
Sesuai janjinya siang ini Adiitya datang kerumah sakit, untuk memeriksakan kandungan istrinya. Dia sengaja tidak masuk keruang praktek istrinya karena banyaknya pasien yang sedang antri menunggu panggilan.
Duduk dengan satu kaki di silangkan dan satu kakinya lagi sebagai tumpuan. Memakai kaca mata hitam yang menutupi mata, hidung mancung bak perosotan ditambah dada bidang yang bisa dibilang perfect berhasil mengalihkan perhatian para pasien yang kebetulan sebagian dari ibu ibu.
Beberapa di antaranya ada yang tak berhenti menatapnya, ada juga yang bisik bisik entah apa yang dibicarakan bahkan ada pula yang tak segan segan mengajaknya mengobrol untuk menghilangkan jenuh dan rasa penasaran tentunya.
"Tuan sakit apa ??" tanya seorang ibu paruh baya
"Tidak, saya sedang menunggu istri saya" jawab Adiitya
"Istrinya sakit apa ??" tanyanya lagi
Tersenyum "Istri saya tidak sakit, dia sedang hamil. Saya kesini mengantarnya memeriksa kandungannya."
"Tuan salah tempat, disini bukan poly kandungan melainkan poly umum. Dimana istri tuan sekarang ??" menunjukkan papan hijau bertuliskan poly umum lalu menoleh ke Adiitya
Pandangan Adiittya mengikuti pergerakan tangan si ibu sambil tersenyum menahan tawa
"Masih didalam." menunjuk sebuah ruangan dengan dagunya.
" Kalau ibu sakit apa ???" Tanya Adiitya selanjutnya
"Tiga minggu yang lalu saya mengalami kecelakaan, kakiku terluka. Sebenarnya kemarin saya sudah dari sini, tapi yang memeriksa bukan dokter Ayuna, melainkan dokter lain. Sekarang kakiku malah membengkak. Makanya hari ini saya datang lagi semoga dokter Ayuna sudah masuk. Aku lebih senang kalau dokter Ayuna yang memeriksaku" titah si ibu sambil mengurut kakinya yang bengkak.
"Kenapa ??" cicit Adiittya
"Dokter Ayuna itu orangya sabar, baik, berbicaranya sopan dan cantik lagi. Makanya ibu setua saya ini lebih senang jika dia yang memeriksa, orangnya sangat telaten. Jika tuan bertemu dengannya pasti terpesona. Tapi sayang dia sudah menikah, banyak yang bilang suaminya juga tampan. Aahhh.. seandainya belum menikah, akan kujadikan menantu untuk anak saya."
Percakapan mereka semakin seru, hingga Adiitya tidak menyadari kedatangan istrinya.
"Mas, kenapa disini. Mas kan bisa menunggu di dalam." kata Ayuna mengambil tangan suaminya lalu menciumnya
"Mas lihat sayang sangat sibuk, makanya mas menunggu disini." tersenyum sambil mengelus rambut Ayuna.
"Iya, hari ini pasienku banyak sekali. ini juga belum selesai. Mas tidak apa kan menunggu sebentar lagi. Aku selesaikan tugasku dulu ya."
"Iya sayang, mas tunggu disini. Pergilah, selesaikan tugasmu."
__ADS_1
Melihat interaksi pasangan disebelahnya, ibu paruh baya itu terlihat bingung, tiba tiba wajahnya memerah setelah menyadari laki laki yang mengobrol dengannya itu adalah suami dokter Ayuna.
"Ternyata dia suami dokter Ayuna, pantas saja dia tertawa saat aku bilang mau menjadikan dokter Ayuna menantu.Aduuhh ini mulut kenapa juga lemes banget kayak nggak pernah disekolahin saja." bathin si ibu
Tepat jam makan siang, Ayuna baru bisa keluar dari ruang prakteknya. Berjalan beriringan bersama sang suami ke poly kandungan.
"Mas tadi ngobrol apa saja sama ibu itu, kelihatan akrab banget."
"Dia bilang ingin menjadikan sayang sebagai menantunya." goda Adiittya
"Apa ???" kedua mata Ayuna terbelalak dengan mulut menganga yang ditutupi oleh kedua tangannya.
"Hahahaha" keduanya tertawa lucu
Sesampai diruangan mereka langsung disambut oleh Dokter Manda.
