
Ayuna sengaja bangun pagi karena ingin menghindari Adiittya. Dengan mata masih sembab, luka disudut bibirnya akibat tamparan sang suami, dia memutuskan berangkat kerja sendiri tanpa Adiitya.
"Pagi Bi, Yuna berangkat dulu."
"Pagi...bibi buatkan sarapan dulu, Non ???"
"Tidak usah Bi, tolong buatkan susu untuk Tuan ya Bi."
"Saya pergi, Assalamu'alaikum." pamit Yuna
"Wa'alaikumsalam, hati hati Non."
Ada rasa iba juga penyesalan dihati Bi ina melihat keadaan majikan wanitanya. Tak pernah terpikir jika Tuannya bisa semarah itu hanya karena hal sepele.
"Maafkan bibi Non, ini salah bibi." ucap lirih bi ina
Tanpa sadar air matanya jatuh dipipi yang mulai berkeriput.
Taxi yang ditumpangi Ayuna berhenti didepan rumah sakit. Saat hendak membayar, tiba tiba ponselnya berdering dari dalam tas.
"Assala'mualaikum bu" sapa Yuna sambil memberi selembar uang lima puluhan ke sopir taxi.
"Wa'alaikumsalam, bb....ba... bapak.. hiks hiks." jawab ibu terbata bata
"Bapak kenapa bu !!"
"Pulanglah Yun... bb...bb...bapakmu telah tiada."
Jddaarrrr
Tubuh Ayuna menegang, mencekeram erat ponselnya. Rasa paniknya tidak bisa untuk berpikir jernih dalam benaknya hanya kata Bapak. Berjalan cepat kadang berlari lari kecil, sebentar sebentar menoleh kebelakang berharap ada taxi gojek atau apalah yang bisa membawanya ke bandara.
Tiiin tiiinnn
"Yun... mau kemana ???" tanya Alan
"Lan... bantu aku lan... antar aku ke bandara cepat lan." Suara parau Ayuna
Alan membuka pintu mobil lalu Ayuna segera masuk.
"Yuna.. kamu nangis ?? apa yang terjadi ??? kemana suamimu ?? trus bandara ??? mau kemana kamu ???" cerca Alan
"Buruan... Lan !!!" bentak Yuna dengan suara gemetar
"Heeyyy.. ada apa denganmu ?!!"
Menatap Alan tajam, mata masih berkaca kaca
"Aku cari taxi saja !!!"
"Yun... yuna... tunggu Yun.. okey.. okey aku antar kamu, tenanglah !!!"
Alan melajukan kendaraannya dengan kecepatan penuh.
"Menangislah sobat.. jika itu membuatmu lega." mengusap rambut Yuna
"Hiks.. hiks... hiks.. Bapak... Lan...." suara melemah
"Ada apa dengan bapakmu."
"Bb... bapak meninggal.. hiks.. hiks.. hiks.."
Alan mengerem mobilnya mendadak. Tubuhnya tiba tiba menegang
"Innalillahi wa' innalillahi rojiun" ucapnya lirih
Meraih tubuh Ayuna kepelukannya, mengusap usap punggung Ayuna
__ADS_1
"Sabar Yun.... aku turut berduka. Berhentilah menangis aku akan mengantarmu pulang"
"Tidak Lan.. antar aku ke bandara saja."
"Baiklah" melajukan mobilnya kembali
Adiitya baru membuka matanya, melihat disisinya sudah kosong, perlahan dia masuk kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah rapi, Adiitya menuruni anak tangga ke meja makan, kedapur keluar masuk setiap ruang masih tak mendapati istrinya juga
"Bi ina, dimana istriku."
"Non Ayuna sudah berangkat Tuan."
"Apa yang dimakan istriku pagi ini." menyuapkan roti ke mulutnya
"Anuuu... Non Ayuna tidak sarapan Tuan."
Pyyyyaaarrrr
Adiitya melempar makanan yang dihidangkan diatas meja
"Aku menggajimu untuk melayani kami !!"
"Saya sudah membuatkan sarapan, tapi Non Ayuna tidak memakannya Tuan."
"Kenapa kau tak memberitahuku, hah !!!"
"Maaf Tuan."
"Aaaakkkhhhh" menarik rambutnya kasar
Adiittya sedikit berlari diikuti Rico dari belakang. Rico segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Sesampai diruangan istrinya, diapun tidak mendapati istrinya. Perawat bahkan Kepala bagian istrinya juga mengatakan kalau Ayuna belum datang ke rumah sakit.
"Bagaimana Bos !"
"Nothing." katanya lemah
Berkali kali ia memukul tangannya sendiri yang telah digunakan untuk menampar istrinya.
"Please don't go, Ayuna."
"i'm sorry."
Sepanjang jalan dia merutuki dirinya sendiri. Hingga memasuki kantornya, dia sibuk memandangi ponselnya, menutup buka chat dan aplikasi telpon berharap bisa menghubungi istrinya.
