KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 57


__ADS_3

Jam sepuluh malam, Adiittya tiba dibandara Soekarno-Hatta. Karena ia mendapat tiket pesawat paling terakhir. Juga karena ia menyelesaikan pekerjaannya di Malang hingga larut malam.


Seharian ini ia tidak bisa tenang memikirkan istrinya. Kali ini ia dan Rico menggunakan taxi menuju rumahnya, ia sengaja tak meminta sopir rumahnya untuk menjemput.


Dirumah nampak sepi, saat ia berhasil menapakkan kakinya.


"Sepi banget bos, seperti rumah kosong tak berpenghuni." celetuk Rico, ia mengedarkan pandangan ke penjuru ruangan setelah menekan saklar lampu yang ada dirumah Adiittya


"Ssstt... mungkin sudah pada tidur, Ric." jawab Adiittya, menepuk bahu Rico "Kau tidur disini saja, sudah malam." kemudian ia menaiki tangga sambil membawa kopernya kekamar.


Sudut bibir Adiittya tertarik keatas membentuk lengkungan senyum, mendapati istrinya meringkuk dibawah selimut bersama anak kebanggaannya.


Ia menyimpan kopernya disamping lemari dan melepas jasnya serta menggulung lengan kemeja sampai siku. Perlahan ia merangkak naik ke ranjang berbaring miring disamping istrinya.


Tidur Ayuna terusik, ia merasa ada kecupan dikening dan pipinya. Tubuhnya terasa hangat ditambah hembusan nafas yang menerpa dibelakang lehernya.


"Eerrrgghh"


Ayuna mengerang. Lagi lagi tubuhnya terasa hangat karena pelukan Adiittya semakin erat dari belakang tubuhnya. Mata Ayuna mengerjab karena mencium aroma maskulin yang biasa dipakai oleh suaminya.


"Mass....!!" seakan tidak percaya, Ayuna membuka matanya lebar. Dan benar, lengan kekar yang melingkar dipinggangnya itu suaminya.


Adiittya merangkak dan membungkuk diatas tubuh Ayuna dengan siku dan lutut sebagai penopangnya.


Adiittya sudah tak bisa menahan rindunya, ia ingin segera melampiaskan hasratnya namun Ayuna mendorongnya ke belakang.


"Sayang nggak kangen sama mas." Adiittya mengeram kesal menatap dingin Ayuna


Ayuna bangun dan bersila duduk didepan Adiittya. Ia tersenyum melihat suaminya yang sedang merajuk "Bukan begitu mas...." Ayuna menangkup kedua pipi Adiittya, lalu ******* lembut bibir kenyal suaminya.


Tak ingin menyudahi ciuman istrinya, segera Adiittya menarik tengkuk leher Ayuna untuk memperdalam pagutannya.


"I miss you sayang." ucap Adiittya lirih, ibu jarinya mengusap bibir ranum Ayuna


"Aku juga merindukanmu mas..." balas Ayuna, matanya berbinar bahagia " Mas bersih bersih dulu gih, setelah itu....."


"Setelah itu kita main, sayang." sambung Adiityya melanjutkan kalimat Ayuna yang terpotong olehnya.


"Mas... mau mandi atau bersih bersih saja." Ayuna turun dari ranjangnya "Mas.. ikh !! belum cuci kaki juga uda nyiumin anaknya !! mas itu dari luar banyak kuman dan lainnya yang menempel dibadanmu mas. Buruan sana ke kamar mandi." Adiittya cengar cengir mendapat cercaan dari istrinya


"Sayang...., bantuin buka kemejanya ??!!" rengek Adiittya

__ADS_1


Dengan sabar Ayuna membuka satu persatu kemeja suaminya, sedangkan lengan Adiittya dilingkarkan kepinggang Ayuna sambil memberi kecupan kecil berkali kali dibibir Ayuna.


"Sudah !! pergi sana !!"


"Celananya sayang"


Dahi Ayuna mengernyit "Mas mau melepas celana disini ??" Adiittya mengangguk, "Kenapa !!!" protes Adiittya. "Mas nggak malu ?? kalau Arion lihat gimana ?? kayak bayi saja, pergi kekamar mandi dengan telanjang."


"Ya sudah mas nggak mau mandi..." Adiitya nelonyor duduk disofa, menatap kesal Ayuna, bibir dimanyunkan dengan tangan bersendekap.


Ayuna mengambil nafas dalam. Entah setan mana yang merasuki tubuh suaminya itu.


"Sini, aku bukain celananya."


Adiittya kegirangan kemudian mendekat keistrinya "celana dalamnya juga sayang."


"Hm" Ayuna hanya berdehem "Sudah !! buruan mandi, keburu malam." ucap Ayuna sambil berlalu pergi pura pura mengambil piyama Adiittya, sebenarnya ia malu dan menyembunyikan pipinya yang memerah itu.


"Sayang... lihatlah ular mas sudah berdiri tegak. Siap mematok masuk kegua sayang." bisik Adiittya sambil digesek gesekkan kepantat Ayuna


"Masss...mesum banget sih" Ayuna menutup mukanya melihat pedang suaminya yang keras berdiri tegak.


