
Cilla menatap jam dinding dikamar yang ia tempati untuk istirahat bersama anaknya.
"Sudah hampir sore ternyata." desisnya
Ya, saat ini jarum jam menunjukkan pukul 14.45 menit. Sedangkan jam keberangkatan kereta api Jakarta-Surabaya jam setengah lima. Jadi Cilla harus berada distasiun paling lambat pukul 16.10 menit.
Cilla beranjak keluar kamar setelah berhasil membangunkan Bunga. Cilla berhenti sejenak diruang tengah, ia bingung harus mencari siempunya rumah ini dimana ???
Rumah yang cukup besar bagi Cilla, apalagi antara ruang tengah, ruang tamu, ruang makan dan dapur hanya bersekat dari ukiran kayu.
Cilla mengajak anaknya duduk disofabad dan matanya mengedarkan pandangan berharap ada seseorang yang bisa ia tanyai keberadaan teman sekolahnya.
Satu menit....
Dua menit....
Sampai di menit kesepuluh, sama sekali Cilla tan mendapati satu orangpun disana. Dengan sedikit ragu akhirnya Cilla memberanikan diri berjalan ke dapur dengan menggandeng anaknya
"Permisi...."
"Permisi.... bu..... " panggil sopan Cilla pada asisten Ayuna
"Bu.... ibu....." panggilnya lagi karena tak mendapat jawaban
"Eh.. iya Neng. Apa butuh sesuatu ???" tanya Siti saat masuk dari pintu belakang
Menggeleng "Enggak bu, mau tanya saja. Ayuna masih tidur ya, bu ???!!"
"Iya Neng. Kenapa ???"
"Em... sebenarnya saya mau pamit pulang bu. Soalnya ntar sore saya uda balek ke Surabaya."
"Oalach.... gimana ya ???." kata Siti sambil berpikir sejenak, ia ragu mau membangunkan majikannya
"Gimana apanya bu ???"
"Begini Neng, maaf sebelumnya. Ibu nggak berani atu Neng ngebangunin Nyonya. Takut Tuan Adiittya marah..."
"Ohhh.... gitu ya bu."
"Apa Neng Cilla langsung ke kamar Nyonya saja ??"
"Nggak ah bu... !! Nggak enak saya sama Ayuna dan suaminya. Saya kan tamu disini ??"
"Neng Cilla kan temannya ??? coba aja, siapa tahu Nyonya uda bangun. Kalau Neng Cilla nunggu Nyonya sampe keluar. Ya nanti Neng, saat akan jam makan malam..."
"Gini saja bu.. tolong sampaikan rasa terimakasihku sama Ayuna dan suaminya. Maaf aku pulang nggak pamit, soalnya buru waktu. Tolong ya bu...."
Siti melihat jam yang terpasang ditembok dapur
"Iya deh... nanti ibu sampaikan. Neng Cilla hati hati ya...???" ujarnya,
"Terimaksih ya bu... maaf menganggu ibu dan keluarga ini.."
Cilla menjabat tangan Siti, namun tiba tiba Siti melepas paksa
"Tunggu Neng !!!"
Siti masuk kekamarnya, tak lama kemudian keluar lagi dan memberi sesuatu yang digenggam kepada Cilla
"Apa ini bu...??"
"Uda ambil saja... buat beli es di Stasiun nanti."
"Ya Allah bu... nggak usa. Insyaallah uang saya masih cukup kok.." Cilla berusaha mengembalikan uang Siti kembali
"Eh... rejeki nggak boleh ditolak Neng. Uda bawa aja, buat jajan si cantik." Siti tersenyum
"Terimakasih ya bu..."
__ADS_1
Siti mengangguk. Kemudian Cilla dan Bunga pergi dengan taxi yang sengaja dipesankan oleh Adam.
#######
Tak berselang berapa menit, Ayuna menuruni tangga masih dengan baju kebesarannya, daster. Tangannya sambil menggelung asal rambutnya keatas, ia mengedarkan manik jmatanya
"Bu Siti darimana ???" tanyanya saat Siti baru saja masuk dari ruang tamu
"Anu... Nyonya. Ngantar Neng Cilla mencari taxi."
"Taxi ???" mengerutkan kening, Siti mengangguk "Iya, Nya. Tadi mau berpamitan sama Nyonya, tapi Nyonya belum bangun. Lalu Neng Cilla nitip salam ke Siti buat Nyonya, terimakasih dan maaf merepotkan begitu katanya."
"Kenapa bu Siti nggak panggil aku sih !!! kan aku bisa keluar..."
"Takut, Nya. Maaf..."
"Ya sudah nggak usa dipikir lagi. Sejak kapan Cilla perginya ???"
"Sepuluh menitan Nya. Mas Adam tadi yang nyariin taxinya.."
"Terimakasih bu."
Siti mengangguk kemudian pergi ke tempat favoritnya, dapur.
Sementara Ayuna keluar rumah mencari Adam.
"Dam....!!!"
Adam berlari kecil ke arah Ayuna
"Kenapa dengan Adam, sayang." tanya Adiittya, menghampiri Ayuna yang berada di ambang pintu masuk utama.
"Nggak ada apa apa kok Mas. Aku ingin tanya saja ke Adam "
"Tentang ???"
