
Setelah sholat ashar, Niko dan istrinya kembali pergi ke toko sembakonya. Niko harus membuka tokonya kembali, karena disore hari lebih banyak pengunjung yang baru pulang kerja mampir ketokonya.
Ayuna memilih bersantai diteras depan rumah, menikmati senja sore hari dikampung halamannya. Rain dan Arion sedang asyik menaiki mobil mobilan maticnya yang sengaja Adiittya tinggal, untuk bermain saat diSurabaya.
Beberapa anak dari tetangga rumah Niko nampak menonton Rain dan Arion yang sedang melajukan mobil mainannya itu dijalanan paving rumahnya
"Bunga.... !!!" teriak Arion memanggil teman yang dikenalnya saat diJakarta waktu itu
Arion memakir mobilnya disembarang tempat, kemudian berlari menemui Bunga
"Itu siapa Bunga, kamu kenal ??!!" tanya teman mengaji sebaya Bunga
Bunga mengangguk
"Ihh.... ganteng banget, Bung. Seperti bule... apalagi cowok yang dibelakang itu, bule banget... aku mau jadi pacarnya !!! kenalin aku ya, Bung.." cerocos Nana, teman Bunga
"Iya Bung, aku juga mau..."
"Sama aku juga mau..."
Bunga tersenyum simpul
"Masih kecil nggak boleh pacaran..." sindir Bunga, kemudian mengalihkan pandangannya pada laki laki yang berlari kearahnya "Kamu kok ada disini.... ??!!" tanya Bunga pada Arion
"Iya, Mommy rindu sama nenek dan kakek "
"Arion !!! kenapa kau disini ??!!" sahut Re tidak senang
"Aku menemui Bunga !!" jawab Arion "Bunga, apa kabarmu ?? Bagaimana luka ditanganmu ??" tanya Arion mengabaikan kekesalan Rain
"Huh !!" membuang nafas kasar "Basi !!" kata Re
Arion masih cuekin Rain, bibirnya menampilkan senyum pada Bunga
"Sudah sembuh. Dimana rumah kakekmu ??!!"
"Mereka sudah meninggal, sekarang rumahnya ditempati om Niko dan tante Vina"
"Oh.... "
"Dimana rumahmu ??"
"Disana...???" Bunga menunjuk sebuah rumah kecil yang didepannya ada banyak jajanan anak anak kecil
Mata Arion mengikuti jari telunjuk Bunga, begitu juga Rain sok jaim ekor matanya melirik arah yang dimaksud Bunga
"Kecil sekali !!" desis Rain
"Rain, kamu nggak boleh menghinanya ???"
Rain mendengus sambil memoyongkan bibirnya pada Arion
"Abaikan saja. Dia nggak bermaksud mengataimu kok ??!!" Arion menghibur Bunga yang wajahnya nampak sedih
"Sok manis !!" ketus Re
"Rain !! pergi sana !! kau membuat Bunga sedih tauk !!!" sentak Arion
"Nggak !!" sentak Re tak kalah tinggi suaranya
"Biar saja Arion, aku nggak apa kok ??"
"Jahat sekali dia, Bunga. Berbeda sama dia, baik banget ???" kata teman Bunga membedakan Rain dan Arion "Pacarmu yang mana, Bung."
"Kami berteman. Masih kecil nggak boleh pacaran" jawab Bunga agak malu
"Siapa Bunga ??" tanya guru ngaji Bunga
"Teman Bunga, ustadzah"
"Rumahnya dimana ?? kok ustadzah nggak pernah lihat ???"
"Saya Arion, rumahku disana !!!" Arion menunjuk bangunan berlantai dua, yang sudah direnovasi Ayuna setelah ibunya meninggal
"Oh... keponakannya mas Niko ??"
Arion mengangguk
"Kalau yang ganteng ini, siapa namanya ???"
Rain bersendekap, matanya menyipit sinis menatap Umi, guru ngaji Bunga
"Re, ditanya tuh !! jawab dong !!!" protes Arion
"Aku nggak kenal !!!"
__ADS_1
Umi tersenyum "Makanya Ustadzah bertanya supaya kamu mengenal ustadzah ??"
