KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 38


__ADS_3

"Saayyaaannngggg....."


"Ayuuunnnaaa.."


Adiittya dan Dokter Leo berteriak bersamaan.


Yang dipanggil namanya hanya melongo sambil duduk bersandar pada tumpukkan bantal disandaran ranjang pasien.


"Ada apa ??" tanya Ayuna merasa tidak bersalah


"Sayang tidak apa apa ???" tanya Adiittya bingung bercampur panik


"Aku baik baik saja." jawab Ayuna santai


"Lalu suara apa tadi, Ayuna ???" tanya dokter Leo yang tak menemukan sesuatu yang jatuh seperti yang dipikirkan


"Oh... itu tadi Yuna mau ambil minum, namun terhalang piring buah. Kesenggol trus jatuh." Tersenyum nyengir sambil menunjuk piring dan buah yang berantakan dilantai


Cup


Adiittya mencium pucuk kepala Ayuna "Kenapa tidak memanggil mas sih sayang, kan mas ada diluar." tangannya kemudian mengambil gelas berisi air putih untuk istrinya


"Aku bisa sendiri mas" protes Ayuna saat Adiittya mendorong gelas dibibir Ayuna


"Tidak sayang, biar mas membantumu. Ayo buka mulutmu." tolak Adiittya yang pada akhirnya Ayuna meneguk air putih sedikit demi sedikit dari Adiittya


"Sudah"


Adiittya tersenyum simpul, istrinya mau menuruti ucapannya.


"Istirahatlah, mas akan membersihkan pecahan piring ini." ujar Adiittya meletakkan kembali gelas bekas air minum Ayuna


"Sudahlah boy, biar nanti cleaning service saja yang membersihkan. Aku akan memanggilnya." kata Dokter Leo


"Baiklah, om harus kembali bertugas, semoga lekas sembuh Ayuna. Dan kamu boy, jaga istrimu dengan baik." imbuh dokter Leo, mengedipkan satu matanya ke Adiittya


"Pasti om" Adiittya menjawab cepat dan tegas


"Terimakasih banyak dokter Leo" ucap Ayuna menampilkan senyum manisnya.


Dokter Leo kemudian keluar. Dan Adiittya membantu Ayuna berbaring menata kembali bantal yang telah dipakai Ayuna sandaran dan menyelimuti tubuh Ayuna hingga bahu atas istrinya.


"Terimakasih" ucap Ayuna lirih


cup


Adiittya kembali mencium kening istrinya


"Istirahatlah, mas akan menemani sayang disini."


"Tidak perlu. Anda sudah boleh pergi." memiringkan tubuhnya membelakangi Adiittya


"No, mas akan tetap disini."


"Aku tidak butuh Anda"


Duaarrrr


Hati Adiittya seperti diobrak abrik mendengar istrinya yang masih memanggilnya dengan sebutan "Anda". Namun Adiittya tetap menyabarkan diri


"Sayang, please ijinkan mas tetap disini ya.."


"Apa anda tidak bisa mendengar, saya tidak butuh anda !!"

__ADS_1


"Tapi mas membutuhkanmu sayang. Mas tidak ingin kehilanganmu."


"Untuk apa ?? untuk pelampiasan anda !!"


"Sayang. Jaga mulutmu !!! aku tidak pernah sekalipun punya pikiran seperti itu. Jangan memancing kesabaranku." Adiittya meninggikan sedikit suaranya


"Lalu, apa anda akan memukulku lagi atau akan membunuhku. Aku tidak takut sama sekali, Tuan." Ayuna membalikkan tubuhnya menghadap Adiittya


Adiittya berdiri lalu memilih duduk disofa menghindari istrinya karena tidak mau bertengkar lagi dengan istrinya.


Sejenak ruang Ayuna menjadi hening, hingga pegawai cleaning service mengetuk pintunya.


Tok tok tok


Adiittya berdiri lalu membukakan pintu


"Masuklah, tolong bersihkan pecahan piring itu." perintah Adiittya


Si cleaning service itu mengangguk sambil membungkukkan sopan badannya.


Adiittya kembali duduk disofa sebelah ranjang Ayuna. Badan lelahnya disenderkan disandaran sofa sambil memijit mijit keningnya


"Sudah selesai Tuan, saya permisi." pamit si cleaning service


"Oh.. iya terimakasih" Adiittya kembali menegakkan badannya


"Sama sama Tuan."


Sebenarnya Ayuna tidak tega jika melihat suaminya dengan keadaan yang kacau. Namun dirinya harus memberi pelajaran pada suaminya agar tidak semena mena terhadapnya lagi.


