
"Sayang....!!!"
Tiba tiba tubuh Ayuna menegang, nyanyiannya berhenti seketika. Perlahan ia menoleh pada suara yang sangat ia kenali.
"Mas Adiittya...." pekik Ayuna terkejut, dia segera menggendong Arion sambil memegangi punggungnya berusaha berdiri
Melihat istrinya yang kesusahan untuk berdiri, Adiittya berlari kecil menghampiri Ayuna.
"Sudah mas bilang jangan gendong Arion. Dia itu berat sayang." kata Adiittya sedikit menekan suaranya, sambil meraih Arion dari Ayuna
"Gak usah sok peduli." Ayuna menepis kasar tangan Adiittya
"Sayang... Arion itu berat. Tidak baik buat kamu dan anak kita. Aku takut kaki Arion menedang anak kita nanti."
"Sudahlah mas !! mau apa kamu kemari." Ayuna duduk ditepi ranjang, dan Adiittya berdiri didepannya
"Jemput kamu. Sekarang kemasi barangmu, ayo kita pulang."
"Kamu tidak bisa memaksaku, aku gak mau ikut kamu."
"Sayang... kamu tahu, mas gila tiga hari ini mencarimu kemana mana. Mas tidak tidur, tidak makan, tidak minum membuat om Leo dan Andrew harus mengurungku dikamar. Lihatlah tanganku masih ada bekas jarum suntiknya, iya kan ??" Adiittya menarik jas dan lengan bajunya yang menutupi bekas suntikannya
"Aku tidak peduli. Itu urusanmu bukan urusanku. Sekarang pergilah !!"
"Sayang...sayang..." Adiittya duduk disebelah Ayuna memeluknya dari samping dan meletakkan dagunya dibahu Ayuna "Jangan ngomong seperti itu, sayang tidak cinta lagi sama mas, hem. Bener tidak peduli lagi sama mas." hendak mendaratkan bibirnya kepipi Ayuna, namun segera Ayuna menjauhkan mukanya.
"Sayang.... mas merindukanmu." semakin mengeratkan pelukannya "Kita pulang yuk !!"
"Pulanglah sendiri. Aku akan tetap disini bersama Arion."
"Sayang !!!" Adiittya meninggikan suranya dan berdiri dari duduknya "Arion akan pulang bersamaku." merebut Arion dari pangkuan Ayuna, membuat balita yang tak tahu apa apa itu menangis
"Mas.. siniin Arion, kasihan dia pasti takut denganmu." suara Ayuna bergetar menahan nangisnya, ia berdiri berusaha mengambil anaknya
"Ayo kita pulang." Adiittya menarik paksa lengan Ayuna
"Gak mau !! aku gak mau pulang kerumah nerakamu itu lagi mas...!!" Ayuna menepis kasar tangan Adiittya dari tangannya
"Apa kau bilang, rumahku neraka bagimu ?? oh.. jadi benar yang aku dengar kau lebih senang disini agar kau bisa bebas berduaan dengan Allan, iya ??"
"Kamu selalu menuduhku tanpa bukti"
"Bukti ??" Adiittya tersenyum smirk "Temanmu sendiri yang mengatakan padaku. Dia datang kekantor dan menyuruhku menjemputmu. Dia sakit hati padamu karena kau selalu bermesraan dengan Allan. Kau merebut kekasihnya, Ayuna !!"
__ADS_1
Ayuna terkejut mendengar apa yang diucapkan Adiittya
"Astaghfirulallahaladzim, Rara ternyata ini ulahmu. Kau mengadu pada suamiku. Aku tidak menyangka kau setega ini padaku." bathin Ayuna, air matanya tiba tiba jatuh dipipinya
"Kenapa ?? terkejut !!" tersenyum penuh kemenangan "Mau alasan apa lagi kamu, perselingkuhanmu sudah kuketahui sekarang."
"Ya aku selingkuh, tapi tidak dengan Allan. Puas !! sekarang ceraikan aku" air matanya mulai tumpah membasahi pipinya. "Aku ingin hidup bahagia bersama anak anakku." Ayuna terjatuh kelantai seolah kakinya tidak memiliki kekuatan untuk menopang tubuhnya
"Aku bersumpah !! tak akan ku biarkan kau bahagia dengan laki laki lain, Ayuna...!!"
Adiityya beranjak pergi meninggalkan Ayuna sambil menggendong Arion.
"Mas Adiittya... jangan bawa Arion mas !! kembalikan Arion padaku !!" Ayuna mengejar Adiittya yang sudah menuruni anak tangga
"Ayuna !!! apa sih maumu hah !!"
