KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 101


__ADS_3

Sebelum jadwal keberangkatannya ke Amerika, Andrew menyempatkan terlebih dahulu menyelesaikan segala keperluan Arion. Dari urusan pendaftaran sekolahnya hingga urusan biaya yang lainnya.


Meski Ayuna dan Adiittya tidak mempermasalahkan seberapa besar biaya yang mereka keluarkan untuk kebutuhan Arion, namun sebagai orangtua Andrew tetap ingin ikut bertanggungjawab atas hidup anaknya.


"Son, mulai besok kamu sudah bisa masuk sekolah. Pesan papi belajar yang rajin ya, jangan kecewakan papi mami mommy dan daddy."


Arion mengangguk "Ya papi"


"Jangan bandel, dengarkan apa yang dikatakan Mommy dan Daddy. Setelah selesai bermain, bangun tidur segera rapikan kembali. Jangan menunggu Mommy yang melakukannya. Kasihan Mommy, karena didalam perut Mommy ada adenya. Mengerti kan Arion ???" tutur Andrew lagi dan kembali kepala balita itu mengangguk


"Arion, doakan mami ya semoga pengobatannya lancar, dan kembali bawa calon ade buat Arion..." kata Aloena, mengelus rambut Arion


"Iya mami. Cepat kembali, Arion menunggu ade Arion...." ucap Arion


"Adiittya gue nitip Arion lagi ya !! maaf selalu merepotkanmu dan Ayuna "


"Tenang, aku sudah menganggapnya seperti anakku sendiri. Ayuna pun juga sangat menyayanginya dan jujur dia masih berharap bisa berkumpul kembali seperti dulu."


Andrew tersenyum simpul lalu memeluk Adiittya salam perpisahan karena jam terbangnya sebentar lagi


"Adiittya gue pamit ya and thanks you so much"


Adiittya mengangguk "Be careful, sob"


"Son, bye!!" pamit Andrew memeluk Arion dan bergantian dengan Aloena yang diselingi meneteskan air matanya.


Jujur Aloena berat hati harus meninggalkan anak angkatnya yang sudah mulai akrab dengannya. Tapi bagaimana lagi jikalau Arion ikut bersamanya, kasihan Arion karena masih kecil. Takutnya nggak terawat nantinya disana.


#######


Ayuna masih membereskan meja makan sisa makan paginya tadi. Suami dan Arion belum pulang mengantar Andrew dan Aloena ke bandara. Rain sudah pergi kesekolah diantar Toni dan Adam.


"Sudah Nyonya, biarkan kami yang menyelesaikannya" Siti merasa nggak enak melihat Ayuna yang membereskan meja makan


"Nggak apa bu, dikit lagi kok."


"Biar kami saja, Nyonya istirahat saja pasti lelah." Siti kekeh membujuk Ayuna


Ayuna tersenyum


"Selebihnya biar kami saja Nyonya yang menyelesaikan"


Ayuna mengangguk


"Aku tinggal ke belakang ya bu"


"Iya nyonya, apa nyonya butuh sesuatu untuk cemilan disana ???"


"Boleh, buah naga saja jika tidak merepotkan bu Siti."


"Tidak sama sekali Nyonya."


Duduk di gazebo yang menghadap ke taman yang ditumbuhi berbagai macam bunga dan tanaman sayu mayur yang ia dan Siti tanam di waktu senggangnya.


"Mommyyy !!!" teriak Arion baru datang dari bandara


"Hallo sayang, wahh... ada yang baru nih !!!"


"Daddy beli sepatu roda buatku dan Re "


"Uda bilang terimakasih belum sama Daddy ??"


Arion mengangguk "Sudah"


"Anak mommy pinter ???" mencubit pipi Arion


"Lagi ngapain sayang ???" Adiittya mengangkat dagu Ayuna dan mel**at sebentar bibir Ayuna


"Mass lain kali jangan melakukan didepan anak anak. Mereka masih kecil jangan terlalu sering diberi pandangan seperti ini" protes Ayuna jengkel, suaminya itu selalu tak tau tempat


Adiittya terkekeh, "Anggap saja itu pelajarannya dirumah sayang..."


"Maasss...." memukul lengan Ayuna "Aku ini serius malah dibuat becanda !!"


"Mas juga serius sayang."

__ADS_1


"Ah sudahlah !!! percuma ngomong sama kamu itu mas !!!"


Ayuna berdiri dan memutar kran, lalu menyirami tanamannya yang mulai semi


"Mommy !!! Aku mau main sepatu roda ???" rengek Arion


"Boleh, asal Rio hati hati ya ?? awas kakinya terkilir..."


"Yes mommy !!!" mengangguk mantap


"Kemari Daddy bantu pake sepatunya"


Arion mendatangi Adiittya menenteng dua sepatu barunya


"Selesai !!!" kata Adiittya setelah selesai memakaikan sepatu Arion


"But, Daddy !!! Arion sulit berdiri...."


Adiittya tergelak melihat Arion yang kesulitan berdiri. Adiittya perlahan membantunya berdiri hingga menuntunnya berjalan sedikit demi sedikit.


Setelah melihat Arion yang sudah mulai lancar berjalannya, Adiittya kembali menggoda istrinya


"Sayang...."


Adiittya memeluknya dari belakang, bibirnya menciumi bahu Ayuna


"Mass nggak kerja ??"


"Sayang mengusir mas ???"


"Ya nggak dong mass, masak suami sendiri diusir ??!!"


"Sayang nggak capek berdiri terus, istirahat yuk ??!!" rayu Adiittya berniat mengajak Ayuna bermesraan dikamar


"Baru saja berdiri mass... ganggu saja !!"


"Sayang kan nggak boleh capek ???"


