KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 56


__ADS_3

Tiga hari lamanya Adiittya berada di Malang, dan selama itulah Adiittya tidak pernah absen untuk menanyakan kabar anak dan istrinya , baik lewat panggilan maupun kirim pesan lewat aplikasi whatsapp. Malam ini sebelum dirinya tidur, ia sudah berkali kali mungkin sampai puluhan panggilan telfonnya tidak terjawab oleh istrinya.


Dan pagi ini, Adiittya terpaksa kerja dengan muka kusut. Rico yang melihat muka sayu bosnya itu hanya menggeleng saja. Ia tetap mengekor tuannya masuk ke dalam ruangan Adiittya.


"Kamu kenapa bos ?? sakit ???" tanya Rico begitu duduk dikursi depan meja kerja Adiittya


Nampak Adiittya duduk di kursi kebesarannya sedang memijit pelipisnya.


"Kepalaku sakit, mungkin kurang tidur."


"Akan ku suruh OB membuatkan kopi dan membawa obat untukmu."


"No, teh manis saja." ucap Adiittya, dan Rico langsung menekan nomor penghubung untuk divisi OB


Tak berselang lama OB kantor sudah datang membawa pesanannya.


"Terimakasih" ucap Adiittya pada ob kantornya


Dengan menegakkan punggungnya, Adiittya meraih gelas teh manisnya yang diletakkan diatas meja. Ia meniup teh yang masih mengepul itu lalu menyeruput dan meminum obatnya.


"Begini banget jauh sama istri."


"Kamu jangan meledekku Rico, kamu belum merasakan bagaimana rasanya jauh sama istri."


"Bukannya setiap detik kau selalu menelfonnya bos."


"Hm, kau benar. Tapi semalam sudah berpuluhan kali aku menelponnya, ia tak menjawabnya sama sekali. Aku jadi mengkhawatirkannya, Rico."


"Sekarang cobalah menelfonnya lagi. Siapa tahu diangkat istrimu atau nggak telfon rumah saja bos."


"Kamu benar Rico, kenapa aku nggak kepikiran telfon rumah saja ya. Bodohnya aku."


Rico menghela nafas sambil menyebikkan bibirnya " Kau ini nggak bodoh bos, tapi gila !! gila cinta !!" ledek Rico disertai tawanya yang menggelegar memenuhi ruangan


Adiittya melempar map merah ke muka Rico, ia mengeram kesal dengan julukan yang Rico berikan padanya. "Yes, it's true I'm crazy about my wife. Gila dengan pelukannya, gila dengan sentuhannya, gila dengan manjanya, gila dengan tubuhnya dan semua yang ada didirinya aku menggilainya." pengakuan Adiittya sambil membayangkan kebersamaannya dengan istrinya.


Tiba tiba terdengar suara pintu diketuk seseorang, membuat Adiittya keluar dari imajinasi istrinya

__ADS_1


"Masuk" perintah Rico menoleh ke arah pintu.


"Pagi Tuan Rico dan Tuan Adiittya. Di luar ada pak Simon ingin bertemu."


Adiittya dan Rico saling pendang dengan bibir yang tersungging.


"Suruh masuk." jawab Rico kemudian


Didalam ruangan Adiittya, Simon dan yang lain nampak dalam pembicaraan serius. Selama dua jam setengah, akhirnya mereka menemukan jalan keluar yang saling menguntungkan.


Adiittya berhasil membeli semua kolam perikanan milik Simon. Dan Simon diperbolehkan merawat kolam kolam yang sekarang sudah menjadi hak miliknya.


Alasannya karena pria beruban itu tidak mempunyai penghasilan lagi, setelah semua kolam yang dimilikinya terbeli oleh Adiittya. Sedangkan saat ini ia terbelit hutang dibank.


Setelah tubuh Simon dan Wahyu tidak terlihat lagi, Adiittya membaringkan tubuhnya disofa, ia ingin tidur sebentar karena tubuhnya terasa tidak enak dimana mana.


"Rico, suruh pengacara perusahaan mengganti nama sertifikat Simon atas nama istriku. Aku ingin tidur sebentar." pinta Adittya dan diiyakan oleh Rico


Baru saja akan memejamkan matanya, ponselnya bergetar. Adiittya berharap Ayuna yang menelponnya. Dan benar nama Ayuna muncul dilayar ponselnya sedang melakukan vidoe call.


"Sayang...." panggil Adiittya dilayar ponselnya


"Mas hanya pusing, semalam mas tidak bisa tidur."


