
"Daddy... apa itu suara si kecil ??"
Adiittya mengangguk kaku "Benar Re, kecil sudah lahir...."
"Re mau masuk, Daddy !!!" Re menarik narik kaos Adiittya "Daddy... ayo kita lihat kecil sama Mommy..."
Adiittya mengecup rambut kepala Re "Iya sayang, tapi nanti"
"Kenapa tidak sekarang ??!!"
"Dokter masih memeriksanya, sayang." Adiittya kembali mengecup kepala Re, kemudian memeluknya erat
Muka Re yang tadinya berbinar bahagia, berubah menjadi muram
"Keluarga bu Ayuna...!!!" panggil suster yang baru saja keluar dari ruang operasi sambil menggendong baby laki laki
Niko dan Adiittya bergegas berlari kecil menghampiri suster dengan Re digendongannya,
"Saya suaminya, sus"
"Selamat pak, putra anak telah lahir. Tapi untuk sementara si baby harus dimasukkan diinkubator terlebih dahulu."
"Terimakasih. Bagaimana dengan istri saya, sus ??"
"Istri bapak baik baik saja. Dokter masih melakukan beberapa tindakan pasca operasi."
"Alhamdulillah ya Allah...." memejamkan mata sebentar, "Lalu kapan saya bisa mengadzani anak saya, sus ??"
"Bapak bisa mengadzani sekarang, mari ikut saya..."
Adiittya mengangguk, kemudian menoleh ke Niko "Ko, aku titip Ayuna dulu ya ?? jika ada apa apa segera panggil aku."
Niko mengangguk, Adiittya dan Rain segera menyusul suster yang membawa anggota barunya
Setelah dimandikan dan diadzani Adiittya, baby yang lahir prematur itu segera dimasukkan ke inkubator.
"Kecil sekali ???" tangan mungil Re meraba kaca inkubator adenya "Daddy !! apa semua baby yang baru lahir, dimasukkan tabung seperti kecil ???"
Adiittya menggeleng "Karena kecil membutuhkannya"
"Aku mau kasih nama Bintang, boleh kan Dad ??"
"Kenapa ??"
"Karena kecil sangat kecil, tapi kecil akan menjadi bintang yang memberi terang dirumah kita..." menatap iba Bintang " Aku akan menyayanginya, aku nggak jadi membencinya... Bintang akan jadi adek kecilku....!!!"
Adiittya langsung menggendong Rain dan memeluknya erat, air mata yang hampir tak pernah keluar. Kini seakan tak ada malu lagi, cairan bening itu keluar dengan sendirinya
"Kita akan beri nama kecil BINTANG ADIITTYA ANGKASA RAYA, gimana Re suka ??"
Re mengangguk mantap, bibirnya tersenyum lebar memperlihatkan deretan gigi kecilnya
"I like it !!"
Adiittya dan Re kemudian kembali keruang operasi dimana Ayuna masih mendapat tindakan pasca melahirkan
Ceklek
__ADS_1
Ayuna yang berbaring dibrankar didorong oleh beberapa perawat keluar ruang operasi.
"Suami bu Ayuna !!" panggil dokter wanita
"Saya suaminya, dok"
"Sebaiknya bapak menyelesaikan administrasi terlebih dahulu, kami akan memindahkan bu Ayuna ke kamar inap"
"Baik, dok"
"Kak, biar aku saja yang mengurus administrasinya, kak Adiittya temani mbak Ayuna saja..."
Adiittya mengangguk, kemudian mengeluarkan kartu berwarna gold untuk Niko "Terimakasih, ko "
Adiittya dan Re segera menyusul dokter yang membawa Ayuna kekamar inap.
"Mommy...!!!" Re melepaskan diri dari genggaman Adiittya, lalu berlari dan merangkak naik ke ranjang Ayuna
"Hati hati sayang, perut Mommy masih sakit" Adiittya memperingatkan Re
"Apa sangat sakit sekali ??" tanya Re pada Ayuna yang sedikit meringis
"Sedikit" Ayuna menjetikkan ujung kuku kelingkingnya
"Re nggak mau punya ade lagi"
"Kenapa ???" tanya Adiittya heran, sementara Ayuna mengernyit bingung
"Karena baby sangat merepotkan !! Re nggak mau lihat Mommy sakit lagi !!!" menatap Adiittya sinis "Jadi !!! Daddy nggak boleh bikin ade lagi !!! Kasihan Mommy !!!"
"Bukan seperti itu !!! bukan Cinta !!!"
"So.."
"Rahasia !!!" jawab Re ketus, membuat Niko yang baru saja gabung tertawa terpingkal pingkal
########
Tujuh bulan kemudian
Sebuah tenda besar biru langit berdiri dihalaman rumah Adiittya sejak subuh pagi tadi. Terlihat ibu ibu, bapak bapak pengajian dan anak anak yatim dari panti asuhan memenuhi kursi undangan.
Allan, Rico juga datang bersama keluarganya masing masing. Andrew pun tak ketinggalan, ia datang bersama Aloena yang gagal menjalani program hamilnya.
Hari ini putra kedua Adiittya dan Ayuna genap berusia tujuh bulan. Dan kedua orangtuanya sedang menjalankan kewajiban mengaqiqahkan putranya.
