KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 18


__ADS_3

Menjelang tengah malam, keluarga Ayuna dikejutkan dengan beberapa teriakan warga didepan rumahnya. Adiitya yang baru akan memejamkan mata terkejut lalu membangunkan Rico. Bapak, ibu, dan Ayuna sudah berkumpul di tuang tamu saat dia keluar dari kamarnya.


"Ayuna, ada apa ini ??" tanya Adiitya


Yang ditanya hanya menggelengkan kepala. Adiitya melihat keluarga Ayuna kebingungan, Pak Hendrawan memeluk istri dan anaknya sambil mengumpulkan separuh nyawanya.


"Sebentar bapak mau lihat apa yang terjadi diluar ???"


"Kami ikut." kata bu Aisyah sambil menggandeng tangan Ayuna keluar diikuti Adiitya juga Rico dibelakangnya.


Setelah pintu terbuka, tampak beberapa warga sudah berkumpul didepan rumah Ayuna, termasuk juga Pak Rt dan Pak Rw.


"Pak Rt ada apa ini ??? kenapa warga ramai ramai berkumpul didepan rumah kami ??" kata Pak Hendrawan


"Maaf pak Hendrawan, warga ingin tamu bapak segera meninggalkan kampung malam ini juga."


"Itu tidak mungkin, mereka datang dari jauh, mereka baru datang hari ini, dan besok sudah balik kekotanya. Biarkan mereka menginap semalam saja disini. Bukankah saya sudah melapor ke Pak Rt. Kenapa bisa seperti ini !!"


"Alaaahh kamu sengaja menyuruh mereka nginep kan ??? jangan jangan kamu sengaja menjual anakmu pada laki laki itu !! Ciihh... dasar anak sama bapak tidak ada bedanya."


"Astaghfirallah... apa yang kalian katakan !!! itu fitnah !!! putri kami tidak seburuk itu !!!"


Suara warga semakin riuh, penjelasan Bapak Ayuna tidak ditanggapi oleh warga.


Semua tuduhan yang dilontarkan mereka menyudutkan keluarga Ayuna membuat kuping Adiitya memanas, bahkan Ayuna kini menangis sesenggukkan dipelukkan ibunya.


"I will marry her !!!" kata Adiitya dengan suara lantang.


"Bos, are you serious." bisik Rico


Mendengar kalimat yang diucapkan Adiitya, para warga kusak kusuk, jelas mereka tidak mengerti bahasa Adiitya. Secepatnya Rico menjelaskan maksud bosnya itu.


"Maksud bos saya, dia akan menikahi nona Ayuna."


"Asal kalian tau Ayuna gadis baik, dia tidak pernah menjual dirinya, dia menjadi dokter karena dia cerdas, dia sama sekali tidak silau akan harta saya, meskipun saya sudah menawarinya, sepeserpun dia tidak mau menerima."


"Rico !!! cari orang yang sudah menyebabkan semua ini, dan pastikan mereka akan membayarnya !!!"


"Siap bos"


Para warga tidak ada yang berkutik dan saling tatap. Ada ketakutan melihat kemarahan Adiitya.


Bapak Ayuna menoleh dan menatap tajam Adiitya, seakan minta penjelasannya. Merasa mendapat tatapan Adiitya menganggukkan kepalanya. Setelah mendapat penjelasan Adiitya, Pak Rt membubarkan warganya. Hanya perwakilan dari mereka saja yang masih mendampingi Pak Rt juga Pak Rw.

__ADS_1


Bapak Ayuna mempersilahkan mereka masuk, dan menjelaskan kedatangan Adiitya.


"Tuan Adiitya, jadi anda benar akan menikahi Yuna atau tidak ?? setelah mendengar penjelasan dari Pak Hendrawan bahwa kalian berbeda keyakinan, saya jadi ragu sama anda. Kami hanya tidak ingin kampung ini jadi tercemar hanya karena ulah salah satu warga."


"Maksud Pak Rt berbicara demikian itu apa ??" sungut Bapak Ayuna


"Pak Hendra, maaf jika tersinggung dengan perkataan saya. Saya tidak ingin warga berasumsi kalau saya membenarkan keluarga ini dan dianggap kurang tegas mengambil keputusan."


"Bapak bapak tenang, saya akan tetap menikahi Ayuna, saya sudah memutuskan mengikuti keyakinannya." kata Adiitya tegas


"Nak Adiittya apa yang kau katakan, ini bukan permainan." kata Pak Hendrawan


"Saya sudah memantapkan jiwa dan raga saya untuk mengikuti keyakinan Ayuna, saya mohon bimbingan dari Bapak sekeluarga, terutama kamu Ayuna yang nantinya akan berperan sebagai istri saya. Saya ingin membangun keluarga yang diridhoi Allah." kata Adittya mantap


Tentu saja pernyataan Adiittya membuat mereka yang berada diruang tamu ternganga tidak percaya, mereka tidak menyangka akan secepat ini Adiittya mengambil sebuah keputusan besar.


