
Tiga bulan kemudian
Akhir akhir ini Ayuna merasa tak biasa pada tubuhnya. Ini terjadi sudah dua minggu yang lalu, saat bangun tidur rasa pusing selalu menderanya dan entah kenapa dia suka sekali bermalas malasan.
Seperti saat ini, ia masih enggan beranjak dari tempat tidur. Meski Re loncat loncat diatas ranjangnya agar sang mommy bangun, Ayuna tetap tak menghiraukannya. Ayuna malah semakin menutupi dirinya dibawah selimut tebal.
"Mommy.... wake up !!" rengeknya
"Mommy...mommy...mommy... come on wake up...!!!" ucap Re yang dilagukan, kesal karena Ayuna mengabaikan rengekannya
"Re.. turun gih, pake sepatu sendiri.."
Balita itu menggelengkan kepala dan masih loncat loncat sambil teriak teriak
Adiittya baru saja keluar dari kamar mandi, mengerutkan dahi bingung melihat istrinya masih enggan beranjak dari tidurnya, sedangkan putranya ngomel ngomel memprotes sang mommy
"Tumben sekali istriku ?? sakitkah ??!! atau kelelahan akibat ulahku setiap malam...??!!" bathin Adiittya, tersenyum tipis
"Re, turun sayang... sini daddy bantu pake sepatunya." ajak Adiittya masih dengan handuk melilit dipinggangnya
"No, i want it with mommy.."
"Come on my dear, with daddy.." Adiittya masih setia membujuk Re yang masih loncat loncat
"No.. no...no..no..." Re menggeleng kepala sambil menggoyang goyangkan pantatnya,
"Re, kamu ini anak siapa sih..." protes Adiitttya jengah dengan sikap Re yang semakin menjadi bandelnya "Re stop !! sini pake sepatunya, ntar telat kesekolahnya...!!" masih tak dihiraukan "Jika Re tidak bandel, sepulang sekolah daddy ajak Re jalan jalan ke mall. Kita borong semua mainan yang Re mau...."
"Promise..!!" ucapnya mantap dan diangguki oleh Adiittya "Okey !! jika dipaksa, terpaksa Re pake sepatu sekarang...." Re turun dari ranjang Ayuna
"Apa !! nggak salah dengar gue ??!! siapa juga yang memaksanya...??? nih anak bener bener deh !!!" gerutu Adiittya
Ayuna mengulum senyum melihat suaminya yang selalu kalah telak dengan anaknya sendiri
"Daddy, Rain doesn't want to be late for school..!! go... go... bantu pake sepatu daddy...!!"
Itulah drama Rain dan Adiittya disetiap pagi dikamar utamanya. Ada saja tingkah Re untuk mencari perhatian dari sang mommy.
#####
"Re, belajar yang rajin. Nggak boleh bandel, turuti apa yang dikatakan miss. Jika perlu apa apa bilang sama Adam. Okey !!!" nasihat Adiittya saat sampai disekolah internasional Re
"Yes Daddy. i understand."
"Good. give me a kiss then walk into your class.." ujar Adiittya seraya mencium kening putranya
Re segera mencium bibir Adiitttya kilas lalu mencium punggung tangan Ayahnya
"Assalamu'alaikum Dad.."
"Wa'alaikumsalam son.."
"Dam, jaga anak gue !!!" tegas Adiittya pada Adam yang masih setia menjadi pengawalnya
Adiittya melanjutkan perjalanannya menuju hotel, tempat ia bekerja saat ini. Semenjak Pt. Sea Food diserahkan pada Rico, Adiittya lebih banyak mengurus hotel dan properti pribadinya hasil dari tabungannya sejak mengenyam pendidikan S2 diBelanda dulu. Kini ia bertekad untuk mempeluas hotelnya lagi hingga masuk dijajaran kelas dunia.
"Will.. bisakah kau keruanganku sebentar"
__ADS_1
"Siap Tuan..."
Tak butuh lama pria paruh baya itu masuk keruangan Adiittya
"Ada yang bisa saya bantu Tuan Adiittya..??"
"Hm. Duduklah !!" kata Adiittya, namun matanya tetap fokus pada layar laptop didepannya "Sudah sampai mana pembangunan hotel hotel yang saya perintahkan kemarin..??!!" ganti menatap pria yang menjabat manager dihotelnya
"Di Paris masih tahap pengecetan. Di London masih renovasi ulang karena bangunanya tak sesuai dengan desain arsitek kita. Sedangkan di Amerika dan diSwiss sudah selesai tinggal menunggu anda untuk grand openingnya. Dan dikota kota besar diIndonesia perkembangannya sangat memuaskan apalagi di Bali, kamar kamarnya tak pernah kosong..."
"Bagus..!! setelah di Paris dan London, Rencananya aku akan membangun lagi di Korea dan negara negara lain yang banyak didatangi para turis.."
"Ide bagus, Tuan." diam sejenak sambil menghilangkan keraguan "Ehmm.. maaf Tuan, sepertinya disini kita kekurangan cleaning servic. Mengingat tuan Adiittya menambah lagi kamar kamar hotel ini..."
"Sudah aku pikirkan itu. Baiklah !!! kau buka saja lowongan untuk itu.."
"Terimakasih Tuan. Jika sudah tidak dibutuhkan lagi, saya mohon pamit keruangan saya..."