"Aku nggak butuh !!!"
Umi tersenyum masam, kemudian mengajak Bunga dan yang lain masuk masjid karena belajar mengajinya akan dimulai
"Ayo anak anak kita masuk..."
"Kau mau kemana Bunga ??!!" tanya Arion saat Bunga hendak melangkahkan kakinya
"Mengaji"
"Rain !!! Arion !!! Kamu ngapain sayang..." teriaka Ayuna, kemudian menyusul anaknya dimasjid
"Oh.... putranya bu Ayuna toh !!" sapa Umi
"Iya Ustadzah, apa mereka melakukan kesalahan ???"
"Mommy !!! Re nggak melakukan kesalahan." mukanya membesengut kesal "Selalu berpikir buruk tentangku !!"
"Benar Mom. Re bersikap tidak sopan pada ibu itu !! Rain membentaknya !!!"
"Kau tau apa !!!" sentak Rain tak terima
"Sudah.. sudah... kita pulang yuk, uda mau maghrib..."
Ayuna menundukkan kepala hormat, mewakili permintaan maafnya. Kemudian membelai rambut putra kandungnya
"Pertanyaan Mommy membuatku buruk !!!" celetuk Rain diatas mobil mainannya
"Nggak sayang, maafkan Mommy !!" Ayuna berjongkok mencium pucuk kepala Rain
######
Hari sudah lewat tengah malam, tiba tiba Ayuna merasakan sakit diperutnya. Mules dan kram. Awalnya Ayuna mencoba menenangkan dirinya dan mengusap usap perutnya, seperti yang ia lakukan ketika mengandung Rain, putra pertamanya. Namun lama kelamaan kontraksi itu semakin membuatnya meringis
"Mas Adiittya bangun...!!"
Adiittya mengucek matanya, mengumpulkan separoh nyawanya
"Mas Adiittya....!!!"
Adiittya benar benar membuka matanya, merasa heran mendapati istrinya duduk disebelahnya
"Kenapa sayang ???"
Adiitya langsung beringsuk duduk, tangannya mengelus perut istrinya
"Masih sakit ??"
Ayuna mengangguk
"Kita ke rumah sakit "
Adiittya keluar kamar menuju kamar Niko
"Ko.. Niko...!!!"
"Ya kak, ada apa ???" tanya Niko saat pintu kamarnya sudah terbuka
"Perut Ayuna sakit, kau bisa mengantar kami kan ??"
Niko mengangguk mantap, "Baik kak !!"
Adiittya masuk kekamarnya lagi disana Ayuna sudah terbaring lemas ditempat tidur ditemani Rain yang menangis disampingnya.
"Rain, kamu kenapa sayang kok menangis ??" Adiittya menggendong putranya hendak dititipkan pada Vina
"Aku mendengarnya !! mommy kesakitan !!"
"Mommy hanya sedikit sakit, Rain sama tante Vina dulu ya ?? Daddy ngantar Mommy kerumah sakit."
"No !!" menggeleng "Rain ikut Mommy...!!! huwaa....aaa..."
Tangis Rain yang memecahkan telinga membuat Arion terbangun
"Rain, kamu kenapa ??"
"Rain nggak apa, sayang. Arion dan Re malam ini tidur sama tante Vina dulu ya ?? Daddy mau mengantar Mommy dirumah sakit."
"Nggak mau Daddy... Re mau temani Mommy...!!" bentaknya
"Kita ajak Re saja kak Adiittya, biar Arion sama Vina dirumah. Kasihan kak Ayuna wajahnya pucat sekali..." ide Niko
Adiittya mengangguk
__ADS_1
"Rain sama om Niko, Daddy mau bantu Mommy ke mobil.." Adiittya menyerahkan Re pada Niko
Adiittya membopong Ayun kemobil. Adiittya duduk dibelakang bersama anak dan istrinya, sedangkan Niko yang menyupiri mereka
"Sabar sayang... tahan ya..!!" Adiittya mengelus elus perut Ayuna menenangkan babynya "Gimana masih sakit ??"
