
Dikawal Adam dan Toni, Adiittya mengajak jagoannya berolahraga pagi ditaman komplek dekat rumahnya. Dua jagoannya itu, sangat lincah melenggak lenggokkan tubuhnya diatas sepatu roda barunya yang kemarin dibelikannya
Apalagi Rain yang memang memiliki jiwa berpetualangan dan sangat menyukai tantangan, yang ia warisi dari salah satu sifat Adiittya.
Bak sedang dance, Rain berlenggak lenggok tanpa ragu memainkan sepatu rodanya kekanan kekiri dengan kecepatan tinggi dan memang putra sulung Adiittya dan Ayuna ini sudah jago dan lihai memainkannya. Tanpa sengaja, Re menabrak gadis kecil yang tengah berlarian bersama teman sebayanya dengan gula kapas ditangannya
"Awaassss...." teriak Rain memberi aba aba
Bbrrruuuuuaaakkkkk
"Aduhh !!!" pekiknya menatap kesal gadis itu
"Aarrggghhhhh......" teriak gadis penyuka gula kapas "Huuwaa.....aaaaa....." menangis merasakan perih di lutut dan telapak tangannya
Bunga Arcilla, nama gadis kecil itu Bunga Arcilla. Putri tunggal seorang Ceo perusahaan yang sudah bangkrut dan saat ini mendekam dijeruji besi akibat ulahnya sendiri.
Lahir diluar nikah dari kedua orangtuanya. Beruntung, sang mama mempunyai sahabat yang bersedia menikahinya untuk menutupi aibnya
Bunga menoleh ke segala arah mencari sosok mamanya dengan air yang membanjiri mata bulatnya.
"Maamaaaa...... huwaaaa.....aaaa....."
"Maaammmaaaa..... huwaaaa...." teriaknya lagi, masih kebingungan mencari Cilla. Mamanya
"Gara gara kamu aku jatuh nih !!!" sungutnya diposisi duduk sambil memegangi pantatnya
Bunga tak menghiraukan tuduhan Re, gadis berponi tergerai lurus itu masih menangis memanggil mamanya
"Hai !!! kau tuli ya !!!" Re marah karena gadis didepannya mengabaikannya
"Re !!!" Arion menghampiri Re, "Kau baik baik saja ??"
Re mengangguk
"Bunga !!!" Cilla berlari kecil mendatangi bunga "Kenapa kau menangis ???" tanya Cilla bingung "Bunga !!! kau jatuh ???" setelah melihat darah di telapak tangan putrinya "Kok bisa sih !!! makanya jangan berlarian, jatuh kan jadinya ???!!"
"Dia menabrakku Ma..... huwaa...." tangan mungil Bunga menunjuk Re
"Hah !!! kamu yang salah !!!" sentak Re tak terima "Aku sudah meneriakimu, aku sudah menyuruhmu menepi. Kau tak mendengarku !!!" belanya
"Heh, anak tengil !!! sudah tahu salah, masih saja bentak bentak !!! Masih kecil sudah pandai berbohong !!! Kau itu tak pernah diajari sopan santun orangtuamu, hah !!!"
"Mas Re !!!" Adam berlari kecil "Mas Re, kenapa ???" tanya Adam, melihat Re memegang pantatnya, mukanya terlihat jelas menahan sakit
"Rain jatuh !!!" sahut Arion
Terkejut "Mas Re, mana yang sakit ???" selidik Adam, mencari luka ditubuh Rain
"Ooww... jadi anak tengil ini anakmu ??!!" Cilla menatap tajam Adam "Kamu tahu, anak tengilmu ini menabrak putriku hingga berdarah seperti ini !!!" amarah Cilla
"Maafkan tuan muda saya, bu "
Mulut Cilla terus melempar cacian tak menyenangkan untuk Rain dan Adam, meski Adam sudah berulang ulang minta maaf
"Kenapa Dam ??" tanya Adiittya yang datang bersama Toni
"Mas Re menabrak putri ibu ini, Tuan ??"
Adiittya menautkan kedua alisnya, jelas ada kemarahan dimatanya
"Dasar ***** !!! Menjaga anaku saja kau tak becus !!! Kemana saja kau, Adam !!!"
"Sejak tadi aku mengikuti mas Re dan Tuan muda Arion. Mas Re melajukan sepatu rodanya terlalu kencang, akhirnya tidak sengaja menabrak putri ibu ini..." Adam mengulangi ceritanya "Membuatnya terluka, sepertinya telapak tangannya robek, Tuan ??!!" imbuhnya
"Bukan salahku, Adam !!! Bocah itu yang tuli !!!" bela Rain tak mau disalahkan
"Jadi, kau juga menyalahkan anakku Adam !!!" hardik Adiittya
__ADS_1
Adam menggeleng sambil menunduk
"Ooohhh.... jadi kamu bapak anak tengil ini ??? Pantasen, anak tengil ini brutal tak punya sopan santun. La bapaknya saja seperti itu " kata Cilla, yang langsung mendapat tatapan sinis Adiittya
"Jaga bicara anda, Nyonya !!! saya bisa laporkan anda ke pihak kepolisian !!"
"Hahahaha laporkan saja !!! aku tak takut !!! Dasar orang kaya, mau seenaknya saja !! Nggak punya rasa tanggungjawab !!!" dengus Cilla
"Sudah... berhenti tuan, nyonya.... kasihan gadis ini terluka parah, sebaiknya segera dibawa kerumah sakit. Mari saya antar bu...." ujar salah satu warga yang ikut menyaksikan kejadian ini
"Nggak perlu pak. Saya obati saja dirumah."
"Tapi itu luka sobek lo bu... dalam lagi..."
"Iya nggak apa, pak bu. Saya obati sendiri saja."
