
Matahari pagi kembali menyapa, memancarkan sinar yang masih sejuk dipagi hari......
Ayuna baru saja membuka matanya, ia melihat Adiittya yang sudah rapi dengan baju kantornya. Sambil memegangi pinggang belakangnya, ia beranjak turun dari tempat tidurnya.
"Mas kok gak bangunin aku ??" mengambil alih dasi dari tangan Adiittya, kedua kakinya agak berjinjit untuk mempermudah memakaikan dasi dikerah baju suaminya
Adiittya diam tak bergeming, hanya menatap kosong istrinya
"Maafkan aku mas.... selalu membuatmu kesal." kata Ayuna pelan, ia memilih mengalah karena ingin berdamai dengan suaminya. "Mas... mau makan apa, biar aku masakin ya ??" Ayuna mendongak menatap mata Adiittya, setelah merapikan dasi dan kemeja Adiitttya
Tanpa menunggu jawaban Adiitttya, Ayuna mencuci muka dan sikat gigi setelah itu ia turun kedapur membuat sarapan untuk suaminya.
"Rico !! kita pergi sekarang !!" ajak Adiittya dingin, mengabaikan Ayuna yang sedang menata sarapan dimeja makan
"Nggak sarapan dulu mas..." tanya Ayuna menatap nanar suaminya
Alih alih untuk menjawab istrinya, menatap wajah sendu Ayuna pun tidak.
Sepeninggalan Adiittya, ada setitik air mata jatuh dari balik kelopak mata Ayuna.
Sejak sampai dikantor, Adiittya menjadi pendiam dan serius, ia nampak benar benar fokus pada pekerjaannya yang sudah lama terbengkalai. Bahkan Rico tidak berani mengganggu Adiittya, ia tahu saat ini kondisi sahabatnya itu sedang tidak baik.
"Maaf pak, sudah waktunya meeting." kata seketaris Adiittya memecah keheningan, saat menapaki ruang kantor Adiittya
Adiittya dan Rico sama sama mengangguk "Lima menit lagi saya kesana" ujar Adiittya seraya melihat jam tangannya
Tak lama kemudian Adiittya siap memimpin meeting peninjauan yang hanya dilaksanakan satu bulan sekali bersama para kepala dari berbagai devisi. Selama meeting nampak Adiittya yang sangat dingin. Membuat para penghuni ruangan lebih serius dari biasanya, mereka tahu jika bos besarnya sedang tidak mood hari ini.
Selama dua jam, akhirnya meeting berakhir. Semua kepala devisi kembali keruangannya masing masing. Tapi tidak dengan Rico, ia mengekor Adittya masuk keruanga Adiittya, dimana si bosnya itu kembali menyibukkan dirinya pada lembaran lembaran pekerjaannya.
"Sampai kapan kau akan diam seperti ini bos."
Adiittya menoleh Rico sekilas, kemudian kembali lagi pada lembaran kertas kertasnya
"Bos... apa sikapmu itu tidak keterlaluan. Kasihan istrimu... Jangan dibuat stres bos..., dia lagi hamil lo...bisa bisa dia keguguran nanti." kata Rico yang sudah gatal ingin disampaikan sejak tadi
Adiittya menghentikan pekerjaannya, mengusap frustasi wajahnya lalu menatap dalam, foto pernikahannya yang membuat manis mejanya
"Jujur aku kasihan sama istriku. Aku sengaja bersikap dingin sejak tadi malam karena aku ingin menyiapkan hatiku jika sewaktu waktu dia meninggalkan aku. Aku sadar aku bukan suami yang seperti ia impikan."
"Jangan bicara seperti itu bos. Gak mungkin nyonya akan melakukan itu. Sesakit sakitnya hati nyonya, dia pasti memaafkanmu"
__ADS_1
"Benar. Untuk itu aku takut membuatnya sakit lagi. Ayuna itu selain cantik dia wanita yang sangat sabar. Jujur ada rasa takut dihatiku, aku takut kehilangan dia. Mengingat banyak pria yang ingin dekat dengan istriku. Aku gak sanggup jika kehilangan dia, Ric. Aku terlalu takut untuk itu."
"Jujur aku ingin menjadi suami seperti yang di mau Ayuna. Aku ingin memperdalam ilmu keislamanku. Tapi aku masih ragu, apa aku bisa ???"
"Bisa." sahut Ayuna dari bibir pintu kantor Adiittya yang membuat Adiittya dan Rico terkejut
Tangan Ayuna mencakup kedua pipi Adiitttya "Kamu pasti bisa mas.. Adiittya Joseph Sebastian pasti bisa !!" mata Ayuna berkaca kaca memberi semangat suaminya
Sedangkan Adiittya hanya melongo tidak percaya jika saat ini istrinya didepannya
cup
Mengecup bibir Adiittya sekilas
"Kita akan berjuang bersama, berjuang demi keutuhan rumah tangga kita dan kebahagiaan anak anak kita."
