
"Karena luka nyonya tidak parah, saya tidak perlu memberi resep apapun. Cukup dikasih salep atau bethadine saja untuk membantu mengeringkan lukanya."
Brakkk
Adiittya menggebrak meja
"Don't you have eyes !!! bibir istriku merah seperti ini kau bilang tak apa. Dimana matamu !!!" bentak Adittyya
"Mas !!" pekik Ayuna terkejut, begitu juga dengan beberapa orang yang ada diruangan saat itu. "Sudah ya mas, kita pulang sekarang." melingkarkan lengannya ke lengan kanan Adiittya mengajak beranjak dari duduknya
"Sayang tapi lukamu perlu diperiksa, mas takut infeksi nanti." ibu jarinya meraba luka dibibir Ayuna
"Aku gak apa mas, ini hanya luka kecil. Aku bisa mengobati sendiri dirumah." Ayuna menarik suaminya untuk berdiri "Terimakasih dokter sudah membantu kami, dan maaf atas ketidaksopanan kami." pamit Ayuna sambil menjabat tangan dengan dokter itu
"Tapi sayaang...."
"Sudah mas, ayo kita pulang !!" Ayuna meninggalkan Adiittya yang masih mengeram diruang praktek dokter itu
Adiittya yang takut Ayuna akan kabur lagi, ia segera menyusul istrinya. Disepanjang lorong rumah sakit, Adiittya terus saja ngomel karena Ayuna yang menganggap remeh lukanya.
Adiittya melingkarkan tangannya dipinggang Ayuna "Pokoknya setiba dirumah nanti, sayang harus diperiksa sama om Leo." sengit Adiittya membuat Ayuna menghentikan langkahnya karena kesal, suaminya itu keras kepala sekali "Apa !!! tidak ada penolakan !!" tegas Adiittya
Melepas tangan Adiitya dari pinggangnya dan berjalan cepat meninggalkan Adittya.
"Sayang...!!! sayang tunggu mas dong !!" berlari kecil mengejar Ayuna "Mas ini khawatir lo sama sayang, mas tidak mau sayang kenapa napa." Adiittya meraih lengan Ayuna yang langsung dihempas kasar Ayuna
"Sudah ya mas, aku gak mau ribut disini. Aku capek !! aku pingin cepat pulang, istirahat !!"
Tersenyum tipis "Ya sudah yukk... kita pulang yukk..." Adiittya merengkuh bahu Ayuna "Mas gendong yuk sayang...!! biar gak capek... biar nanti malam bisa olahraga sayang..."bisik Adiitya menggoda Ayuna
"Apaan sih..!!!" Ayuna memalingkan wajahnya yang merona, sambil tersenyum jahil Adiittya sengaja menyandarkan kepalanya dibahu Ayuna hingga sampai diparkiran rumah sakit.
"Mas singkirin kepalanya, malu dilihatin orang tu !!" rajuk Ayuna, telapak tangannya mendorong kepala Adiittya
"Biarin !!" ekor matanya melirik orang orang yang sedang melihatnya.
Toni memperlambat laju mobilnya ketika memasuki sebuah gerbang yang dibuka oleh seorang security penjaga rumah itu.
Toni turun dan membukakan pintu untuk Adiittya juga Ayuna
"Ayo masuk sayang." Adiittya merangkul pinggang istrinya mengajak masuk kedalam rumah
Ayuna pasrah mengikuti Adiittya
"Nyonya ??" sapa bi ina terkejut "Ya Allah nyonya..??!! kemana saja... gimana apa nyonya baik baik saja..??!! kenapa nyonya agak kurusan..??!!" cerca ina sambil memeluk Ayuna
__ADS_1
Ayuna tersenyum nyengir "Alhamdulillah baik bi. Maaf ya bi, uda membuat bi ina dan pak Kasim repot kemarin."
Melepas pelukannya "Itu sudah kewajiban kami nyonya."
"Nyonya ???" sapa Lala, setelah mendapat senyuman dari Ayuna. Ekor mata Lala mengarah pada tuannya yang sangat ia rindukan "Tuan muda Arion....???!!" meraih tubuh dari Adam,
Adiittya yang menyaksikan para asistennya yang heboh hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Ayuna memang sangat dekat dengan pekerjanya. Ia tidak pernah membedakan derajat sosialnya. Ia selalu ramah pada siapapun
"Lala, bawa Arion kekamar, sepertinya dia sudah mengantuk." kata Adittya sambil mengusap rambut Arion lalu mencium pucuk kepala balita itu
"Iya tuan."
"Ayo sayang kita kekamar, sayang capek kan ??"
Adiittya membawa Ayuna masuk kedalam kamarnya.