Adiittya tersenyum geli melihat tingkah lucu istrinya yang malu malu "Tapi sayang suka kan ??" goda Adiittya sambil memegang harta karunnya dan menggesekkan diperut Ayuna


"Okey !! tunggu mas mandi, jangan tidur dulu." pinta Adiittya, kemudian ia menunduk sejajar dengan perut Ayuna "Boy, wait daddy. Nanti kita bermain bilyard didalam okey !! muach !!!"


Setengah berlari Adiittya masuk kekamar mandi. Ayuna hanya menggeleng kepala melihat tingkah suaminya yang seperti anak kecil.


Sementara itu Ayuna membopong Arion untuk dipindahkan kekamar balita itu sendiri. Agar balitanya tidak terganggu dengan olahraga malamnya. Mengingat kejantanan suaminya yang tak pernah lelah.


Dengan handuk masih melilit dipinggang, Adiittya keluar dari kamarnya mencari keberadaan Ayuna.


"Sayang..." teriak Adiittya, tanpa dosa


"Ya allah mas" Ayuna terkejut melihat suaminya, yang hanya memakai sehelai handuk untuk menutupi tubuh bagian bawahnya. Sedangkan dada bidangnya dibiarkan terbuka tanpa tertutup apapun memperlihatkan susunan ototnya yang kotak kotak masuk kekamar Arion, beruntung Lala masih didalam kamarnya sendiri.


"Mas kekamar dulu, saya akan memanggil mbak Lala untuk menemani Arion."


"Jangan lama lama sayang..."


Ayuna tak menjawab, kemudian menuruni anak tangga kekamar Lala.

__ADS_1


Tak berselang lama Ayuna sudah masuk kekamarnya. Ia menghampiri Adiittya disofa yang sedang memainkan ponselnya.


Tanpa babibu lagi Adiittya menarik istrinya duduk dipangkuannya dan tangannya mulai memgerayangi paha Ayuna.


"Mas.... " Lirih Ayuna saat tangan Adiittya sedikit demi sedikit mulai mendekati area sensitifnya


"Apa, hemmm !! Mas tidak bisa menahannya lagi."


Adiittya mendaratkan bibirnya diatas bibir Ayuna. Mereka berciuman penuh kerinduan. Saling mencecap dan m****at. Adiittya melepas tautannya dikala kehabisan nafasnya. Keduanya saling tatap dan tersenyum.


"Tiga hari berpisah, kamu semakin berat saja sayang." ujar Adiittya saat menggendong Ayuna keranjang


"Bilang saja aku gendut."


Adiittya tersenyum, ia kembali ******* bibir Ayuna. Tangannya meremas bokong sexy padat Ayuna. Membuat Ayuna mendesah dicumbuan Adiittya.


"Aahh......"


Adiittya semakin bersemangat, ia terus meremasnya, ciuman Adiittya beralih keleher jenjang, mencium dan menjilatinya diiringi suara rintihan yang keluar dari mulut Ayuna.


"Ssshhh...mass.."


Adiittya berganti posisi tidur miring dibelakang Ayuna dan mempererat pelukannya dari belakang. Iya, sejak perut Ayuna membesar, Adiittya melakukannya dari belakang.


Adiittya sudah tidak tahan lagi, ia menekan bagian bawah Ayuna untuk bertemu dengan bagian bawahnya yang sudah menonjol keras dan sesekali menggoyang pantatnya.


"Emmbbhh... sayang" Adiittya mendesah lalu melepas tali piyama yang Ayuna kenakan membuat gunung kembar Ayuna menyembul dibalik bra hitamnya


Seperti anak kecil yang kehausan, Adiittya menjilat, memilin, menyesap bahkan menggigit kecil disekitaran gundukan Ayuna hingga meninggalkan bekas merah.


Dan akhirnya Adiittya mendapatkan apa yang diinginkan


Adiittya selalu pandai menaklukkan Ayuna dengan sentuhannya. Mereka menghabiskan malamnya untuk melepas kerinduannya.


Setelah olahraga malam, dengan mengenakan kimono Adiittya masuk keruang kerjanya, disana sudah ada Rico sedang meneliti beberapa berkas.


"Belum tidur bos." sapa Rico, melihat Adiittya diambang pintu


"Hm, baru menyelesaikan misiku." Adiittya duduk sambil memperhatikan Rico yang lagi serius dengan beberapa kertas ditangannya


"Pantas kau bau keringat." gerutu Rico "Apa bos tak kasihan sama istrimu, perut sudah besar pula, masih saja dimasukkin"

__ADS_1


"Sebaiknya kau cepat menikah, agar kau bisa menikmati surga dunia. Nggak sayang sama kerismu !! lama lama karatan juga tu keris. Kalau tau gitu mending dulu, punya loe nggak usa dipotong Ric !!"


"Ngawur saja. Punyaku ini unlimited bos, berlapis diamond. Nggak sembarang orang bisa menyentuhnya."


__ADS_2