KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 95


__ADS_3

Adiittya dan Ayuna masih duduk dikursi antrian depan ruangan dokter Manda. Hampir empat puluh lima menit, mereka menunggu giliran untuk dipanggil. Mulut Rain pun sudah dimanyunkan kedepan, merasa jenuh.


"Mommy kenapa lama sekali sih...!!!" teriak Re jengkel


"Sebentar lagi sayang... sabar ya...??!!" bujuk Ayuna


"Sayang, kenapa nggak minta didahuluin saja sih ?? sayang kan temannya dokter Manda ??!!" sela Adiittya yang juga tidak sabar menunggu


"Emang Rumah Sakit ini milik nenek moyang mas Adiittya... seperti anak kecil saja.." jengkel Ayuna


"Daritadi sabar sabar sebentar lagi sebentar lagi.... mommy kan bisa membayar mahal dokternya. Nggak usa nunggu lama seperti ini." cemberut "Menyebalkan...!!!" memanyunkan bibirnya


"Bukan begitu sayang... memang kita harus antri..!!"


Adiittya tersenyum dan mengusap lembut ujung kepala putranya


"Bu Ayuna...!!"


"Mommy sudah dipanggil sayang, ayo ??"


Adiittya mengajak Rain masuk, mengekor dibelakang Ayuna


"Assalamu'alaikum dokter Manda ??" sapa Ayuna, Manda menghampiri lalu memeluk Ayuna


"Wa'alaikumsalam Dokter Ayuna. Gimana kabarnya, nih ???"


"Alhamdulillah baik." melepas pelukannya


"Halo Tuan Adiittya" Manda menyalami Adiittya lalu menyapa Re " Halo baby boy ??? Are you okey !!??" Manda mencubit pipi Re yang mengembung


"Aduhh !!!" ekor matanya melirik Manda sinis "I'm not a baby now.


"Re... yang bagus dong bicaranya ??!!" Ayuna melototi Re "Ayo nak salim dulu sama dokter Manda...." pinta Ayuna


Masih cemberut, namun ia menuruti perintah Ayuna menjabat Manda lalu mencium tangannya


"Baiklah, ayo kita lihat segede apa adenya Re.." ajak Manda sambil menuntun Ayuna naik kebrankar


"Tunggu !!" menatap sinis perawat yang hendak membuka baju Ayuna "Mommyku mau kau apain ??!! Kenapa bajunya dibuka ???"


"Kan mau lihat adenya Re, beneran ada nggak diperutnya mommy... Nanti Re sama daddy lihat dilayar monitor ya, disana nanti bisa terlihat.." jelas Manda seraya melempar senyum pada Adiittya dan Re


Berada digendongan Adiitttya. Re dan Adiittya fokus menatap layar monitor yang menampakkan sebuah bulatan kecil sebesar biji kacang


"Nah ini adenya Re. Selamat ya, akan ada anggota baru."


"Alhamdulillah !! kau akan jadi kakak, boy !!" kata Adiittya


"Mana ?? aku tidak melihatnya ??!!!"


"Ini sayang...." Manda menunjukkan bulatan kecil sebesar biji kacang


"Kecil sekali !!"


"Nanti juga sebesar kamu, Re " jelas Adiittya


"How can ?? Si kecil kan nggak punya hidung, nggak punya mulut. Bagaimana bisa hidup ???!" tanya Re masih tidak percaya


"Bisa. Asal mommy makan makanan sehat, minum susu dan juga vitamin. Supaya ade Re tumbuh sehat seperti kakaknya..." jelas Manda sambil menuliskan resep vitamin "Re, dijaga ya adenya. Ingatkan mommy makan yang banyak. Okey !!!"


"Re pastikan mommy akan makan sangat banyak" menatap perut datar Ayuna "Aku akan menjaga dan menyayanginya, dia terlalu kecil."


"Terimakasih Re.." ucap Manda


"Nggak usa berterimakasih. Sudah tugasku." jawab Re sewot


Adiittya berjalan mendahului Ayuna dengan menggandeng Re, setelah menerima resep dari Manda.

__ADS_1


"Hai bayik jelek....."


Menoleh kebelakang, Re mencari asal sumber suara cempreng yang tidak asing baginya. Ternyata bocah ayu yang digombali tadi. Kini ketemu lagi di tempat parkir rumah sakit


"Kamu yang bayik !!" solot Re, masih berada digendongan Adiittya


"Kamu bayi tua. Sudah besar masih suka digendong papanya" tertawa penuh kemenangan "Bayik, siapa namamu ??" lanjutnya


"Berisik !!" elak Re, lalu memutar kepalanya kedepan


"Pasti namamu jelek kan ???!!! Hahahaha...." balita ayu itu tertawa riang sengaja meledek Rain, namun tak memancing Re untuk menyebut namanya. "Aku Cinta Sasikirana... !! ingat ya !!! dewasa nanti aku akan mencarimu..!!" teriaknya lantang


Re hanya mendengus, lalu masuk kedalam mobil


"Bye.... bayik..." gadis kecil bernama Cinta itu melambaikan tangan, dengan kepala yang dimunculkan dijendela mobilnya saat mobil melaju depan mobil Re


"Bocah aneh." desis Re malas


####


Pria angkuh yang tak sembarang bicara dengan orang lain ini, bibirnya terus menampakkan lengkungan mengembang. Kentara jelas ada kegembiraan yang terpancar dibalik wajahnya yang garang.


"Bu Siti.. istriku sedang hamil. Tolong jaga dia selagi aku tak dirumah. Jangan biarkan nyonya kecapekkan"


"Baik, Tuan. Saya ikut senang. Selamat Tuan Nyonya."


