KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 62


__ADS_3

🌹Terimakasih buat readers lovers yang sudah membaca karyaku. Author berharap readers lovers bisa tinggalkan Like, Komen, Tip dan Vote yang banyak ya..... karena itu sangat berarti bagi Author. Semoga readers lovers selalu sehat dan bahagia 🌹


🌹selamat membaca🌹


"Bagaimana keadaannya om." tanya Andrew pada Leo, yang baru saja selesai memeriksa Adiittya yang pingsan


"Nggak ada yang perlu dikhawatirkan. Sepertinya dia sedang stres, hingga membuatnya lupa makan. Tapi jika diteruskan seperti ini, dikhawatirkan dapat menyerang lambungnya. Kau tau kan jika lambung sudah bermasalah ??"


"Apa ada masalah dengan perusahaannya ?? Tidak biasanya dia seperti ini." imbuh Leo


Andrew menggeleng pelan, membuat Leo merapatkan kedua alisnya


"Ayuunaa... sayang.. kamu dimana.. mas rindu padamu..Ayuna..." Adiittya mengigau ditidurnya, membuat Leo juga Andrew menoleh kearahnya


"Dimana Ayuna ?? kenapa Adiittya memanggil Ayuna dalam tidurnya."


"Kabur bersama anaknya."


"Boy !! what do you mean ?? kemarin pagi mereka ke kantorku bersama, mereka nampak happy sekali."


Kepala Andrew mangguk mangguk "Ya, itu benar, sebelum.."


Kemudian Andrew menceritakan apa yang didengar dari Adiittya kemarin.


"Adiittya belum bisa berubah. Cemburunya seolah menjadi trauma baginya." kata Leo lirih, namun Andrew bisa mendengarnya dengan jelas


"Ya begitulah om, itulah kelemahan Adiitttya. Sejak Salsa menghianatinya, ia jadi posesif. Ia nggak mau jika Ayuna disentuh laki laki lain."


"Ya kau benar boy. Dan beruntung Adiittya mendapatkan seorang istri seperti Ayuna disamping setia, Ayuna bukan tipe wanita yang neko neko, dia wanita sederhana dan tidak gila harta."


"Bodohnya Adiittya, dia tak menyadari kesetiaan yang Ayuna miliki. Traumanya, membuat ia takut jika Ayuna akan menghianatinya sama seperti Salsa."


"Huuffttt" Leo menghembuskan nafasnya kasar "Okeh boy, aku harus kembali kerumah sakit. Jagalah saudaramu itu, jika ada apa segera hubungi aku. Semoga semua cepat berakhir membaik."


Andrew hanya menganggukkan kepala. Hatinya begitu kalut melihat sepupunya yang terbaring lemah dan terus mengigau memanggil manggil nama istrinya.


"Apa yang bisa aku lakukan untukmu Adiittya, supaya kau kembali bangkit dan menata dirimu lagi." gumam lirih Andrew selepas kepergian Leo.

__ADS_1


Andrew merebahkan badannya disofa kamar Adiittya setelah melihat sepupunya itu bisa tidur dengan tenang.


"Ayuna...sayang jangan pergi... maafin mas sayang... Ayuunnnaaa......!!!!!" teriak Adiittya ketika obat biusnya sudah tidak bereaksi lagi.


Adiittya duduk dan melepas paksa jarum infus ditangannya hendak berlari keluar kamar, namun segera ditahan oleh Andrew yang terbangun dari tidurnya.


"Adiittya... tenang. Please calm, kau mau kemana ?? aku akan mengantarmu, hem ??" bujuk Andrew masih mendekap tubuh atletis Adiittya


"Aku ingin mencari anak dan istriku, Andrew. Please help me." tiba tiba airmata yang jarang sekali keluar justru sekarang mengalir dipipinya.


"Okey. Aku akan membantumu. Tapi tidak saat ini. Lebih...."


"Aku mau sekarang Andrew !!!" dengan kuat Adiittya menghempas tubuh Andrew "Apa kau sudah gila !! apa kau tidak berpikir, dimana anak dan istriku tidur ??? apa mereka sudah makan ?? apa yang mereka makan ?? apa istriku sudah minum susu ?? bagaimana ia membuat susu untuk calon anakku ?? Bagaimana Andreeww......"


Aarrgghhh...... bbrruuuuakkkk


Adiittya mengambil lampu tidurnya yang duduk manis diatas narkasnya lalu menghantamnya kearah pintu kamar tidurnya.


"Astaga !!!" pekik Rico ketika lampu itu mengenai kening dikepalanya yang baru saja masuk kekamar Adiittya


"Adiittya tenangkan dirimu !!" Andrew kembali mendekap tubuh Adiittya " Rico, buka dasimu, cepat !!"