"Mas.. pelankan suaramu bisa gak sih !! gak enak sama bi Yati, ini dirumah orang mas.. "
"Makanya kamu ikut aku pulang, kalau tidak kubuat hancur rumah ini."
"Adam !!!" memanggil anak buahnya yang sedari tadi bersandar dibibir pintu ruang tamu "Gendong anakku, bawa kemobil sekarang."
Adam mengambil alih balita laki laki yang belum berhenti menangis, sambil berjalan menuju pintu keluar
ayuna berusaha merebut Arion dari Adam
Adiittya mencekeram dan menarik paksa Ayuna keluar rumah yang diikuti Yati dibelakangnya
"Mas sakit..."
"Makanya kamu menurut sama mas, Ayuna !!"
"Aku gak mau mas !!" perkataan Ayuna membuat langkah Adiittya terhenti. Dengan secepat kilat, Adiittya membopong tubuh Ayuna
"Kau tidak akan pergi kemana mana lagi, sayang. Karena kau milikku sekarang dan selamanya." ucap lirih Adiittya tepat dimuka Ayuna
"Turunkan aku mas... turunkan..." Ayuna memukul mukul dada Adiitya
"Bilang pada tuanmu terimakasih menampung istriku. Total semua biaya yang dikeluarkan untuk istriku selama disini. Aku akan menggantinya" pamit Adiittya pada Yati
"Mas...!!! lepasin aku mas... kumohon.. turunkan aku.. aku tidak mau pulang mas.. hiks... hiks..."
Adiittya mengabaikan Ayuna, ia terus saja membopong Ayuna keluar rumah hingga masuk kedalam mobil.
__ADS_1
Sedangkan wanita itu terus saja meronta ronta ingin diturunkan
"Turunkan aku mas !!! aku gak mau ikut denganmu !!" kemudian ia menoleh pada sopir Adiittya yang sudah melajukan kendaraannya "Pak sopir !! hentikan mobilnya !!"
"Ku bunuh kau Toni !!" ancam Adiittya matanya menatap tajam mata Toni pada kaca spion dalam mobil
"Kenapa sih mas, kamu itu jahat sekali. Aku benci padamu. Aku mu...Emmmpphh"
Dengan pergerakan cepat, Adiittya membungkam bibir istrinya dengan bibirnya. Namun ciumannya itu tidak mendapat balasan dari Ayuna, membuat Adiittya sedikit bermain kasar dengan berusaha menggigit kecil bibir bawah Ayuna yang sengaja Ayuna katupkan dengan menggigit bibirnya sendiri
Merasakan bau amis dari mulut istrinya, Adittya segera melepaskan ciumannya
"Sayang !!! apa yang kau lakukan ??" satu tangannya menahan tubuh istrinya yang berada dipangkuannya satu tangannya lagi mengambil tisu basah untuk mengelap mulutnya dan mulut istrinya "Sayang, kenapa kau menyakiti dirimu sendiri."
Masih membersihkan darah dibibir Ayuna memberi perinta pada Toni, sopir barunya pengganti Kasim
"Ton, cari rumah sakit terdekat disini."
"Baik bos."
"Gak perlu !!!" sahut Ayuna
Adiittya menatap tajam Ayuna "Apa yang kamu mau sayang..!!!"
"Cerai !!"
"Siapa laki laki itu, akan kubunuh dengan tanganku sendiri." hardik Adiittya
"Kenapa gak aku saja yang kau bunuh !! aku yang salah !! aku yang menggodanya !!! istrimu ini j****g, mas ???"
"Ton, apa masih jauh rumah sakitnya. Kasihan istriku, bibirnya pasti kesakitan." kata Adiittya sambil menelisik luka bekas gigitan dibibir Ayuna lalu menciumnya sekilas "Bicaranya ngelantur sekali." gerutunya yang bisa didengar oleh penghuni mobil itu.
"Gak usah ke rumah sakit, aku gak sakit." jawab Ayuna ketus, matanya melihat Adiittya yang masih sibuk dengan bibirnya yang luka
Adiittya mendongak membuat kedua matanya beradu tatap dengan Ayuna
"Sayang kenapa kamu suka sekali memperumit keadaan !! sudah nurut saja !!" merangkul, dan menyenderkan kepala Ayuna didada bidangnya. Sambil tangan satunya mengelus anak dalam perut istrinya
"Baby boy, bujuk mommy mu biar tidak marah lagi sama daddy." ujar Adiittya pada anaknya sambil menghujani kecupan dikening Ayuna
•
•
__ADS_1
🌹Terimakasih buat readers lovers yang sudah membaca karyaku. Author berharap readers lovers bisa tinggalkan Like, Komen, Tip dan Vote yang banyak ya..... karena itu sangat berarti bagi Author. Semoga readers lovers selalu sehat dan bahagia 🌹