KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 96


__ADS_3

5 bulan kemudian


Sedari sore, ibu kota sudah diguyur hujan yang begitu deras membuat para penghuni kota metropolitan itu lebih senang berada didalam rumah. Mereka memilih bercengkerama dengan anak istri, atau bersantai menikmati kopi sambil menonton acara televisi yang mereka gemari.


Tapi tidak dikediaman Adiittya, orang tua ini sedang membujuk putranya agar cepat tidur. Karena cuaca dingin yang mencekam ini, menginginkannya mencari sebuah kehangatan. Lalu dari mana lagi sebuah kehangatan yang bisa ia dapatkan, kalau bukan dari istri kesayangannya.


Meski di kehamilan istrinya yang mulai membesar kini, tak membuat rasa ingin menyalurkan hasryatnya mengendur. Calon bapak dua anak ini semakin menggila menikmati setiap sentuhan sentuhan lembut yang istrinya berikan.


"Sayang, bantu bujuk Re dong... biar mau tidur ?? mas udah nggak kuat nih !!!" bisik Adiittya yang tak didengar anaknya


"Sabar dong mas, lagian pagi tadi kan sudah ???"


"Beda dong sayang, itu kan pagi. Dingin begini enaknya ngapain coba ?? kalau nggak cari kehangatan ??!!" ucap Adiittya yang kali ini bisa didengar Re yang masih asyik dengan pesawat remotnya


"Setuju.... Daddy benar Mom, kita butuh kehangatan."


Pasangan orangtua muda yang saling berpelukan ini sontak mengernyitkan dahi kebingungan mendengar pernyataan putra sulungnya yang salah paham.


"Apaan sih Re kamu ini, nyamber aja !!!" sengit Adiittya


Mata Re menyipit tajam ke arah Adiittya "Daddy !!! daddy bilang butuh kehangatan kan ??? Re juga. Re mau pisang goreng hangat, mommy." rengeknya


"Ohh..." ucap Adiittya dan Ayuna kompak.


Mereka tersenyum tipis setelah mendengar penjelasan Re. Awalnya mereka kira Re paham apa yang sedang Adiittya inginkan, ternyata salah.


"Okey, tunggu disini akan mommy buatkan"


"No sayang." cegah Adiittya, kemudian mengelus rambut Re "Re, suruh bu Siti saja masak buat Re. Mommy nggak boleh kecapekkan "


"Baiklah." jawab Re malas "Tapi Re takut turun sendiri..." lanjutnya sambil mematikan remot pesawatnya


"Ayo Daddy antar Re turun." Adiittya menyibak sedikit selimut yang membalut tubuhnya dan Ayuna.


Adiittya membawa Re dalam gendongannya menuruni anak tangga


"Bu Siti...." panggil Adiittya


"Bu Siti...."


"Iya Tuan" Siti berlari kecil dengan mukenah yang masih menempel dibadannya "Tuan butuh sesuatu ???"


"Bu Siti selesai sholat atau baru akan ???"


"Sudah selesai, Tuan."


"Re minta dimasakin pisang goreng bu, tolong buatkan ya ?? "


"Baik, Tuan."


"Re ikut sama bu Siti dan tunggu didapur sampai bu Siti selesai masak ya ?? Bu Siti suka ngantuk kalau hujan begini." bujuk Adiittya pada Re


"Benar kan bu ??" kata Adiittya sambil mengedipkan satu matanya memberi tanda supaya mengiyakan uacapannya

__ADS_1


"Benar itu mas Re. Mas Re mau kan menemani bu Siti ???" ajak Siti, mengerti maksud kedipan tuannya agar bisa berdua sama istrinya


Balita tanpa dosa itupun mengangguk


"Ya sudah sana temenin bu Siti melepas mukenah dulu..."


Siti menuntun Re masuk ke kamarnya setelah itu baru acara memasak pisang goreng


Bibir Adiittya mekar mengembang, karena berhasil mengusir pengganggunya setelah beberapa cara ia lakukan tak kunjung ada hasilnya.


"Sayang, mulai yuk ??" ajak Adiittya setelah mengunci pintunya


Suara pelan Adiittya tepat ditelinga Ayuna, membangkitkan desiran memanas yang sejak tadi sudah ditahannya. Bagaimana tidak, sudah sejak tadi tangan Adiittya sudah bergerilya kepaha mulus Ayuna, kadang juga berjalan jalan memainkan daerah sensitif Ayuna yang dibawah sana tanpa sepengetahuan anaknya.


"Mass... bagaimana jika Re nanti melihat kita ??" suara Ayuna tercekat karena sentuhan lembut Adiittya


"Tidak sayang, aku sudah menitipkan Re ke bu Siti." jelasnya disela sela menjilat gua Ayuna yang sudah basah "Aku juga sudah mengunci pintu kamar kita." imbuhnya sambil menyibak keatas daster yang Ayuna pakai guna mencari gunung kembar istrinya yang begitu menonjol


"Mass...." desahan Ayuna "Cee...pat... ya mass...."


