
Pagi menjelang siang, seperti biasanya sebuah tempat berlambang palang merah yang setiap harinya tak pernah sepi itu, tiba tiba mendadak sangat mencekam terutama diruangan praktek yang tertulis Dokter Umum.
Teriakan dan jeritan histeris terdengar dari beberapa pasian baik yang sedang berkonsultasi atas penyakitnya juga yang sedang menunggu antrian. Beberapa pengunjung yang tidak sengaja melewati ruangan itu menghentikan langkahnya untuk menyaksikan atraksi Adiitttya. Para perawat berhamburan, ada yang memanggil security ada pula yang memanggil atasannya.
"Brengsek kau Allan !! sudah berapa kali kau kuperingatkan agar menjahui istriku, hah !! Apa kau pria tak laku, hingga kau berani menyembunyikan wanita bersuami !!"
"Dokter Allan....!!!!" mulut Rara menganga terkejut melihat Allan yang tersungkur kelantai
"Hai, siapa anda !!!" bentak Rizky, berdiri dari kursinya, namun tak dihiraukan oleh Adiittya.
Bibir Andrew tersungging miring, mendengar Rizky yang nampak kebingungan sambil melihat aksi kegilaan Adiittya. Sedangkan pasian yang sedang berkonsultasi dengan Allan memilih keluar ruangan dengan tubuh gemetar
"Hentikan !! saya akan tuntut anda atas tindakan penganiayaan dan ketidak....." kalimat Rizky terpotong ketika Andrew menatap tajam mata Rizky
"Anda jangan ikut campur, dokter....Rizky." sergah Andrew seraya membaca tagname dibaju dinas Rizky
"Stop Tuan Adiittya !!!" teriak Rara, ketika melihat Adiittya dengan brutal menghajar Allan hingga sahabat istrinya itu tidak ada kesempatan membela diri.
"Tuan Adiittya mana janji anda ??!!" menarik tangan Adiittya dari kerah baju Allan
"Hahahaha" Adiittya tertawa keras melepas tangannya "Nona, sesuai janjiku, aku tidak melukai kekasihmu. Aku hanya memberi pelajaran saja. Agar dia berhenti ikut campur masalah rumah tanggaku."
"Tapi ini sama saja anda melukainya tuan ??!!" Rara masih tak terima melihat wajah lebam Allan yang kebiru biruan hingga hidungnya mengeluarkan darah segar.
"Tuan, saya berjanji. Saya akan membawa kasus ini ke rana hukum. Biar pengadilan yang berbicara atas perbuatan anda ini." ancam Rizky, yang kemudian mendapat bogeman mentah dari Andrew
Bug !!!
"Aaww...!!!" Pekik Rizky
"Kau tau siapa kami...!!!" ucap Andrew, hendak melayangkan pukulannya lagi, namun tangannya di cekal oleh security rumah sakit.
"Andrew !!! Adiittya !!! apa yang kalian lakukan !!!" suara keras dokter Leo membuat mereka berdua menoleh kepintu
Dua saudara itu hanya diam, tak ada yang bersuara
"Dokter Allan, kau tak apa ??!!" Leo menghampiri Allan yang nampak parah
"A..kkuu.. baaikk bbaaik saja dokter." jawab Allan sedikit susah berbicara
__ADS_1
"Adiittya, Andrew ikut om kekantor." menatap tajam kedua cucu Sebastian "Benar benar memalukan" gerutu Leo sambil berjalan meninggalkan ruangan Allan
"Lepaskan security bodoh !!" olok Andrew pada security yang mencekal tangannya
Kemudian mereka berdua keluar ruangan menyusul Leo kekantornya. Namun sebelum Andrew benar benar pergi, ia menyempatkan memberi ancaman pada Rizky yang masih kebingungan.
"Jaga tubuhmu jika bertemu denganku diluar, dokter." kata Andrew penuh penekanan dikalimat terakhirnya
"Adiittya, Andrew ada masalah apalagi kalian dengan Allan ??" tanya ketika mereka sudah duduk disofa ruangan Leo
Andrew menautkan alisnya sambil mengedikkan bahunya "Aku hanya menemani saudaraku bermain saja om, nggak lebih"
"Bermain hingga membuat orang lain babak belur seperti itu, dan kau hanya menontonnya saja."
"Ya mau gimana lagi om, seru sih !!"
"Andrew Andrew... kemana rasa kemanusiaanmu dulu. Apa ini yang kau dapatkan setelah beberapa bulan kau menghilang lalu pulang dengan sifat burukmu ini. Apa negara yang kau datangi merubah sifat baikmu ??!!"
Andrew hanya cengar cengir mendengar olokan Leo,
"Adiittya, jelaskan alasanmu !!"
