KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 59


__ADS_3

"Lala...!!"


Teriak Adiittya memenuhi ruang tamunya. Tak hanya Lala, bi ina yang sedang menjemur pakaian disamping rumah juga ikut terkejut. Para Asistennya itu segera berlarian memenuhi panggilan tuannya


"Lala...!!!" Adiittya masih terus berteriak teriak, membuat balita digendongannya itu terkejut lalu menjerit dalam tangisnya


Hati Ayuna semakin sakit, melihat anaknya menangis meraung seperti itu. Dengan paksa Ayuna mengambil Arion dari tangan Adiittya, namun dengan kasar tangannya ditepis oleh Adiittya.


"Jangan gendong Arion !!" bentak Adiittya


Nafas Ayuna memburu, ia menatap balik suaminya. Ada kemarahan yang besar disana.


"Apa !!!" kini mereka berdua saling beradu tatap kemarahan.


Namun apalah daya hati wanita yang berdominan dengan kelembutan, membuat Ayuna kalah, sambil memegang perut bawahnya ia berjalan meninggalkan Adiittya.


"Ayuna !!! tunggu !! Ayuna....!!!" dia mengedarkan pandangannya, asisten yang sedari tadi dipanggil tak juga muncul.


"Lala !!"


"Iya Tuan."


"Kau ini tuli hah !! sudah bosan kerja kau !!" amuk Adittya sambil menyerahkan Arion pada Lala, sedangkan balita itu semakin keras tangisnya dan tak mau lepas dari daddynya "Diam !!" bentak Adiittya pada Arion, membuat Lala meringkuk ketakutan


Ayuna didalam kamar, sedang mengemasi baju bajunya. Fine, ia tak bisa melanjutkan lagi rumah tangga yang membuatnya bagai burung disangkar emas


Berkali kali ia memukul dadanya yang terasa sesak, apalagi saat mendengar suaminya membentak Arion.


"Sayang, kamu sehat sehat diperut mommy ya. Kita akan bergi bersama abang." ucap Ayuna terisak sambil mengelus perutnya.


Brakkk !!!


"Mau kemana kau !!" Adiittya tertegun melihat istrinya yang mengemas baju bajunya kedalam koper "Ayuna !! apa yang kau lakukan dengan baju baju itu !!"


Ayuna tak menjawab, ia masih memasukkan bajunya asal kedalam koper.


Adiitttya semakin geram karena diabaikan oleh istrinya. Berjalan cepat, lalu melempar koper kelantai membuat baju Ayuna berserakan kemana mana


"Kau mau pergi, iya !! kau akan meninggalkan aku ??!! apa benar itu Ayuunnaa !!!" mencekeram lengan Ayuna


Ayuna menepis kasar tangan Adiittya, ia harus melawan suaminya kali ini deminya dan juga anak anaknya.


"Iya !! benar, aku akan pergi !! aku dan anak anak akan pergi meninggalkanmu mas !! anak anakku tidak butuh daddy sepertimu !! kau itu monster !! kau selalu saja kasar sama kita mas !! kau tak pernah sayang sama kita mas !! Aku ingin berpisah darimu !!"


Plak


Ayuna terhuyung beruntungnya ia tersungkur diatas tempat tidur

__ADS_1


"Dasar ****** !!! Beraninya kau mengatakan ingin berpisah dariku !! aku ini suamimu !! istri macam apa kau hah !!"


Ayuna berdiri nafasnya memburu


"Kau benar mas. Aku ini memang ******. Istrimu ini ****** pemuas monster sepertimu !! apa aku pernah benar dimatamu, apa aku pernah menyakitimu, apa pernah aku selingkuh mas !! apa aku pernah menawarkan diriku pada laki laki bukan muhrimku, hah !!"


plak


satu tamparan mendarat lagi dipipi Ayuna.


"Tampar lagi aku mas. tampar !! atau kau mau bunuh aku, hem. Bunuh !! aku muak hidup denganmu !! kau tuduh aku seenakmu, kau mengataiku seenakmu. Tapi kau lupa siapa dirimu sesungguhnya. Kau tak jauh beda dari laki laki buaya darat. Kau yang suka bermain perempuan, malah kau sebut diriku ini wanita ****** !! kau.. "


Tiba tiba Ayuna merasa ada cairan basah merembes dikakinya, membuat ia tidak bisa melanjutkan kalimatnya lagi.


Ia berjalan perlahan meninggalkan Adiittya dengan memegangi sesuatu yang bisa ia gunakan sebagai alat pegangannya dan satu tangannya menahan perutnya yang sakit.


"Sayang !! ada apa denganmu ?? kau baik baik saja ?? kita kerumah sakit, ayo ??"


