KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 26


__ADS_3

Flasback on


Rumah sakit


Ceklek


Seorang dokter masih mengenakan pakaian lengkap serba hijau dan terlihat juga beberapa suster keluar ruang operasi dengan raut wajah tegang. Beberapa dari suster itu berlari berlari sedangkan dokter menoleh kekanan dan kekiri mencari keluarga pasien.


"Keluarga pasien ??" teriak dokter Manda


Ayuna, Adittya dan Alan kompak menghampiri dokter Manda


"Bagaimana keadaan sahabat saya, dokter ??"


tanya Ayuna dan Alan kompak


"Pasien banyak mengeluarkan darah, dan dimana keluarganya, kami butuh ijin untuk melakukan tindakan selanjutnya."


"Dokter Manda, tolong lakukan yang terbaik untuk sahabatku. Aku yang akan menanggung semuanya." cerca Ayuna


"Dokter Yuna, tapi keluarganya harus tahu. Pasien sekarang sangat kritis !!!"


"Dokter Manda, suami Tata masih diluar kota. Tolong lakukan yang terbaik untuknya, saya yang bertanggungjawab!!" jawab Adiitya tegas


"Baiklah."


Setelah itu Dokter Manda masuk keruang operasi lagi. Tak lama kemudian terdengar suara bayi menangis, lalu seorang suster keluar dari ruangan dengan bayi digendongannya.


"Suster, boleh aku melihatnya sebentar ??" tanya Yuna


Air matanya lolos begitu saja melihat bayi mungil yang masih berwarna merah. Lama Yuna mengelus elus pipi gembulnya


"Selamat datang baby boy " ucap lirih Yuna


"Maaf dok, saya harus membawanya ke inkubator segera."


"Inkubator ?? apa bayi ini prematur ??" timpal Alan


"Benar dokter Alan." ucap Suster ramah


"Tolong beri yang terbaik untuk anak ini, sus." ucap Yuna selanjutnya


Ceklek


"Dokter Yuna, pasien ingin bertemu dengan anda." kata Dokter Manda setelah keluar dari ruang operasi


Ayuna segera masuk setelah mendapat ijin dari suami. Hampir setengah jam Yuna berada didalam ruang operasi, meninggalkan dua laki laki yang tak saling sapa.


"Alan, terimakasih sudah menyuruhku kesurabaya waktu itu." kata Adiittya memecah keheningan


"Aku tidak butuh terimakasihmu, aku melakukannya demi Yuna." jawab Alan sinis


"Aku minta jagalah dia dan jangan pernah menyakitinya. Jika itu terjadi, jangan salahkan aku jika membuatnya nyaman." imbuh Alan


"Kau...."geram Adiittya dengan gerakan kilat sudah mencekik leher Alan


Ceklek

__ADS_1


"Mas, apa yang kau lakukan ???" hardik Ayuna masih memegang handle pintu


"Aahh.. tidak sayang, mas hanya bercanda dengan Alan. Benar kan Alan ??" kata Adiittya gugup sambil melepaskan tangannya dari leher Alan


Sedangkan Ayuna menatap tajam Alan meminta jawaban.


"Bagaimana keadaan Tata, yun." Tanya Alan mengalihkan


"Masih kritis." jawabnya lirih


"Mas, coba hubungi kak Andrew, mungkin sekarang sudah bisa."


"Baiklah sayang."


tut tut tut tut


"Bagaimana mas, bisa ??." kata Yuna


Adiityya menggelengkan kepala lalu memeluk erat istrinya untuk memberi kekuatan.


"Tenanglah sayang, anak buah mas sudah mencarinya sekarang. Kita tunggu saja kabar dari mereka, hem."


"Sebenarnya dimana kak Andrew saat ini, mas." kata Yuna masih dalam pelukan dada bidang suaminya


Mendengar suara pintu terbuka, Ayuna segera melepaskan pelukan suaminya dan menghampiri Dikter Manda.


"Dokter, bagaimana keadaan Tata sekarang, apa sudah ada perubahan ??" tanya Yuna


"Maaf Dokter Yuna dokter Alan, sahabat anda tidak bisa diselamatkan." kata Manda sambil melepas maskernya


"Tidak !!! dokter Manda bercanda kan ??? Tata masih hidup kan, dok ???" cerca Yuna sambil memegang tangan Manda


"Alan, beritahu dokter Manda, Tata itu orangnya kuat, tidak mungkin dia menyerah begitu saja. Dia pasti bisa Alaaaannn. Tata tidak mungkin meninggalkan kita, kan ?? Alaa...."


Belum menyelesaikan kalimatnya, tiba tiba Ayuna pingsan dipelukan Alan. Sebenarnya Adiitya marah saat istrinya memohon pada Alan karena merasa dirinya dicuekin, namun beruntungnya Adiitya bisa menahan emosinya. Dia yakin istrinya melakukan itu tidak sengaja.


