KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 72


__ADS_3

Sesuai yang sudah direncanakan sebelumnya. Kini Adiittya dan Ayuna mengadakan syukuran tujuh bulan kehamilannya juga syukuran tedak siten Arion di rumahnya yang mengundang anak anak yatim dari panti Asuhan juga ibu ibu pengajian di sekitar kompleknya.


Acara berjalan lancar sesuai yang diharapkan. Bahkan kesuksesan acara tak luput dengan bantuan ibunya Ayuna juga kerabat kerabatnya yang lain dari Surabaya. Tidak hanya mereka saja. Ayuna juga mengundang Allan juga Rara.


"Ayuna.. sudah biar ibu saja yang merapikan. Mending kamu istirahat saja."


"Nggak apa bu, Ayuna juga nggak ngapa ngapain kok."


"Ayuna... ingat kamu nggak boleh kecapekan. Sebentar lagi kamu akan melahirkan, jangan banyak melakukan pekerjaan berat berat."


"Iya nyonya, ibu benar. Mending nyonya duduk saja atau mau makan sesuatu... " sahut ina saat masuk kedapur membawa mangkok berisi rujak


"Boleh deh bi, mau rujak yang bi ina bawa dong, sepertinya enak."


"Sayang...!!! sayangku...!!! kamu dimana sayang...!!!" teriak Adiittya sambil mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Ayuna "Ya ampun sayang... disini rupanya" mencium gemas pipi Ayuna "Kok gak jawab sih sayang, dipanggil dari tadi juga." menarik kursi disamping Ayuna "Makanan apa ini sayang."


"Rujak parut. Mau ??" menyuapi Adiitttya,


Adiittya menjauhkan mukanya, sambil menggeleng "Apa itu sehat, sayang...??!!"


Ayuna mengangguk, yang akhirnya Adiittya menerima suapan dari tangan Ayuna "Ya Allah.. sayang...!! ini pedas banget lo." mengambil rujak didepan Ayuna. "Bi ina..!!" bi ina menghampiri "Buang makanan busuk ini !!"


"Masss...!!! itu tidak pedas. Emang kamunya saja yang nggak pernah makan pedas. Sini deh aku mau mas.." merebut mangkoknya kembali


"Sayang !!!" menatap tajam Ayuna


"Nak Adiittya.. biar saja Ayuna makan itu. Ibu jamin nggak akan terjadi sesuatu dengan kehamilannya."


"Tapi bu..."


Aisyah mengelus lembut lengan Adiittya dan memberi senyuman lembut pada menantunya itu.


"Jangan banyak banyak sayang..." tutur Adiittta kemudian ia meninggalkan Ayuna yang masih menikmati rujak.


Karena merasa gerah, Ayuna segera pergi kekamarnya untuk mandi. Tiba tiba Adiittya sudah berdiri dibelakangnya, dengan perlahan ia membantu membuka resleting dibagian punggung Ayuna.


"Mass...." ucap Ayuna ketika Adiittya menciumi bahu talanjangnya


"Biarkan mas membantumu sampai selesai, sayang.." tangannya menurunkan baju gamis Ayuna setelah membuka resleting.


"Assshhh... masss.... akkhh...." Ayuna mendesah, karena Adittya yang terus menerus menciumi bahu telanjangnya dan perlahan kecupannya berpindah ke leher jenjangnya.


"Kamu seksi sayang..." suara berat Adiittya, tangannya mengelus perut buncit Ayuna "Mass... ingin kamu sayang..."


"Aku capek masss.... asshhh.... aakkhhh..." Ayuna semakin mendesah ketika kedua tangan Adiittya berada digunung kembarnya


"Dadamu kenyal sayang... i like it !!" tangannya m*****s dua dada Ayuna


"Masss...." memegang tangan suaminya agar tidak meneruskan aktivitasnya "Diam saja sayang...!! mas sudah menahannya sejak pagi tadi. You're so beautifull today."

__ADS_1


"Aku ingin mandi mass... akhh.."


Tanpa kata Adiittya mengangkat tubuh Ayuna dan membopongnya sampai keranjang tempat tidurnya. Selanjutnya bibir mereka bertemu saling mengungkapkan rasa cinta dan kasih sayangnya.


"I love you sayang..." Adiitttya mencium dahi Ayuna yang terlelap, kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh telanjang istrinya.


####


Beberapa hari berlalu, kerabat dari Surabaya pun sudah pulang kekotanya. Hanya Aisyah saja yang masih dijakarta untuk menemani Ayuna sampai melahirkan.


"Mas, Ayuna ijin ya ?? mau jalan jalan ke mall sama ibu juga Arion"


"Hmm. Besok !!"


"Kok besok sih mas.. !! maunya sekarang."


"No !! besok saja sama mas. Biar ada yang jaga kalian."


"Kan nanti juga ada Toni dan Adam mas.."


Melihat Anak dan mantunya berdebat dimeja makan, membuat Aisyah angkat bicara.


"Yuna, turuti suamimu. Besok saja jika suamimu sudah tidak sibuk, kita pergi. Ibu juga masih lama di sini."