"Daddy, serahkan tugas itu padaku !!" kata Re menatap tidak senang Adiittya "Aku akan menjaga si kecil dan mommy..." cicit Re tak mau kalah


"Iya sayang, kita jaga babynya sama sama ya ??!!" kata Ayuna sambil mengelus dada Re, memedamkan emosi putranya


"Ini untuk bu Siti dan yang lain, bonus dariku.." Adiittya menyerahkan beberapa amplop coklat berisi uang, bentuk rasa syukur atas kehamilan kedua Ayuna


"Terimakasih, Tuan Nyonya. Semoga diberi kelancaran sampai lahiran. Baby dan Nyonya sehat semua"


"Amiinn..." balas Ayuna,


"Re, kenapa nak ??!! kau baik baik saja ??" tanya Ayuna yang menyadari putra semata wayangnya memasang wajah cemberut


"Re takut, kecil akan membuat sayang mommy daddy berkurang padaku." ucapnya pelan, namun bisa didengar kedua orangtuanya


"Tidak sayang. Kemarilah... !!" panggil Ayuna, menyuruh Re naik keranjang "Re, meski nanti ada baby, sayang mommy daddy tidak akan berkurang. Mommy daddy akan menyayangi kalian berdua...." mengecup pucuk kepala Re,


"Nggak berdua sayang" ralat Adiittya "Setelah baby ini lahir, kita bikin lagi. Mas ingin punya banyak anak."


"Ini saja masih 4 minggu, mas " kata Ayuna mengingatkan Adiittya


"Namanya juga planning, sayang.."


"Daddy nggak capek !!" celetuk Re, menyenderkan kepalanya didada Ayuna


"Soal itu nggak ada capeknya Re. Kelak dewasa, kau juga seperti daddy...." jawab asal Adiitty, yang langsung mendapat cubitan dilengannya


"Mas.. kalau ngomong mbok ya dijaga. Re masih kecil, jangan disuguhi omongan seperti itu." singit Ayuna


"Aku bukan anak kecil, mom. Aku jadi kakak sekarang." ralat Re


"Iya sayang, maaf. Mommy lupa"


#####


Minggu pagi, jadwal rutinitas Re dan Adiittya olahraga mengelilingi komplek rumahnya setiap pagi.


"Pinternya anak mommy ??" puji Ayuna, melihat Re memakai sepatunya sendiri


Re mendongak, lalu terkekeh sombong menampakkan gigi kecilnya


"Are you ready, boy ??" tanya Adiittya menuruni tangga yang sudah siap dengan baju dan sepatu olahraganya

__ADS_1


"Yes, i'm ready"


"Okey !! let's go !!"


"Wait daddy." cegah Re, membuat Ayuna dan Adiittya mengernyit kebingungan


Balita itu berlari kecil menuju dapur, kepalanya clingak clinguk nampak mencari seseorang


"Bu Siti...."


"Bu Siti...." panggil Re lagi, karena tak ada jawaban dari siempunya nama


"Bu Siti...!!! aku hitung sampai tiga nih !!! kalau bu Siti belum muncul, daddy akan memecatmu....!!!" ancamnya sambil duduk dikursi meja makan yang terhubung dengan dapur "Sa..tu...... du..a......ti......"


"Iya, mas. Mas Re butuh sesuatu ???" tanya Siti dengan napas tersengal sengal


Kepala Re manggut manggut, matanya memicing sambil terkekeh puas mengerjain asisten sang daddy


"Mana susunya mommy ??" tanyanya, yang pagi tadi memesan susu buat mommynya pada Siti


Bu Siti tersenyum, ternyata tuan mudanya ini lebih protektif daripada Tuan besarnya.


"Ini, mas" Siti memberikan segelas susu yang sudah dibuat sejak tadi


"Thank's"


Re berjalan sangat pelan sekali dengan membawa segelas susu putih, yang mana daddy dan mommynya duduk santai disofa ruang tengah.


"Masyaallah.... kakak Re pintar sekali ya Dad ??" puji Ayuna bahagia


"Ada maunya pastinya ??" ledek Adiitttya, mengulum senyum


Melirik sinis sekilas Adiittya, lalu memberi susu yang dibawa ke Ayuna


"It's special for you Mom and my little."


"Oh.. ya... !!" meraih gelasnya "Thank's you so much, my dear." mencium pipi Re


"Sudah tugasku !!" katanya menyombong, sambil menaikkan kedua bahunya


Ayuna tersenyum tipis melihat tingkah putranya yang mirip sekali sama Adiittya


"Kamu sekali, Dad." ucap Ayuna sengaja menekankan kalimat terakhirnya pada Adiittya


Adiittya hanya tergelak mendapat sindiran dari istri kesayangannya


"Daddy, come on !!" ajak antusias Re


"Olahraga pagi ini batal saja, Re" jawab asal Adiittya


"Why ???!!" balasnya sambil menengadahkan kedua telapak tangannya


"Daddy mau olahraga sama Mommy saja. Kamu bermainlah sendiri dikamarmu...."


"Mass... kebiasaan deh !!!" jengah Ayuna, karena suaminya selalu saja berbicara yang tak pantas untuk putranya dengar


"No !!! kita berangkat sekarang, let's go Dad !!!" sentak Re, sambil menarik lengan Adiittya yang melingkar mesra di pinggang Ayuna


"Baiklah !!" akhirnya Adiittya menyerah setelah mendapat tatapan tajam Ayuna





🌹 Kakak lophers kasih vote doong, biar semakin semangat lagi authornya....😢😢🌹

__ADS_1


__ADS_2