
Pukul 11 siang, Andrew baru bangun dari tidurnya, setelah semalam suntuk ia begadang. Karena balita yang bersamanya terus saja menangis hingga hampir pagi tadi.
Andrew bersandar sambil menikmati muka tembem Arion yang mirip dengannya juga Adiittya
"Aku masih tidak percaya, jika kau anak daddy, boy ???!!" membelai lembut pipi Arion
Tiba tiba bibir Andrew mengembang "Benar atau bukan anak kandungku, aku tetap sayang sama kamu, boy. Entah kenapa pertama kali bertemu, aku sudah merasakan sesuatu yang beda padamu. Berbeda ketika aku bertemu dengan anak anak yang lain. Aku sudah jatuh cinta padamu. I love you so much." gumam Andrew sambil menyeka keringat dingin Arion "Astaga.. boy kau berkeringat sekali....???!!! Apa ruangan ini sangat panas, kau basah sekali sayang..." Andrew hendak melepas baju Arion, tangan merasakan panas dari tubuh Arion "Arion kau kenapa sayang... badanmu panas sekali....???!!"
Kemudian Andrew mengambil handuk kecil dan air hangat untuk mengompres anaknya.
Suhu tubuh Arion bukannya mereda, malah semakin panas bahkan balita laki laki itu mengalami kejang dan muntah muntah.
Melihat muka pucat pasi Arion, Andrew langsung menghubungi Leo dan memintanya datang ke hotel tempat ia menginap segera.
Sayangnya, saat ini Leo tidak bisa dihubungi karena dokter Leo sedang melakukan tindakan operasi pada pasiennya.
Dengan wajah panik dan tegang, akhirnya Andrew menggendong Arion dan membungkusnya dengan jaket untuk menyelimuti Arion pergi ke klinik terdekat.
"Permisi, sus... tolong anak saya demam."
"Silahkan langsung masuk saja keruang ibu dan anak tuan..." suster memberi petunjuk jalan ruang yang dimaksud
Tanpa mengucapkan terimakasih, Andrew bergegas masuk keruang periksa ibu dan anak.
"Dokter, tolong periksa anak saya... tiba tiba siang ini badannya panas, muntah dan kejang."
Dokter wanita paruh baya itu segera memeriksa Arion.
"Anak anda harus bermalam disini sementara, untuk menetralisi racun pada susu yang ia minum."
"Racun ??? maksud anda anak laki lakiku keracunan ???"
Dokter mengangguk "Sepertinya keracunan disusunya."
"Bagaimana bisa anakku keracunan, jelas jelas susu yang aku beli harganya mahal dan susu terbaik. Saya juga tidak mengganti merk susu yang biasa dia minum, dok."
"Mungkin saat itu anda lupa tidak memeriksa tanggal kadaluarsanya, Tuan."
Andrew menunduk lemah "Anda benar, kemarin aku asal ambil saja. Tidak memperhatikan tanggal kadaluarsanya...."
Deasy, dokter wanita paruh baya itu tersenyum "Untung saja anda cepat tanggap. Langsung membawa baby kemari. Jika tidak.... racun itu bisa membahayakannya. Bisa bisa... nyawanya tidak tertolong lagi."
Andrew manggut manggut pelan sambil memandangi muka pucat anaknya.
Tak berselang lama, ponsel dalam saku celana Andrew berbunyi. Ada sebuah panggilan dari Leo.
"Kenapa kau menelfonku Andew."
__ADS_1
"Tadinya mau minta bantuan om, tapi nggaj jadi. Arion sudah ditangani oleh dokter disini."
"Arion kenapa, Andrew...!!! kenapa harus tangani dokter. Sakit apa dia, Andrew...???!!"
"Keracunan susu om."
"Bagaimana bisa ???!! kenapa Adiittya tak membawanya langsung kemari...??!!"
"Adiittya dan Ayuna nggak tahu Arion sakit om. Aku membawa Arion kabur dari mereka..."
"Andrew !!! kau sadar apa yang kau perbuat, hah !!"
"Dia anakku om. Arion darah dagingku. Bayi laki laki yang selama ini aku pikir dia meninggal, ternyata Adiittya dan Ayuna menyembunyikan dariku. Aki benci mereka om. Aku muak....!!!!"
"Di mana kau sekarang, aku akan menjemput. Kita akan melakukan tindakan yang lebih bagus untuk anakmu."
Kemudian Andrew mengsharelock dimana ia berada sekarang.
Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam setengah, Leo bersama sopirnya tiba disebuah klinik kecil dipinggiran kota.
"Andrew !!"