Bbrrruuuukkkkk
"Breenggsseekkk." marah pada pegawainya yang tersungkur didepannya
"Mmm... mmaafkan saya Tu.. tuan."
"Mau mati kau, hahhh !!"
Kemarahan Adiitya membuat pegawainya ketakutan, untuk masuk keruangan Adiitya saja mulut mereka tak henti hentinya kumat kamit entah apa yang sedang dibacanya.
tok tok tok
"Masuk" seorang pegawai menyerahkan laporan
"Bodoh !!! nggak guna !! keluar kau !!" melempar laporan kemuka pegawainya
"Bos kendalikan dirimu !!" kata Rico dengan penekanan
"Ric, coba lacak ponsel istriku." suara melemah
"Ponselnya tidak aktif bos."
"Aaarrggghhhh.... "
__ADS_1
Surabaya
Pandangannya tertuju pada tubuh yang sudah terbujur kaku dengan kain putih menutup disekujur tubuh.
"Bapak...." panggilnya lirih
Pelayat yang sedang membacakan surat yasin mendongakkan kepala melihat kedatangan Ayuna, tubuhnya lemas, pipi dibahasi buliran bening yang turun dari matanya
"Hiks hiks... bapak maafin Yuna...kenapa bapak tidak menunggu Yuna ..... Baapaakkk bangun... Yuna butuh bapak..."
"Sudah nak, ikhlaskan bapakmu, biarkan beliau tenang disisinya."
"Bapaakkk jahaatt bu... bapakk tega ninggalin Yuna....bapak tidak sayang Yuna bu....hiks hiks hik."
Acara pemakaman berlangsung hidmat dihadiri dari keluarga besar Ayuna dan para warga tentunya. Ayuna berdiri disebelah ibunya memberikan penghormatan terakhir.
Rumah sakit
"Ra, hari ini Yuna tidak masuk, kau bantu aku ya !!!" kata Alan
"Baik dok. Emangnya dokter Ayuna kemana dok ?? Pagi tadi Tuan Adiitya datang mencarinya."
"Benarkah ???"
"Benar dok, dilihat dari wajahnya, seperti orang sedang kebingungan gitu."
"Apa yang terjadi pada mereka." gumam lirih Alan
"Ra, apa Yuna pernah cerita tentang suaminya atau apa gitu ??"
"Tidak Dok !!! Dokter Ayuna sangat tertutup."
"Kamu benar, Yuna bukan orang yang suka mengumbar kepribadiaannya."
sedangkan Adiittya masih saja uring uringan. Rico yang tak tahan melihat kemarahan bosnya, akhirnya mengajak ke suatu tempat yang bisa menenangkannya.
Alan menyipitkan matanya saat melihat Adiitya bersama Rico memasuki club. Alan segera menepikan mobilnya dan masuk ke club. Alan mengedarkan pandangannya sampai matanya tertuju pada laki laki yang memangku wanita di sofa setengah lingkaran.
Wajah Alan memerah berkabut emosi tidak terima merasa sahabatnya dikhianati
"******** kau Adiittyaa !!" teriaknya dan langsung memukul Adiitya membabi buta.
"Wwooyy...siapa lo berani mukulin bos gue, hah !!!" Rico mencekeram kerah baju Alan
"Lepaskan brengsek !!!" menepis kasar tangan Rico
"Akan ku bunuh kau ******** !! suami macam apa kau hah !! bahkan kau tak pantas mendapat cintanya Yuna !!" kembali menonjok Adiitya
"Apa maksudmu !!! menonjok balik Alan
"Aku mencintai istriku lebih dari diriku sendiri, aku menjaganya dengan seluruh nyawaku!! Kau harus tau itu !!!" menarik kerah baju Alan
"Cih, ini yang kau sebut cinta ??? hahahaha.. katakan dimana istrimu saat ini ??sedang apa?? lagi ngapain?? tertawa atau menangis ?? kau tak tau kan ???" tersenyum kecut
"Apa yang kau tau tentang istriku hah !!! katakan... katakan dimana istriku sekarang !!!"
"Cih... " berjalan meninggalkan Adiitya
Masih berdiri mematung "Katakan dimana istriku, keparat !!!"
Alan menghentikan langkahnya, hanya kepalanya yang menoleh tapi tidak sampai melihat Adiitya "Pergilah ke surabaya"
"Surabaya ???" kata Rico dan Adiitya lirih tapi masih bisa di dengar
"Rico siapkan pesawat sekarang." ucap Adiittya lirih
🌹to be continue🌹
__ADS_1
Bosssquuuu jangan lupa sebelum beralih tekan LIKE, ketik KOMENTAR, kasih BINTANG LIMA pada halaman sampul dan VOTE untuk novel ini yacchhh...... terimakasih 🤗🤗 🤗
i_eyyun 😘