"Hmm pergilah !!"
######
Matahari sudah tak menampakkan sinarnya, berarti kini sudah waktunya Adiittya untuk pulang.
Didalam mobil Adiittya masih memikirkan perubahan Ayuna yang sudah berhari hari seperti itu, bahkan kadang moodnya sering berubah ubah.
Sesampai dirumah begitu masuk, Adiittya sudah disambut Re yang tengah bermain sendiri diruang tengah, sedangkan bu Siti juga memasak sendirian tanpa dibantu Ayuna seperti biasanya
"Where is mommy ??"
"Bu Siti, dimana istriku ??" tanya Adiittya ketika masuk kedapur hanya mendapati asisten rumah tangganya
"Masih dikamar, Tuan. Nyonya sama sekali belum turun sejak pagi tadi... Apa nyonya sakit..??!!"
"Entahlah...!!! akhir akhir ini istriku jadi pemalas sekali. Moodnya juga berubah ubah.... membuatku bingung...??!!"
"Barangkali Nyonya sedang hamil Tuan. Coba diperiksakan saja, Tuan."
"Masak sih Bu, kemarin hamil pertama nggak kayak gitu, Istriku malah bersemangat bekerjanya...??!!"
"Bawaan baby itu beda beda Tuan. Ada yang setiap pagi muntah, ada yang giat ada yang malas juga..."
"Begitu ya..." mencoba berpikir sejenak "Aku keatas dulu bu Siti..., tolong buatkan susu untuk Re.."
"Baik Tuan."
Adiittya beranjak dari kursi meja makannya, menuju lantai atas
"Re.. ikut daddy ke atas nggak ??!!"
Dengan wajah cemberut, bocah kecil itu berjalan sedikit malas ke arah Adiittya
"Mukanya kok ditekuk gitu, kenapa ??!!" goda Adiitty yang tak mendapat jawaban dari Re
Adiittya tergelak, mendapati putranya yang sedang ngambek entah dengan siapa kali ini.
"Assalamu'alaikum mommy..."
__ADS_1
Sapa Adiittya setelah membuka gagang pintu kamarnya dan anak kecil itu langsung duduk disofa enggan menyapa mommynya
"Wa'alaikumsalam...." Ayuna beringsuk duduk dan bersandar, seraya mengumpulkan nyawanya
Adiittya menghampiri dan duduk ditepi ranjang "Sayang sakit ???!!" tanya Adiittya, memegang kening Ayuna setelah mendapat ciuman ditangannya
Ayuna menggeleng "Aku baik baik saja mas..."
"Sayang kapan terakhir haid ??!!"
Dahi Ayuna mengernyit sambil menggigit bibir bawahnya "Kenapa mas, tumben tanya tanggal haidku.."
"Kata bu Siti, gejala yang sayang alami saat ini bisa saja sayang lagi hamil.."
"Masak sih mas..."
"Mungkin saja...." mengelus pipi Ayuna, yang sedang mengingat tanggal terakhir haid
Tiba tiba pandangan Ayuna jatuh pada putranya yang lagi cemberut "Re kenapa mas... jutek banget..??!!"
Menoleh ke belakang dimana balitanya sedang duduk "Setiap hari juga begitu, sayang..."
"Re, kemarilah.. peluk mommy.... mommy miss you, son.."
"Re nggak berteman sama mommy !!!" narkasnya
Tersenyum simpul "Baiklah... malam ini Re tidur sendiri okey !!!" ancam Ayuna "Mommy tidur sama daddy saja..."
Kini Adiittya sudah segar dengan handuk melilit pinggangnya keluar dari kamar mandi. Raut wajahnya nampak bingung, melihat Rain yang menangis dipangkuan Ayuna
"No mommy, Re tidur with mommy with daddy... huwaaa..."
"Baiklah ada syaratnya" goda Ayuna
"Apa ???" balasnya dengan mata berkaca kaca
"Cium mommy, peluk mommy dan nggak boleh ngambek lagi sama mommy..."
"Tapi mommy nakal, mommy nggak pernah temenin Re bermain. Mommy hobinya tidur sekarang !!!" rajuknya memprotes Ayuna
"Baiklah jika Re nggak mau..!!" pura pura tidur dan menutupi tubuhnya dengan selimut "Daddy, buruan ganti bajunya... yuk kita tidur. Biar Re tidur sendiri atau sama bu Siti sana !!" goda Ayuna sambil mengulum senyum
"No !!! mommy jahat...!!!" teriaknya disela sela tangisnya sambil menatap sinis Ayuna "Daddy... mana janjimu.... huwaaa..." ucapnya setelah pandangannya pada Adiittya yang sedang naik ke ranjang
"Daddy janji apa Re ??"
"Ck, dasar orang tua !!!" memukul lengan Adiittya "Daddy janji memborong mainan buat Re !!! sudah ingat daddy...!!! hah, sudah ingat !!!" teriaknya sambil melototi Adiittya
"Astaghfiruallahaladzim.. nih anak !! bisa masuk gitu, gue masukkan lagi ke perutmu sayang..." gumam Adiittya menepuk jidatnya, yang mana membuat Ayuna terkekeh gemas
•
•
•
🌹 Kakak lophers kasih vote doong, biar semakin semangat lagi authornya....😢😢🌹
__ADS_1