"Sayang.. dengar kan yang ibu bilang."


Ayuna tak menjawab, tangannya hanya mengotak atik makanan didepannya


Ayuna menggeleng, hendak berdiri. Dengan cepat Adiittya menahan tangan Ayuna dan menyuruhnya duduk kembali.


"Open your mouth, sayang.." Adiittya menyodorkan sendok kemulut Ayuna, namun ditepis Ayuna


"Okey.. okey.. sayang boleh pergi. Tapi makan dulu"


Ayuna tersenyum.. "Terimakasih mas.."


####


Didalam mall, Ayuna dan ibunya juga Lala yang mendorong Arion di strollernya berjalan memutari sebuah toko pakaian bayi.


Arion yang aktif, berusaha menggapai barang barang yang ada didepannya untuk dipegangnya. Hingga tanpa sengaja si balita laki laki itu menarik jas seorang laki laki yang juga sedang memilih baju bayi.


"Tuan muda jangan.. " Lala menarik pelan tangan Arion


Laki laki itu menoleh "Nggak apa mbak, namanya juga anak kecil." mencubit pipi gembul Arion yang disambut tawa balita itu.


"Lucu sekali..." Laki laki itu semakin asyik bermain dengan Arion.


Melihat ada orang asing mendekati tuan mudanya, membuat Adam melayangkan bogemannya pada laki laki itu. Dan benar saja itu menyebabkan keributan dibabyshop itu.

__ADS_1


"Mas Adam !! hentikan !!" teriak Ayuna yang baru saja tiba "Ada apa ini ?? kenapa kau memukul orang ??!!" geram Ayuna


"Orang ini mengganggu tuan muda, nyonya."


Bu Aisyah segara menggendong Arion, jujur ia khawatir jika yang dikatakan pengawal anaknya itu benar.


"Kamu ndak apa La ??!!" tanya Aisyah


"Nggak apa kok bu. Tadi tuan muda tidak sengaja menarik jas tuan itu. Kemudian tuan itu mengajak tuan muda Arion bermain, itu saja. Namun tiba tiba mas Adam memukulnya." jelas Lala, yang membuat Ayuna semakin geram.


Ayuna kemudian menghampiri laki laki itu yang berusaha berdiri.


"Maafkan saya tuan, atas kesalahpahaman pengawal saya."


"Iya.. nggak ap...." Laki laki itu membelalak matanya terkejut begitu juga dengan Ayuna dan Aisyah melihat laki laki yang babak belur didepannya


"Abdi... !!! kau....????!!!"


"Ayuna...!!!" mendekat ke Ayuna "Kamu sudah menikah, itu anakmu ???" matanya beralih pada perut Ayuna "Sepertinya.... kau hidup dengan bahagia, Yuna."


"Abdi Sanjaya ???!!!" gumam lirih Aisyah, menghampiri Ayuna dan Abdi "Nak Abdi ?? benar kan ??? ini nak Abdi Sanjaya ??!!" sapa Aisyah


Mencium tangan Aisyah "Benar bu, saya Abdi Sanjaya. Mantan kekasih Ayuna."


Ayuna menelan salivanya kasar untuk membasahi tenggorokannya yang kering. Bukan karena berteriak pada pengawalnya tadi melainkan karena ia terkejut dengan sosok laki laki masa lalunya, hingga membuatnya tak mampu untuk berucap.


"Bukankah nak Abdi tinggal diluar negeri ??"


Abdi tersenyum tipis "Abdi sudah lama tinggal di Indonesia buk.... kalau nggak salah.... sudah tiga bulanan." melihat sekilas Ayuna yang mematung "Aku juga pernah kerumah ibu, mencari Ayuna. Namun tetangga ibu bilang jika Ayuna sudah menikah dan tinggal di Jakarta "


"Benarkah ???!! kok ibu nggak tahu ?? ibu kan ada dirumah.."


Abdi menggeleng "Waktu itu ibu tidak ada. Mungkin masih dipasar."


Aisyah manggut manggut membenarkan penuturan Abdi.


"Maaf nyonya... Tuan Adiittya menyuruh anda untuk segera pulang." kata Adam, menghentikan obrolan Aisya dan Abdi


Ayuna mengernyit "Kamu tidak memberitahunya kan ???!!" selidik Ayuna lirih menatap Adam


Menunduk "Maaf nyonya... itu sudah tugas kami."


"Kamu ??!! sedikit sedikit lapor..." geram Ayuna, ia segera mengambil telfon genggamnya dan menelfon suaminya. Ayuna takut jika suaminya akan salah paham, ia yakin Adam tidak akan memberitahu lewat pesan saja, Adam juga pasti akan mengirimkan foto pertemuannya dengan Abdi.




__ADS_1



🌹Terimakasih buat readers lovers yang sudah membaca karyaku. Author berharap readers lovers bisa tinggalkan Like, Komen, Tip dan Vote yang banyak ya..... karena itu sangat berarti bagi Author. Semoga readers lovers selalu sehat dan bahagia 🌹


__ADS_2