" Tapi saya butuh waktu satu bulan untuk menyiapkan semuanya termasuk surat surat yang dibutuhkan, saya juga harus menemui mama saya di Belanda untuk datang kemari."


"Tuan tidak sedang mempermainkan kami kan ??? Jika memang Tuan sudah mantap mengikuti keyakinan Yuna, menurut saya akan lebih baik jika Tuan dan Yuna menikah secara agama dulu, Maaf kami hanya memperjelas saja, agar tidak menimbulkan fitnah lagi."


"Baiklah besok pagi bapak bisa mencarikan orang yang bisa mengislamkan saya sekaligus menikahkan kami."


Keadaan rumah Ayuna sudah nampak sepi. Pak Rt dan yang lain sudah pulang kerumah masing masing. Sekarang tinggal keluarga Hendrawan yang masih duduk diruang tamu.


"Saya sudah pernah membicarakan ini dengan mama, beliau menyerahkan semuanya pada saya, asal saya bisa mempertanggungjawabkan."


"Adiittya, aku takut kamu bakal menyesal suatu hari nanti." kata Ayuna sendu


"Kau tak perlu khawatir sayang, aku sudah memikirkan hal ini sebelumnya. Dan tolong bantu aku agar bisa istiqomah menjalankan ibdahku."


"Amiiinnnn...." ucap mereka bersamaan


Pagi itu Adiittya diantar Pak Hendrawan kerumah sakit untuk dikhitan, menjalankan salah satu syarat seorang muslim. Karena alat kedokteran yang canggih, Adiitya tidak merasakan sakit.


"Apa yang kau rasakan, bos ??" bisik Rico


"Bukannya kau pernah merasakan"


"Hhaaahahah, sepertinya malam ini kau harus berpuasa dulu bos."


"Huufffttt, kira kira berapa lama ini akan sembuh Rico ??!"


"Kata dokter kurang lebih satu bulan."

__ADS_1


"What you say ??? kau tidak sedang mengerjaiku kan Rico ???"


"Hahahaha...." tawa Rico menggelegar, sedangkan Adiitya dibuat panik olehnya.


Dikamar, Adiitya sedang menghafalkan kalimat syahadat dan juga ijab qobulnya sangat serius, agar tidak membuat keluarga Ayuna merasa malu dan juga dirinya.


"Bos, apa kau sudah memberitahu tante tentang rencanamu ini."


"Semalam aku sudah memberitahunya."


"Lalu apa yang dikatakannya ???"


"Kepo !!!!" kata Adiitya sambil menonjok bahu Rico


"Lalu bagaimana dengan Andrew, apa kau juga memberitahunya ???"


"Tidak, biarkan dia fokus dengan pekerjaannya saja."


"Trus apa rencanamu setelah ini, bos ??? apa kau akan membawa Ayuna ke rumah ??"


"Sementara ini aku akan tinggal diapartemen dulu, setelahnya aku akan membeli rumah baru. Rumah itu biar untuk mama saat pulang dari Belanda."


"You're the best, bos !!!"


Setelah sholat dhuhur Adiitya, Rico beserta keluarga Ayuna berangkat ke masjid yang tak jauh dari rumah Ayuna. Dimana Adiitya akan mengucapkan kalimat syahadat sekaligus ijab qobul pernikahan.


Prosesi pembacaan syahadat Adiitya segera dimulai, dengan dibimbing para ulama, dengan khusuk Adiitya mengucapkannya dengan yakin dan mantap. Setelah proses pengucapan syahadat selesai, nampak Ayuna duduk disebelah Adiittya, pria bule itu menatapnya tak berkedip melihat calon istrinya yang begitu anggun. Mata mereka saling beradu dan menerbitkan senyum dikeduanya.


"You are so beautifull." bisik Adiittya


Acara ijab qobul segera dimulai. Dada Ayuna berdesir saat penghulu menjabat tangan Adiitya. Dan tampak banyak warga yang ikut menyaksikannya.


"Saya terima nikah dan kawinnya Ayuna Maharani Hendrawan binti Hendrawan dengan mas kawin uang tunai sebesar satu juta empat ratus empat puluh ribu rupiah dibayar tunai."


"Sah "


"Sah"


"Alhamdulillah "


🌹to be continue 🌹


Bosssquuuu jangan lupa sebelum beralih tekan LIKE, ketik KOMENTAR, kasih bintang lima pada halaman sampul dan vote untuk novel ini yacchhh...... terimakasih πŸ€—πŸ€— πŸ€—

__ADS_1


i_eyyun 😘😘


__ADS_2