KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 70


__ADS_3

flasback off


Sepeninggalan Adiittya, ada setitik air mata jatuh dari balik kelopak mata Ayuna. Ia duduk dikursi sambil memandangi makanan yang sengaja ia masak untuk suaminya.


"Nyonya... yang sabar ya...??!!" bi ina menghampiri Ayuna yang sejak tadi ia sudah memperhatikan sang nyonya menangis dimeja makan


Ayuna memeluk erat pinggang bi ina, sedangkan tangan ina mengelus lembut punggung Ayuna


"Aku harus bagaimana lagi bi.. agar mas Adiittya nggak dingin lagi padaku."


"Apa mas Adiittya, sebenarnya tidak pernah menginginkan aku kembali lagi bi, dia hanya menginginkan anaknya saja ??!!" imbuh Ayuna


Ina melepas pelukan Ayuna, ia berlutut dilantai mensejajarkan tubuh Ayuna yang sedang duduk dikursi


"Nyonya jangan bicara begitu. Asal nyonya tahu, saat nyonya diantar Kasim kerumah sakit. Tuan langsung kerumah sakit, meski tangannya berdarah........"


Lalu ina menceritakan rentetan kejadian yang dialami Adiittya


"Astaghfiruallahaladzim..." Pekik Ayuna menutup mulutnya "Kasihan ya bi, mas Adiittya.. sampai seperti itu... aku akan menelfonnya bi... aku harus minta maaf padanya..."


Ayuna hendak beranjak, namun dicegah oleh ina


"Jangan ditelfon nyonya... bagaimana kalau nyonya bawakan saja makan siang ke kantornya. Ya... sekali kali membuat suprit nyonya.."


Dahi Ayuna mengkerut, dengan bibir mencebik "Suprise bi.." ralat Ayuna, yang langsung mendapat tawa membahana bi ina juga Adam yang sejak tadi berdiri tidak jauh dari Ayuna


"Baiklah ada bahan apa saja dikulkas bi.... aku mau masak kesukaan mas Adiittya"


Didapur yang biasanya jam jam seperti ini sudah bersih, kini menjadi kotor lagi ulah Ayuna dan ina yang memasak spesial untuk Adiittya.


Flasback on


"Oh... jadi seperti itu.." Adiittya manggut manggut "Berarti yang masak bi ina dong, bukan sayang...." goda Adiittya


"Aku sama bi ina mas, yang masak." ralat Ayuna " Bi ina hanya membantuku mengiris doang..." menyenderkan kepalanya didada Adiittya, dengan satu jari telunjuknya membuat pola disana


Mengecup kening Ayuna "Emmbb... sayang, bagaimana jika bi ina kita jodohkan..??"


Ayuna memukul dada Adiittya "Ngawur saja kamu mas...!!! emang mas ada jodoh buat bi ina ??"


"Ada"


Ayuna mendongak "Siapa ??"


"Aku !!! aku yang akan halalin.." yang langsung disambut tawa menggelegar Adiittya


Memukul dada Adiittya "Ikkhhh.... ditanya serius malah becanda... ngambek nih akunya ??" memonyongkan bibirnya

__ADS_1


"Jangan dong sayang.. mas bisa gila jika sayang ngambek... takut kabur lagi.." ledek Adiittya


"Maaasss..... akkhhhhh... tau ah.. "


Ayuna melepas pelukannya dan turun dari tempat tidurnya.


"Kemana sayang..??"


"Mau mandi mas.. gerah."


"Jangan dulu.." sergah Adiittya menarik tangan Ayuna yang masih disamping ranjang "Mas masih kangen sama baby sayang.." pinta Adiittya yang wajahnya dibuat semelas mungkin agar istrinya mau memberinya lagi


"Kata dokter, diusia menginjak tri semester tidak boleh sering sering gituan lo mas..kasihan dede bayinya"


Adiittya turun dengan telanjang memeluk Ayuna dari belakang "Satu ronde saja sayang" bisiknya ditelinga Ayuna membuat istrinya merasa memanas apalagi merasakan benda keras yang menusuk dibawah sana.


"Boy bujuk mommy dong..??!!" Adiittya semakin merapatkan pelukannya " Daddy masih pingin bermain denganmu nih..!!" tangannya mengelus perut Ayuna yang berbalut selimut tebal


Ayuna membalikkan badannya " Janji satu kali saja ya mas ." yang langsung diangguki Adiitttya "Terimakasih sayang..." menghujani ciuman diwajah Ayuna


Ayuna tersenyum geli melihat tingkah suaminya yang seperti anak kecil itu. Ia berjinjit dan mengalungkan tangannya dileher Adiittya, menarik sedikit tengkuk leher Adiittya lalu ******* bibir Adiittya yang diakhiri gigitan kecil dibibir bawah Adiittya.


"Sepertinya bukan mas saja yang ingin lagi sayang..." ledek Adiittya, yang membuat Ayuna tersenyum malu.


"Mas.. ikhh..."


"Apa kau juga merindukanku sayang."


Ayuna mengangguk dengan tatapan penuh arti, kemudian satu tangan Adiittya menenggelamkan jari jarinya ditengkuk Ayuna untuk memperdalam ciumannya dan satunya lagi bermain main didada Ayuna.