Adiittya panik ketika melihat ada darah mengalir dikaki istrinya.


Ayuna mengangkat tangannya, isyarat stop jangan ikuti aku.


"Nggak usah sok peduli kamu mas !!"


"Tapi sayang ada darah di kakimu ??!! aku takut ada apa apa dengan anak kita, sayang !!"


Ayuna terus berjalan keluar kamar, menuju kamar Arion untuk membawa bersamanya.


Dengan cepat Ayuna menepis tangan Adiittya


"Mas !! kau itu sakit !! nggak akan aku biarkan Arion bersamamu !!"


"Sayang... tapi kau harus ke rumah sakit ?? lihatlah keadaanmu ?? jangan buat mas khawatir doong ??"


"Nggak usah khawatirkan ****** seperti diriku !!"


"Sayang...!! okey...!! kita kerumah sakit dengan Arion."


Ayuna mengabaikan rayuan Adiitttya, ia terus berjalan perlahan dengan dituntun Lala menuruni anak tangga


"Bi ina.... bi.." panggil Ayuna


"Astaghfiruallahaladzim... nyonya.. !!" Bi ina terkejut melihat keadaan Ayuna yang sedang tidak baik.


"Sayang.. mas antar kerumah sakit okey ??"


Ayuna tetap tak bergeming

__ADS_1


"Bi tolong suruh pak Kasim mengantar saya kerumah sakit."


Ina mengangguk, kemudian berlalu pergi. Sementara Adiittya masih berusaha membujuk Ayuna agar mau ikut dengannya.


Tidak lama kemudian Kasim datang, dan Ayuna dibantu ina masuk kedalam mobil.


Aargghhhh..... bug !! Adiittya menghantam tembok berkali kali dengan kepalan tangannya sendiri, hingga sela sela jarinya mengeluarkan darah segar yang mengalir. Ia merasa bodoh tidak bisa melindungi anak istrinya


Tanpa memperdulikan tangannya, ia menyambar kunci dan menyusul Ayuna ke rumah sakit.


Namun Adiittya harus menelan kekecewaan, kali ini Ayuna tidak kerumah sakit tempatnya bekerja dulu. Ia pergi ke rumah sakit lain demi menghilangkan jejak.


"Pak Kasim, tolong jangan beri tahu tuan saya dirumah sakit ini ya. Bilang saja saya turun ditengah jalan lalu naik taksi." pinta Ayuna setelah ia mendapat perawatan.


Beruntung anak Ayuna kuat kali ini, jadi tak butuh perawatan intensif. Akan tetapi dokter menyarankan untuk menginap satu atau dua hari kedepan


"Tapi nyonya, saya takut tuan marah pada saya. Saya masih butuh kerja, nyonya."


Akhirnya Ayuna mengijinkan Kasim berbicara jujur pada Adiittya, tapi ia harus membuat rencana lain agar Adiittya tidak bisa menemukannya


"Baiklah pak Kasim boleh pulang sekarang."


Seperginya Kasim, nampak Ayuna sedang menghubungi seseorang.


"Aku dirumah sakit KASIH IBU sekarang."


Sementara Adiittya nampak frustasi saat tak mendapati nama istrinya didaftar pasien pada layar komputer resepsionis rumah sakit tempat Ayuna bekerja dulu serta tempat Ayuna biasa memeriksa kandungannya.


Ia menjabak rambutnya kebelakang, sambil sesekali melakukan panggilan diponsel pintarnya. Namun sepertinya yang menjawab telfonnya seorang operator wanita yang bertugas menyampaikan pesan 'telfon yang anda hubungi sedang tidak aktif. Ulangi panggilan anda sesaat lagi.'


"Maaf mbak, bisa kau cari ulang dan teliti lagi nama istriku, didaftar pasien yang baru masuk. Biasanya kita periksa didokter Manda. Tolong ya mbak ??" pinta Adiittya lagi pada resepsionis wanita


Adiittya berharap ada kesalahan membaca pada karyawan rumah sakit itu. Ia terus berdoa nama istrinya ada diantara daftar pasien rumah sakit itu


"Maaf Tuan, nama dokter Ayuna tidak terdaftar disini. Mungkin beliau dirumah sakit lain sekarang."


Adiittya mengangguk "Terimakasih mbak"


"Sama sama Tuan Adiittya."


"Aarrgghhh.... kemana kau sayang" desis Adiittya




Untuk semangat kuh !!!

__ADS_1


>Kakak kakak kasih VOTE yang banyak untuk novelkuh.... doonggg ?????


tinggalkan Jejak dengan menekan LiKE, KOMENT dan jangan lupa beri aku BINTANG LIMA.


__ADS_2