"Mendingan..." ucap lirih Ayuna
Melihat apa yang dilakukan Daddynya berhasil, Rain ikut ikutan mengelus elus perut Ayuna
"Kecil, jangan membuat Mommy kita kesakitan ?? kamu tidur saja ya disana ??" celetuk Rain yang disambut senyum kecil penumpang mobil
"Daddy !! perut Mommy bergerak !!" ucap Re panik "Apa Mommy akan mati... hiks hiks..."
"Enggak Re, kecil sedang menendang perut Mommy !!"
"Benarkah Mom ??!!"
Ayuna mengangguk pelan "Iya sayang..." membelai rambut kepala Re
Putra sulung itu melakukannya lagi mengelus calon adenya. Mukanya nampak berbinar girang mendapati adenya yang terus bergerak gerak
Tak terasa mobil pajero putih sudah berhenti diparkir Rumah Sakit ibu dan anak.
Adiittya mendorong Ayuna dikursi roda yang diambil dari loby. Niko menggandeng Rain yang masih sembab
"Suster tolong istri saya, perutnya kram sejak tadi ??" pinta Adiittya nampak tenang, namun dalam hatinya terasa sesak, ia takut kejadian saat kelahiran Arion terulang kembali
Dengan sigap seorang perawat mengarahkan Adiittya dan Ayuna ke ruang periksa disusul seorang dokter perempuan masuk.
Beberapa menit kemudian Ayuna keluar didorong diatas brankar menuju ruang yang operasi
"Mommy !!!" Rain berlari menyusul Adiittya yang bersama Ayuna "Mommy.... huwaa.....!!! kenapa Mommyku.... turunkan Mommyku....!!! Mau kau apakan Mommyku....orang orang jahat....!!!"
Niko berlari menyusul Rain dan berusaha membujuknya tapi balita itu memberontak sangat kuat, hingga Niko kewalahan.
Melihat Anaknya menangis histeris, Adiittya melepas genggaman tangannya dan mengambil Rain dari Niko.
"Sini, digendong Daddy "
"Daddy.. Mommy dibawa kemana ??? apa Mommy akan mati ??!!"
"Tidak sayang, Mommy baik baik saja."
"Rain mau mencium Mommy... hiks hiks...??"
Adiittya melangkahkan kakinya mengejar brankar istrinya.
"Dok, permisi putra kami ingin mencium Mommynya sebentar saja."
Rain menciumi Ayuna, tangan mungilnya menyentuh pipi Ayuna kemudian perut buncit Ayuna.
"Mommy, i wait you !!! Mommy jangan mati... Re sayang Mommy dan kecil...."
Ayuna tersenyum, tangannya mengusap cairan basah dipipi putranya
"Mommy tidak akan mati, sayang !!"
Kemudian mendongak menatap suster suster dan dokter perempuan
"Jangan sakiti Mommyku !!" ucapnya ketus, yang disambut senyum simpul dari orang orang itu.
"Nggak sayang, mereka akan membantu Mommy mengeluarkan kecil dari perut Mommy..." jawab Adiittya
Lama sekitar satu jam setengah, operasi kelahiran Ayuna belum juga selesai. Hati Adiittya sudah diliputi kecemasan yang luar biasa
"Ya Allah lindungi anak dan istriku... selamatkan keduanya, Tuhan..... "bathin Adiittya
Ini kedua kalinya Adiittya merasa separoh nyawanya hilang, 'mengapa ?? mengapa setiap istrinya melahirkan, dia diposisikan dengan disuguhi pilihan, istri atau calon anaknya ??'
Tiba tiba.....
"Ooeekk....Oeekkkk....."
"Alhamdulillah....." ucap lirih Adiittya mengusap wajah dengan tangannya, tiba tiba tubuhnya menegang
"Ayuna....!!!!"
•
•
🌹Heheh.... selamat menikmati detik detik akhir Kisah Cinta Ayuna ya... jangan ada yang menangis. Itu membuatku sedih jadi pingin ikutan nangis...
Smile...🤗🤗🤗
__ADS_1
🌹JANGAN LUPA VOTE... VOTE... VOTE.... KOMENT.... KOMENT.... KOMENT.... dan jangan lupa klik LIKE...!!!🌹