"I love you sayang."


Ayuna tak membalas. Ia sudah larut dalam kenikmatan yang diberikan Adiittya sore ini. Ya setelah pekerjaan Adiittya dikantor selesai, ia mengajak istrinya pulang. Ia sudah sangat merindukan Ayuna ingin menghabiskan waktu hanya berdua saja. Pantas Saja sesampai dirumah, Adiittya langsung mengajak Ayuna masuk kekamar. Mengabaikan penghuni rumah lainnya, termasuk balita laki lakinya.


"Jangan kabur kabur lagi sayang." kata Ayuna setelah mengecup kening Ayuna.


######


Hari ini Allan sengaja ijin tidak masuk kerja, selain badannya sakit semua, luka lebamnya juga masih belum pulih benar.


Ia bersandar disandaran sofa sambil mendengarkan alunan musik yang sangat ia gemari.


Tiba tiba ada suara ketukan pintu yang membuatnya terpaksa berdiri membukakan pintu untuk tamunya


"Kak Andrew ??!!" Allan berjalan masuk keruang tamu yang diikuti Andrew "Tahu dari mana alamat apartemenku."


Mata Andrew mengedar menyusuri seluruh ruang tamu Allan "Tidak sulit bagiku menemukan apartemen kecilmu ini." kemudian ia duduk dengan kaki menyilang "Ada yang aku tanyakan padamu.... aku harap kau bisa berkata jujur.. jika tidak....."

__ADS_1


"Kakak akan memukulku lagi ??" sahut Allan cepat memotong kalimat Andrew


Andrew mengangguk


"Sudah kuduga. Bagi kalian cara menyelesaikan masalah hanya dengan kekerasan, bukan dengan kepala dingin. Berbicara dari hati ke hati. Dasar bule tengik, cih !!!"


"Allan !!! Jaga ucapanmu !!!" sentak Andrew, menurunkan kakinya dan mencodongkan tubuhnya hendak memukul Allan


"Apa !!! mau pukul..!!! pukul saja, ayo !! aku gak takut ??" tantang Allan, mendekatkan pipinya ke tangan Andrew


"Maaf Allan, aku khilaf." menurunkan tangannya, kembali duduk "Aku kesini ingin bertanya baik baik padamu. Tentang.... Tata, kurasa kau mengetahuinya."


"Tata ???!! apa yang ingin kakak tahu ??"


"Jadi benar kau tau tentang Tata ??? aku ingin kau menceritakan semuanya, tanpa ada yang tertinggal... juga keberadaan anaknya. Apa dia masih hidup atau meninggal bersamanya."


Tersenyum miring "Sepenasaran itukah kau padanya ??!! sepenting apa mereka bagimu ??"


Andrew memutar malas bola matanya mendengar sindiran pedas Allan


"Jangan coba coba bermain denganku Allan." balas Andrew santai namun tegas


"Jika mereka masih hidup, apa kak Andrew mau menerimanya ??"


"Allan !!! cepat katakan !! aku peringatkan lagi padamu... jangan main main denganku.."


Allan tertawa keras mengabaikan rasa perih disudut bibirnya yang sobek akibat pukulan Adiittya kemarin


"Kak... kak... Kenapa kau sekarang berubah menjadi makhuk menakutkan seperti ini . Mana Andrew yang aku kenal dulu, Andrew yang baik, yang bijak dalam segala apapun."


Mengeram "Allannn...." tangannya mengepal, mengeratkan rahangnya keras "Jangan berbelit belit !! cepat katakan !!" mengulang kembali kata katanya


Allan berdiri mendekati Andrew "Sabar kak.." menepuk bahu Andrew "Aku ambilkan minum dulu, biar.....hati dan pikiran kak Andrew adem." berjalan ke arah pantry yang terhubung langsung dengan ruang tamu "Mau minum apa kak ..???!!"


Menyusul Allan ke pantry dan duduk didepan Allan yang sedang meracik minuman untuknya


"Allan. Please... cepat katakan kejadian Tata yang sebenarnya padaku." mata Andrew nampak berkaca kaca dengan wajah memelas


Allan menghentikan aktivitasnya sejenak, lalu mengambil nafas dalam dan membuangnya pelan


"Kak Andrew ingin tahu bagian yang mana ??"


"Semuanya..., tanpa terkecuali."


"Baiklah... tapi kakak janji. Setelah ini kak Andrew tidak mengungkit ungkit lagi tentang Tata juga anaknya. Apalagi mencoba mencari tahu pada Ayuna."


Andrew mengangguk mantap

__ADS_1


"Berita yang kak Andrew dengar itu benar. Entah bagaimana awalnya, yang saya tahu waktu itu. Tata ditemukan tergeletak lemas dengan darah mengalir bercampur air ketuban yang sudah pecah dari selangkangannya. Tanpa pikir panjang, aku meminta dokter mengoperasinya untuk keselamatannya dan anaknya. Tapi naas, meski operasinya berhasil, beberapa menit kemudian Tata meninggal dan anak laki lakinya....."


__ADS_2