"Jaga kesehatan dong mas, jangan sering begadang. Jangan jangan mas pergi ke club minum minum dan main wanita disana ya." tebak Ayuna yang mulai kesal pada suaminya


"Sayang kok ngomongnya begitu !! mas begadang itu karena sayang tidak angkat telfon dari mas. Kemana saja kamu semalam ??" Adiittya mendesah kesal, ia meletakkan ponselnya asal. Ia memejamkan mata sejenak untuk menenangkan emosinya.


"Maafkan aku mas... mas... mas Adiittya... mas masih disana kan ??? mas dengar aku bicara kan ???" rancau Ayuna karena wajah Adiittya tidak terlihat lagi dilayar ponselnya. Ayuna menitihkan air matanya, ia berpikir sekarang suaminya itu pasti sedang marah dengannya


"Hey man... where are you now. Kenapa tak kau tampakkan wajah jelekmu itu. Lihatlah istrimu menangis sekarang, apa aku harus mengusap air matanya dan memeluknya." kata Andrew, saat ini ia sudah tiba dari Malaysia dan langsung ke kediaman Adiittya.


Mata Adiittya mengerjab ngerjab, ia samar samar mendengar suara laki laki yang dikenalnya di panggilan tefponnya. Begitu juga dengan Rico pandangannya langsung beralih pada layar ponsel Adiittya.


"Andrew ??" pekik Rico setengah berteriak karena terkejut


"Andrew ??" gumam lirih Adiittya, kamudian ia bangun dan mengambil ponselnya yang sengaja ia taruh asal diatas meja

__ADS_1


"Andrew, how are you doing ??" tanya Adiittya


"Hahaha calm down man, aku hanya main main saja. Aku merindukanmu saudaraku, apa kau tak merindukanku juga, hah."


"Dimana istriku ?? aku ingin bicara dengannya." kata Adiittya dingin, kemudian Andrew memberi ponselnya pada Ayuna


"Hallo mas.." sapa Ayuna sambil terisak


"Kenapa menangis ??!! dan kenapa Andrew bisa ada dirumah kita ??!! apa kau mengundangnya ?? Sayang tidak kerja ??"


"Maafkan Yuna mas, hari ini aku nggak masuk kerja. Perutku tiba tiba mulas dari kemarin sore, makanya Yuna tidak bisa nerima panggilan dari mas semalam. Dan kak Andrew, Yuna tidak mengundangnya. Tiba tiba saja dia uda didepan gerbang rumah kita."


"Ya Allah... sayang sakit ?? kenapa tidak memberitahu mas. Apa mas sudah tidak dibutuhkan lagi, hem. Kalau ada apa apa dengan sayang siapa yang disalahkan ?? Mas akan pulang sekarang. Sayang istirahat saja !! jangan hiraukan Andrew, suruh pulang."


"Jangan mas, selesaikan dulu pekerjaanmu disana....." cegah Ayuna, kalimatnya terpotong karena Andrew merebut ponselnya begitu saja


"Hai.. hai... enak saja suruh aku pulang. Aku mau nginep dirumah loe."


"Nggak boleh !! Loe pulang atau aku telfon polisi untuk mengusirmu."


"Adiittya saudaraku... sahabatku...yang baik dan budiman... boleh ya aku nginep dirumah loe. Gue kesepian diapartemen sendirian, mending aku disini bisa ajak sigembul main. Btw anak loe lucu juga. Dapat dari mana loe !!" rengek Andrew sambil memangku Arion dipahanya


"Jangan sentuh anakku, Andrew !! pulanglah, jangan ganggu keluargaku."


"Hey hey... aku ini sepupumu dan kakak angkat istrimu. Apa kau lupa karena aku, kau bisa menikahi kelinci kecilku. Jadi untuk membalas baik budiku, biarkan satu hari saja aku menginap disini."


"Andrew pulanglah... nggak baik jika kamu menginap dirumahku, apalagi aku sedang tidak ada dirumah. Itu akan menimbulkan fitnah untuk istri dan keluargaku dan juga nama baikmu akan tercoreng dimata masyarakat. Aku tidak mau warga sekitar menjudge buruk tentang istriku. Kau mengerti !!"


"Yes i'm understand. Boleh ya aku membawa Arion sehari saja, ntar sore aku pulangin. Sepertinya aku suka padanya. Kamu tenang saja aku akan menjaganya dengan baik."


"Noooo... !!!!




>Kakak mampir juga yach dinovelku yang lain "Ku Pilih Hatimu"

__ADS_1


>Kakak kakak quuu kasih VOTE untuk novelkuh ya..., tinggalkan Jejak dengan menekan LiKE, KOMENT dan jangan lupa beri aku BINTANG LIMA.


>Terimakasih 😘😘


__ADS_2