KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 34


__ADS_3

Pagi ini Ayuna bangun lebih dulu, mengenakan dress mini berwarna mustard diatas lutut lengan pendek, rambut digulung keatas memperlihatkan leher jenjangnya yang mulus.


Adiittya masih tertidur dengan berbalut selimut tebal, menggerak gerakkan tangannya kesamping mencari keberadaan istrinya. Perlahan membuka matanya, mengedarkan pandanganya. Senyum tipis terbit disudut bibirnya melihat Istrinya sedang merias diri dimeja rias.


"Sayang....!!!"


Adiittya menyibak selimutnya, meraih celana piyama panjang yang ada disofa samping ranjangnya.


"Hmmm" masih melanjutkan riasannya, hanya menatap suaminya lewat pantulan cermin


"Kenapa mas ditinggal mandi ???" lengan kekarnya melingkar dipinggang Ayuna dari belakang. Wajahnya bertumpu dipundak Ayuna. Telapak kedua tangannya jatuh diatas perut istrinya yang buncit.


"Mas tidurnya pulas, sepertinya lelah jadi aku tidak tega mau bangunin." tubuhnya menggeliat, Adiittya yang mulai menciumi leher jenjangnya


"Itu karena semalam sayang tidak mau berhenti olahraganya." jawab santai Adiitya, yang masih menciumi leher jenjang


"Apaan sih mas, bukannya kamu yang minta nambah terus" elak Ayuna tidak mau kalah


Cup


"Mas !!!" pekik Ayuna mendapat ciuman mendadak dibibirnya


"Morning kiss" kembali mencium leher Ayuna


"Mas tidak kerja, buruan mandi gih" Ayuna melepas pelukan suaminya, menciumnya sekilas "Morning my husband" jempolnya mengusap bibir Adiittya menghapus bekas lipstiknya


"Morning my baby" Adiittya berjongkok menyapa anaknya yang masih belum lahir lalu menciumnya


"Sayang tidak risegn saja. Perut sayang sudah buncit lo. Mas tidak tega melihatnya." melingkarkan tangannya dipinggang istrinya dari depan, tangan kirinya mengelus


"Usia kandunganku masih 5 bulan mas, nanti ya mendekati lahiran saja , aku risegn nya."


"Apa ??? tidak !!! mas mau sayang resign sekarang !! tidak ada bantahan lagi." sungut Adiittya jengkel


"Mass..." kalimat Ayuna tercekat, terkejut Adiittya yang sudah melepas pelukannya. Nampak wajah suaminya yang sedang marah


Adiittya menyambar kimono piyama yang senada dengan celananya untuk membalut dada bidangnya. Keluar menuruni tangga dimana baby Arion bersama Lala, babysisternya.


"Morning baby??" mencium pipi gempil Arion, lalu bercengkerama dengan anak laki lakinya itu.


"Mas tidak mandi. Nanti telat lo kekantornya." kata Ayuna menuruni anak tangga


Mendengar suara sang mommy , tangan mungilnya merajuk minta digendong


"Maa...mmm..aaaa" celoteh Arion yang bikin gemas Adiittya, walau tangan mungilnya memukul mukul mukanya.


"Mas..." panggil Ayuna lagi, karena suaminya tak mengindahkannya.


Adiittyya berdiri kemudian masuk kekamar mengacuhkan istri yang didekatnya.


Ayuna mengambil Arion dari tempatnya bermain, lalu menggendongnya. Menyusul suaminya yang cuek padanya.


"Mas marah ??" tanya Ayuna duduk ditepi ranjang memangku Arion


Adiittya tak bergeming, tidur tengkurep menenggelamkan mukanya di bawah bantal

__ADS_1


"Soal ini kan udah pernah kita bicarakan mas, aku bakal resign jika kehamilanku sudah besar. Mas tidak lupa kan ???" Ayuna mencoba membujuk suaminya


"Terserah !!!" tegas Adiittya marah masih menutup kepalanya dengan bantal


"Mas, tidak kerja udah..."


"Enggak !!!" tolak tegas Adiittya memotong kalimat Ayuna


Ayuna menghela nafas panjang


"Ya sudah mas istirahat saja, aku berangkat kerja ya mas." pamit Ayuna mengambil tangan kanan suaminya lalu menciumnya, satu tetes air mata Ayuna jatuh ditangan Adiittya


"Assalamu'alaikum mas" setelah mencium tangannya, Ayuna hendak mencium pipinya namun segera ditepis oleh suaminya


"I love you mas" suaranya parau, lalu keluar dari kamar


Ayuna menuruni tangga mencari keberadaan Lala, air matanya masih menggenang dipelupuk matanya


"Mbak Lala tolong nanti Tuan dibangunin ya buat sarapan." menyerahkan Arion ke Lala


"Baik nyonya."


