KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 50


__ADS_3

Sesampai dikantor, Adiittya meletakkan tas kerjanya dimeja. Ia mengambil ponsel di dalam saku jas yang ia kenakan. Sambil mengecek, Adiittya melakukan panggilan untuk istrinya.


"Assalamu'alaikum mas"


"Wa'alaikumsalam sayang"


"Sayang baik baik saja kan ??"


"Alhamdulillah mas"


"Pak Kasim gigit nggak, sayang."


"Mas !! kau ini, ada ada saja. Pak kasim bawa mobilnya sangat hati hati kok."


"Baguslah, akan aku perpanjang lagi kerjanya."


"Ngomongnya kok gitu sih mas. Jahat banget deh, aku nggak suka ah...!!"


"Hahahaha.....mas hanya bercanda, sayang. Tadi sayang kok nggak kasih kabar, hem."


"Iya maaf, baru saja mau telfon. Eh.. udah keduluan kamu mas."


"Kau ini banyak alasan memang."


"Beneran mas."


"Iya mas percaya. Sayang sibuk ??"

__ADS_1


"Hu'um sibuk pakek banget."


"Kalau begitu... dirumah saja mas ceritanya."


"Cerita apa mas."


"Penasaran ya ???"


"Hhmm.. siap siap puasa setahun ya !!" ancam Ayuna


"Hahaha... nanti saja sayang, ceritanya diatas ranjang. I love you."


"Love you too"


Setelah melakukan panggilan, Adiittya kembali berkutat dengan aktivitasnya pada tumpukan kertas kertas diatas meja. Begitu juga dengan Ayuna, ia sibuk membuat laporan yang terbengkelai akibat cuti sakitnya beberapa minggu yang lalu.


ceklek


Kepala Adiittya mendongak ketika mendengar suara pintu terbuka


"Bos sakit ??" tanya Rico,


Adiittya menggeleng, kemudian bangun dari tidurnya.


"Kalau bos sakit, sebaiknya pulang. Biar aku saja yang menghandel." kata Rico yang tak tega melihat si bosnya nampak lusu.


"Aku tidak apa apa. Hanya kepikiran saja, bagaimana nasibku nanti, jauh sama istriku." jawab Adiittya santai

__ADS_1


"Brengsek loe Adiittya !! gue pikir sakit beneran. Dasar bucin !! ingat umur loe !!" maki Rico


Alis Adittya mengkerut " apa salahnya ?? gue pria beristri, gue nggak bisa tidur jika nggak dipeluk sama istri gue. Emang loe peluknya sama guling."


"Kau benar benar *******, Adiittya !!" melemparkan map yang dipegang kearah Adiittya, kemudian Rico tersenyum simpul "Santai bos, sebentar lagi juga ada."


Bibir Adiitya mencebik "Jika itu benar, perusahaan ini jadi milikmu" balas Adiittya, ia menumpuk satu kakinya diatas kaki yang lain dan bersendekap, menyenderkan badannya disandaran kursi.


"Hahahaha..." tawa Rico menggelegar memenuhi ruangan, ia berdiri pindah duduk disebelah Adiittya "Aku pegang omonganmu bos." menjotos pelan pundak Adiittya


Adiittya tersenyum masam, kemudian ia mulai berbicara serius mengenai perusahaan


"Rico, selain masalah dimalang, apa ada masalah lainnya. Mungkin dengan kerjasama baru kita ??" tanya Adiittya memastikan


"Sampai saat ini, masih baik baik saja bos. Ku rasa masalah kita saat ini hanya di Malang saja."


Nampak Adiittya memutar otaknya


"Rico, selama pertemuanmu dengan Pt. Chien Xiu pernahkah kau bertemu dengan direkturnya ???" tanya Adiittya, karena selama ia meeting dengan Pt. Chien Xiu, ia tidak pernah bertatap muka langsung dengan siempunya perusahaan


Rico menggeleng "Hanya wakilnya dari Indonesia saja bos. Menurut informasi perusahaan ini sudah diambil alih oleh istrinya Direktur, karena suaminya sakit parah."


Adiittya manggut manggut mendengar penjelasan Rico. Sebenarnya ia merasa ada keganjalan dengan kerjasama ini. Namun Adiittya menepisnya, berhubung selama kerjasama dengan perusahaan dari cina ini omset perusahaan Adiittya berkali kali lipat setiap bulannya.


>Kakak kakak mampir yuukk ke novelku yang lain "Ku pilih hatimu"


>Kakak kakak quuu kasih VOTE untuk novelkuh ya..., tinggalkan Jejak dengan menekan LiKE, KOMENT dan jangan lupa beri aku BINTANG LIMA.

__ADS_1


>Terimakasih 😘😘


__ADS_2