KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 73


__ADS_3

Berkali kali Ayuna mencoba menghubungi suaminya, namun nomor Adiitttya sedang tidak aktif.


"Mas angkat dong mas.." gumam lirih Ayuna sambil menggigit kecil kukunya


"Tuan Adiittya sedang meeting, nyonya." kata Adam melihat kegelisahan nyonyanya


Dan bersamaan itu balita laki lakinya mulai rewel ia menangis sambil memukul mukul Lala.


"Arion kenapa mbak Lala ??" mengelus kepala anaknya untuk menenangkan "Cup cup sayang...."


"Mungkin anakmu lapar Yuna, ini kan jam makan siangnya ??!!" sahut Aisyah


"Bagaimana kalau ku undang ibu dan Ayuna makan siang ??" timpal Abdi


"Maaf Abdi.. kita harus pulang. Mungkin lain kali saja ya ??!!" tolak Ayuna, "Ayo bu... kita pulang..." menarik lengan ibunya


"Ayuna nggak baik lo.. nolak undangan nak Abdi" sergah Aisyah "Kita makan dulu ya ??? setelah itu kita pulang... Lagian sudah lama juga kita nggak berjumpa nak Abdi. Iya kan.. nak Abdi....???!!" sambung Abdi yang diangguki oleh Abdi


"Tapi bu... "


"Ayolah Yuna, sekali saja....?? belum tentu nanti kita berjumpa lagi..."Ajak Abdi


Aisyah tersenyum lembut, ia tahu jika putrinya itu sedang gelisah karena tak kunjung bisa menghubungi suaminya


"Nak Adam, nggak apa kan ?? ibu dan Ayuna makan dulu. Nanti biar ibu yang ngomong sama Nak Adiittya."


Sebuah restoran yang menyajikan menu masakan Indonesia menjadi pilihan Abdi untuk makan siangnya bersama Ayuna dan rombongannya.


Obrolan ringan menemani mereka disela sela makannya.


"Ibu juga tinggal disini ??" tanya Abdi


Aisyah tersenyum "Nggak.. ibu disini hanya sampai Ayuna melahirkan saja. Nanti juga balek ke Surabaya lagi."


"Kenapa nggak tinggal disini saja buk, kan aku bisa mengunjungi ibu kalau lagi kangen."


"Sayang....!!!"


Tiba tiba Adiittya datang, membuat Ayuna dan Aisyah terkejut. Tak kalah terkejutnya, mata Abdi Sanjaya membelalak seketika melihat saingannya yang sekarang juga sedang bekerjasama dengannya ada didepannya yang tak lain suami wanita yang masih dicintainya


Berbeda dengan Adiittya yang sudah mengetahui lebih dulu, ia sengaja berpura pura didepan istrinya juga Abdi Sanjaya


Adiittya langsung mengangkat dagu Ayuna, dan mencium bibir istrinya agak lama.


Adiittya memang sengaja melakukan itu agar laki laki didepannya itu tahu jika Ayuna adalah miliknya. Meski namanya pernah ada dihati istrinya

__ADS_1


"Mas kok bisa disini." tanya Ayuna setelah Adiiitttya melepas ciumannya,


"Mas merindukanmu sayang.." jawab Adittya, ibu jarinya masih sibuk membersihkan bibir Ayuna dari bekas salivanya


"Ekhem..." Abdi mendongkol melihat gadis yang dicintainya bercumbu mesra meski suaminya sendiri


"Eh.. mas.. kenalin ini Abdi Sanjaya teman Sma ku di Surabaya."


Adiittya tersenyum sinis lalu menjabat tangan Abdi "Adiittya Sebastian..."


Membalas senyuman Adittya "Anda...!!! anda Tuan Adiittya Ceo Sea Food yang terkenal itu kan ??!!" Abdi berdecak "Waaahhh..... akhirnya, senang bertemu dengan anda Tuan Adiittya." antusias Abdi hanya dibalas senyuman kecut oleh Adiittya


"Hahahaha.. anda terlalu berlebihan tuan Sanjaya.... akupun demikian senang bisa berjumpa denganmu.. yang tenyata teman masa lalu istri kesayanganku..." Adiittya sengaja menyindir Abdi Sanjaya dan istrinya yang tak pernah bercerita tentang pria masa lalunya


Kemudian Adiittya berganti menjabat tangan ibu mertuanya dan menciumnya


"Nak Adiittya mau makan apa..??!!" tanya Aisyah, yang masih menyuapi balitanya


"Nggk usah bu...makan dirumah saja nanti...." lalu menatap istrinya, tangannya mengelus perut Ayuna "Baby boy.. how are you ??" kemudian beralih pada balita yang sejak tadi menatapnya sambil menyodorkan tangannya ingin digendong "Are you happy..???" tanya Adiittya yang disambut tawa Arion


"Anda benar benar hot daddy, Tuan ?!!"