"Bodoh !!! buat ikatlah !!" seru Andrew, namun Rico masih tidak paham yang dibenaknya Andrew. Ia kira Andrew sedang bercanda dengannya, padahal Andrew meminta dasinya untuk mengikat kedua tangan Adiittya agar tidak memberontak lagi.


"Rico !! shit !! buruan lepas dasimu. Tangan Adiityya harus segera diikat, aku tidak kuat lagi menahan tubuhnya, bodoh !!"


"Okey !!" Rico melepas dasinya lalu diikatkan pada tangan Adiittya.


"Brengsek !! lepaskan aku !! kuhajar kau Rico !! berani beraninya kau mengikatku !!"


Tertawa nyengir " Maaf bos, ini demi kebaikan mu dan bersama." ujar Rico


"Kurang ajar !! kalian pikir aku gila hah !! lepaskan ikatan ini !! lepas !!" amuk Adiittya


Setelah memastikan tangan Adiittya terikat dengan kencang, Andrew dibantu Rico mengangkat dan membaringkan tubuh Adiittya diatas kasur. Kemudian menyuntikkan obat penenang kepantat Adiittta


"Ayuna..tolonglah mas sayang.. mereka ingin membunuhku.. Ayu..." rancu Adiittya, kemudian ia tertidur setelah disuntik Andrew.

__ADS_1


"Hmm... beginilah cinta deritanya tiada akhir." celetuk Rico menirukan jargon siluman **** difilm yang pernah ia tonton.


##########


Sore itu, Allan mengantar Rara pulang dari dinasnya. Ia akan mampir sebentar untuk memastikan keadaan sahabat yang pernah ia sukai.


"Bi, bagaimana keadaan Ayuna. Apa dia terlihat sedih, menangis, atau terlihat happy. Apa dia mau makan ?? apa makannya banyak ?? bi Yati nggak lupa kan membuatkan susu untuknya ?? dia mau min...."


"Satu satu dong bertanyanya, dok. Kasihan bi Yati ingatannya sudah luntur. Segitu khawatirnya." Sela Rara kesal


Yati yang diberondong pertanyaan hanya bengong dan menelan salivanya kasar.


Allah terkekeh kecil, sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal "Ya sudah aku kekamar Ayuna dulu." kemudian ia berlari kelantai dua, untuk melihat keadaan Ayuna sendiri dikamar, tanpa menunggu jawaban dari Yati dan Rara


"Kekhawatiranmu pada dokter Ayuna membuatku sakit, Al." suara hati Rara, matanya berkaca kaca menatap laki laki yang membuatnya jatuh cinta hingga punggung Allan sudah tak terlihat olehnya lagi.


"Sabar mbak, wong sabar disayang Tuhan." celetuk Yati sambil menepuk nepuk bahu Rara membuatnya bangun dari lamunnya


"Sok tau bi..." balas Rara mencolek dagu Yati, ia tersenyum kecil sambil berlari ke kamarnya


"Gimana kabarmu Yuna." tanya Allan sambil mengecek cairan infus yang menggantung


"Alhamdulillah sudah lumayan baik. Terimakasih Allan."


"Syukurlah....!! Pagi tadi Kak Andrew datang menemuiku dirumah sakit. Dia menanyakan keberadaanmu. Dan aku jawab aku tidak tahu kau ada dimana. Nggak apa kan ??"


"Iya nggak apa. Aku malah senang kau jawab seperti itu. Aku masih belum siap bertemu dengan Adiittya."


"Lalu apa rencanamu selanjutnya. Kau tidak bisa terus terusan bersembunyi. Kau harus segera memutuskan, Yuna."


"Entahlah Al, aku masih bingung. Disatu sisi aku ingin berpisah dengan mas Adiittya, tapi disisi lain aku merasa sedih anak anakku tumbuh tanpa daddynya"


"Apapun keputusanmu, aku akan mendukungmu. Jika kau takut anak anakmu tidak punya seorang bapak, aku siap menjadi bapak an..."


Bruuakkk


Kalimat Allan menggantung, saat mendengar suara benda terjatuh. Namun saat ia melihat keluar, ternyata ia tidak mendapati apapun.

__ADS_1


Sedangkan dikamar sebelah kamar Ayuna, ada seorang gadis sedang menangis sedih. Rara, ia tak sengaja mendengar pembicaraan Ayuna dan Allan saat hendak masuk kekamar Ayuna.


"Kenapa kamu jahat sekali,Al. Ternyata kamu masih mencintai dokter Ayuna. Apa kamu gak sadar perhatian yang ku berikan padamu. Itu karena aku cinta kamu, Al......"


__ADS_2