"Sayang......!!!!" Adiittya mencium telapak tangan Ayuna yang sajak tadi mencakup pipinya.
Ayuna menggangguk mantap seakan dia tahu isi dalam pikiran Adiittya
"Terimakasih sayang...." Adiittya memeluk erat Ayuna, air mata haru diantara keduanya tiba tiba mengalir tanpa meminta ijin pada siempunya.
"Ekhem ekhem... !! waaaahhhh gue dikacangin nih !!! panas ....panas.... es batu mana... es batu..."
Adiittya dan Ayuna melepas pelukannya, mendengar omelan Rico yang tak berhenti.
"Oya ini aku bawakan makan siang untukmu mas..." Ayuna mengalihkan menutupi rasa malunya pada Rico
"And then me"
"Yes, to you too mas Rico."
"My bos is the best."
Ayuna mengambilkan nasi dipiring Adiittya kemudian berganti ke piring Rico. Ayuna merasa telah mendapat kedamaian melihat suaminya kembali tertawa saat bercanda dengan Rico disela sela makan siangnya.
"Sayang... gak makan ??"
Ayuna menggeleng "Sudah kenyang mas.."
"Bener..!! mas nambah nih..!!"
__ADS_1
Ayuna mengangguk "Iya mas.., beneran." ia tersenyum senang melihat nafsu makan Adiittya tidak seperti biasanya. Entah karena Adiittya lama tidak makan masakannya atau karena terakhir ini Adiittya yang sering melupakan makan.
"Sayang kok tiba tiba disini. Seharusnya kan sayang istirahat saja dirumah." kata Adiittya dengan mulut masih penuh makanan
"Si baby.. kangen sama daddy nya.." jawab Ayuna mengelus perutnya "Ingin dipeluk... ya kan sayang..??!!" Ayuna seolah mengajak bicara anak dalam perutnya
Adiittya menegak minumnya sampai habis, lalu membungkukkan badannya mensejajarkan perut Ayuna. Tangannya mengusap perut Ayuna, mencium lalu memeluknya
"Daddy juga kangen sama kamu boy." tangan Ayuna membelai lembut rambut suaminya, kemudian kepala Adiittya mendongak menatap istrinya "Mas juga kangen sama kamu sayang..."
"Waaahhh.... woooiii.... ini bukan patung, ini juga manusia punya rasa dan hati. Please deh... kalau mau adegan mesra jangan disini. Membuat mata suciku ternoda." omelan Rico merutuki mereka berdua, yang langsung dilempar bantal sofa oleh Adiittya
"Makanya kau jadi orang tau diri dikit. Sudah tau bosnya ada kunjungan istimewa, malah nemplok saja ikutan makan pula."
"Segerakan cari jodohnya mas Rico, keburu habis lo stok gadisnya." ledek Ayuna yang langsung disambut tawa terpingkal pingkal oleh Adiittya
"Ledek terus... puas puasin deh.. " sungut Rico "Pasangan sangat menjengkelkan, sama sama tidak bisa mengerem mulutnya." gerutu Rico
"Sayang mau langsung pulang atau disini."
"Babynya ingin disini saja, pingin lihat daddynya kerja
"Ya sudah mas lanjutin kerja dulu ya..., biar cepat pulang." pandangannya beralih diperut Ayuna, tangannya membelai minta ijin pada sang anak "Daddy kerja lagi ya sayang, kamu istirahat saja didalam sana." lalu mendaratkan satu kecupan
"Rico kembalilah ke ruanganmu, mataku bosan melihatmu." kata Adiittya sembari berjalan kekursi kebesarannya
"Menyebalkan." gerutu Rico sambil berjalan keluar ruangan
Bibir Ayuna tak berhenti mengulas senyum mengembang melihat suaminya yang nampak gagah jika sedang fokus bekerja. Ternyata usahanya siang ini tidak membuatnya kecewa. Pasalnya Adiittya benar benar senang dengan kehadirannya. Adiittya pun demikian disela disela dia sibuk dengan dokumennya, ia sesekali mencuri pandang wajah istrinya yang merah merona.
"Masss... ikhh... jangan lihatin terus... aku malu.." rajuk Ayuna menutup wajahnya dengan bantal
"Hahahaha..... habisnya ada pasar tomat diwajahmu sayang...."
"Mass... !!! lempar nih..!!!" rengek manja Ayuna
"Hahaha... iya sayang iya.. mas akan fokus kerjanya, biar kita cepat pulang."
"Terimakasih ya Allah.... engkau kembalikan istri manjaku lagi.. aku janji tidak menyakitinya lagi... jikalau itu sampai terjadi.. ingatkan aku dengan hukumanmu." kata hati Adiittya
🌹Terimakasih buat readers lovers yang sudah membaca karyaku. Author berharap readers lovers bisa tinggalkan Like, Komen, Tip dan Vote yang banyak ya..... karena itu sangat berarti bagi Author. Semoga readers lovers selalu sehat dan bahagia 🌹
__ADS_1