
"Kau....!!!!" Adiittya hendak mendaratkan genggaman tangannya namun ia turunkan kembali "Hahahaha.....(tertawa mengejek) sepertinya anda lupa Tuan, anda sendirilah yang meninggalkan Ayuna demi martabat dan nama baik keluarga anda. Bukan begitu Tuan Abdi Sanjaya...??!!"
Abdi tidak bisa berkutik mendengar apa yang dikatakan Adiittya, pasalnya itu semua adalah benar.
Adiittya terkekeh kecil melihat raut wajah Abdi yang tiba tiba menciut
"Ternyata benar buah jatuh tidak jauh dari pohonnya." ia berjalan mendekati Abdi "Sekarang wanita yang dihina keluargamu dulu, menjadi seorang dokter terkenal yang mampu mengubah image keluarga miskinnya menjadi keluarga kaya raya ditambah dia seorang istri dari seorang Ceo. Lalu dengan bangganya dirimu mau merebutnya dariku...!!! tidak segampang itu Tuan Sanjaya !!!" menepuk bahu Abdi kemudian Adiittya mengulurkan tangannya untuk berpamitan "Okey.. saya rasa masalah pribadi kita selesai.. dan terimakasih atas waktu sengangnya untuk kami. Permisi..!!"
"Tunggu Tuan Adiittya..!!! aku berharap anda tidak mencampuradukan urusan pekerjaan dengan urusan pribadi kita, Tuan."
"Yes, i hope so"jawab singkat Adiittya kemudian ia berlenggang pergi keluar perusahaaan pesaingnya.
"Kita ikuti saja permainan Abdi Sanjaya, Rico. Kita lihat sampai mana ia bertahan dengan kontrak kerjasama ini." tutur Adiittya saat berada didalam mobil
"Benar boss, aku rasa kerjasama ini hanya untuk tameng agar dia bisa mencari kelemahan anda. Setelah itu dia akan mendekati dan merebut nyonya dari anda."
"Yes, you are right."
Suasana didalam mobil yang membawa Adiittya dan Rico berubah menjadi hening. Karena penumpangnya sibuk dengan pemikirannya masing masing hanya suara mesin yang lembut yang mengiringi mereka hingga sampai di rumah berpagar beton.
"Halo baby Ar... anak daddy yang tampan ??!!"
Siang ini Adiittya sengaja pulang untuk makan siang bersama keluarganya. Namun Rico kembali kekantor lagi setelah mengantar tuannya.
"Where is mommy, dear ??!!' menggendong Arion yang sedang merangkak
"Lho Nak Adiittya kok sudah pulang ??!!"
"Iya bu.." mengambil tangan Aisyah lalu menciumnya "Tiba tiba ingin makan siang dirumah.." menoleh kekanan ke kiri "Istri saya dimana bu..??"
"Ada di taman samping rumah."
"Terimakasih bu.."
Adiittya pergi menemui Ayuna. Setibanya, ia diam diam mencium pipi Ayuna sekilas dari belakang yang membuat Ayuna terkejut.
"Kok manyun ?? kenapa ??!!"
"Aku bosan mas.."
"Bosan kenapa ?? kan ada bi ina, ibu juga sudah disini ditambah lagi anak laki laki tampan kita..!!" mencium Arion "Iya kan boy... ??!!" bertanya pada Arion namun malah mendapat pukulan dipipinya "Eh... Sayang... look at our baby boy, he doesn't want to be kissed by me !!! oh my god.. !!! bayi macam apa ini.. masih kecil sudah tidak mau dicium, gimana nanti dewasanya pasti mengabaikan kita, sayang....!!!"
Ayuna terkekeh melihat Adiittya yang menggerutu kesal.
__ADS_1
"Nggak boleh seperti itu ya Sayang...??!!" Ayuna mengelus kepala baby Arion
"Makan siang yuk sayang.. sengaja mas pulang ingin makan siang bersama sayang.."
Mereka berjalan beriringan menuju meja makan yang terhubung langsung dengan dapur. Dengan satu tangan Adiittya menggendong Arion dan tangan satunya lagi merangkul bahu Ayuna.
Namun kali ini nampak berbeda, yang biasanya Adiittya yang disuapi Ayuna, sekarang Ayuna dan Arion yang mendapat suapan dari Adiittya.
