpun anda membutuhkan saya. Terimakasih..." jawab Adiittya
Kedua polisi itu menganggukkan kepalanya kemudian berlalu pergi meninggalkan rumah sakit.
Adiittya, Rico beserta Aisyah dan Leo berlari kecil menuju ruang operasi.
Tok tok
Nampak dokter wanita muda keluar dengan wajah yang tegang setelah melepas masker yang menutupi separuh mukanya
"Dokter Manda... apa yang terjadi dengan anak dan istriku ??"
"Anak dalam kandungan dokter Ayuna sedang tidak baik. Kami meminta persetujuan anda untuk mengoperasi caesar dokter Ayuna. Ditambah dokter Ayuna kehilangan kesadarannya."
"Dokter, Selamatkan anak dan istriku. Jika kau butuh darah. Ambil saja darahku.."
Manda tersenyum "Kami akan melakukan yang terbaik !! Tuan bantu doa dari sini." ucap Manda sesaat sebelum masuk keruang operasi
Adiittya mengangguk pelan melihat dokter Manda menghilang dari balik pintu operasi. Ia mengusap kasar wajahnya berkali kali, kentara sekali jika ia sedang gelisah.
"Tuhan selamatkan anak dan istriku didalam sana.." gumam lirih Adiittya, matanya menatap langit langit atap rumah sakit menahan agar air matanya tidak jatuh.
Beberapa orang ikut terjaga bersama Adiittya. Rico dan Leo duduk disebelah Adiittya untuk memberi semangat dan dukungan.
Tak lama pintu ruang operasi terbuka, nampak Dokter Manda keluar dengan wajah pucat.
Semua orang berlari kecil menghampiri Manda.
"Tuan Adiittya, waktu anda tidak banyak. Cepat putuskan pilihan anda. Anak atau istri anda yang harus kami selamatkan." jelas Manda dengan nada bergetar
"Apa maksudmu dokter !!!" teriak Adiittya, seketika air mata yang ditahannya jatuh
__ADS_1
"Seperti yang sudah saya jelaskan. Anda tidak punya waktu banyak, Tuan !!" balas Manda
"Om Leo, kerahkan dokter profesional !!! aku ingin anak dan istriku selamat !! aku akan memberi separoh sahamku untuk mereka yang bisa menyelamatkan anak dan istriku. Aku tidak butuh dokter tidak becus seperti dia !!!" amarah Adiittya dengan mata memerah
"Adiittya !!! buang pikiran bodohmu itu !!! cepat jawab !!!" sentak Leo karena Adiittya tak kunjung memberi pilihan "Kebodohanmu akan membuatmu kehilangan mereka berdua..... Adiittya...!!"
Adiittya terjatuh ke lantai mendengar ucapan dokter Manda dan Leo, kenangan indah yang sudah ia rencanakan bersama istrinya berputar di otaknya
Adiittya tertunduk dengan suara lirih "Aku tidak bisa hidup tanpa istriku om...." mendongakkan wajahnya "Dokter Manda tolong selamatkan istriku !!" ucap Adiittya memelas "Sayang.. maafkan mas, tidak bisa melindungi anak kita.." suara serak Adiittya karena menangis
Setelah mendapat jawaban dari Adiittya, Manda segera masuk keruang operasi. Sedangkan diluar Adiittya duduk bersimpuh dilantai dengan air mata yang menganak sungai.
Aisyah memberanikan diri menarik kepala menantunya kedalam pelukannya. Mungkin inilah yang dibutuhkan Adiittya saat ini. Dan benar saja Adiittya langsung membalas erat pelukan Aisyah.
"Maafkan Adiittya bu.. Adiittya tidak becus menjadi seorang ayah. Adiittya bukan suami yang baik untuk Ayuna."
"Tidak Nak. Keputusanmu sudah benar, setelah ini kalian bisa mempunyai anak lagi ?? Bukankah kamu sudah menjadi ayah yang baik untuk Arion selama ini, hem ??!!" tutur Aisyah sambil membelai lembut rambut menantunya
Rico dan Leo menatap sendu pria yang bersimpuh dilantai, seumur umur mereka mengenal Adiittya baru kali ini ia melihat Adiittya yang benar benar down.
Setelah empat puluh lima menit, tiba tiba terdengar suara tangisan seorang bayi
Oek oek oek
"Ibu... anakku..."