"Assalamu'alaikum dok, kenalkan ini mas Adiitya suami saya." ucap Ayuna memperkenalkan suaminya bersamaan Adiitya mengulurkan tangannya ke dokter Mega
"Wa'alaikumsalam dokter Ayuna, akhirnya saya bisa langsung bertemu dengan Tuan bule ya." jawab dokter Manda tersenyum membalas uluran Adiitya
"Silahkan dokter" ucap suster yang bertugas sebagai asisten dokter Manda itu membimbing Ayuna ke ranjang. Ayuna membuka sedikit pakaiannya sebelum suster mengoleskan gel diperut ratanya.
Dokter Mega meletakkan alat USG ke perut Ayuna, perlahan memutar mutarnya hingga nampak lingkaran kecil seperti biji kacang. Nampak mata Adiittya berkaca kaca menatap layar monitor yang tak jauh dari dirinya berdiri.
"Ini Tuan, janinnya sehat. Usia kandungan 4 minggu." kata dokter Mega ramah
Ayuna dibantu Adiitya untuk bangun dan merapikan bajunya kembali, lalu duduk didepan meja dokter Manda
"Dokter, untuk menambah gizi anak saya, makanan apa saja yang boleh dan yang tidak boleh dimakan istri saya dok." tanya Adiitya dengan tangan yang terus mengelus elus perut istrinya.
"Saya pikir Dokter Ayuna sudah paham soal itu, Tuan."
"Saya tidak percaya sama istri saya, dok. Lebih baik dokter Manda saja yang menjelaskan." Ekor matanya melirik Ayuna
"Sebenarnya semua bisa dimakan, hanya saja kadang orang merasa takut sendiri jika mau makan misal nanas, buah duren atau yang lain. Memang itu bisa dibilang salah satu penyebab keguguran, asal kita tidak makan berlebihan tidak apa. insya allah aman."
"Bagaimana dengan sambal ?? apa itu juga boleh dikonsumsi orang hamil, istri saya suka makan makanan pedas." kata Adiitya sengaja menyindir istrinya
__ADS_1
"Mas..uda iihh, kita harus gantian dengan pasien yang lain, kasihan tu pada nunggu panggilan, saya bisa menjaga baby kita dengan baik, okey !!" cela Ayuna melepas tangan Adiitya dari perutnya hendak berdiri
Dokter Manda dan suster disebelahnya tersenyum melihat pasangan dihadapannya sedang bertengkar
"Bentaran sayang, mas harus memastikan si baby akan baik baik saja saat istri mas yang bandel ini sedang menikmati sambal favoritnya." Adiitya kembali menyindir istrinya yang gemar makan sambal. Ayuna nyengir mendengar sindiran suaminya.
"Seperti yang sudah saya jelaskan tadi, semua bisa dimakan asal jangan terlalu banyak. Tapi jika si ibu punya masalah di bagian perut misal punya sakit lambung, types atau semacamnya, baiknya dihindari saja."
"Sayang dengar kan apa kata dokter Manda harus mengurangi makan pedas. Tapi mas lebih senang, sayang tidak memakannya sama sekali." kata Adiittya penuh kemenangan
"Iya mas." kata Ayuna pelan
"Lebih baik mengiyakan saja daripada harus berdebat, capek" bathin Ayuna
"Ada keluhan lagi ?? mual, muntah atau yang gejala lain ??" dokter Manda menjeda kalimatnya sembari menulis resep
"Kalau tidak ada, ini ada beberapa vitamin yang harus ditebus diapotik." menyerahkan resep ke Ayuna
"Satu lagi dok, saya masih bisa berhubungan badan dengan istri saya kan ??" tanya Adiitya tanpa malu
"Mas iiihhh malu maluin saja." merasa malu, Ayuna mencubit paha Adiittya
"Aawww sakit sayang, mas harus tahu. Ini penting buat mas." ucap Adiitya sambil meraba pahanya bekas cubitan Ayuna
Mendengar penuturan Adiitya, dokter Manda tidak bisa menahan tawanya bahkan susternya ikut tertawa.
Keluar dari ruangan dokter Manda, Adiitya senyum senyum sendiri.
"Mas kenapa senyum senyum sendiri."
"Mas tidak menyangka seganas itu king cobra mas, hingga membuatmu hamil secepat ini." Kata Adiitya sambil mengerlingkan kedua alisnya sedangkan Ayuna bergidik ngeri
πΉto be continue πΉ
Bosssquuuu jangan lupa sebelum beralih tekan LIKE, ketik KOMENTAR, kasih BINTANG LIMA pada halaman sampul dan VOTE untuk novel ini yacchhh...... terimakasih π€π€ π€
i_eyyun ππ
__ADS_1