Ayuna tersenyum, menoleh sekilas dan tangannya terulur menyentuh lembut pipi berbulu Adiittya
"Benar kamu yang cari taxi buat Cilla ??"
"Benar Nyonya."
"Berarti kamu tahu alamat Cilla ??"
"Em... nggak begitu jelas sih Nyonya. Tapi yang aku ingat tadi, bu Cilla bilang kampung Rambutan V. Kalau nggak salah, kampung belakang taman Merak bukan ???!!"
"Ada apa sih, ini sayang. Cilla pergi ??"
"Iya mas... tadi nungguin kita lama banget. Karena dia keburu mau pulang ke Surabaya akhirnya ia pergi hanya pamit sama bu Siti saja dan titip pesan buat kita..."
"Sayang sih... minta peluk terus..."
"Apaan sih !!! bukanya mas yang nggak mau lepas dariku..."
Adam menahan tawa melihat majikannya yang saling melempar kesalahan
"Sudah !! sudah !! percuma ngomong sama kamu mass.." jengkel Ayuna, kemudian mengalihkan maniknya ke Adam "Dam, ikut aku !!!"
Adam mengikuti Ayuna masuk ke ruang kerja Adiittya
"Sayang... Adam diajak kemana sih ??!!" kesal Adiittya di acuhkan Ayuna dan Adam
"Sayang mau selingkuh sama Adam !!! Mau mesra mesraan sama Adam !!" teriak Adiittya tak terima
"Ya !!!" jawab singkat Ayuna dengan berteriak
Adiittya mempercepat langkahnya menyusul istri dan asistennya, ia pikir apa yang dikatakan istrinya tadi itu benar.
"Awas saja jika Adam berani macam macam sama istri gue !! gue bersumpah, bakalan gue kubur dia hidup hidup !!!" gumam Adiittya
__ADS_1
"Siap Nyonya. Saya akan menunggunya !!!" kalimat terakhir yang keluar dari mulut Adam, membuat Adiittya geram
"Menunggu apa Adam !!!" Adiittya meninggikan suaranya
Sontak Adam kaget, lalu menoleh kebelakang. Tuan laki lakinya sudah menatap tajam menembus manik coklat Adam
"Apaan sih mass....!!! datang datang marah !!!" protes Ayuna "Dam, kau pergilah !!! Ntar kamu terlambat..."
Adam pamit menundukkan kepala hormat hingga melewati Adiittyapun, ia tak berani mengangkat kepalanya
"Sayang ada rahasia apa sih sama Adam ?? bikin cemburu saja !!!"
Duduk didepan Ayuna dengan sebuah meja yang menjadi jarak keduanya. Adiittya menekuk wajahnya, mendongkol.
"Ada apa ??? kenapa wajahnya ditekuk seperti itu ?? mau kembali menjadi Rain lagi ??" Ayuna berdiri "Tingkah mas kayak anak kecil saja !!"
Hendak pergi meninggalkan Adiittya, namun dengan kilat tangan Adiittya menarik lengan Ayuna membuat istrinya terduduk dipangkuannya
"Sayang bilang mas seperti Rain kan ?? seperti anak kecil ??!!" tersenyum jahil "Kalau begitu sekarang manjain aku..." goda Adiittya, tangannya memeluk pinggang Ayuna, bibirnya menjelajah ditengkuk belakang Ayuna
Ayuna tertawa geli berusaha meloloskan diri, akan tetapi tangan kekar suaminya itu tak mudah dilawan
"Mass... sudah ihhh.... geli..."
"Mass... sudah dong aku keringetan nih !!!bauk tauk !!!"
"Biarin !!! salah sendiri nggak mau jujur sama mas." katanya disela sela mencecap leher Ayuna "Sayang ada rahasia apa sama Adam.."
Ayuna jengah akhirnya mengalah
"Iya... iya... lepasin dulu... baru aku cerita"
Adiittya berhenti dan melepas istrinya. Setelah turun dari pangkuan suaminya, Ayuna segera berlari menuju pintu sambil berteriak
"Tapi itu boo'oong.... hahahaha...." Ayuna tertawa girang, berhasil mengelabui suaminya
"Stop !!!"
Kali ini gaya kembaran Adiittya berbeda. Masih dengan tatapan sinisnya, namun kedua tangannya dimasukkan kedalam saku celana pendeknya, mengikuti gaya opa opa korea
"Ck.. ck...ck.. Kenapa Mommy Daddy selaa..lu bermesraan disembarang tempat !! Apa semua orang dewasa seperti itu !! Memalukan !!!"
"Re... kau ini bicara apa sih !!" cicit Ayuna mengelak
"Mommy tahu, maksud Re !!" jawabnya, sambil mendudukkan pantatnya di sofa panjang
"Nggak seperti yang kau lihat, Re. Mommy nggak melakukan apapun kok ??!!"
"Bilang saja iri !!" sahut Adiittya, kemudian beralih duduk disamping Ayuna
Muka Re masih nampak menyelidik, dua orang dewasa didepannya.
Memang putra pertama Ayuna ini tak mudah percaya begitu saja, apalagi ia telah melihat sendiri dengan mata kepalanya
•
•
•
•
•
•
•
🌹 Kakak lophers kasih vote doong, biar semakin semangat lagi authornya....🌹
__ADS_1
🌹Ajak teman teman yang lain untuk ikutan baca novel ini, kakak kakak lophers....🌹