
Di Kantor Adiitya
"Rico, pembangunan cabang perusahaan dimalang sudah berapa persen ?? setelah ini rencana saya akan membangun hotel juga disana."
"Seperti yang anda lihat, kurang lebih 5% lagi. Dan bulan depan sudah bisa beroperasional. Jika bos ingin membuka hotel, sebaiknya minggu ini direalisasikan, aku akan menghubungi Marco untuk mendesainnya."
"Baiklah minggu depan atur jadwal untuk pembukaan cabang. Dan pastikan pembangunan hotel ini kamu bekerja sama dengan orang profesional, aku tidak mau mengulang kejadian yang sama saat pembangunan cabang."
"Baik bos"
tok tok tok
"Masuk" masih menatap laptopnya
"Maaf Tuan, Pak Wahyu sudah menunggu di luar" kata seketaris Adiittya
"Suruh masuk."
"Selamat siang Tuan Adiitya, ada yang bisa saya bantu ???" tanya wahyu
"Siang, duduklah !!! mulai bulan depan kau akan memimpin cabang perusahaan dimalang ???"
"Tapi Pak...."
"Tidak ada penolakan !!! Rico sudah mengurus kepindahanmu, dia juga sudah menyiapkan rumah untuk kau tinggali bersama anak istrimu."
"Terimakasih Pak Adiitya."
"Hemm bekerja keraslah agar tidak mengecewakanku juga istriku."
Sesibuk apapun Adiitya pasti akan meluangkan waktunya untuk mengantar jemput istrinya. Itulah salah satu bentuk sayang Adiitya pada istrinya. Kelihatan sepele memang, tapi dari situlah yang membuat Ayuna semakin kagum sama suaminya. Seperti hari ini, walaupun banyak tumpukan dokumen diatas mejanya, dia tetap menjemput istrinya. Kini mobil ferari merah sudah bertengger di parkiran rumah sakit tempat istrinya bekerja. Tidak lama kemudian istrinya muncul dan masuk kedalam mobil.
"Assalamu'alaikum mas"
"Wa'alaikumsalam"
Cup
Mendaratkan ciuman sekilas dibibir istrinya setelah mencium pucuk kepala sang istri.
"Sayang, setelah ini mas harus kembali lagi kekantor. Sayang, tidak apa kan mas tinggal sendiri ?? atau sayang ikut mas saja kekantor, agar sayang tidak kesepian."
"Iya mas, nggak apa kok, kan ada bi ina ???"
"Bener nggak apa ??"
"Iya sayang"
Tidak butuh lama, mobil yang membawa mereka sudah terparkir cantik di apartemen.
"Lho mas Adiittya, katanya kembali ke kantor ??" tanya Ayuna heran pada suaminya yang berjalan beiringan dengannya dan tangan yang sudah melingkar dipinggangnya.
"Mas ingin memastikan saja, sayang aman sampai apartemen."
Setelah mengantar istrinya masuk apartemen, Adiitya kembali kekantor.
__ADS_1
Sudah hampir tengah malam, Adiitya masih saja sibuk dengan pekerjaannya, sementara Rico sudah menguap berkali kali menahan kantuknya.
"Bos, apa kita menginap dikantor lagi ??"
Diliriknya arloji ditangannya kemudian menutup laptopnya dan beranjak pergi.
"Let's go !!" ajak Adiittya
Sesampai di apartement, agak sedikit mempercepat langkahnya dia langsung masuk kekamarnya. Dimana istrinya sudah berbaring pulas diatas ranjang.
Adiittya membaringkan tubuhnya disamping Ayuna, memeluknya dari belakang. Merasa ada yang berat diperutnya, Ayuna membuka mata dan membalikkan badannya menghadap Adiittya.
"Mas Adiitya baru pulang ??" melihat suaminya yang masih lengkap dengan pakaian kerjanya.
" Hemm" Adiitya berdehem sambil mencium leher Ayuna
"Mas sudah makan ???" sambil membelai wajah suaminya
"Heemm " masih menciumi leher Ayuna menghisap dan meninggalkan beberapa tanda merah disana.
" i wanna you tonight" bisik Adiitya ditelinga Ayuna dengan nafas berat.
"Mas Adiittya tidak mandi dulu ??" kata Ayuna disela sela ciuman mereka
"Setelah ini kita mandi, aku sudah ingin sayang"
Adiittya kembali mencium bibir Ayuna perlahan turun pada leher putih Ayuna, bahkan sekarang tangannya yang semula diperut Ayuna sudah bergerilya ke dada ayuna. Desahan yang keluar dari Ayuna membuat Adittya semakin memperlancar aksi Adiitya.
Ayuna mengerjapkan matanya sedikit menggeliat saat matahari mulai menyusupkan sinarnya ke celah celah korden kamarnya.