Dengan cepat Adiitya mengambil alih tubuh istrinya dari pelukan Alan. Dia berlari sambil menggendong Ayuna ala bridal style ke ruang perawatan.


"Sayang, please... buka matamu." gumam Adiitya disela sela menggendong Ayuna.


Alan yang mengikuti Adiitya dari belakang kemudian mengarahkannya ke ruangan agar Ayuna segera mendapat perawatan.


"Hai.. mau apa kau !!" hardik Adiitya saat Alan akan membuka baju Ayuna


"Memeriksanyalah !! mau apalagi ??" jawab Alan santai


"Singkirkan tanganmu dari istriku !!! aku mau dokter wanita yang memeriksanya. Aku tidak mau istriku disentuh laki laki lain" ucap Adiitya dingin


"Hahaha... Adiiitya ..Adiittya.. keadaan seperti ini kau masih saja mementingkan cemburumu. Suster, tolong panggilkan dokter vanya kesini."


"Baik dokter Alan." jawab suster sambil menahan tawa


Beberapa menit kemudian, dokter vanya datang bersama suster.


"Bisa anda keluar Tuan, saya akan memeriksanya." pinta dokter vanya


Adittya menunggu diluar sedangkan Alan kembali bekerja karena ada pasien vvip yang membutuhkannya.

__ADS_1


"Dokter bagaimana istri saya." tanya Adiitya saat Vanya keluar


"Istri anda baik baik saja, dia hanya syok saja. Mungkin dia belum makan, itu membuatnya lemah. Jadi lebih baik tinggal disini dulu untuk dua atau tiga hari. Anda bisa menemuinya, baru saja dokter Yuna siuman."


"Terimakasih dok."


Dokter beserta suster berlalu pergi meninggalkan Adiittya.


"Mas.. Tata.. hiks hiks hiks.."


"Sudah ya, stop !! don't cray again. Lihatlah, mata sayang sudah seperti mata gajah sekarang." goda Adiitya


"Mass ihhhkk... " jawab Yuna cemberut


Mendengar suara manja istrinya membuat Adiitya tertawa sampai keluar air matanya.


"Mas, bagaimana dengan pemakaman Tata ??" tanya Ayuna membuat Adiittya menghentikan tawanya


"Rico sudah mengurus semuanya. Sayang istirahat saja ya."


"Mas, aku ingin mengantar Tata ke peristirahatannya sebagai penghormatanku yang terakhir. Boleh ??"


"Tidak sayang, sayang masih sakit. Sayang harus banyak banyak istirahat. Besok kalau sayang sudah sehat kita ziarah kesana. Okey !!"


"Mas, aku ingin melihat baby boy." pintanya lagi


"Kalau yang ini mana bisa Tuan Sebastian menolahnya. Sini mas bantu turun, apa mau mas gendong sekalian." goda Adiitya menaikkan alisnya


"Ck.. masih saja mesum." Ayuna berdecak


Tanpa persetujuan dari Ayuna, Adiitya sudah menggendong Ayuna sampai didepan ruang inkubator.


"Anak malang, kenapa nasibnya harus sama seperti mamanya, bahkan kak Andrew juga tidak mau mengakuinya."


"Mas... apa mas menolak jika aku merawat bayi itu?? Tata ingin aku merawatnya dan meminta untuk merahasiakannya dari kak Andrew." imbuh Ayuna


"Iya sayang, kita akan merawat anak itu. Kita akan menyayangi seperti anak kita sendiri."


"Mas Adiittya belum tahu dimana Kak Andrew.??"


"Saat ini ******** tengik itu bersama wanitanya." kata Adiittya dingin sambil mengepalkan tangannya


"Maksud mas ke Malaysia ??"


Adittya menganggukkan kepala, matanya tidak berhenti menatap bayi laki laki yang tak berdosa dibalik kaca saat ini dia dan istrinya berdiri.


"Sekarang lakukan tugas mas sebagai seorang ayah."


Kemudian Ayuna dan Adiitya masuk keruang inkubator atas ijin dari suster yang bertugas disana. Adiitya tampak khidmat melantunkan kalimat suci itu.


"Sekarang you are my first boy ARION BINTANG ALRESCHA SEBASTIAN." ucapnya mantap


🌹to be continue 🌹


Bosssquuuu jangan lupa sebelum beralih tekan LIKE, ketik KOMENTAR, kasih BINTANG LIMA pada halaman sampul dan VOTE untuk novel ini yacchhh...... terimakasih πŸ€—πŸ€— πŸ€—


i_eyyun 😘😘

__ADS_1


__ADS_2