"Hahahaha anda suka sekali memuji Tuan....ya itu benar aku sangat menyayangi keluargaku, apalagi istri cantikku ini. Dia tidak bisa tidur jika tidak memelukku. Banar kan sayang..??!!"


"Masss....??!!" pekik Ayuna, yang disambut tawa menggelegar oleh suaminya


Duduk berselanjar dengan bersandar disandaran tempat tidurnya, Ayuna nampak kelelahan.


"Sayang.. minum susu dulu." Adiittya menyodorkan segelas susu hamil untuk istrinya, kemudian duduk disebelah istrinya


"Terimakasih mas..."


"Sayang.. apa sayang tidak ingin menceritakan sesuatu pada mas ??!"


"Cerita apa lagi mas.. aku lelah..."


"Abdi Sanjaya ??" kata Adiiittya meninggikan suaranya "Ada hubungan apa kamu dengan Abdi Sanjaya, pemilik PT. Laut Sanjaya ???!!"


"Mas sudah tahu, bukan ?? aku dan Abdi berteman sewaktu disekolah dulu.."


"Hanya bertemankah ??!!" Adiittya menekankan nadanya


"Mass... sudah ya.. aku nggak mau kita bertengkar hanya karena orang lain. Apalagi ada ibu disini..."


"Selama sayang mau jujur sama mas, kita nggak akan bertengkar.." jawab dingin Adiittya

__ADS_1


"Jujur bagaimana lagi mas.. semuanya sudah jelas. Kita tidak ada sesuatu, kita hanya berteman. Itu saja."


"Tapi kamu mencintainya kan ??!! makanya pagi tadi sayang kekeh ijin keluar, ternyata ada yang ditemui."


"Mas Adiittya !!!" sentak Ayuna "Jangan mencari gara gara deh..."


Adiittya tersenyum masam "Sayang sendiri lho yang cari gara gara, kenapa malah mas yang disalahin ??!!"


Ayuna beringsuk membaringkan badannya yang terasa pegal, ia memilih diam daripafa nantinya akan menjadi keributan yang besar. Apalagi masih ada ibunya dirumah, karena Ayuna tidak mau ibunya berpikir macam macam tentang kehidupan keluarga kecilnya.


"Sayang.. kok malah tidur ?? kenapa nggak dijawab ??!!" menggoyang bahu Ayuna "Jadi benar kan ?? kamu sengaja janjian dengannya ???!!"


Masih tidak mendapat jawaban dari Ayuna. Sebenarnya Adiittya ingin mendengar langsung dari mulut istrinya, jika benar dulu Ayuna pernah menjalin kasih dengan Abdi Sanjaya.


"Sayang !!! mas marah lho ini !!!" bentak Adiittya mulai geram "Saya....."


Kalimat Adiittya terpotong ketika ada suara ketukan pintu dari luar kamarnya. Adiittya beranjak turun untuk melihat siapa disana


"Ibu..??!!"


"Maaf Nak Adiittya.. ibu mengganggu istirahat kalian.. ibu hanya memberikan minyak ini untuk Ayuna." mengulurkan minyak urut pada Adiittya


"Minyak apa ini bu ??!!"


"Tadi ibu lihat kakinya membengkak, ibu takut Ayuna kecapekan.."


"Ibu masuk saja.... Ayuna belum tidur."


Adiittya dan Aisyah kemudian berjalan masuk menuju Ayuna


"Sayang.. ada ibu " membantu Ayuna bangun dari pembaringannya "Sayang sama ibu dulu ya... mas melihat Arion dulu..." mengecup kening Ayuna sebelum pergi


"Mass.."


"Apa sayang.."


"Tolong bawa Arion kemari.. aku ingin menciumnya sebelum tidur.."


"Iya sayang.."


Beberapa menit kemudian Adiittya masuk membawa Arion yang masih betah membuka matanya dengan mainan ditangannya


"Mommy... baby Ar datang..??!!" ucap Adiittya setelah meletakkan Arion diatas ranjangnya "E..e..e.. No !!! No, sayang No !!! this is not food, okey..!!" sergah Adiittya ketika melihat balitanya memasukkan mainannya kedalam mulutnya "Kita main saja okey !!"


Adiittya kemudian membujuk balita laki lakinya untuk bermain bersamanya. Canda tawa dua laki laki yang berbeda usia itu menggema memenuhi ruangan kamar utama.

__ADS_1


Dan tentu saja itu tidak luput dari mata Aisya yang sedang memijat kaki putrinya.


"Pak.. lihatlah !! putri kita dikelilingi orang orang yang menyayanginya. Bapak tidak salah memberi restu pada menantu kita. Dia sangat menyayangi putri kita juga anak anaknya. Ibu bangga Pak, bapak juga bangga kan ??!! Semoga selamanya keluarga kecil putri kita tetap dalam kebahagiaan dan LindunganNya. Amminnn..." suara hati Aisya sambil mengusap air matanya yang jatuh kepipinya


__ADS_2