KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 81


__ADS_3

"Seorang laki laki yang mampu memberi kesejukan karena hujannya dan kebahagiaan karena suryanya untuk semua makhluk yang ada di alam semesta ini... itulah arti nama putra kita sayang.."


Adiittya menerawang dengan tatapan yang sulit diartikan


"Mas berharap anak laki laki kita menjadi sosok yang kuat dan tegas mempunyai sifat rendah hati dan ringan tangan, mengayomi sesamanya." lanjut Adiittya dengan mata berkaca kaca


Dia kembali teringat perjuangan anak dan istrinya untuk bisa bertahan hidup.


"Amiinn" ujar semua orang yang berada dikamar Ayuna


"Apa sayang keberatan dengan nama yang mas berikan ??" tanya Adiittya masih dengan mata berkaca kaca


Ayuna menggeleng sambil mengulas senyum, tangannya mengusap air mata Adiittya yang hampir jatuh


"Aku suka... nama yang bagus, mas."


"Alhamdulillah...." ucap Adiittya mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya


########


Setelah tiga hari Ayuna menginap dirumah sakit, kini Ayuna dan anaknya di ijinkan pulang ke rumah.


Sejak keluar dari kamar inap Ayuna, Adiittya tak mau melepas sedetikpun bayi yang masih merah itu dari dekapannya


"Selamat datang nyonya dan tuan muda Rain.." sambut para pelayan kompak


"Terimakasih.." ucap Adiittya menirukan suara anak kecil, sementara Ayuna dan Aisyah mengekor dibelakang Adiittya.


"Aduuhh tuan muda Rain ganteng banget... gemes gemes..." puji ina yang tak canggung menoel pipi chubby Rain


"Iya dong oma ina, aku kan anak daddy...??? iya sayang... oh.. baby Re anak daddy, bukan anak mommy, hem..??!!" goda Adiittya pada Rain, sambil mencium pipi chubby Rain


"Mas kamu ini !!" Ayuna memukul lengan Adiittya kesal "Aku yang membawanya kemana mana selama 9 bulan yang ngelahirin juga. Taruhan nyawa nih...!!!" dengus Ayuna sambil menunjukkan tangan bekas infusannya "Enak saja bilang aku bukan mommynya..!!"


"Hahahaha... maaf sayang. Mas hanya becanda." mencium kembali pipi Rain "Re.. mommy ngambek tuh....!!!"


"Maaf Tuan Adiittya !!! kenapa tuan muda Rain panggil ina, oma !! kan saya hanya pembantu, tuan."


Adiittya tersenyum simpul "Sini deh bi ina.. !!" menepuk tempat kosong disebelahnya "Bi ina disini bukan hanya asisten saja, bi ina sudah aku anggap seperti ibuku sendiri. Aku berterimakasih sama bi ina sudah sabar dan setia menemaniku selama puluhan tahun. Dengan sifat dan sikapku yang buruk.. bi ina dengan sabar dan telaten merawat dan mendampingiku sampai pria arogaan ini dipanggil bapak."


"Tuaannn....." tangis haru ina sudah tak terbendung lagi, air matanya mengalir deras dipipinya. Berulang kali ia menyeka air matanya menggunakan kerah bajunya.


Melihat tangis wanita yang rambutnya sudah memutih itu, membuat hati Adiittya tersentuh. Ia menarik tubuh kurus wanita disampingnya kedalam pelukannya.


"Terimakasih bi ina sudah menemani hari hariku tanpa lelah..." tak sadar air mata Adittya jatuh dari sudut ekor matanya.


"Maasss.... !!! Aku jadi ikut nangis nihh...!!!" rengek manja Ayuna menghamburkan diri ikut memeluk Adiittya dan bi ina.


"Sayang... mas juga mengucapkan banyak terimakasih kekamu. Kalian berdua sudah mengajarkanku tentang kehidupan berumah tangga. Semoga lelaki sombong ini bisa menjadi iman teladan untuk keluarga."


"Amiinn" jawab lirih semua orang yang disana

__ADS_1


Suasana yang seharusnya penuh suka cita, malah terbalik menjadi suasana haru pilu.


"Oh ya sayang.. kenalkan ini bu siti yang akan menggantikan bi ina didapur. Karena mulai hari ini bi ina tidak boleh ngapa ngapain. Bi ina harus banyak istirahat. Tidak ada penolakan...!!!" tegas Adiittya


Ayuna dan Siti saling berjabat tangan memperkenalkan diri


"Semoga betah ya bu bekerja disini. Kalau perlu sesuatu nggak usa segan untuk bilang ke kami." tutur Ayuna lembut


"Baik nyonya."


"Panggil bu dan bapak saja, bu siti." menoleh ke Adiittya "Bagaimana menurutmu mas.." Ayuna duduk kembali disebelah Adiittya "Biar tidak ada rasa segan atau canggung mas, biar kita merasa seperti dilingkungan keluarga sendiri.."


"Terserah sayang saja." tiba tiba kepala Adiittya bergerak kekanan kekiri "Lala mana bi ina, aku juga nggak lihat Arion ??"