Adiittya menatap dalam telapak tangan Bunga
"Sepertinya orang ini tidak ada uang untuk membayar rumah sakit ??" bathin Adiittya
"Toni !!! ajak orang ini ke rumah !!! kau panggil om Leo..."
Toni mengangguk
Rombongan Adiittya bergegas masuk mobil, dan di ikuti oleh Cilla yang menggendong Bunga
########
Masih menggunakan daster hamilnya, Ayuna pergi kedapur untuk membantu Siti menyiapkan makan pagi anak dan suaminya
"Bu Siti.... mas Adiittya kok belum ngajak anak anak pulang ya ??"
"Masih asyik paling, Nya "
Ayuna tersenyum tipis, tak lama kemudian
"Morning sayang"
"Aaoouuwww" jerit Ayuna terkejut "Mass ihhh kamu ini kebiasaan !!!" narkasnya
Adiittya terkekeh
"Re !!! kamu kenapa nak ??? kenapa mukamu seperti itu ??" selidik Ayuna
"Jatuh" jawab Adiitttya.
Re diam, menahan rasa sakitnya.
Ayuna meraih Rain dari gendongan Adiittya, ia tahu yang Re sembunyikan
"No sayang !!! biar Re, aku saja yang gendong"
Ayuna tak menjawab Adiittya. Dia lebih memperhatikan putranya, tangannya mengelus pipi Re
"Menangislah Nak, jangan ditahan. Itu bisa membuatmu lebih tenang"
Tak butuh lama, bocah sok jaim itu menangis sejadi jadinya, menyembunyikan kepalanya dileher Daddynya.
"You're smart my wife" bisik mesra Adiittya pada Ayuna, sontak membuat Ayuna memukul lengannya
Tiba tiba Arion masuk kedapur mengambil tiga susu kotak dikulkas
"Arion untuk apa susu sebanyak itu ??" tanya Ayuna
"Untuk anak gadis yang ditabrak Re, tadi !!"
"Re menabrak ??? siapa ???"
__ADS_1
Arion mengedikkan bahunya, kemudian Adiittya menjelaskan perkaranya.
"Mereka diruang tamu, aku sudah menghubungi om Leo "
Beristighfar, Ayuna seraya menutup mulutnya
"Itu bukan salahku, Mom... Dia yang tak mendengarku...." Re membela dirinya disela isak tangisnya
Ayuna menangguk, sambil mengusap usap lengan Re untuk menenangkannya
"Iya sayang... Mommy percaya" lalu menoleh ke asistennya "Bu Siti tolong bawakan minum dan cemilan untuk tamuku ya ???"
"Iya Nyonya."
Ayuna kemudian pergi keruang tamunya, untuk melihat keadaan gadis kecil yang telah ditabrak anaknya
"Nih buat kamu...!!!" Arion menyodorkan susu pada Bunga "Sudah jangan menangis lagi..."ucap Arion berdiri didepan Bunga "Bentar lagi kakek Leo datang. Dia akan mengobatimu..."
Bunga masih merintih didekapan Cilla
"Maafkan saudaraku ya ??? Aku tahu dia tadi tidak sengaja ???"
"Kenapa kamu baik padaku ??? Kenapa kau tidak jahat seperti saudaramu ???" tanya Bunga sambil sesenggukan
"Sebenarnya Re itu baik, hatinya lembut. Tapi dia itu......"
"Stop Arion !!!" bentak Re ketika masuk ruang tamu bersama kedua orangtuanya
Sontak Arion mengatupkan mulutnya rapat. Sementara Bunga spontan menoleh kebelakang untuk melihat suara yang tiba tiba muncul. Begitu juga dengan Cilla yang sangat terkejut, ternyata wanita berdaster hamil yang baru saja masuk keruang tamu itu temannya SMA Surabaya
"Cilla....???" pekik Ayuna terkejut
"Ayuna ???" pekik Cilla tak kalah terkejutnya dari Ayuna "Apa benar kau ini Ayuna ??? teman SMA ku di Surabaya dulu ???"
Ayuna tersenyum sambil mengangguk mantap. Setelah mendapat jawaban dari Ayuna, seketika Cilla berdiri dengan Bunga digendongannya memeluk erat Ayuna.
Ayuna mengelus punggung Cilla, setelah puas Ayuna mengajaknya duduk
"Kau tinggal disini juga ???"
Cilla menggeleng "Aku tinggal diSurabaya, disini aku hanya sebentar kok"
Ayuna mengernyitkan keningnya "Kenapa ???"
"Ekhem !!!" dehem Adiittya menghentikan obrolan dua wanita ini. " Sayang..... aku mandi dulu ya ??? udah gerah banget...."
"Iya mas.... sekalian bantuin anak anak mandi ya mas..."
"Siap sayang." Adiittya berjongkok hendak mencium bibir Ayuna, namun diurungkan karena mendapat tatapan tajam dari Ayuna.
"Aku belum dicium sayang tadi" bisik Adiittya merajuk
"Mass....!!!" Ayuna semakin menajamkan matanya.
Dan akhirnya terpaksa Adiittya hanya mencium pipi Ayuna saja.
Adiittya pamit, menundukkan kepalanya segan ke Cilla, lalu menggandeng dua jagoannya ditangan kanan dan kirinya ke lantai atas
"Aku mandi dulu ya.... selesai mandi aku akan menemanimu lagi..." pamit Arion sebelum pergi yang di angguki Bunga
"Berisik !!!" desis Rain ketus, tak senang melihat kedekatan Arion dan Bunga
•
•
•
__ADS_1
🌹 Kakak lophers kasih vote doong, biar semakin semangat lagi authornya....🌹
🌹Ajak teman teman yang lain untuk ikutan baca novel ini, kakak kakak lophers....🌹