Ibu Aisyah yang kini berada diruang tengah sempat menoleh sebentar, melihat bagaimana Adiittya memperlakukan putrinya. Sungguh, Aisyah sangat bersyukur Tuhan tidak salah mengirimkan jodoh untuk anaknya. Adiittya begitu baik menyayangi dan memanjakan putrinya. Bibirnya yang mulai ada kerutan itu terus terusan mengulas senyum diiringi air mata yang jatuh yang tak ia sadari.
"Bu Aisya tidak apa ??!!' tanya bi ina mengagetkan
Sambil mengusap air matanya "Ah bi ina.. nggak apa kok bi..." kembali memandang keluarga kecil putrinya "Aku terharu melihat kebahagiaan mereka. Adiittya begitu menyayangi putriku dan anak anakny.."
"Itu benar bu.. makanya saya betah disini. Nyonya dan Tuan sangat baik pada kami.... semarah apapun tuan Adiitttya, beliau tetap memperhatikan kami...apalagi saya yang sudah tua dan nggak punya sanak saudara lagi..."
"Alhamdulillah ya bi...."
Ina menggangguk "Monggo bu.. panjenengan (anda) makan siang dulu..??!!"
Aisyah kemudian menyusul Ayuna dan Adiittya yang sejak tadi sudah makan siang terlebih dahulu.
"Darimana saja bu.. kenapa nggak ikut kami makan bareng ??" tanya Ayuna disela sela makannya
Suasana hangat yang tercipta membuat Aisyah betah berlama lama berada dirumah anaknya. Namun sayangnya ia hanya sampai saat Ayuna melahirkan saja, karena Aisyah tidak bisa meninggalkan rumahnya kosong terlalu lama.
"Sudah mas..." Ayuna menolak suapan dari Adiittya
"Sedikit lagi sayang..."
"Perutku sudah begah mas... "
"Satu kali saja sayang.. ayo !!!" perintah Adiitttya yang akhirnya dituruti Ayuna
"Istri pintar.. sholehah.." mencium puncak kepala Ayuna " Sayang... harus banyak makan lho... biar baby nya tetap sehat.." mengambil susu "Minum dulu susunya sayang..."
"Sayang ingin istirahat dikamar atau diruang tengah..??" tanya Adiittya melihat Ayuna yang sudah menghabiskan susu hamilnya
"Dikamar saja mas.. pinggangku terasa sakit dan pegal semua."
"Okey !! sini mas bantu sayang kekamar. Setelah ini mas kekantor lagi ya ??!!" membantu Ayuna beranjak dari kursinya
"Lho mas nggak istirahat dulu ??!!'
__ADS_1
"Nggak sayang... takut nggak bisa nahan..." bisik Adiittya ditelinga namun bisa didengar oleh Aisyah
"Ekhem..." dehem Aisyah tersenyum simpul
"Apaan sih mas Adiittya ini.. ada ibu juga... selalu saja mesum otaknya."
"Mesum sama istri sendiri nggak apa kale Sayang.." kemudian menoleh pada ibu mertuanya "Benar kan bu... ??" kata Adiittya yang disambut tawa Aisya juga bi ina yang baru saja datang untuk membersihkan meja makan.
"Ya sudah mas.. pergi saja. Aku bisa ke kamar sendiri"
"Tapi sayang...."
"Nak Adiittya pergi saja.. biar ibu yang bantu Ayuna naik kekamarnya."
"Adiittya jadi merepotkan ibu nih !!"
"Nggak ada yang direpotkan.. Ayuna juga anak ibu kan ??!!"
Adiittya terkekeh kecil, merutuki dirinya sendiri...
"Kalau begitu Adiittya titip Ayuna ya bu...."
"Iya Nak ... ??!!"
"Lala.. bawa Arion ke kamarnya ya ?!!! uda waktunya tidur siang."
"Baik Tuan."
"Sayang mas berangkat ya..??!!" Ayuna mencium tangan Adiittya yang dibalas kecupan di dahi dan bibirnya oleh Adiittya
Setelah mencium istri dan anaknya, Adiittya meraih tangan ibu mertuanya dan menciumnya
"Bu... Adiittya berangkat sekarang.."
"Iya Nak Adiittya.. hati hati dijalan.."
"Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikumsalam..." balas Ayuna dan Aisyah bersamaan
•
•
__ADS_1
🌹Terimakasih buat readers lovers yang sudah membaca karyaku. Author berharap readers lovers bisa tinggalkan Like, Komen, Tip dan Vote yang banyak ya..... karena itu sangat berarti bagi Author. Semoga readers lovers selalu sehat dan bahagia 🌹