"Aaawwww..." rintih Ayuna memegangi perutnya yang kram


"Sayang kenapa, hem." Adittya terjingkat dengan cepat mendatangi istrinya lalu mengusap usap perut Ayuna


Benar setelah mendapat sentuhan suaminya, perut Ayuna kembali lebih baik.


"Tolong jangan seperti ini, anda menggangguku." sambil menepis tangan Adiittya


"Ayuna !! aku suami kamu. Pantas kau memperlakukan suami seperti itu." Adiittya sudah tidak bisa menahan emosinya lagi


"Suami macam apa anda ini, Suami yang tidak bisa melindungi keluarganya. Dimana anda saat anak istrimu membutuhkan anda."


"Sayang, mas minta maaf. Mas menyesal." kata Adiittya menyakinkan


"Sekarang iya menyesal, tapi tidak untuk besok." sengol Ayuna


"Sayang..."


"Sudahlah, aku tidak punya tenaga lagi untuk melawan anda."


Tok tok tok


Adiittya berjalan membukakan pintu, senyum mengembang melihat seseorang yang ditunggu sudah datang


"Halo my son, daddy kangen" mengambil Arion dari gendongan Lala. Diciumi baby kecil yang membuatnya gemas itu.


Wajah Arion nampak senang bertemu sang daddy, tertawa sambil mengoceh ngoceh tidak jelas.


"Bersihkan dulu badanmu mas." perintah Ayuna karena Adiittya bermain dengan Arion tanpa membersihkan badannya dulu


"Ini Tuan baju gantinya." sahut bi ina menyerah kan paper bag


"Terimakasih bi ina." menyerahkan kembali Arion pada Lala

__ADS_1


Adiittya pergi kekamar mandi membuat Arion menangis, karena tidak mau berpisah dengan daddy nya.


"Mbak Lala tolong bawa Arion kesini." pinta Ayuna tak tega melihat anaknya menangis


"Cup cup sayang, bentar ya daddy masih ganti baju. Gimana nakal apa tidak ni, ditinggal mommy."


"Tidak mommy... " jawab bi ina menirukan suara anak kecil


"Nyonya sudah baikkan??" tanya bi ina kemudian


"Alhamdulillah bi kami berdua baik baik saja."


ceklek


pintu kamar mandi terbuka, Adiittya sudah nampak segar dan bersih namun lukanya masih sedikit mengeluarkan darah.


"Obati dulu lukamu, mas." perintah Ayuna ketika Adiitya mau mencium Arion


"Nanti saja menunggu Rico datang."


"Kenapa harus menunggu Rico sih !"


"Masa bi ina atau Lala yang ngobatin. Jelaas nggak mau lah mereka."


"Mbak Lala tolong ambilkan kapas sama obat merah dilaci itu." pinta Ayuna menunjuk laci sebelah sofa


"Terimakasih. Mbak Lala tolong Arion dulu" ucap Ayuna saat Lala membawakan kapas dan obat merah


"Sini sama mas saja sayang." pinta Adiittya kemudian memangku Arion


"Majuin dikit mukanya, diobati tidak sih."


Adiitya tersenyum kemenangan, dengan senang hati mendekatkan wajahnya dengan istrinya. Beruntung sekali ada bi ina, membuat sikap dingin Ayuna memudar. Walau sebenarnya Ayuna masih marah sama suaminya.


"Aawww... hati hati sayang, ini perih lo." rengek Adiityya


"Sakitan mana sama yang kau lakukan padaku." sengaja menegaskan ucapannya


Cup


Adiityya mencium kilat bibir ranum istrinya "Maaf sayang" ibu jarinya mengusap lembut bibir merah muda istrinya


"Mass" bisik cepat Ayuna, menyadari keberadaan asistennya dalam satu ruangan


Plak


Baby Arion menampar pipi Adiittya, seolah tidak terima mommynya dicium daddynya


Adiityya tertawa kecil, menoleh sekilas ke ina dan lala


"Sssttt, daddy lagi usaha boy." protes Adiittya yang terus dipukul anaknya


"Sini mas, lukanya belum selesai diobati." kata Ayuna jengkel, membuat Adiittya gemas lalu mendekatkan wajahnya lagi


"Sudah"


"Belum sayang."bisik Adiittya tersenyum nakal mencondongkan wajahnya hingga hidung mereka bertemu hendak menciumnya lagi namun ditahan oleh Ayuna.


"Terimakasih sayang, i love you." senyum mengembang dibibir Adiittya


๐ŸŒนto be continue๐ŸŒน


Bosssquuuu jangan lupa sebelum beralih tekan LIKE, ketik KOMENTAR, kasih BINTANG LIMA pada halaman sampul dan VOTE untuk novel ini yacchhh...... terimakasih ๐Ÿค—๐Ÿค— ๐Ÿค—

__ADS_1


i_eyyun ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2