"Anak sholehnya mommy tidak boleh nakal ya dirumah, mommy berangkat kerja dulu." setelah mencium anaknya, Ayuna berangkat naik taxi.


Memang Ayuna lebih senang naik taxi daripada membawa mobil sendiri. Baginya dengan naik taxi, ia bisa berbagi rejeki.


Taxi yang membawanya sudah berhenti dipelataran Rumah sakit tempatnya bekerja.


"Terimakasih pak, ambil saja kembaliannya"


"Pagi horang kaya ." sapa Alan turun dari mobil bersama suster Rara


"Alan !!!" bentak Ayuna kesal tidak suka dengan sebutan itu


"Hahaha tumben diantar sopir taxi." ejek Alan masih menggenggam tangan suster Rara


Sebuah senyum tak terlalu lebar terbentuk dibibir Ayuna. Dia menertawakan dirinya sendiri karena suaminya yang lagi marah padanya.


"Aduh" pekik Ayuna ketika merasakan cubitan dipipinya


"Melamun saja, buruan yukk." Alan menggeret lengan Ayuna berjalan ke loby rumah sakit


"Alan pelan pelan doong" merasa kesulitan berjalan sambil menahan perut buncit bagian bawahnya.


"Mbak Rara kok mau sih barengan sama dia." celetuk Ayuna berjalan beriringan dengan Alan dan suster Rara


"Aji mumpung dok" jawab santai Rara


"Hahahahaa...." tawa Ayuna pecah mendengar jawaban Rara


Alan tersenyum nyengir sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.


Jam 07.00 Rumah sakit sudah dipenuhi orang orang sakit hendak memeriksakan diri. Ayuna dan dokter yang lainnya, sudah memulai menyibukkan diri dengan para pasiennya.


Tapi tidak dengan Adiittya yang masih sibuk dengan selimut tebalnya.

__ADS_1


"Bos nggak kerja" tanya Rico nyelonong masuk kekamar Adiittya


"Nggak" jawabnya singkat


"Hari ini ada meeting bos"


"Undur"


"Tapi boss.."


"Kau tuli atau apa hah !! bentak Adiittya, wajahnya berubah merah


"Baik bos" jawab Rico singkat, keluar kamar


"Bi ina, apa tuan dan nyonya perang dingin lagi." tanya Rico pada bi ina yang tengah membersihkan ruang keluarga


"Sepertinya mas, tadi non Ayuna juga tidak sarapan. Tuan juga belum turun untuk sarapan."


"Kenapa kau belum pergi juga Rico." tanya dingin Adiittya dari lantai dua


"Iya bos ini juga mau berangkat." elak Rico


"Dimana Tuan muda." tanya Adiittya ketika menuruni anak tangga


Bi ina mendongak" ada ditaman tuan bersama Lala"


Adiittya keluar rumah berjalan ke taman dimana ada anaknya sedang bermain dengan babysisternya


"My babby boy" mencium Arion lalu menggendong membawanya masuk kedalam kamar


"La, kamu istirahat saja." Adiittya memerintah pada babysisternya yang di iyakan oleh Lala


Merasa bosan seharian didalam kamar, akhirnya Adiittya mengajak Arion jalan jalan ke mall tanpa babysisternya, begitu juga Ayuna bersama teman temannya yang sedang makan siang di resto sebuah mall.


"Makan apa bumil ??" tanya Alan duduk berhadapan dengan Ayuna, Suster Rara disebelah kiri Alan


"Eh.. kok kamu nawarin aku sih, tu suster Rara tawarin dulu. Mau dipecat jadi calon pacarnya." ledek Ayuna menaikkan kedua alisnya


"Apaan sih dok" timpal Rara tersenyum menahan malu


"My girl, mau pesen apa ??" tanya Alan kemudian pada Rara


"Samain saja sama dokter Rara."


Alan menjetikkan jarinya memanggil pelayan restoran. Setelah menulis pesanan, tidak lama kemudian pelayan restoran datang membawa pesanan mereka.


Pegawai Rumah Sakit itu menikmati makan siang mereka. Di iringi canda tawa ulah Alan yang suka jahil. Nampak Ayuna yang tertawa lepas dan kadang memukul mukul lengan Alan, yang tidak sengaja membuat seseorang mengepalkan tangannya. Sorot matanya memendam api yang membara.


"Ayuunnnaaaa..." ucapnya lirih


๐ŸŒนto be continue๐ŸŒน


Bosssquuuu jangan lupa sebelum beralih tekan LIKE, ketik KOMENTAR, kasih BINTANG LIMA pada halaman sampul dan VOTE untuk novel ini yacchhh...... terimakasih ๐Ÿค—๐Ÿค— ๐Ÿค—


i_eyyun ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2