KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 54


__ADS_3

Dengan menggeret koper besar Adiittya, Rico


berjalan mengekor dibelakang Ayuna yang bergelayut manja dilengan suaminya.


"Bos, kenapa Arion nggak ikut ngantar kamu si bos." basa basi Rico "Aku kan jadi ada teman. Nggak sendiri kayak gini." protes Rico, melihat kemesraan tuannya.


Adiittya menoleh sekilas " Jangan modus kamu Rico."


"Ya elah bos... cuma tanya doang. Pikirannmu selalu buruk padaku." gerutu Rico, namun masih bisa didengar oleh Adiittya


Adiittya mengabaikan Rico, ia akan menggunakan waktu yang singkat ini dengan memanjakan istrinya. Sesekali Adiittya mencium pucuk rambut Ayuna. Berat memang untuk Adiittya meninggalkan istrinya dirumah sendiri, apalagi istrinya sedang hamil besar.


"Sayang, hati hati dirumah. Jika pingin sesuatu suruh saja pak Kasim yang pergi. Kemanapun juga harus sama pak Kasim. Jangan telat makannya. Jangan dekat dekat sama laki laki. PAHAM sayang." nasihat Adiittya penuh penegasan.


"Iya mas !!" Ayuna mengangguk mantap "Mas juga hati hati disana, ingat jangan genit genit sama cewek. Dan cepat pulang, aku dan anak anak menunggumu." ujar Ayuna mencubit gemas hidung mancung suaminya "Rico titip bosmu yang jelalatan ini ya, kau jangan sekali kali mengajaknya minum apalagi ke club. Bisa bisa dia lupa sama anak istrinya." tegur Ayuna pada Rico berupa ancaman


"Siap nyonya !!" balas Rico semangat 45


"Mas berangkat dulu sayang" pamit Adiittya lalu ia membungkuk "Hay baby boy, jangan nyusahin mommy ya !! do'akan pekerjaan daddy lancar, agar daddy cepat pulang" setelah mencium anaknya didalam perut istrinya kini Adiittya menegakkan tubuhnya kembali "Sayang, mas pasti merindukanmu." kata Adiittya sambil memeluk erat Ayuna


"Kami juga akan merindukanmu mas, pulanglah dengan selamat dan sehat" balas Ayuna


Sebuah kecupan hangat mendarat keseluruh bagian wajah Ayuna, Adiittya bahkan tak melewatkan satu bagianpun dari wajah istrinya.


"I love you sayang."


"I love you too"


Ayuna memandang kepergian suaminya, diikuti Rico yang menarik koper bawaannya, hingga tubuh mereka berdua benar benar tak nampak lagi.


Ayuna kemudian keluar gedung, dan sudah ada pak Kasim yang siap mengantarnya kemanapun


"Tunggu dulu ya pak, sebentar lagi pesawat yang dinaiki mas Adiittya take out, aku ingin menunggunya disini."

__ADS_1


"Baik nyonya."


Ayuna merasa sedih, dia membayangkan selama satu minggu kedepan pasti akan merasa kesepian. Karena biasanya mereka saling bercanda, saling berdebat dengan hal sepele, dan menghabiskan waktu bersama.


Saat sedang melamun tiba tiba handphone Ayuna berdering, kemudian ia mengambilnya didalam tas.


Deg


"Kak Andrew..??!! Ada apa dia menelfonku." gumam Ayuna


"Hallo kak Andrew..."


"Halo kelinci kecilku, apa kabarmu adekku yang manis."


"Heeyy... apa kakak lupa, aku bukan kelinci kecilmu lagi Tuan. Adekmu yang manis ini sudah jadi bini orang dan itu sepupumu sendiri." protes Ayuna


"Hahahaha... memang ********, sepupuku itu. Beraninya dia menculik dan menikahimu. Dan tanpa mengundangku pula."


"Hahahaha.. adek macam apa kau ini. Bahkan kau sekarang membela laki laki brengsek itu, dari pada kakakmu ini."


"Hahahaha...." Ayuna hanya terkekeh, karena pandangannya tertuju pada pesawat yang baru saja terbang bebas mengudara


"Pak, sepertinya itu pesawat yang dinaiki suamiku. Benar bukan sih ??" tanya Ayuna pada supirnya, ia menyipitkan matanya ke udara


"Sepertinya benar nyonya." jawab Sopirnya, ia ikut mendongak ke langit


"Langsung ke rumah sakit ya pak." kata Ayuna didalam mobil, saat pesawat yang dinaiki suaminya sudah terbang jauh ke awan.


"Baik nyonya."


"Pergi kemana sibrengsek itu." tanya Andrew yang mendengar Ayuna sedang mengobrol dengan seseorang.


"Ada kerjaan di Malang ?? Kak Andrew sendiri kemana saja. Kenapa hilang begitu saja, seperti hantu saja. Tak ada kabar sama sekali." gerutu Ayuna kesal,

__ADS_1


"Hahaha... aku sedang ada urusan penting. Lusa aku akan balik. Jika urusanku sudah selesai."


"Urusan apa sih kak ?? kemarin perginya kok mendadak sekali." Ayuna sengaja memancing Andrew, ia ingin tahu alasan Andrew yang tega mencampakkan Tata disaat sahabatnya itu melahirkan diusia kehamilan yang tidak seharusnya. Dan berakibat pada kematiannya.


"Akhh... masalah kecil." jawab asal Andrew "Oh ya bagaimana kandunganmu ?? apa keponakanku ini baik dan sehat sehat saja." tanya Andrew mengalihkan ingatannya pada sosok Tata dan anaknya yang ia kira sudah tiada.


"Alhamdulillah kak, keponakanmu ini berkembang dengan baik dan sehat diperutku."


"Siapa dulu dong uncle nya." ucap Andrew menyombongkan diri


"Enak saja !!! nggak ada hubungannya ya sama kak Andrew."


"Hahahahahaha.... kau lucu sekali. Aku sudah tidak sabar berjumpa denganmu kelinci kecilku. Kakak merindukanmu."


"Aku juga merindukanmu kak."


"Kau harus hati hati disana karena pangeranmu sedang tidak ada dirumah. Kau juga harus jaga jarak dengan lawan jenismu, kau sendiri bagaimana sikap cemburunya suamimu itu." Andrew menasihati Ayuna yanh sudah ia anggap adeknya sendiri sejak perkenalan mereka dulu.


"Iya kakak.... terimakasih."


Ayuna bersyukur bisa mengenal sosok Andrew. Lelaki ini yang dulu selalu ada untuknya. Andrew selalu membantunya, memberi dukungan dan diapun rela memasang badannya jika ada orang yang menyakiti dirinya.


Wajah Ayuna berubah muram, ia terlihat kesal mengingat perlakuan buruk Andrew pada Tata, walau ia tidak tahu alasan Andrew mencampakkan sahabat dan tidak mau mengakui anak laki lakinya itu.


"Kak Andrew akan kembali ke Indonesia. Dan itu berarti kak Andrew akan sering berkunjung kerumah. Bagaimana jika ia tahu, Arion adalah anaknya. Akankah kak Andrew mengambil dan membawanya pergi..... Ya Allah aku tidak akan sanggup, Arion pergi dariku."



>Kakak mampir juga yach dinovelku yang lain "Ku Pilih Hatimu"


>Kakak kakak quuu kasih VOTE untuk novelkuh ya..., tinggalkan Jejak dengan menekan LiKE, KOMENT dan jangan lupa beri aku BINTANG LIMA.


>Terimakasih 😘😘

__ADS_1


__ADS_2