"Mungkin saja istrimu meminta bantuan padanya, siapa lagi yang bisa dimintai bantuan, kalau bukan Allan. Kau tahu sendiri istrimu tak banyak teman dijakarta."
"Makanya kau jadi suami harus bisa melindungi istrimu, jangan kau besarkan egomu itu. Mencobalah lebih mengerti apa kemauan istrimu, Adittya. Gunakan kepala dingin untuk mengatasi masalahmu, bukan kekerasan." imbuh Leo
Sedangkan diruang rawat, mata Allan memicing, menatap curiga pada gadis yang sedang mengobatinya
"Janji apa yang kau buat dengan Adiittya."
"Okkhh.. tidak ada. Hanya becanda saja." jawab Rara gugup
"Kemana kau pagi tadi, kenapa sampai telat."
"Oh.. kerumah teman." Rara memalingkan mukanya untuk menutupi rasa gugupnya
Allan manggut manggut, "Apa Adiittya sudah menemukan rumahmu ??" menyingkirkan pelan tangan Rara "Sudah, aku mau melihat keadaan Ayuna. Pasti dia sedang keta...." Ujar Allan sembari melangkahkan kakinya
"Stop Allan !!" sentak Rara, menghentikan kalimat, kemudian membalikkan badannya
__ADS_1
"Stop Allan" kata Rara pelan, "Ayuna sudah tidak ada dirumah, Tuan Adiittya sudah menjemputnya pagi tadi." air mata Rara mulai menetes kepipinya "Maafkan aku Allan, aku melakukannya karena aku cemburu dengan kedekatan kalian, aku marah karena kau selalu mengutamakan dokter Ayuna daripada aku. Aku kesal setiap hari kau terlihat mesra dengannya. Aku...." dengan segera Allan menarik tubuh mungil Rara kepelukannya. "Aku menyayangimu. Aku sudah jatuh cinta padamu"
"Maafkan aku juga Ra, aku tidak memahami perasaanmu. Aku juga sayang padamu. Aku mencintaimu sejak pertama kali bertemu."
Rara menarik tubuhnya "Aku takut kehilanganmu, Al. Maaf ak..." dengan cepat allan menggerakkan jari telunjuknya kemulut Rara "Ssstt... kamu tidak salah, aku yang salah. Maafkan aku ya ??" Allan mengulas senyum lembut membuat air mata Rara semakin mengalir deras "Allan.." kemudian menghamburkan dirinya kepelukan Allan, yang langsung mendapat kecupan dalam dikeningnya "Allan antar aku ke dokter Ayuna, aku ingin minta maaf padanya."
Allan melepas pelukannya "Tapi tidak untuk sekarang, ya !! Aku ingin memastikan keadaan Ayuna, apa dia baik baik saja."
Rara mengangguk "Hati hati Allan"
Allan mengulas senyum seraya mengangguk. Sebelum ia pergi, Allan mendaratkan bibirnya diatas bibir Rara. Mendapat serangan yang mendadak, mata Rara membelalak sampai ia menahan nafasnya.
"Aku pergi dulu ya ??!!" pamit Allan setelah menyudahi ciumannya "Lain kali kalau aku cium jangan lupa bernafas" bisik Allan ditelinga Rara
Ayuna terbangun karena rasa lapar diperutnya. Matanya mengedar mencari sosok laki laki yang tadi menemaninya tidur. Perlahan ia berungsuk turun, lalu berjalan keluar kamar. Namun didepan pintu ia dikagetkan dengan sosok laki laki berbadan tinggi besar terlihat sekali ia gemar berolahraga.
"Mas.. sedang apa didepan pintu kamarku." tanya Ayuna pada Adam
"Saya diperintahkan bos Adiittya untuk menjaga nyonya dimanapun dan kemanapun"
"Mas Adiittya sekarang kemana ??"
"Sedang ada urusan, nyonya.".
"Oh" jawab Ayuna, lalu ia menuruni anak tangga dan ternyata ada Adam yang sedang mengekor dibelakangnya.
Karena merasa risih dengan kelakuan Adam, membuat Ayuna memprotesnya
"Kamu istirahatlah, tenang saja aku gak akan kemana mana. Aku ingin makan, anakku sedang lapar sekarang."
"Maaf nyonya, saya tidak bisa meninggalkan anda. Ini sudah perintah dari tuan Adiitttya."
"Baiklah. terserah kamu saja." Ayuna merasa jengah
•
•
•
__ADS_1
🌹Terimakasih buat readers lovers yang sudah membaca karyaku. Author berharap readers lovers bisa tinggalkan Like, Komen, Tip dan Vote yang banyak ya..... karena itu sangat berarti bagi Author. Semoga readers lovers selalu sehat dan bahagia 🌹