"Iya.. dari tadi aku juga belum lihat jagoanku ?? apa dia masih tidur bi ??" tanya Ayuna yang sejak tadi belum melihat Arion


"Sedang dimandikan Lala dikamar." jawab ina, yang dibalas dengan anggukan kepala Ayuna


"Sayang.. Rain nangis nih !! dia haus kali Sayang.."


"Tentu saja, mas. Hampir satu jam dia ada dipelukanmu !!"


Adiittya terkekeh, kemudian Ayuna membawa bayi laki laki yang mukanya dominan kejawaan itu masuk kedalam kamarnya. Beruntung mata dan warna kulitnya condong ke Adiittya.


Tak perlu lama untuk bayi mungil itu menemukan p****g susu ibunya, lalu menyedotnya dengan cepat


"Lahap sekali Re.. minum susunya ???"


"Waahh... Rain pandai sekali menyusu."


"Seperti daddy ya nak..??"


Adiittya tertawa "Kalau mas nggak pandai, nggak mungkin ada Rain sayang..."


"Bisa aja ngelesnya, bambang."


"Adiittya... sayang...!!! bukan Bambang. Bambang sudah almarhum." Ralat Adiittya yang sambut tawa kecil Ayuna


"Benar kata bi ina. Rain sangat ganteng, mirip sekali denganku."


"Mirip aku kali mas.." protes Ayuna


"Tapi lebih miripnya ke mas, sayang... coba lihat deh mata birunya sepertiku, hidung mancungnya sepertiku lalu warna kulitnya juga putih sepertiku. Apalagi tingginya, mas banget lo sayang. Bagian mana yang mirip sayang, coba ???" ledek Adiittya menggoda istrinya


"Enak saja. Hidungku juga mancung kali mas... kulitku juga putih..!! meski lebih putih kamu sih !!!" kikik Ayuna


Mengecup kening Rain "Cepat besar ya sayang... nanti daddy bikinin ade." bisik Adiitt mendapat cubitan kecil dipingangnya


"Nyeri perutku saja belum sembuh, sudah kepikiran bikin baby lagi."


"Hahahaha... ya kale aja sayang mau !!" menyandarkan kepalanya dibahu Ayuna sambil memeluknya dari samping "Jujur sayang... mas takut sekali waktu dokter Manda ngasih pilihan kamu atau anak kita yang harus diselamatkan ??"

__ADS_1


"Benarkah ?? lalu mas pilih siapa ??"


"Mas pilih kamu sayang.. bukan mas nggak cinta sama anak kita. Setidaknya jika Allah meridhoi, kita bakalan bisa punya anak lagi. Mas tidak bisa hidup tanpamu, sayang..."


"Oohhh... uwu uwu...." mencubit gemas pipi Adiittya


"Apa dong hadiah untuk mas, sekarang."


"Terimakasih, daddy."


"Itu ucapan sayang... bukan hadiah. Mas minta ciuman yang laaammmaaaa sekali.. itung itung obat rindu mas ke kamu sayang."


"Hmm. bisa aja kamu mas..!!"


Ayuna tersenyum kemudian mendekatkan wajahnya ke depan Adiittya, ia sangat paham selama dua bulan suaminya itu tidak mendapatkan kebutuhan biologisnya.


Adiittya sangat senang saat menerima ciuman dari istrinya. Ciuman lembut yang awalnya Ayuna berikan lama kelamaan menjadi ciuman panas dan semakin dalam. Lidah Adiittya mengeksplor ruang dalam mulut Ayuna, dan sesekali lidah mereka saling bertautan.


Menyadari Ayuna yang belum bisa memuaskan hasyratnya, Adiittya mencoba menahan gairah panasnya. Tiba tiba bayi mungil yang menyusu itu menangis sangat kencang, membuat mommy dan daddynya terpaksa menyudahi kemesraannya.


"Ganggu saja !!!" geram Adiitttya mencubit pipi Rain, membuat bayi laki laki itu semakin kencang menangisnya


"Mas..!! kamu ih... nggak mau kalah sama anaknya ??!!"


"Ini baru Rain, belum nanti Arion. Aduuhh mas bakal nggak diberi kesempatan berduaan denganmu sayang.." Adiittya menggerutu


"Sama anak sendiri kok cemburu"


"Karena kamu milikku sayang.. " menyandarkan kepalanya dibahu Ayuna "Ehmm....Sayang !!! boleh nggak mas membeli sesuatu buat hadiahnya Rain ???"


"Boleh. Tapi ingat !! hadiahnya yang bermanfaat untuk dia. Biar nggak mubadzir, mas !!!"


Adiittya mengangguk pelan seraya bibirnya tersenyum penuh arti


"Mas beli kuda poni untuk Rain." jawab santai Adiittya


"Ya Allah mas... mau kau jadikan apa anakmu ini ??? pangeran berkuda ???"


"Salah.."


"Lalu ??!!"


"Rain si pendekar Langit."





🌹Terimakasih buat readers lovers yang sudah membaca karyaku. Author berharap readers lovers bisa tinggalkan Like, Komen, Tip dan Vote yang banyak ya..... karena itu sangat berarti bagi Author. Semoga readers lovers selalu sehat dan bahagia 🌹

__ADS_1


__ADS_2