"Lebih baik istirahat disini, daripada istirahat dikamar tambah capek !!!" ketus Ayuna mengerti maksud Adiittya


Adiittya tersenyum masam, pikiran mesumnya diketahui istrinya


"Aku nggak percaya. Lagian kasihan Arion main sendirian nanti..."


Adiittya melepas pelukannya, kemudian mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Nampak serius menghubungi seseorang.


"Kemarilah sekarang !!! nggak pake lama !!!"


Tidak lama kemudian seseorang yang baru saja ditelfon Adiittya muncul


"Mas menyuruh Toni kemari ???"


Ayuna menautkan kedua alisnya, melihat Toni berlari kecil hingga nafasnya tersengal sengal


"Mas menyuruh Toni menjaga Arion, lagi pula jika mas nggak kerja, Toni hanya bermalas malasan saja di pos depan." jawab Adiittya asal


"Ya Allah mas.... kamu ini. Selalu saja memaksa !!!" melirik tajam Adiittya "Menyebalkan !!!" dengus Ayuna meninggalkan selang yang airnya masih mengucur


Adiittya tersenyum penuh kemenangan


"Ton !!! temani Arion bermain sepatu roda. Dan itu matikan krannya !!!" tegas Adiittya


Toni mengangguk


"Jaga anak gue !!! jangan sampe jatuh !!!"


"Siap boss...."


########


Dan benar orang dewasa ini menikmati waktu berduanya didalam kamar. Saling menyesap dan menautkan lidah masing masing diiringi suara merdu dari desahan desahan yang keluar dari mulut mereka.


Tubuh mereka berkali kali melakukan penyatuan hingga tubuh Ayuna lemas dan terasa remuk mengimbangi mainan suaminya yang hampir menjelang siang.


"Daddyyy !!!!"

__ADS_1


Duuuooorrr duuooorrrr


"Daddy !!!! open daddy !!!!"


Teriak Re marah karena pulang sekolah nggak dijemput Toni. Alhasil dia dan pengawalnya harus naik taxi, karena Toni yang ditugaskan menemani Arion bermain


"Daddyyy !!! aku dobrak nih !!!"


Re menendang nendang pintu kamar Adiittya


"Astaghfiruallah sayang.... kenapa sih !! Rain sifatnya seburuk itu !!!??" kesal Adiittya, sambil memakai celananya dan merapikan baju bajunya yang berserakan dilantai, meletakannnya diatas tempat tidur


"Kan buah jatuh tidak jauh dari pohonnya mass...!!!" sindir Ayuna, berjalan masuk kekamar mandi


"Aku nggak seburuk itu sayang !!!" protes Adiittya tak terima


Ceklek


Adiittya membuka pintu kamarnya


"Daddy !!!! kenapa Toni tidak jemput Re ??" marahnya masuk kedalam kamar


"Aku dan Adam harus naik taxi, panas gerah luamaaaa sekali sampe rumah !!!" cicitnya, duduk disofa dengan tangan dilipatkan didada dan wajahnya ditekuk menatap tajam Adiiittya


"Enak dong naik taxi..." jawab asal Adiittya duduk ditepi ranjang, menegakkan badannya menumpuk kedua tangannya didada telanjangnya


"Huhh !!" memonyongkan mulutnya, manik matanya menyelidik sang daddy yang hanya memakai celana, sedangkan beberapa baju dan selimut yang berantakan diatas tempat tidur


Menyipitkan matanya "Where is mommy ???"


"Mandi"


"Tumben ???" masih menyelidiki Daddynya yang suka sekali membuat ulah


"Gerah kali ??!!"


"Ac nya baik baik saja ???!!" ucapnya, karena ia merasa sejuk saat masuk kamar


Adiittya mengangkat kedua bahunya


"Where is Toni ??? kenapa Daddy memberinya tugas menjaga Arion ??? Lalu apa yang Daddy lakukan dirumah ???!!!" cerca Re, belum puas menyelidiki Adiittya


"Daddy's busy, Re !!!" bohongnya


Menyatukan kedua alisnya, menelisik apakah benar jawaban yang diberikan daddynya


Ayuna keluar dari kamar mandi, dengan bibir tersenyum simpul.


"Anak gantengnya mommy udah pulang nih !!!" Ayuna menghampiri Re dan duduk disebelahnya


"Mommy !!! apa yang dilakukan Daddy ke Mommy !!!"


Ayuna menatap tajam Adiittya, kepala Adiittya menggeleng tidak tahu


"Astahgfiruallah.... Re uda seperti pengacara saja. Aku merasa sedang disidang sama anakku sendiri..." bathin Adiiittya, menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Mommy !!! Jawab aku !!!"


"Tanya Daddy langsung saja Re...!! sini kemarikan kakimu, Mommy lepas sepatumu !!"


Ayuna menarik kaki Re ke pangkuannya


Namun anak yang hendak mempunyai ade laki laki itu masih menatap tajam Adiittya, membuat sang daddy salah tingkah


"Kenapa Re ??? kenapa kau melihatku seperti itu ???!!! Aku merasa seperti anak kucing yang ketahuan mencuri ikan saja !!!" gerutu Adiittya yang didengar istri dan anaknya


"Daddy bohong kan ??? Daddy tidak sibuk bukan ??? Daddy Membuat Mommy capek. Jujur !!!" sentaknya


Adiittya tercengang mendengar tuduhan putranya yang ternyata benar, sedangkan Ayuna mengulum senyum melihat suaminya yang salah tingkah dan kehabisan alasan lagi.




__ADS_1


🌹 Kakak lophers kasih vote doong, biar semakin semangat lagi authornya....🌹


🌹Ajak teman teman yang lain untuk ikutan baca novel ini, kakak kakak lophers....🌹


__ADS_2