Andrew yang tadinya menundukkan kepalanya dipinggiran ranjang anaknya, mendengar panggilan dari Leo, ia segera mengangkat kepalanya "Om Leo..."
Leo segera memeluk Andrew dan menepuk nepuk pundaknya
"Bagaimana keadaannya sekarang..." melepas pelukan Andrew, lalu memandangi tubuh lemas Arion
Leo memeriksa tubuh lemas Arion "Kau mintalah ijin pada dokter yang merawat Arion untuk memindahkan kerumah sakit kota. Sakitnya Arion kelihatan sangat parah."
"Andrew !!!" panggil Leo membuat Andrew menghentikan langkahnya yang hendak keruangan dokter Deasy "Andrew... sebaikanya kau beri tahu Adiittya dan Ayuna keadaan Arion saat ini. Mungkin dengan kehadiran mommynya, balita ini bisa lebih baik dan kau akan terbantu dengan adanya Ayuna....."
"Tapi om..."
"Andrew aku tahu yang kau rasakan saat ini. Percayalah ini semua bukan kemauan mereka, Tata sendiri yang memintanya. Karena saat Tata memintamu bertanggungjawab, kau menolaknya bahkan kau menyuruh menggugurkannya, bukan ??!!"
Andrew terpaku mendengar ucapan Leo. Ada rasa penyesalan dihatinya.
Sesuai saran Leo, Andrew meminta ijin pada Deasy untuk membuat surat persetujuan pemindahan Arion.
Surat pemindahan Arion pun sudah selesai, Andrew dan Leo langsung membawa Arion pergi ke Rumah Sakitnya Leo.
"Andrew, sudah kau telfon Ayuna ???!!" tanya Leo saat berada dimobil
Andrew menggeleng
"Why ???!!"
__ADS_1
"Mereka tak perlu tahu, Arion sakit."
Sedangkan balita yang berada digendongannya itu menangis terisak isak
"Mmoom mom moom... aawww... mom.. " rancau Arion ditengah tangisnya
"Andrew jangan egois kamu. Saat ini anakmu membutuhkan mommy nya."
"Mommy Arion sudah meninggal"
"Andrew, please buang egomu itu. Kasihan anakmu. Setidaknya Ayuna tahu apa yang dibutuhkan anakmu itu."
Andrew tak bergeming, ia memalingkan mukanya keluar jendela mobil. Tangannya sambil mengelus pelan anaknya mendiamkan Arion yang masih menangis
"Belum 24 jam bersamamu saja, dia sudah keracunan. Apalagi jika selamanya bersamamu, bisa mati anak itu."
"Om !!! kau pikir aku tidak bisa merawat anakku sendiri. Kemarin itu juga karena Adiittya, aku jadi terburu buru membeli susu hingga tak sempat memeriksa tanggal expirednya."
Leo geleng geleng kepala, namun pandangannya menatap lurus kedepan.
"Dokter Manda, tolong periksa kembali balita ini." pinta Leo pada Manda yang baru memeriksa ibi hamil
"Astaghfiruallah...." Manda membungkam mulutnya terkejut setelah melihat kondisi Arion yang lemah dan terisak isak
"Lo !!! bukannya ini anak dokter Ayuna dokter. Dimana Dokter Ayuna sekarang...??!!"
Leo hendak menjawab pertanyaan Manda, namun segera disahut Andrew
"Periksa saja anak itu dokter. Jangan banyak ngerumpi..." suara dingin Andrew membungkan mulut Manda seketika
Manda mengangguk ketakutan sambil memeriksa Arion. Leo yang berdiri disamping Manda memberi diagnosa dokter Deasy.
"Benar, Bagaimana bisa anak ini keracunan. Kasihan..."
Andrew melipatkan kedua tangganya didepan dadanya memutar malas bola matanya
"Dok. Apa nggak sebaiknya menghubungi dokter Ayuna saja.. kasihan..." membelai Arion yang sudah terlelap efek obat yang disuntikkan padanya
"Tutup mulutmu dokter. Arion ini anak kandungku, bukan anak Ayuna.. "ralat Andrew
"Andrew jaga bicaramu...!!! sopanlah sedikit dengan Dokter Manda." menghela nafasnya "Dokter Manda benar, kau beritahu Ayuna sekarang, demi anakmu. Jika kau tak ingin semakin parah balitamu..."
Andrew menatap iba muka sayu Arion, satu sisi ia tak tega melihat anaknya seperi itu. Akan tetapi disisi lain, Andrew takut jika Ayuna dan Adiittya akan mengambilnya kembali.
•
•
__ADS_1
•
🌹 Kakak lophers kasih vote doong, biar semakin semangat lagi authornya....😢😢🌹