Acara berlangsung khidmat diiringi sholawat nabi. Adiittya sebagai ayahnya mengumumkan dan mengesahkan nama putra mereka.
"Alhamdulillah ya mas... selama acara Bintang tidak rewel sama sekali." ujar Ayuna ketika acara telah selesai, dan kini ia sedang istirahat diruang tengah
"Iya sayang..." Adiittya mencium pucuk kepala Bintang yang tertidur pulas, duduk disebalah Ayuna
"Sayang, kapan rencana kita bikin adenya Bintang ???" Adiittya menaikturunkan kedua alisnya menggoda Ayuna
"Otak loe mesum saja !!!" sahut Andrew menimpuk kepala Adiittya, yang baru gabung bersama yang lain
"Tauk nih !!! kau pikir istrimu pabrik, di loss saja bikinnya..... !!!" timpal Allan yang disambut tawa yang lain
__ADS_1
"Gue nggak akan berhenti bikin baby, sampai gue mendapat baby perempuan...." menatap Ayuna meminta persetujuan "Boleh ya sayang....???" mukanya dibuat seimut mungkin
"Sedikasihnya saja mas....???"
"Tuhh.... istri gue saja nggak keberatan ???"
"Buat nyenengin loe saja itu !!!" cibir Andrew
Adiittya tergelak kemudian mengecup kening Ayuna
"Terimakasih sayang, kau sudah menemani hari hariku menjadi lebih sempurna. Dengan kelembutan yang kau punya dan cinta tulusmu membuatku mengenal apa arti cinta sesungguhnya. Kau dengan sabar mengajarkan, mengenalkan dan menanamkan sebuah keyakinan yang tak pernah aku miliki sebelumnya. Berkat kamu, aku bisa menjadi islam sejati, aku bisa merasakan menjadi Imam yang berguna untuk anak dan istriku. Aku bisa merasakan indahnya berbagi. Dalam sujudku disepertiga malam, Mas selalu berdo'a semoga keluarga kita selalu dihujani kebahagiaan, anak anak yang sholeh, dan dituntun rumah tangga kita menuju jannahNya."
"Amiinnn...." balas mereka kompak
Ayuna tersenyum sambil membelai pipi berbulu halus Adiittya
"Aku juga berterimakasih sama kamu Mas, Sebagai istri aku masih banyak kekurangan dalam menjalankan kewajibanku. Namun, dengan kasih sayang dan cinta tulus yang mas Adiittya berikan padaku dan anak anak, membuatku terus belajar dan belajar agar menjadi sosok istri dan ibu yang kuat. Aku berjanji akan selalu berada disampingmu, apapun yang terjadi, Mas."
"Iya sayang, kita akan selalu bersama sama sampai ajal menjemput kita. Sampai kita bisa melihat cicit cicit kita." Adiittya tersenyum "I love you sayang"
"I Love you too..."
Adiittya mendaratkan bibirnya ke bibir Ayuna, saling menumpahkan rasa cinta masing masing, tak memperdulikan keberadaan teman temannya yang ada disana.
"Daddy !!! Mommy !!!! apa yang kalian lakukan ??" tiba tiba Re datang dan langsung menatap tajam kedua orangtuanya "Lihat Bintang hendak menangis, akibat ulah kalian....!!!"
Adiittya dan Ayuna sontak melepas pelukannya. Adiittya terkekeh sambil menggaruk tengkuk leher belakang yang tidak gatal.
"Maaf, boy !!!" ucap Adiittya
"Maafkan Mommy sayang, karena bahagia... Mommy sampai lupa sama Bintang.." tutur Ayuna pada Re dengan air mata yang masih mengalir
"Mommy, menangis ???"
Ayuna menggeleng "No, sayang. Air mata Mommy ini karena Mommy bahagia, bahagia mempunyai daddy, Rain, Arion dan Bintang yang baik, berbakti dan sholeh..." Ayuna memeluk Re dan Arion "Kalian harta Mommy, yang tak akan bisa digantikan dengan apapun... Mommy sayang kalian."
"I Love you, Mom..."
"Arion juga sayang Mommy..."
"Karena kita semua sudah berkumpul disini, bagaimana kalau kebersamaan ini kita abadikan.." celetuk Rico
"Yes, setuju. Mumpung momentnya lagi bagus nih...!!!" balas Andrew
Setelah memanggil fotografer yang kebetulan belum pulang, Andrew segera mencari posisi dekat istri dan anaknya.
"Satu..... dua..... tiga..... cekrekkk....."
"Horeeee......" teriak mereka setelah melihat hasil foto mereka yang bagus bagus.
TAMAT
🌹Terimakasih untuk kakak kakak yang meluangkan waktunya untuk membaca karya receh akuh, terimakasih juga yang sudah ngasih Vote Like Koment.
🌹Tunggu dikarya kaleng kaleng akuh selanjutnya RAIN ANGKASA RAYA.
🌹 Maaf jika ada kesalahan yang sengaja atau tidak. Atau ada kalimat kalimat dalam cerita saya yang tidak berkenan dihati kakak kakak.
__ADS_1