"Morning my husband" jawab Ayuna mengusap usap wajah suaminya.
"Kenapa sayang ??? mau lagi ???" goda Adiitya yang seketika mendapat cubitan diperutnya
"Aaawww.. kenapa aku dicubit ??"
"Dasar mesum !!"
"Tidak ada larangan mesum sama istri sendiri, sayang."
"Aku mau mandi mas."
"Sayang... aku masih ingin memelukmu.." ucap Adiittya dengan pelukan hangatnya.
Dengan wajah merah dan malunya, Ayuna mengusap usap wajahnya kedada sang suami. Menyadari istrinya yang sedang bermanja, sontak membuat Adiitya gemas mencecap bibir mungil Ayuna, mengecup dan menghisapnya. Menikmati dan melanjutkan aksinya seperti yang mereka lewati semalam. Tanpa aba aba atau persetujuan, Adiittya melakukannya lagi.
Siang hari mereka baru keluar dari kamarnya, setelah menghabiskan permainan ranjangnya. Mereka duduk dimeja makan untuk mengisi perutnya yang sudah melewatkan sarapan paginya. Memang seperti itu kegiatan mereka setiap dihari liburnya.
"Mas mau makan apa ??"
"Bi ina masak apa hari ini, sayang ??"
"Opor ayam udang crispy sama sambal terasi."
"Ya sudah itu saja, sayang. Tanpa sambal."
__ADS_1
Ayuna meletakkan piring yang sudah berisi makanan dihadapan Adittya, sekarang gilirannya yang mengambil untuk dirinya.
"Sayang, stop ambil sambalnya !!! sayang bisa sakit perut." kata Adiittya meninggikan suara
"I'm fine, okey !!!"
"Stop nggak ?? atau mas buang itu makanan !!!" Adiittya sudah tidak bisa menahan marahnya, dengan cepat merebut piring Ayuna dan melemparnya.
"Mas... " tidak meneruskan kalimatnya, matanya sudah berkaca kaca kemudian lari masuk kekamarnya.
"Bi inaaaaa....!!!!" teriak Adiittya dengan emosi meledak ledak.
"Iya Tuan." dengan tubuh gemetar bi ina berlari memenuhi panggilan tuannya
"Buang itu !!! mulai hari ini saya tidak mau ada sambal dimeja makan." menunjuk sambal
"Bbb...baik Tuan."
Suara pintu terbuka dan terlihat Adiittya masuk kekamar
"Sayang marah sama mas ???" tanya lirih Adiitya
"You thing so." jawab Ayuna ketus
"Sorry, i don't want you to get sick." ucap Adiitya memelas
" i want to sleep, you better go out !!" gumam lirih Ayuna
Adiitya terdiam, emosinya berapi api mendengar ucapan kasar Ayuna. Menarik kasar bahu Ayuna dan...
Plaakkk
Adiitya menampar Ayuna untuk pertama kalinya
"Aku suamimu, imam untukmu tak sepantasnya kau mengatakan itu padaku !!!" teriak Adiittya
Masih merasa tidak percaya dengan apa yang terjadi, Ayuna meraba pipinya yang terasa perih dan air mata yang mengalir deras. Ayuna terhenyak hendak meninggalkan Adiitya tapi langkahnya terhenti saat merasakan tangan Adiitya mencekeram tangannya
"Aaawwww... sakit mas...." pekik Ayuna
"Where are you going, hah ??" masih teriak
"Aku capek mas, aku ingin istirahat."
"Layani aku, aku menginginkannya !!!" hardik Adiitya
Adiittya menindih tubuh Ayuna, dia membuka baju Ayuna secara paksa. Ayuna terpaksa melayani kebutuhan biologis suaminya dengan menahan rasa perih dipipinya. Sebenarnya dihatinya jauh lebih perih ada rasa ketidak ikhlasan dia melayani suaminya. Adiitya melakukan secara brutal dan kasar, membuat Ayuna merasa tidak nyaman.
Ayuna pergi kekamar mandi, menumpahkan tangisnya dibawah guyuran shower. Dua puluh menit sudah dia membersihkan dirinya, dia melihat suaminya masih tidur diranjang. Ayuna keluar, memilih tidur di kamar lain. Dan lagi lagi dia menumpahkan air matanya, dia benar benar kecewa pada suaminya.
"Kau jahat masss...... hiks hiks hiks.... ibu.... Yuna sakiitttt buuu..... hiks hiks hiks...."
πΉto be continue πΉ
Bosssquuuu jangan lupa sebelum beralih tekan LIKE, ketik KOMENTAR, kasih BINTANG LIMA pada halaman sampul dan VOTE untuk novel ini yacchhh...... terimakasih π€π€ π€
__ADS_1
i_eyyun ππ