Kepala Aisyah mengangguk dengan bibir mengulas senyum di iringi tangis haru keluar dari matanya
Adiittya segera berdiri, ia berjalan sempoyongan mendekati pintu ruang operasi. Menempelkan telinganya untuk memperjelas pendengarannya.
Sesaat bibir merahnya mengembang, namun tiba tiba wajahnya berubah suram seraya duduk dibangku panjang pasien.
"Ayuna.." gumam pelan Adiittya, tiba tiba ia teringat ucapan terakhir dokter Manda sebelum operasi "Tuhan..." mengatupkan kedua tangannya "Please Tuhan i can life without her... please save my wife please...!!!"
Rico mengusap pundah Adiittya "Sabar bos... kita belum tahu yang terjadi didalam sana. Kita tunggu saja okey !!!"
"Semoga ada kabar baik setelah ini." timpal Leo, meski diwajahnya ada guratan kepanikan
"Tuan Adiittya !!!" panggil suster yang membawa bayi laki laki Adiittya keluar dari ruang operasi "Selamat tuan... bayi laki laki anda lahir dengan selamat."
Adiittya berdiri menghampiri, tangan pucatnya terulur menyentuh wajah mungil anaknya kemudian mengecup keningnya
"Welcome to the world, baby.. !!" setelah itu beralih pada suster "Bagaimana dengan istriku sus, apa dia selamat ??!!"
__ADS_1
"Tim dokter masih berusaha, Tuan. Sebaiknya anda semua berdo'a saja untuk keselamatan dokter Ayuna... dan saya permisi untuk membersihkan bayi ini."
Adiittya mengangguk "Suster !!!" Adiittya memanggil suster yang hendak melangkahkan kakinya "Jika sudah selesai, tolong panggil aku. Aku akan mengadzaninya."
"Baik Tuan."
Seperginya suster yang membawa anak laki lakinya, keluarlah salah satu dokter yang membantu dokter Manda beroperasi dengan wajah sedih
"Dokter Leo kami membutuhkan anda untuk operasi lanjutan.."
"Dokter, apa seburuk itu keadaan Ayuna ??!!" tanya Leo panik, yang diangguki oleh dokter itu.
Namun kali ini bibir Adiittya mengatup rapat, seolah ia mengabaikan yang terjadi pada istrinya. Tatapannya kosong, seharusnya ia senang melihat bayinya lahir, namun ia memikirkan bagaimana nasibnya kedepan tanpa Ayuna disampingnya
Leo dengan cepat masuk keruang operasi setelah mengganti bajunya dengan seragam khusus operasi.
Adiittya berdiri "Ibu... Rico... aku titip istriku.."
"Mau kemana bos ??!!"
"Aku ingin menenangkan diriku.. Rico"
"Jangan macam macam kau bos !!"
Adiittya tak menghiraukan ancaman Rico, ia terus berjalan menyusuri lorong rumah sakit hingga langkah kakinya berhenti disuatu ruangan yang sepi, karena malam menjelang pagi tak jarang orang untuk berada disana.
Karena ketakutan Rico pada Adiittya yang mungkin bertindak bodoh, ia diam diam mengikutinya. Awalnya ia mengernyitkan dahinya, selepas itu ia tersenyum simpul lama kelamaan bibirnya mengembang melihat sahabat yang merangkap menjadi bosnya itu berdiri didepan kran lalu memutarnya. Perlahan laki laki itu membasuh satu persatu bagian tubuhnya untuk mensucikan diri.
Rico masih berdiam diri disana, ia penasaran apa yang akan dilakukan sahabatnya selanjutnya setelah Adiittya mengambil sarung lalu memakainya.
Kepala Rico geleng geleng, sambil menahan tawa. Karena ini kali pertama Rico melihat Adiittya melakukan gerakan ibadah dua raka'at, setelah selama hampir satu tahun tuannya itu menjadi mu'alaf.
"Ayuna kau benar benar luarrr biasa..." gumam Rico
Bagaimana ??? apa buliran mutiara kakak kakak lovers masih berjatuhan ke pipi ?? sudah enggak doonggg....!!! ππ kan kan bayi Adiittya sudah aku selamatkan ππ Tuh... bener kan.. ada yang senyum senyum menyambut kelahiran si bayik.. ππ
β’
β’
β’
πΉTerimakasih buat readers lovers yang sudah membaca karyaku. Author berharap readers lovers bisa tinggalkan Like, Komen, Tip dan Vote yang banyak ya..... karena itu sangat berarti bagi Author. Semoga readers lovers selalu sehat dan bahagia πΉ
__ADS_1