"Isttirahatlah sayang, mas buatkan susu untukmu."
Adiittya keluar dari kamarnya, sedangkan Ayuna berkeliling melihat lihat isi dalam kamarnya, yang perabotannya banyak yang baru.
Setelah puas mengamati semuanya, Ayuna berjalan kejendela dalam kamarnya manatapi birunya air kolam.
Tiba tiba ada telapak tangan yang mengusap usap lembut diperut buncitnya dari belakang.
"Kamu mengganti semua perabotannya mas." tanya Ayuna masih menatap kolam
"Hehehe.. karena sudah waktunya ganti sayang."
Ayuna membalikkan badan "Bukan karena mas kan ??"
Adiittya nyengir merasa terpojok dengan alasannya sendiri.
"Mas mas.. kamu itu kapan sih berubahnya. Kalau marah selalu membanting apapun yang ada didepanmu. Suka membentak, bicara kasar. Selalu saja memakai kekerasan"
"Maaf mas yang belum bisa mengontrol emosi, sayang."
Nafas mereka saling beradu, membuat bulu kuduk Ayuna meremang begitu Adiittya mendekatkan wajahnya keleher Ayuna.
"Aku mau tidur" kata cepat Ayuna, sambil berjalan menuju ke ranjang meninggalkan Adiittya dengan posisi kepala miring hendak mencium leher Ayuna.
Adiitya tersenyum getir "Minum susunya dulu sayang, mas sudah membuatkan untukmu." adiittya menyodorkan gelas berisi cairan coklat kental
"Terimakasih."
Adiittya tersenyum melihat istrinya yang langaung meneguk habis susu buatannya.
__ADS_1
Setelah itu membantu Ayuna berbaring keranjang dan menyelimuti tubuh istrinya.
"Selamat tidur sayang." Adittya mengecup puncak kepala Ayuna.
Kemudian Adiittya keluar kamar meninggalkan Ayuna yang baru saja memejamkan matanya
"Mau kemana kamu ??" tanya Andrew ketika berpapasan dengan Adiittya di garasi mobil.
"Ada mainan baru" Adiittta mengerlingkan satu matanya, sambil tersenyum licik
"Wow !! asyik itu... ikut akhh..." ucap Andrew yang baru saja memakir mobilnya hendak masuk rumah, namun mengurungkan niatnya dan masuk kemobil Adiittya.
Sementara dirumah sakit, Rara yang baru masuk keruang praktek Allan dan Rizky, langsung mendapat cercaan dari Allan.
"Ra, kamu darimana saja sih ?? kenapa nggak nungguin aku. Kita kan bisa pergi bareng, aku bisa ngantar kamu. Nggak biasanya kamu seperti ini."
"Maaf dok, saya tadi ada urusan."
"Kamu kan bisa ngomong sama aku, sia sia dong pagi tadi aku kerumahmu."
"Bukannya dokter kerumahku karena dokter Ayuna ??"
"Ayuna !!!" pekik Rizky, membuat Allan dan Rara menoleh pada laki laki berkacamata itu "Seperti nama itu tidak asing ditelingaku." sahut Rizky, yang sejak tadi hanya menyimak obrolan Allan dan Rara.
"Dokter kenal ??" tanya Allan,
"Gak tau akh... mungkin hanya kebetulan saja namanya sama."
"Dokter Ayuna itu, dulunya kerja disini dok. Ya diruangan sini, yang sekarang tempatnya diduduki dokter Rizky. Dokter Ayuna sahabatan sama dokter Allan semenjak mereka kuliah dulu hingga sekarang. Orangnya cantik sih, tapi.... ah.. nggak jadi nanti ada yang marah..." ujar Rara, ekor matanya melirik kesal pada Allan
"Suster Rara jangan bicara yang nggak nggak, jika kau tak tau apa apa. Bisa menimbulkan fitnah." ucap Allan
"Jadi penasaran sama dokter Ayuna, apa cantiknya melebihi Ayuna yang aku kenal ya..??" Rizky tertawa keras, membayangkan saat pertama kali bertemu dengan Ayuna hingga dijodoh jodohkan sama bapak Ayuna
"Emang seperti apa teman dokter Riz..."
Bug !!"
Suara pukulan keraas menghentikan kalimat Rara yang hendak mencari tahu tentang Ayuna teman Rizky yang sedang dipuji puji itu.
•
•
🌹Terimakasih buat readers lovers yang sudah membaca karyaku. Author berharap readers lovers ^ tinggalkan Like, Komen, Tip dan Vote yang banyak ya..... karena itu sangat berarti bagi Author. Semoga readers lovers selalu sehat dan bahagia 🌹
__ADS_1