Adiittya tak menjawab, ia lebih memilih menikmati mengulum p*ting Ayuna


Akhirnya Ayuna pasrah setelah melepas kenikmatannya yang pertama, karena suaminya yang kuat itu akan sangat lama mencapai klimaksnya meski Ayuna sudah beberapa kali mencapainya. Apalagi bisikan bisikan mesra yang Adiittya berikan membuat Ayuna semakin terbuai kenikamatan


"I love you my wife" bisik Adiittya parau, mulutnya yang tak mau diam membuat tubuh Ayuna bergetar hebat


Hingga dini hari, entah sudah berapa lama pasangan ini saling menghangatkan dan berapa kali penyatuan cintanya, membuat melupakan Re yang tertidur dikamar bu Siti.


Menggeliat sambil mengucek matanya "Sayang kok bangun"


"Re mana mas.... tidur dimana dia ??"


"Re sama bu Siti sayang.... biar saja disana. Nanti malam jika mas ingin lagi biar nggak menganggu kita."


"Nggak. Bawa Re kemari mas.. kasihan dia."


"Nggak akan ada apa apa sayang. Sudahlah ayo kita tidur lagi. Sayang masih lelah kan ???"


"Mass aku nggak enak sama bu Siti"


"Itu sudah tugasnya. Mas membayarnya untuk itu." mencium bibir Ayuna sekilas "Sudah ayo tidur saja. Atau sayang ingin memulainya lagi...???" kata Adiittya yang tangannya sudah berada gua Ayuna


Menghempas tangan Adiittya "Tidak ya mas, aku sudah lemas dan lelah. Aku tidur saja"


Adiittya terkikik melihat istrinya yang manyun, sambil memeluk dari belakang akhirnya ia ikut terlelap dialam mimpi bersama istrinya.


#####


Pagi hari setelah memebersihkan diri dan menjalankan sholat shubuh. Adiitttya kembali meminta Ayuna melayani kebutuhan biologisnya. Ini memang sudah kegiatan wajib Adiittya setiap pagi, dan istrinyapun tidak bisa menolak


Ketika sedang bergelut dibawah selimut, tiba tiba ada suara ketokan pintu dari luar disertai teriakan teriakan bernada ancaman


Duaar duuaarr duuaarr

__ADS_1


"Daddy !!! open the door !!!"


Teriak Re, tak dihiraukan oleh Adiittya meski sudah tiga kali Re memintanya membuka pintu


"Daddy !!! mommy !!! aku dobrak nih pintunya !!!"


"Daddy !!! Huwaaaa perut Re sakit Mommy...." bohong Re, agar orang tuanya mau membuka pintunya


Mendengar anaknya menangis kesakitan, Adiittya mempercepat maju mandurkan gerakannya agar bisa melihat apa yang terjadi pada anaknya sebenarnya.


Ceklek


"Kamu kenapa Re ??" cemas Adiittya, membuka pintu kamarnya


"Maaf Tuan, mas Re memaksa kemari" ujar Siti merasa tak enak menganggu aktivitas Adiittya yang menjadi kegiatan rutin setiap paginya.


"Nggak apa bu, terimaksih sudah jagain Re tadi malam."


Siti mengangguk kemudian pamit kembali kedapur


"Daddy !!! apa yang terjadi dikamar ini !!!" Re melihat daster dan baju koko Adiittya beserta dalemannya berserakkan dilantai


"Nothing" Adiittya kembali merebahkan tubuhnya disamping Ayuna yang berbalut selimut


"Mommy belum bangun, Dad ???!!"


Melihat Ayuna yang masih memejamkan mata. Kemudian Re merangkak naik dan merebahkan dirinya ditengah tengah orangtuanya


"Sudah. Mommy butuh istirahat saja. Katakan kenapa pagi pagi sekali Re sangat berisik."


"Itu karena Daddy sudah membiarkan Re tidur sama bu Siti" marahnya


"Bukan begitu Re, semalam Daddy sudah membopongmu untuk pindah bersama daddy. Namun kau malah merengek minta tidur sama bu Siti. Salah siapa hayo...???" bohong Adiittya


Memutar bola matanya sambil mengingat kejadian semalam


"Aku tidak mengingatnya !!!'


"Jelas kau tak ingat. Kau pulas sekali. Pasti kau menghabiskan banyak pisang goreng semalam."


"Bisa jadi"


Kemudian menoleh menatap wajah lelah Ayuna, tangan mungilnya mengelus pipi sang mommy


"Mommy.... are you sick ???" iba Re membuat Adiittya mengulum senyum penuh kemenangan telah berhasil membohongi putranya.





🌹 Kakak lophers kasih vote doong, biar semakin semangat lagi authornya....😢😢🌹

__ADS_1


__ADS_2